Sirkuit Haram di Area Persawahan Sidowaluyo Kembali Marak

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Belum usai permasalahan kasus Cunramor, kini masyarakat keluhkan dengan adanya aksi balap liar yang dilakukan oleh kaula muda diarea pesawahan desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (1/3/2026).

Aksi Trek-trekan (Balap liar) yang berada diruas jalan Raya Sidomulyo-Way Panji ini sangat mengancam keselamatan pengemudi (Joki) balap liar itu sendiri juga para pengemudi kendaraan lain yang sedang melintas . Aksi berbahaya ini biasanya dilakukan pada saat menjelang buka puasa (sore hari) bahkan usai sholat subuh.

Kendaraan yang digunakan oleh para Joki (pembalap Liar) sangat tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan pada umumnya. Kenalpot Brong dan body kendaraan sangat jauh dari standart pabrikan.

Dari informasi yang dihimpun Tim media ini Sirkuit Haram yang digunakan para Joki amatir ini menggunakan ruas jalan Sidomulyo-Way Panji tepatnya diarea pesawahan desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo.

Mula-mula kaum milenial atau para remaja ini beralasan ngabuburit (menunggu saat buka puasa),  kemudian berkumpul disatu titik/berjejer disepanjang jalan yang nantinya digunakan sebagai Start dan Finish Sirkuit Trek-trekan (Balap Liar) yang biasanya dilakukan sekitar pukul 17.00 wib – 19.00 wib, bahkan ada juga yang melakukan usai solat Subuh.

Melalui Vidio yang sebar luaskan melalui Media Sosialnya, kepala desa Sidowaluyo H.Haroni langsung menanggapi keluhan masyarakat yang resah dengan adanya aksi Balap Liar diwilayahnya.

Dalam Vidionya Haroni meminta kepada masyarakat Sidowaluyo khusus Sidomulyo dan Way Panji agar dapat bersama-sama menciptakan suasana Kamtibmas yang sejuk aman dan kondusif saat bulan suci Ramadhan ini, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik

Haroni juga berharap kepada semua orang tua agar sekiranya dapat menasehati putra-putrinya supaya tidak melakukan kegiatan hal-hal yang negatif dan cenderung berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain serta tidak ada bermanfaatnya.

” Mari ciptakan kondisi Kamtibmas yang mantaf pada bulan suci Ramadhan ini, sehingga kita dapat menjalankan ibadah ini dengan aman, nyaman dan kondusif, ”

Selain itu kata dia, dengan nongkrong di pinggir jalan serta melakukan aksi Balap  liar dapat membayangkan diri sendiri dan juga keselamatan orang lain, ” ujar Haroni dalam Vidionya.

Haroni juga meminta, kepada anak-anak remaja yang selama ini telah melaksanakan kegiatan nongkrong di pinggir jalan dan balapan liar pada sore menjelang magrib dan setelah subuh  diarea persawahan Sidomulyo way Panji agar dapat di hentikan

Meskipun hal ini telah di laporkan ke pihak Kepolisian sektor Sidomulyo, dan di lakukan pembubaran paksa oleh pihak berwajib tersebut,  namun pada esok harinya sekelompok remaja kembali  melakukan aksi balapan liar dilokasi itu.

Untuk itu kata dia, peran serta orang tua sangatlah penting, untuk menasehati putra putri agar tidak melakukan aksi balap liar yang sangat mengancam keselamatan diri dan orang lain.

“Peran orang tua sangat penting untuk menasehati putra putri agar tidak melakukan aksi balap liar ini, ” pungkasnya.

Salah satu warga  yang mengeluhkan dan cukup resah dengan aksi Balap Liar yang dilakukan kaum muda ini yaitu Hasanah (41) warga desa Sidowaluyo  menyampaikan keluhannya saat bertemu media ini.

Dalam keluhannya bahwa keberadaan aksi Balap Liar yang dilakukan anak-anak muda menjelang buka puasa diarea pesawahan desa Sidowaluyo menurutnya cukup meresahkan dan mengancam keselamatan diri dan orang lain.

