Sambut Kepulangan Kloter Pertama Haji Embarkasi Palembang, Wagub Cik Ujang Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran Haji

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Cik Ujang menyambut kedatangan 443 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Palembang di Aula Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026).

Jemaah yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dan Kabupaten Banyuasin tersebut tiba dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pada kesempatan itu, Cik Ujang mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji di tanah air. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Semoga menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi setiap muslim. Oleh karena itu, semangat ibadah, keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, serta kebersamaan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci harus terus dijaga setelah kembali ke tanah air.

Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya tercermin saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui perilaku yang baik dan kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah haji mengajarkan banyak hal, mulai dari kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan hingga semangat kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diamalkan setelah kembali ke tanah air. Semoga pengalaman spiritual selama berhaji menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Cik Ujang juga mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk menjadikan kepulangan para jemaah haji sebagai momentum memperkuat kehidupan beragama serta mempererat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap para jemaah yang baru kembali dapat menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan agar keberkahan senantiasa hadir dalam kehidupan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cik Ujang menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelenggara ibadah haji yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.

“Terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan ke tanah air dapat berjalan dengan baik berkat dedikasi dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahidin, mengatakan proses pemulangan jemaah kloter pertama berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Ia menjelaskan seluruh unsur penyelenggara terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman hingga seluruh kloter tiba kembali di daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji kloter pertama berjalan dengan baik. Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah dan berharap kemabruran hajinya dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga.

Suasana penyambutan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Tangis syukur mewarnai pertemuan para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak lama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian para jemaah untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Ning)

Gubernur Herman Deru Dorong Pengembangan Olahraga Padel di Sumsel melalui Turnamen Ende Vol. 1

PALEMBANG -(deklarasinews. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi membuka Turnamen Padel Ende Vol. 1 yang digelar di Ende Padel, Taman Kenten, Palembang, Sabtu (30/5/2026).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan antusias dari para pecinta olahraga padel di Sumsel. Sebanyak 95 tim turut ambil bagian dalam ajang perdana yang diharapkan menjadi momentum perkembangan olahraga padel di daerah ini.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Ende Vol. 1 yang dinilainya sebagai langkah positif dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga. Menurutnya, padel merupakan salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah berkembang dan diminati berbagai kalangan.

Selain menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, Herman Deru menilai olahraga padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Selatan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dalam berolahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Herman Deru.

Ia berharap olahraga padel dapat terus berkembang di Sumatera Selatan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Ende Vol. 1 menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Gubernur Sumsel dalam pembukaan turnamen tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi komunitas padel untuk terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa Ende Padel tidak hanya disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat.

“Kami ingin Ende Padel menjadi rumah sehat bersama, tempat masyarakat dapat berolahraga, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir. Kami mohon bimbingan serta dukungannya untuk memberikan semangat kepada para padeler yang bertanding,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Ende Vol. 1, para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat jejaring persahabatan antarkomunitas olahraga. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendorong peningkatan prestasi olahraga padel sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.(Ning)

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menerima kunjungan monitoring, pengawasan, dan penguatan pasca Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yulius Sahruzah, pada Jumat (29/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan sekaligus penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di lingkungan Rutan Kelas I Palembang.

Dalam kunjungannya, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan melaksanakan peninjauan langsung terhadap Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) kebun melon yang menjadi salah satu program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Peninjauan ini dilakukan guna melihat secara langsung perkembangan program pembinaan yang dilaksanakan serta memastikan kegiatan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Selain melakukan monitoring, Yulius Sahruzah juga memberikan penguatan kepada pejabat struktural dan seluruh jajaran Rutan Kelas I Palembang di ruang Kepala Rutan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan demi mewujudkan pelayanan yang semakin baik.

Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan turut melaksanakan Sholat Jumat berjamaah bersama pejabat struktural, petugas, dan warga binaan di Masjid At-Taubat Rutan Kelas I Palembang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif serta diikuti dengan antusias oleh seluruh jajaran. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang tetap dalam keadaan aman dan kondusif. (Ning)

Gubernur Herman Deru Tekankan Kader NU Harus Solutif dan Menjaga Toleransi Saat Pembekalan PD-PKPNU Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Sumsel agar mampu melahirkan kader yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam materi pembekalannya, Herman Deru mengaku memiliki kedekatan panjang dengan NU. Ia menyebut telah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel dan banyak mendapatkan pelajaran dari organisasi tersebut.