Menurutnya diri yang berprofesi sebagai pedagang kerap menggunakan ruas jalan tersebut khususnya pada sore hari. Sehingga dengan adanya aksi Balap Liar tersebut dirinya bersama pengemudi lainya sangat terganggu,,

” Balap Liar diarea pesawahan desa Sidowaluyo sangat mengganggu pengemudi yang sedang melintas, karena sangat berbahaya, ”

Oleh karena itu kami para pengemudi sangat berharap kepada aparat kepolisian khususnya Polsek Sidomulyo agar menindak tegas kepada para pemuda yang melakukan aksi Balap Liar itu, “tutur Hasanah.

Dari pantauan dan informasi yang diterima oleh Tim media ini penertiban dan himbauan kepada pemuda yang diduga melakukan Balap Liar diarea pesawahan desa Sidowaluyo (ruas jalan Sidomulyo -Way Panji) sering dilakukan oleh pihak kepolisian  khususnya dari Polsek Sidomulyo. Namun lagi dan lagi para pembalap amatir ini kembali melakukan hal yang sama dilokasi yang sama. Oleh karena itu tindakan tegas dan terukur oleh pihak kepolisian sangat diperlukan sehingga ada efek jera dari para pembalap amatir ini. (Cak Ton)

Lembaga Perlindungan Konsumen Kecam SPPG yang Bermasalah

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Elnofa Hariyadi.S.E., Ketua DPD  Lembaga Perlindungan Konsumen ( LPK- GPI)  Kabupaten Pringsewu, Angkat bicara terkait ramainya keluhan masyarakat dengan program MBG yang mereka terima tak sesuai dengan SOP.

Saya membaca ramainya pemberitaan di berbagai media sosial terkait  keluhan masyarakat sampai hari ini dengan Program MBG yang mereka terima, ini betul betul sangat memprihatinkan.ujarnya

LPK meminta dan mendukung evaluasi Program MBG kepada pemerintah Pusat dan Daerah agar program ini benar benar berjalan agar masyarakat selaku konsumen mendapatkan haknya. Elnofa juga menekankan pentingnya Kontrol kualitas makanan, keamanan dan  kebersihan yang  harus di jalankan sesuai SOP.

Banyaknya Keluhan masyarakat mendorong LPK untuk usulkan survei dampak gizi di sekolah-penerima atau penerima MBG. Kalau hasil surve menunjukan MBG tidak menaikan status gizi dan sesuai standar.  LPK Meminta Pemerintah untuk melakukan penyesuaian anggaran atau mengalihkan ke program yang  lebih Efektif.

Program untuk masyarakat  harus transparan agar hak konsumen terlindungi. Kami akan mengawal realisasi program berjalan dengan semesti nya agar sesuai dengan UU Perlindungan konsumen. ucapnya.

Mengutip isi berita yang saya baca  dari salah satu media kamis 26/02/26 kalau Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa sekolah untuk menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Jadi untuk pihak penerima MBG  bisa menolak

Pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia kekurangan gizi.

Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Dari sini jelas kalau program ini tidak ada paksaan. Dan kalau program ini malah menambah keluhan. LPK – GPI meminta pemerintah untuk program ini di alihkan ke program yang lebih bermanfaat.

Untuk masyarakat silahkan hubungi LPK -GPi  jika  merasa kecewa dan tidak menerima haknya sesuai SOP SPPG MBG

LPK – GPI Siaga

0812 – 7952 – 368

0821 – 8114 – 9804

0895 – 3700 – 66160

Gizi Baik, Masa Depan Cerah

Mari Sehat Bersama.Pungkasnya, 28/02/26.[ Mulia Mega ]

Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kementerian ATR/BPN di Masjid Nuurur Rahman, Jakarta pada Kamis (26/02/2026). Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi dengan mitra kerja, seperti Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang sudah menjadi bagian penting serta mendukung berbagai program strategis Kementerian ATR/BPN.

“Terima kasih atas kehadiran seluruh Bapak/Ibu dan tamu undangan yang hadir. Mari tetap menjaga kolaborasi yang telah terjalin baik selama ini,” ujar Menteri Nusron dalam sambutannya.

Acara buka bersama ini bukan hanya ajang silaturahmi, namun menjadi momentum berbagi sesama bagi saudara di Aceh yang terdampak bencana pada November 2025 lalu. Melalui penggalangan dana, pada kesempatan ini diserahkan bantuan yang telah dihimpun dari para ASN serta jajaran internal ATR/BPN untuk membantu perbaikan dan renovasi rumah para pegawai yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

“Kita ingin menunjukkan bahwa keluarga besar Kementerian ATR/BPN tidak hanya solid dalam bekerja, tetapi juga hadir dan peduli terhadap sesama, terutama bagi rekan-rekan kita yang sedang mengalami musibah,” tutur Menteri Nusron.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, berharap sinergi yang telah terjalin dengan ATR/BPN bisa berjalan baik. Di suasana Ramadan ini, ia mengingatkan untuk tetap mawas diri dalam menjalankan tugas.

“Kalau kita semakin takut, insyaallah kerja kita akan semakin prudent. Saya bersyukur memiliki mitra kerja di ATR/BPN yang bukan hanya menjadi rekan kerja, tetapi juga guru dan sahabat bagi saya. Dalam banyak hal, Pak Menteri mengajarkan saya untuk selalu lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menjalankan amanah sebagai pejabat,” ucap Muhammad Rifqinizamy Karsayuda yang hadir didampingi sejumlah Anggota Komisi II DPR RI.

Anggota III BPK RI, Akhsanul Haq, juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antar lembaga mendukung kewenangan masing-masing. Dari pihak BPK dalam hal pemeriksaan, DPR pada pengawasan dan legislasi, serta Kementerian ATR/BPN pada urusan pertanahan. “Saya berharap ke depan sinergi antara ATR/BPN, BPK, DPR, serta para pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat guna mencapai tujuan nasional bangsa kita,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Nusron dalam kegiatan ini, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Hadir pula, Wakil Ketua Umum PBNU), Zulfa Mustofa yang juga memberikan Mauizatul Hasanah; serta jajaran mitra kerja Kementerian ATR/BPN lainnya. (nan)

Abdullah: “Berbagi Itu Indah, Tak Bikin Miskin”, Kompak Yapen Bagikan 1.200 Takjil di 11 Masjid, 1 Mushola, dan Lapas Serui

SERUI -(deklarasinews.com)- Efisiensi anggaran tak menjadi penghalang bagi keluarga besar Kerukunan Organisasi Masyarakat Pangkep (KOMPAK) Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua. Dengan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Kompak menebar kebaikan untuk meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.

Ketua Kompak Abdullah, didampingi Sekretaris Amir Soga dan Bendahara Mustaking Fattah, bersama keluarga besar Kompak membagikan takjil ke 11  masjid, 1  mushola, serta Lapas Serui. Total takjil yang dibagikan mencapai 1.200 kotak. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (27/2/2026).

Dalam keterangan pers di halaman Masjid Darussalam Serui kepada media ini, Abdullah menyatakan bahwa pembagian takjil merupakan agenda rutin kerukunan Kompak setiap tahun di bulan Ramadhan. “Hari ini, kami membagikan 1.200 kotak takjil ke 11  masjid di Kota Serui, 1  mushola, serta Lapas Serui. Di bulan suci ini, agenda kerukunan Kompak dilakukan dua kali, dan hari ini adalah pembagian pertama,” ujarnya.

Abdullah menambahkan, Kompak menyadari betapa indahnya berbagi sesama.

“Kami sungguh menyadari bahwa berbagi sesama itu indah dan tidak membuat kita miskin,” tegasnya.Ia berharap seluruh masyarakat Kompak senantiasa mendapat keberkahan rezeki yang dilipatgandakan Allah SWT atas keikhlasan dan kerendahan hati dalam membagikan takjil kepada kaum muslimin dan muslimat yang berpuasa.

“Dengan kebersamaan ini, mari kita jaga silaturahmi agar hubungan harmonis terjalin, menjaga keamanan dan ketertiban di setiap lingkungan warga Kompak,” imbau Abdullah.

Ia juga menghimbau warga Kompak membangun komunikasi harmonis tidak hanya antarumat Muslim, tapi dengan semua masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen. Selain membagikan takjil, momentum Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat hubungan sesama umat.

Di sisi lain, Ustadz Firmadi Saleh yang menerima rombongan Kompak di Masjid Alfurqan Jalan Padat Karya menyampaikan terima kasih. “Semoga sedekah hari ini diberkahi Allah SWT dengan kesehatan, keselamatan, rezeki berlimpah, dan pahala mengalir bagi yang terlibat dalam berbuka puasa sore ini, termasuk para penyumbang,” pungkasnya.