“Saya sudah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel. Saya sendiri mendapat banyak ilmu dan kita yakini bahwa organisasi ini memiliki hirarki yang jelas,” katanya.

Menurut Herman Deru, suasana NU saat ini terasa semakin hidup dan universal. Ia menilai perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta perubahan kultur masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi para kader NU.

“Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini NU memiliki peran besar di Sumsel dan para kader harus mampu menjadi aktor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus perubahan.

“Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” katanya.

Menurut Herman Deru, di era keterbukaan informasi saat ini masyarakat tidak bisa lagi membendung arus informasi, baik di sektor umum maupun keagamaan. Karena itu, moderasi dan sikap bijak menjadi sangat penting.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik yang rendah meskipun memiliki masyarakat multikultural.

“Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur. Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat menjadi modal sosial yang kuat bagi Sumsel dalam menjaga persatuan dan toleransi.

“Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang dinilai semakin mendorong sikap individualistis di masyarakat, terutama pascapandemi Covid-19.

“Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan pembangunan tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan moral.

“Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah NU yang terus bergerak dalam pembangunan sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” katanya.

Di akhir pembekalan, Herman Deru menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki kader NU, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan.

“3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.

Ia berharap Lakpesdam NU Sumsel dapat terus berkembang dan memiliki tempat tersendiri di tingkat nasional.

“Terima kasih atas waktunya. Mudah-mudahan Lakpesdam mendapatkan tempat tersendiri secara nasional dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., M.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan kader NU perlu terus bergerak dan mendapatkan pelatihan agar mampu menjalankan organisasi dengan baik.

“Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya acara ini, termasuk kepada Pemprov Sumsel atas dukungannya,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari para instruktur selama mengikuti pelatihan.

“Mudah-mudahan peserta dapat menyerap ilmu dari instruktur dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Herman Deru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Herman Deru yang juga merupakan Mukhtasar PBNU Sumsel turut memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” ujarnya. (Ning)

Perkuat Kepedulian Sosial, FJB Berbagi Hewan Kurban

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Forum Jurnalis Berbagi (FJB) menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan tersebut melibatkan para jurnalis, relawan, serta masyarakat sekitar.

Hewan kurban yang telah disembelih kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan di sejumlah wilayah di Kota Palembang.

Ketua Forum Jurnalis Berbagi, M. Andrian (Andre), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat solidaritas antarjurnalis sekaligus meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

“Melalui momentum Iduladha ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan.

Semoga daging kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Andre juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jeddi S.I.K serta stakeholder yang telah memberikan dukungan dan perhatian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan Forum Jurnalis Berbagi.

Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan kurban tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial antara insan pers dan masyarakat.

Acara berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan dengan tetap mengedepankan nilai gotong royong serta kebersamaan antaranggota Forum Jurnalis Berbagi dan warga sekitar. (Ning)

Pesan Mendalam di Balik Kurban Kiyai Jamak: Taat, Ikhlas, dan Peduli Sesama

PALEMBANG –(deklarasinews.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan Direktur Utama PT Pengamanan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, SH untuk berbagi kepada masyarakat melalui ibadah kurban. Tradisi tahunan tersebut rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada sesama.

Pada Idul Adha tahun 2026 ini, pria yang akrab disapa Kiyai Jamak tersebut menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Selain itu, panitia juga menyiapkan sebanyak 120 kupon pembagian daging kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar, anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta anggota dan karyawan PT PAB.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di kawasan Jalan Nila Kandi, Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu (27/5/2026). Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai proses pelaksanaan kurban yang turut melibatkan warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kiyai Jamak menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan semata, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi umat Islam.

Menurutnya, makna pertama dari ibadah kurban adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih putranya menjadi simbol kepatuhan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Kurban mengajarkan bahwa cinta dan ketundukan kepada Allah harus berada di atas segalanya. Kita belajar untuk ikhlas mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah,” ujar Kiyai Jamak.