“Berbagi sesama itu indah dan tidak membuat kita miskin”, mencerminkan ajaran Islam tentang sedekah yang justru melipatgandakan rezeki (seperti dalam QS. Al-Baqarah: 261). Maknanya: berbagi bukan mengurangi harta, melainkan memperkaya jiwa, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan membuka pintu berkah ilahi. Ini menyentuh hati karena mengajak ikhlas beramal di Ramadhan, di mana setiap kebaikan dilipatkan pahalanya 700 kali, sambil menjaga kerukunan di tengah masyarakat multikultural seperti Yapen.

Ketua KW – RI RANGKING Pringsewu: Pemblokiran Nomor Wartawan oleh Oknum K3S Pagelaran Sangat Disayangkan

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ketua Kualisi Wartawan Rangking  Indonesia (KWRI RANGKING) Kabupaten Pringsewu, Mulia Sari Dewi, angkat bicara terkait dugaan pemblokiran nomor WhatsApp jurnalis oleh oknum K3S Kecamatan Pagelaran yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pekon Karangsari.

Pernyataan tersebut disampaikan Mulia Sari Dewi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kantor Koalisi Wartawan Rangking Indonesia (KWRI RANGKING) Kabupaten Pringsewu, JUM’AT (27/2/2026).

Dengan tegas, ia menyatakan bahwa tindakan pemblokiran terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas konfirmasi sangat disayangkan dan mencederai prinsip keterbukaan informasi.

“Pemblokiran nomor WhatsApp jurnalis oleh oknum K3S Kecamatan Pagelaran sangat kami sayangkan. Secara moral dan etika, seorang pejabat di dunia pendidikan seharusnya mencerminkan pribadi yang berintegritas dan memahami tata cara berkomunikasi yang baik,” tegasnya.

Menurutnya, guru dan kepala sekolah adalah figur pendidik yang menjadi suri teladan bagi peserta didik. Sikap dan perilaku seorang pendidik tidak hanya dinilai dari kompetensi akademik, tetapi juga dari etika, moral, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang pendidik wajib menjadi contoh bagi murid-muridnya. Menanamkan prinsip moral dan etika tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui sikap nyata dalam menghadapi persoalan, termasuk saat dikonfirmasi oleh media,” lanjutnya.

Mulia menambahkan, tugas jurnalis dalam melakukan konfirmasi merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta sejalan dengan semangat transparansi dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia berharap, ke depan seluruh pejabat publik, khususnya di lingkungan pendidikan Kabupaten Pringsewu, dapat bersikap terbuka, komunikatif, dan profesional dalam menghadapi konfirmasi media.

“Media dan institusi pendidikan bukanlah pihak yang saling berseberangan. Justru keduanya memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka komunikasi yang sehat dan terbuka harus dikedepankan,” pungkasnya.[ Tim ]

Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Penghargaan Indonesia Best CEO 2025

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto, sukses meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Best CEO 2025 yang diselenggarakan oleh SWA Media Group. Dengan tema “From Vision to Execution: Commanding Business Agility and Governance amidst Global Uncertainty”, penghargaan ini diserahkan langsung kepada Mohamad Feriadi Soeprapto di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Kamis (26/2). Prestasi ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan, dedikasi, serta inovasi Feriadi dalam membawa JNE tumbuh secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Ajang Indonesia Best CEO diselenggarakan oleh SWA Media Group bertujuan memberikan dukungan kepada para pemimpin dan profesional untuk terus berkarya dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Dalam prosesnya, ajang ini menjadi referensi penting bagi mitra dan pelanggan dalam melihat kualitas interaksi bisnis yang memuaskan.

Penilaian dilakukan secara terstruktur dan sistematis melalui kriteria utama yang mencakup Inspire Trust, Create Vision, Execute Strategy, hingga Coach Potential. Melalui metodologi penjaringan peserta, pelaksanaan survei, dan proses validasi yang ketat, penghargaan ini memberikan gambaran nyata mengenai kapabilitas seorang pemimpin dalam menyelaraskan seluruh sumber daya perusahaan secara efektif. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan JNE bukan sekadar angka pertumbuhan, melainkan hasil dari manajemen yang adaptif terhadap perubahan zaman dan dinamika pasar.

Di bawah kepemimpinan Mohamad Feriadi Soeprapto, JNE tidak hanya fokus pada penguatan layanan logistik, tetapi juga aktif mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam strategi bisnis perusahaan. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang inovatif dan kolaboratif, yang mampu menjadikan JNE sebagai perusahaan yang sukses secara komersial sekaligus berkontribusi terhadap masyarakat luas. Melalui berbagai inisiatif sosial dan pemberdayaan komunitas, JNE telah bertransformasi menjadi pilar penting yang menghubungkan kebahagiaan bagi banyak pihak di seluruh Indonesia.

Mohamad Feriadi menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan JNE. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar JNE.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh Ksatria dan Srikandi JNE yang senantiasa menghidupkan semangat ‘Connecting Happiness’ dalam setiap proses kerja. Dengan prinsip Berbagi, Memberi, dan Menyantuni, kami berkomitmen untuk terus membangun perusahaan yang bertumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat”.(red)

Alex Noerdin: Menembus Batas, Menantang Arus

Opini  Oleh: Sobirin Malian (asal Gunung Meraksa Baru__Sedusun ngen Mang Alex)

Dalam catatan sejarah kepemimpinan daerah di Indonesia, nama Alex Noerdin berdiri sebagai simbol keberanian yang jarang tertandingi. Beliau adalah sosok yang percaya bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari zona nyaman. Baginya, memimpin bukan tentang mencari popularitas semu, melainkan tentang mengambil keputusan-keputusan sulit yang dampaknya mampu melintasi generasi.

Keberanian di Atas Kalkulasi Biasa

Sejak awal masa kepemimpinannya, Alex telah memilih jalan yang terjal. Ketika banyak pihak meragukan kemampuan anggaran daerah, beliau dengan berani memancangkan bendera Sekolah Gratis dan Berobat Gratis. Ini adalah risiko politik dan administratif yang besar. Namun, bagi Alex, risiko tersebut jauh lebih kecil dibandingkan risiko melihat rakyatnya tidak bisa sekolah atau jatuh miskin karena biaya rumah sakit yang tak terjangkau. Ia lebih memilih dikritik karena kebijakan yang ambisius daripada diam dalam kemapanan yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat.

Cara berfikir seperti ini, bisa jadi yang disebut orang dengan karakter!

Transformasi yang Membelah Opini

Visi Alex sering kali dianggap terlalu “berlari cepat” oleh zamannya. Pembangunan Jakabaring Sport City, misalnya, hingga kehadiran LRT pertama di Indonesia bukanlah tanpa hambatan. Di tengah sanjungan, tak jarang beliau menghadapi gelombang skeptisisme dan kritik tajam. Namun, di sinilah letak kualitas (karakter)  kepemimpinan Alex Noerdin: beliau memahami betul bahwa dalam setiap langkah besar, akan selalu ada yang suka dan tidak suka.

Beliau memandang pro-kontra bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai konsekuensi logis dari sebuah kepemimpinan yang progresif. Ia menganggap suara-suara sumbang sebagai dinamika yang biasa dalam demokrasi. Tanpa gentar, beliau tetap melangkah, karena komitmennya bukan pada pujian sesaat, melainkan pada kemajuan nyata yang bisa dilihat, dirasakan, dan dibanggakan oleh masyarakat.

Mengutamakan Kemanusiaan di Balik Infrastruktur

Meski dikenal melalui pembangunan fisik yang monumental, detak jantung kepemimpinan Alex tetaplah untuk kesejahteraan rakyat. Baginya, stadion internasional atau transportasi modern hanyalah alat untuk mengangkat harga diri bangsa dan menggerakkan ekonomi akar rumput. Di balik sosoknya yang tegas dan penuh nyali, ada keinginan kuat untuk menempatkan daerahnya di peta dunia, agar rakyatnya tidak lagi dipandang sebelah mata.