Ia juga menuturkan bahwa kurban merupakan sarana untuk menumbuhkan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Hewan yang dikurbankan merupakan sesuatu yang bernilai bagi pemiliknya, sehingga ibadah ini melatih seseorang untuk melepaskan sifat egois dan kikir.

“Yang dinilai Allah bukan hanya dagingnya, tetapi ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang berkurban,” tambahnya.

Selain itu, ibadah kurban juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa, dinilai mampu mempererat solidaritas sosial dan menghadirkan kebahagiaan bersama di hari raya.

“Kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Kiyai Jamak menyebut bahwa ibadah kurban juga menjadi simbol pembersihan diri dari berbagai sifat buruk seperti keserakahan, kesombongan, iri hati, dan egoisme. Melalui kurban, umat Islam diingatkan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan, kata “kurban” sendiri berasal dari bahasa Arab qurban yang berarti mendekat. Dengan berkurban, umat Islam diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ketakwaan dan amal ibadah.

“Secara garis besar, Idul Adha mengajarkan tiga hal utama, yaitu taat, ikhlas, dan berbagi,” ungkapnya.

Kiyai Jamak berharap kegiatan kurban yang dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat membawa keberkahan, kesehatan lahir dan batin, serta semakin melapangkan rezeki sehingga ke depan dapat terus meningkatkan jumlah hewan kurban dan penerima manfaatnya.(Ning)

Sekdaprov Sumsel Tekankan Pentingnya Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Saat Hadiri Asistensi SAKIP

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menghadiri kegiatan Asistensi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut turut diikuti peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi maupun kabupaten/kota se-Sumsel secara daring.

Dalam sambutannya, Edward Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang telah memberikan asistensi, arahan, serta penguatan kepada perangkat daerah di Sumsel.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PANRB yang berkenan memberikan asistensi, arahan, dan penguatan kepada perangkat daerah provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan asistensi tersebut sangat penting sebagai upaya meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Edward, birokrasi saat ini menghadapi situasi yang penuh tantangan dan perubahan yang bergerak cepat. Mulai dari berkembangnya opini publik di media sosial hingga dampak perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai membawa tantangan baru bagi birokrasi.

Edward menyebut, perkembangan AI saat ini turut menimbulkan disrupsi karena ada pihak di luar birokrasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk hal-hal yang merugikan masyarakat maupun pemerintahan.

Selain itu, situasi geopolitik global juga dinilai turut memengaruhi tata kelola birokrasi dan pelayanan pemerintahan.

Karena itu, ia menekankan implementasi SAKIP tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif semata, melainkan harus benar-benar dijalankan secara cepat, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“SAKIP tidak hanya soal laporan, tetapi bagaimana setiap rupiah yang digunakan birokrasi pemerintah benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat dan jelas penggunaannya,” katanya.

Edward juga menyinggung pentingnya pembangunan zona integritas di lingkungan birokrasi. Menurutnya, integritas harus dimulai dari pimpinan dan menjadi budaya kerja di seluruh jajaran pemerintahan, bukan sekadar slogan.

“Zona integritas dimulai dari pimpinan yang memberikan contoh dan menjadi budaya seluruh jajaran. Integritas ini harus diperjuangkan sebagai penggerak birokrasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

“Fungsi dan tugas jangan sampai digunakan untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edward berharap asistensi tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbaiki berbagai hal yang masih perlu dibenahi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar-OPD, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun instansi vertikal demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik.

“Terakhir, semuanya bermuara pada pelayanan publik yang baik. Karena itu, ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kementerian PANRB turut memaparkan perkembangan reformasi birokrasi, SAKIP, dan zona integritas di wilayah Sumsel.

Para peserta dari OPD provinsi maupun kabupaten/kota tampak menyimak evaluasi serta arahan yang disampaikan tim pembina PANRB selama kegiatan berlangsung. (Ning)

Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Siapkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026, Panitia Kurban Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo Palembang memastikan persiapan pelaksanaan salat Iduladha hingga penyembelihan hewan kurban telah hampir rampung.

Hingga Selasa siang (26/05/2026), jumlah hewan kurban yang telah terkonfirmasi mencapai 12 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan penyembelihan yang dijadwalkan berlangsung usai salat Iduladha pada Rabu (27/05/2026).