Warisan Sang PetarungAlex Noerdin meninggalkan sebuah pelajaran berharga bagi para pemimpin masa depan: bahwa integritas diuji saat kita berani mengambil risiko demi kepentingan orang banyak. Ia telah membuktikan bahwa dengan nyali dan visi, keterbatasan bisa diubah menjadi peluang.

Kini, setelah semua perjalanan panjang itu, kita mengenangnya bukan hanya sebagai seorang Gubernur atau Bupati, tetapi sebagai seorang petarung pembangunan yang tak gentar menghadapi badai. Jejaknya abadi dalam senyum anak-anak sekolah, kemudahan layanan kesehatan, dan kemegahan infrastruktur yang kini menjadi jati diri daerah. Beliau telah menuntaskan tugasnya dengan berani, meninggalkan warisan yang akan terus berbicara meski raga telah tiada.

Mendengar berita kepergiannya, tak terasa ada bulir-bulir air mata menetes…tidak mudah mendapatkan pemimpin sEperti beliau…selamat jalan Mang Alex…!..doa kami menyertaimu.(Jogja,25 februar 2026)

Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa

JAKARTA -(deklarasinews.com)- The Lead Institute Universitas Paramadina menggelar webinar bertajuk “ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas” pada Minggu malam (22/2).

Acara ini merupakan tajaan The Lead Institute Universitas Paramadina dengan Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan 2026 bertema besar “Cahaya Islam Lintas Benua”.

Webinar diawali pembacaan tilawah oleh mahasiswa Filsafat Paramadina, Hasbin Najib, dan saritilawah oleh Nurma Syelin Komala, dipandu Ustadz Dida Darul Ulum, peneliti The Lead Institute Universitas Paramadina.

Webinar mengungkap cerita kehidupan umat Islam di Jerman dari sudut pandang seorang guru muslimah, Dounia Schuler Barkok, yang tinggal di jantung Eropa, Frankfurt.

Sukacita perayaan Ramadhan 1446 Hijriah atau 2026 Masehi di Jerman rupanya sama semaraknya dengan meriahnya bulan puasa di Indonesia.

Tahun ini menjadi kali kedua kota metropolitan seperti Frankfurt bermandikan cahaya dengan hiasan lampu dekorasi bertuliskan “Ramadan Kareem” di jalan-jalan besar, sebuah tradisi yang biasanya hanya identik dengan perayaan Natal.

Semaraknya Ramadhan di Frankfurt dua tahun belakangan menunjukkan kabar positif mengenai meningkatnya kesadaran publik terhadap keberadaan pemeluk Islam di Jerman.

Tantangan terbesar bagi umat Islam Eropa saat ini masih berkutat dengan islamofobia dan diskriminasi identitas.

“Ini tantangan sekaligus ujian bagi masyarakat Muslim Eropa dalam berdakwah, untuk lebih kuat lagi dan lagi,” kata Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, dalam sambutannya.

Selain kehidupan sosial, Prof. Didik mengatakan bahwa diskriminasi juga berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat Muslim Eropa, misalnya, diskriminasi terhadap cara berpakaian atau hijab.

“Meskipun rasisme dan Islamofobia masih dirasakan di Eropa, saya memandangnya sebagai sebuah tantangan untuk mengokohkan jati diri umat Muslim di tengah masyarakat Eropa,” imbuh Didik.

Ketua The Lead Institute, Dr. Phil Suratno Muchoeri memaparkan, Islam telah menjadi agama terbesar kedua di Jerman dengan jumlah pemeluk mencapai 6 juta jiwa atau sekitar 7 persen dari total populasi. Sebanyak 3 juta di antaranya telah menjadi warga negara Jerman.

“Pertumbuhan Islam di Jerman memiliki sejarah panjang, mulai dari gelombang ‘Guest Workers’ (tenaga kerja migran) asal Turki pada tahun 1950-an hingga gelombang pengungsi konflik Timur Tengah pada 2011-2013,” tutur alumni Universitas Goethe Frankfurt ini.

Saat ini, komposisi Muslim Jerman didominasi oleh keturunan Turki (45%), diikuti oleh Arab (27%), serta Afghanistan dan Iran (19%).

Suratno juga menyebutkan jejak historis Indonesia di Jerman melalui sosok pelukis Raden Saleh Syarif Bustaman yang kediamannya di Maxen kini menjadi “Masjid Biru” (Das Blaue Moschee), simbol kolaborasi seni dan religi.

Tak hanya seni, kontribusi intelektual Indonesia juga diakui secara fundamental di Jerman melalui kiprah Ingenieur B.J. Habibie.

Sebagai warga kehormatan Jerman, Habibie meninggalkan warisan ilmu pengetahuan melalui temuan teori sayap pesawat dan stabilitas kereta cepat yang hingga kini digunakan oleh industri teknologi Jerman.

Berbagi cerita tentang ibadah, Dounia menyebut Ramadan tahun ini terasa lebih mudah karena jatuh pada musim dingin dengan durasi puasa sekitar 11 hingga 12 jam, jauh berbeda jika bulan puasa jatuh pada musim panas yang bisa mencapai 18 jam.

Dounia aktif beribadah di Maroko Mosque, sebuah masjid yang menjadi titik temu jamaah multikultural dari berbagai negara.

“Di masjid, kami melaksanakan shalat Tarawih merujuk pada Mazhab Maliki. Kami juga kerap menyelenggarakan buka puasa bersama yang mengundang tetangga non-muslim untuk turut menikmati hidangan sederhana kiriman para jamaah,” jelasnya.

Namun, berbeda dengan Indonesia yang menyediakan ragam nasi kotak, makanan yang disediakan di masjid-masjid Jerman umumnya hanya berupa camilan yang merupakan sumbangan dari jamaah masjid.

Walaupun Frankfurt mulai bersahabat dengan simbol-simbol Islam, Dounia mengungkapkan bahwa di sektor privat, diskriminasi masih menjadi ganjalan besar.

Secara undang-undang, pemerintah Jerman menjamin identitas dan kesetaraan hak bagi perempuan Muslim, tapi faktanya, masalah Islamofobia, Neo-Nazi dan rasisme, serta stigma Frankfurtistan—sebuah slang politik yang sering digunakan oleh kelompok sayap kanan, kritikus imigrasi, atau penganut teori konspirasi di Jerman—masih terus terjadi.

Sebagai seorang mualaf, Dounia merasa beruntung lingkungan menerima identitasnya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi banyak Muslimah lain.

“Faktanya, hanya sekitar 30 persen wanita Muslim di Jerman yang berani menunjukkan identitasnya dengan berhijab di ruang publik atau tempat kerja. Banyak yang terpaksa menyembunyikan identitas demi menghindari diskriminasi,” ungkap Dounia.

Ia menceritakan pengalaman keponakannya yang harus menerima kenyataan pahit bahwa ia ditolak oleh berbagai perusahaan saat melamar kerja hanya karena berhijab, meskipun memiliki kompetensi yang mumpuni.

“Bukan hanya soal hijab, nama-nama yang terdengar ‘Islami’ pun sering kali menjadi sasaran diskriminasi halus dalam proses rekrutmen,” tambah Dounia.

Menutup ceritanya, Dounia menekankan bahwa cara terbaik melawan Islamofobia adalah dengan membangun komunikasi yang hangat.

Salah satu tradisi unik yang dijalankan masyarakat Muslim di lingkungannya adalah berpartisipasi dalam perayaan Natal dengan cara mereka sendiri.

“Setiap tahun, perempuan Muslim di sini dengan sukarela memasak dan membagikan kudapan bagi para lansia di panti jompo saat Natal. Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi adalah berbuat kebaikan untuk siapa saja tanpa memandang agama,” kata Dounia.

 

PLKB-Dalduk Candipuro Diduga Sunat Insentif Kader Kurir MBG Balita

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi salah satu program primadona yang ada pada saat ini.  Oleh karena itu tidak sedikit orang atau oknum lembaga yang ingin dekat dan ikutan merasakan lagit dan gurihnya program presiden dan wakil presiden ini.

Salah satu lembaga yang diduga ikut mencoba mencicipi manis dan gurihnya program MBG ini adalah petugas lapangan keluarga berencana – dan pengendalian kependudukan (PLKB-Dalduk) kecamatan Candipuro Kebupaten Lampung Selatan.

Petugas PLKB-Dalduk Kecamatan Candipuro ini diduga meminta bagian Insentif yang diterima kader Kurir MBG Balita yang ada diseluruh kecamatan Candipuro.