Sekretaris Panitia Salat Iduladha, Romi Syaiful, melalui Hari Sunanda selaku Kepala Pembagian Daging Kurban, mengatakan bahwa hewan kurban yang diterima berasal dari sejumlah pejabat, instansi, tokoh masyarakat, hingga warga umum.

Beberapa nama yang tercatat menyerahkan hewan kurban di antaranya Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, Bank Sumsel Babel, serta tokoh masyarakat seperti H Umar bin H. Halim dan masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dan para pejabat tahun ini cukup tinggi. Jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan,” ujar Hari Sunanda saat ditemui wartawan.

Untuk pendistribusian daging kurban, panitia telah menyiapkan sekitar 2.000 lembar kupon pembagian paket daging. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 hingga 800 kantong daging diprioritaskan terlebih dahulu bagi warga di dua kelurahan sekitar masjid, yakni Kelurahan 18 Ilir dan 19 Ilir.

Menurut panitia, langkah tersebut dilakukan agar distribusi daging kurban dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat di lingkungan sekitar Masjid Agung.

“Kami memprioritaskan warga di sekitar masjid agar proses pembagian daging berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran,” katanya.

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, panitia juga melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional dan bersertifikat untuk memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam serta standar kebersihan dan kesehatan.

Selain fokus pada pelaksanaan kurban, panitia juga telah menyelesaikan berbagai persiapan untuk salat Iduladha. Salat Iduladha nantinya akan dipimpin oleh ulama kharismatik Palembang, Kgs Abdul Rasyid Siddiq sebagai imam, sementara khotib Iduladha akan disampaikan oleh Ki Kgs H. M. Husni Thamrin.

Demi menjaga kenyamanan jamaah, panitia juga telah mengatur posisi salat dengan konsep pemisahan jamaah laki-laki di bagian depan dan jamaah perempuan di bagian belakang area salat.

Panitia mengimbau masyarakat Palembang untuk datang lebih awal guna menghindari kepadatan jamaah. Warga juga disarankan mengambil wudhu dari rumah serta mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia.

“Silakan datang lebih awal, ambil wudhu dari rumah, dan ikuti aturan yang sudah ditetapkan panitia. Kami juga mengimbau jamaah agar berada di area dalam pagar Masjid Agung, karena panitia hanya mengatur area tersebut. Hal ini penting untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan selama pelaksanaan salat,” tutupnya.

Pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Palembang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. (Ning)

Saat Yoga Menjadi Lifestyle: Cinematic Yoga ‘Garden of Stillness’ Kembali Hadir di ARYADUTA Palembang

PALEMBANG –(deklarasinews.com)– Setelah sukses dengan konsep sebelumnya yang mengusung tema Galaxy, ARYADUTA Palembang kembali menghadirkan pengalaman unik melalui program Cinematic Yoga dengan tema terbaru, “Garden of Stillness”. Acara ini akan diselenggarakan pada 13 Juni 2026, pukul 07.30 WIB, bertempat di Ballroom ARYADUTA Palembang.

Mengusung konsep yang lebih segar dan menenangkan, tema “Garden” menghadirkan suasana alami yang dipadukan dengan pengalaman yoga yang imersif, memberikan ketenangan sekaligus energi positif bagi para peserta.

Program ini dirancang tidak hanya sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup modern yang sehat dan seimbang.

Dalam penyelenggaraannya, ARYADUTA Palembang bekerja sama dengan berbagai brand ternama seperti HiLo, Skin+, Clemen Baby Shop, Make Over, dan Yakult, yang turut mendukung kesuksesan acara ini. Para peserta juga akan mendapatkan berbagai hadiah menarik serta goodie bag eksklusif sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Acara ini dapat diikuti dengan harga Rp150.000 net/pax dan Rp275.000 net/couple, menjadikannya pilihan aktivitas wellness yang terjangkau dengan pengalaman yang eksklusif.

Larasati Syahputri, Marketing Communication ARYADUTA Palembang, menyampaikan,

“Kami ingin mengubah perspektif masyarakat terhadap wellness. Yoga dan gaya hidup sehat bukanlah sebuah beban, melainkan bagian dari lifestyle yang menyenangkan dan bisa dinikmati oleh siapa saja. Melalui Cinematic Yoga, kami menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan pikiran.”

Sejalan dengan perkembangan tren saat ini, dunia marketing tidak lagi sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan konsep dan pengalaman yang mampu menciptakan koneksi emosional dengan audiens. Cinematic Yoga menjadi salah satu bentuk inovasi ARYADUTA Palembang dalam menghadirkan konsep yang relevan dan menarik, sekaligus memperkuat positioning sebagai hotel yang aktif mendukung gaya hidup sehat dan modern.

Melalui program ini, ARYADUTA Palembang berharap dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati pengalaman berbeda dalam menjalani gaya hidup sehat. (Ning)

Unsri Umumkan 3.899 Peserta Lolos SNBT 2026, Tingkat Persaingan Masih Sangat Ketat

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Universitas Sriwijaya (Unsri) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, Senin (25/5/2026). Sebanyak 3.899 peserta dari 24.788 dinyatakan lolos  dan berhak melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Sumatera Selatan tersebut.

Jumlah mahasiswa yang diterima itu hanya sekitar 14 persen dari total pendaftar yang memilih Unsri pada jalur SNBT tahun ini. Tingginya persaingan menunjukkan minat calon mahasiswa untuk menembus kampus negeri favorit tersebut masih sangat besar.

Pengumuman hasil SNBT disampaikan langsung dalam konferensi pers di Ruang Prof. Djuaini Moekti, Kampus Unsri Palembang. Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si mengatakan pengumuman kelulusan resmi dapat diakses mulai pukul 15.00 WIB.

“Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini pukul 15.00 WIB  diumumkan mereka-mereka yang berhasil lulus SNBT di Universitas Sriwijaya, yang diterima sebanyak 3.899 orang. Kalau dipersentasekan, itu sekitar 14 persen dari total pendaftar,” ujarnya.

Persentase tersebut menggambarkan bahwa hanya sekitar satu dari tujuh peserta yang berhasil lolos seleksi masuk Unsri melalui jalur SNBT. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan antarpeserta dalam memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi negeri, Unsri tetap mempertahankan daya tampung sesuai kapasitas akademik, kualitas pembelajaran, serta fasilitas kampus yang tersedia.

Namun demikian, Unsri menilai tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berhenti pada proses penerimaan mahasiswa baru. Perguruan tinggi juga dituntut mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

Taufiq menegaskan, dunia pendidikan tinggi kini diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kualitas alumni yang adaptif dan kompetitif di dunia kerja.

“Perguruan tinggi sekarang diarahkan agar berdampak. Artinya, alumni harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Karena itu, kurikulum harus dinamis dan terus disesuaikan,” katanya.

Menurutnya, evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan. Penyesuaian tertentu bahkan dapat dilakukan setiap semester, sedangkan perubahan besar biasanya dilakukan dalam siklus empat tahunan atau delapan semester.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik terhadap sejumlah program studi di perguruan tinggi yang dinilai tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri modern.

Meski demikian, Unsri menilai setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan dan karakter masing-masing dalam pengembangan bidang keilmuan. Karena itu, pembukaan maupun keberlanjutan program studi harus mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Ada perguruan tinggi yang punya kekuatan di bidang kesehatan lingkungan, gizi, atau tata boga. Itu wajar dan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pengembangan ilmu,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Unsri juga menyoroti tingginya jumlah mahasiswa baru yang mengajukan program bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari total peserta yang diterima, lebih dari 30 persen tercatat mendaftar program tersebut.

Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa tidak seluruh pendaftar otomatis memenuhi syarat sebagai penerima bantuan. Unsri akan melakukan proses verifikasi ulang guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami akan cek kembali siapa yang benar-benar berhak mendapatkan KIP Kuliah. Karena memang tidak semua yang mendaftar itu eligible,” ujar Taufiq.

Verifikasi tersebut dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar diterima mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, program KIP Kuliah dinilai menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat ekonomi rentan.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unsri masih membuka kesempatan melalui seleksi mandiri yang dijadwalkan akan berlangsung dalam waktu dekat. (Ning)