Dari data yang dihimpun Media ini dari beberapa kader Kurir MBG Balita menyebutkan bahwa dirinya bersama kurir lainya diminta untuk memberikan sebagian insentif yang diterima dari SPPG,

” kami diminta dua bagian dari insentif yang kami terima dari SPPG, ” tutur kader ini kepada media ini.

Alasan kedua bagian yang diminta oleh PLKB-Dalduk ini tutur kader yang enggan disebut namanya ini untuk ucapan terima kasih atas upayanya karena telah membantu para kader hingga dapat diterima sebagai kurir MBG Balita, ” ujarnya.

Permintaan dua bagian dari insentif itu lanjutnya yakni satu bagian untuk PLKB-Dalduk, satunya lagi untuk petugas desa yang besaranya mencapai ratusan ribu rupiah setiap menerima Insentif dari SPPG setiap akhir pekan, ” tutupnya.

Koordinator Penyuluh PLKB-Dalduk Kecamatan Candipuro Umi Latifah saat ditemui dikantornya, Rabu (25/2/2026) kepada media ini menepis informasi yang beredar bahwa pihaknya meminta bagian dari Insentif Kader Kurir MBG diwilayahnya,

” Maaf pak informasi bahwa kami meminta bagian Insentif kader Kurir MBG Balita adalah tidak benar, ” ujar Latifah yang didampingi anggotanya ini.

Yang benar adalah kami PLKB Candipuro hanya meminta uang rokok dan kebutuhan administrasi saja, dan itupun atas dasar sukarela. Sehingga apabila ada yang keberatan tidak dipaksa untuk memberikan sumbangan yang sudah disepakati bersama itu.

Untuk diketahui lanjut Umi Latifah kawan-kawan kader bisa masuk menjadi Kurir MBG Balita setelah kami rekomendasikan berdasarkan data yang kami sampaikan kepada SPPG, jadi alangkah eloknya kalau para kader memberikan sebagian kepada PLKB dan desa Insentif yang diterimanya, itupun kami tidak memaksa. Selain itu sumbangan dari kader kuris MBG itu dananya juga dikumpulkan untuk keperluan kader dan juga untuk membuat kaos seragam kader disaerahnya masing-masing, ” papar Umi Latifah.

Ditempat terpisah, salah satu kader Kurir MBG mengatakan bahwa dirinya bersama rekan kader lainya tidak ikhlas memberikan sebagian Insentifnya kepada PLKB. Selain itu bahwa dirinya bersama rekan lainya menjadi kader Kurir MBG Balita atas permintaan SPPG langsung dan tidak ada campur tangan dari PLKB. Dan kalau sekarang meminta bagian dari Insentif yang kami terima, sungguh kami tidak ikhlas, ” ucap salah satu kader ini yang tidak mau disebutkan namanya. (Cak Ton)

Bantuan ATENSI Kemensos RI Disalurkan untuk 90 Lansia di Kabupaten Pesawaran

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersinergi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 90 orang Lansia di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Rabu, (25/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Sentra Handayani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, Camat Tegineneng beserta jajaran, Kepala Desa Trimulyo, Ketua LKS Berkah Harapan, serta para penerima manfaat.

Hadir mewakili Bupati Pesawaran, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pesawaran, Sunyoto, SE., MM, yang sekaligus membacakan sambutan Bupati Pesawaran. Dalam sambutan tersebut disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, khususnya Sentra Handayani, atas kepedulian dan perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Disampaikan pula bahwa bantuan ATENSI yang diserahkan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Usulan bantuan dihimpun oleh LKS Berkah Harapan, direkomendasikan oleh Bupati melalui Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, hingga diteruskan dan direalisasikan oleh Kementerian Sosial RI.

“Meskipun merupakan usulan tahun 2025 yang baru terealisasi pada awal tahun 2026, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan hak-hak masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Sunyoto.

“Pemerintah Kabupaten Pesawaran berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Sentra Handayani Kementerian Sosial RI dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat, guna mendorong peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, “tambahnya.

Selain itu, para penerima manfaat pun diimbau agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kesehatan dan meningkatkan kemandirian keluarga.

Penyaluran bantuan ATENSI ini menjadi bagian dari upaya negara untuk hadir di tengah masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkeadilan.