Pemerintah Pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran Salurkan Bantuan Pangan Kepada 413 KPM

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Pemerintah Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu kembali menyalurkan Bantuan Pangan (PBP) dari Pemerintah Pusat kepada warganya. Sebanyak 413 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan pada penyaluran kali ini.

Setiap KPM mendapatkan paket bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak makan kemasan 4 liter. Bantuan disalurkan secara langsung di Balai Pekon Lugusari dengan sistem pembagian yang tertib dan sesuai dengan data penerima yang telah divalidasi.

Kegiatan penyaluran ini dihadiri langsung oleh Bapak Adi Sutrisno selaku Penjabat Kepala Pekon Lugusari. Turut hadir pula Ibu M. Supriyatun, Bapak Haryanto selaku Kasi Kesejahteraan Pekon Lugusari, Bapak Kadus SE Pekon Lugusari, serta Ibu Intan Nuryanti yang bertugas sebagai Operator SIKS NG Pekon Lugusari.

Dalam sambutannya, Bapak Adi Sutrisno menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat, khususnya keluarga yang masuk dalam kategori penerima manfaat.

Alhamdulillah hari ini 413 KPM di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran bisa menerima bantuan beras 20 kg dan minyak 4 liter. Kami dari Pemerintah Pekon memastikan penyaluran berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai data. Saya harap bantuan ini bisa meringankan beban bapak ibu sekalian untuk kebutuhan sehari-hari, ujar Bapak Adi Sutrisno di sela kegiatan.

Proses pembagian berlangsung lancar mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Para KPM datang sesuai jadwal undangan dan langsung menuju meja registrasi yang dijaga oleh perangkat pekon. Setelah verifikasi data dan tanda tangan, bantuan beras dan minyak langsung diserahkan kepada masing-masing penerima.

Salah satu penerima bantuan, Ibu Sumiati warga Dusun 2, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Alhamdulillah Pak Kakon, matur nuwun sanget. Bantuan beras sama minyak ini sangat membantu ucapnya sambil membawa paket bantuan.

Pemerintah Pekon Lugusari Kecamatan Pagelaran menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap program bantuan dari Pemerintah agar sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran juga didokumentasikan dan dilaporkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga di Pekon Lugusari.Pungkasnya.[Mm.KW-RI]

Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN

KARAWANG -(deklarasinews.com)- Di tengah kebiasaan serba cepat, pelayanan publik juga dituntut untuk beradaptasi menjadi lebih sederhana, lebih transparan, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi inilah yang mulai diwujudkan dalam layanan pertanahan. Melalui digitalisasi lewat aplikasi Sentuh Tanahku serta hadirnya program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan), urusan administrasi pertanahan yang dahulu kerap dipersepsikan rumit perlahan berubah menjadi layanan yang lebih praktis dan ramah bagi masyarakat.

Bagi banyak orang, mengurus dokumen pertanahan kerap identik dengan proses panjang, antrean, dan birokrasi yang melelahkan. Namun, keadaan itu tidak terjadi saat Angelita (30) mengurus urusan sertipikat tanahnya. Ia justru merasakan bagaimana inovasi layanan pertanahan mampu memangkas kerumitan administratif dan memberi keleluasaan waktu bagi dirinya yang memiliki mobilitas tinggi.

Saat datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada hari Sabtu, Angelita melihat efektivitas PELATARAN. Dipadukan dengan kemudahan akses informasi melalui aplikasi Sentuh Tanahku, proses yang dulu terkesan berat kini menjadi jauh lebih sederhana.

“Kalau dulu dengar kata birokrasi rasanya sudah berat duluan. Tapi, di sini saya belajar dan merasakan langsung bahwa sekarang jauh lebih baik. Dengan Sentuh Tanahku kita bisa lihat prosesnya, dan layanan Sabtu seperti ini benar-benar membantu,” ungkap Angelita.

Pengalaman Angelita dengan layanan digital pertanahan bermula saat ia hendak membeli rumah. Sebagai calon pembeli, ia ingin memastikan legalitas dokumen pertanahan sebelum melakukan transaksi, langkah yang penting untuk menghindari potensi sengketa atau persoalan hukum di kemudian hari. Dari kebutuhan itu ia mengenal aplikasi Sentuh Tanahku, yang kemudian menjadi pintu masuknya terhadap layanan pertanahan berbasis digital.

“Waktu mau beli rumah saya ingin tahu dulu apa saja yang harus dicek dari surat-suratnya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Lalu, saya tahu BPN punya aplikasi Sentuh Tanahku, jadi langsung saya download dan verifikasinya juga cepat, hari itu juga selesai,” terang Angelita.

Melalui aplikasi tersebut, Angelita dapat mengakses berbagai fitur yang membantunya memahami status dan informasi pertanahan secara mandiri. Fitur Sertipikatku memudahkannya melakukan pengecekan sertipikat, sementara fitur Cari Bidang membantunya melihat posisi bidang tanah secara lebih akurat. Kehadiran teknologi ini menjadikan masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada informasi manual, melainkan dapat memantau berbagai hal secara langsung dari genggaman tangan.

Kombinasi layanan digital melalui aplikasi Sentuh Tanahku dan layanan tatap muka yang lebih fleksibel melalui PELATARAN menjadi contoh bagaimana transformasi ATR/BPN dapat terasa konkret, sederhana, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Ngapain ambil antrean di hari biasa kalau hari Sabtu bisa? Hari kerja kan kita juga harus kerja. Dengan layanan Sabtu seperti ini jadi lebih fleksibel,” ujarnya.

Apa yang dirasakan Angelita menunjukkan satu hal penting, yaitu inovasi pelayanan publik yang baik adalah inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Menurut saya semuanya sudah bagus. Tinggal dipertahankan saja dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Saya benar-benar suka dengan pelayanan seperti ini. I love ATR/BPN,” pungkas Angelita.

PWI Gandeng IPB Buka Akses Beasiswa Pascasarjana untuk Wartawan

BOGOR –(deklarasinews.com)– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Institut Pertanian Bogor membahas rencana kerja sama program beasiswa S 2 bagi wartawan dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang GSC 1, Gedung GSC, Kampus IPB University Baranangsiang, Bogor, Selasa 2 Juni 2026.

Delegasi PWI Pusat dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal M. Selamet Susanto, Anggota Dewan Pakar Yulian Warman, Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Sarwani,

Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan Jufri Al Katiri, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho serta Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi

Rombongan PWI diterima Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof. Dr. Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc.yang didampingi oleh Dr. Perdinan, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama dan Pengembangan, Fatmasari Siregar, S.P., M.M.Kepala Sub Bagian Humas, Kerja Sama, dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Rudi Irawan, Kepala Bagian Tata Usaha, serta Nana Yuana, Kepala Sub Bagian Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum.

Dalam pertemuan, kedua pihak mendiskusikan peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas SDM wartawan melalui akses pendidikan pascasarjana di IPB.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut baik inisiatif bersama IPB. Menurutnya program beasiswa harus dirancang matang lewat pembahasan teknis komprehensif agar efektif dan menjawab kebutuhan insan pers.

“Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas wartawan. Namun perlu ada rapat teknis lanjutan yang lebih mendalam agar seluruh mekanisme dapat disusun dengan baik dan menghindari berbagai kendala yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujar Akhmad Munir.

Ia menjelaskan tantangan utama wartawan untuk kuliah adalah tingginya aktivitas profesi serta keterbatasan finansial saat ini. Karena itu skema beasiswa perlu fleksibel dan realistis.

“Ke depan perlu dibahas berbagai alternatif pembiayaan, termasuk kemungkinan sinergi dengan program LPDP, skema pembiayaan parsial, bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal UKT, maupun bentuk dukungan pendidikan lainnya yang memungkinkan wartawan tetap dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tugas jurnalistiknya,” katanya.

“Yang terpenting adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi wartawan. Bentuk dukungannya bisa beragam, tidak harus menanggung seluruh biaya pendidikan, tetapi dapat berupa bantuan parsial maupun dukungan UKT yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan program,” tambahnya.

Akhmad Munir menambahkan PWI akan mengemas program ini sebagai bagian dari pengembangan kompetensi anggota serta manfaat kemitraan strategis organisasi.

Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Prof. Yusli Wardiatno menyampaikan IPB berkomitmen mendukung peningkatan kualitas SDM nasional, termasuk insan pers yang berperan strategis dalam pembangunan dan penyebaran informasi.

“Rencana kerja sama dengan PWI adalah langkah positif untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi wartawan serta memperkuat kapasitas akademik dan profesionalisme mereka,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Sekolah Pascasarjana IPB juga memaparkan sejumlah program studi magister yang berpotensi menjadi pilihan bagi wartawan peserta program beasiswa. Sedikitnya terdapat 10 program studi unggulan yang ditawarkan, yakni Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Komunikasi Digital dan Media, Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Pengembangan Industri Kecil Menengah, Logistik Agro-Maritim, Klimatologi Terapan, Manajemen Pembangunan Daerah, Ilmu Manajemen, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, serta Manajemen dan Bisnis.

Menurut pihak IPB, beragam program studi tersebut dapat menjadi alternatif bagi wartawan untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang tugas dan minat masing-masing, mulai dari komunikasi, manajemen, ekonomi, lingkungan hidup, pembangunan daerah hingga bisnis. Melalui program beasiswa yang tengah disiapkan bersama PWI, para wartawan diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pendidikan pascasarjana yang relevan dengan tantangan profesi di era digital.

IPB dan PWI sepakat menindaklanjuti hasil pertemuan lewat pembahasan teknis lebih rinci untuk menyusun MOU model kerja sama, skema pembiayaan, kriteria peserta, serta bentuk dukungan pendidikan yang dapat diimplementasikan berkelanjutan.

Pertemuan berlangsung hangat, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi untuk menghadirkan program pendidikan bermanfaat bagi peningkatan kualitas wartawan Indonesia.(Red)

Pembangunan Jalan Rabat Beton di Desa Trantang Sakti

OKU TIMUR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Desa Trantang Sakti kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur desa melalui pembangunan jalan rabat beton yang telah selesai dilaksanakan. Proyek ini menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026  Tahap I dengan total anggaran sebesar Rp 39.663.100 termasuk pajak.

Jalan rabat beton yang dibangun memiliki spesifikasi:

– Lebar: 4 meter

– Panjang: 42 meter

– Tebal: 15 cm

Pembangunan ini bertujuan untuk memperlancar akses warga menuju area pertanian dan pemukiman, serta mendukung mobilitas ekonomi lokal. Kepala Desa Trantang Sakti menyampaikan bahwa jalan ini merupakan hasil musyawarah bersama masyarakat dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan fisik desa tahun ini.

“Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, terutama dalam mempercepat distribusi hasil pertanian dan meningkatkan kenyamanan aktivitas sehari-hari,” ujar Kepala Desa.

Proses pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga turut memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar. Selain itu, kualitas beton yang digunakan telah memenuhi standar teknis agar jalan tahan lama dan aman digunakan.

Dengan selesainya proyek ini, warga Desa Trantang Sakti menyambut baik hasil pembangunan dan berharap program serupa dapat terus berlanjut di wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur.

Kemnaker Fasilitasi 15 Skema Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan MagangHub

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memfasilitasi 15 skema sertifikasi kompetensi bagi lulusan Program Pemagangan Nasional (MagangHub). Program ini dirancang untuk memperkuat kualitas SDM sekaligus memberikan pengakuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan sertifikasi kompetensi berperan penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Karena itu, berbagai skema yang disiapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri saat ini, mulai dari bidang administrasi perkantoran, teknologi informasi, pelayanan, keuangan, SDM, pengelolaan data, hingga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan lulusan MagangHub memiliki pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga lebih siap bersaing di pasar kerja,” ujar Yassierli dalam keterangannya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (1/6/2026).

Sebanyak 15 skema sertifikasi yang disiapkan, yaitu Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Junior Secretary, Asisten Pengembang Web, Digital Marketing, Pembuatan Desain Grafis, Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Tunggal, Supervisor Sumber Daya Manusia, Pelayanan Pelanggan, Front Office, Operator Komputer, Digital Filing, Produksi Karya Audio Visual, Analis Data, Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Penyusunan Laporan Keuangan untuk Pemula.

Melalui berbagai skema tersebut, lulusan MagangHub diharapkan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari pengelolaan administrasi dan pelayanan, penguasaan teknologi digital, pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia, hingga kemampuan analisis data dan penerapan keselamatan kerja.

Pelaksanaan sertifikasi akan dilakukan oleh BNSP melalui jejaring lembaga sertifikasi profesi yang bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi Kemnaker di berbagai daerah. Untuk mendukung program tersebut, Kemnaker telah memetakan kesiapan balai pelatihan vokasi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil pemetaan, BBPVP Makassar, BBPVP Medan, dan BPVP Surakarta masing-masing menyelenggarakan 15 skema sertifikasi.

BBPVP Bekasi sebanyak 11 skema.

BBPVP Bandung, BBPVP Semarang, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Samarinda, dan BPVP Kendari masing-masing sebanyak 10 skema sertifikasi. BPVP Banyuwangi dan BPVP Ternate masing-masing sebanyak 9 skema, sedangkan BPVP Bantaeng sebanyak 8 skema.

Adapun BPVP Pangkajene dan Kepulauan serta BPVP Belitung masing-masing sebanyak 7 skema sertifikasi. BBPVP Serang sebanyak 6 skema. BPVP Lombok Timur, BPVP Ambon, dan BPVP Sorong masing-masing sebanyak 4 skema. Sementara BPVP Bandung Barat dan BPVP Sidoarjo masing-masing sebanyak 3 skema sertifikasi.

Secara keseluruhan, hasil pemetaan menunjukkan kapasitas penyelenggaraan mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi di seluruh balai pelatihan vokasi Kemnaker. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses sertifikasi bagi lulusan MagangHub sekaligus memperkuat daya saing dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.(Red)

LAMPUNG: Gerbang Mulia Atau Sekadar Pintu Lalu Lintas?

— Di Balik Keringanan Pajak Ada Nasib Provinsi Kita —

Pesan Terbuka & Kritik Membangun untuk Bapak Gubernur Lampung

✍️ Oleh: Muhammad Ali – Pengamat Sosial & Hukum Masyarakat

Bapak Gubernur yang kami hormati,

Langkah Bapak memberikan pemutihan pajak, membebaskan denda keterlambatan, mempermudah administrasi kendaraan, hingga mendekatkan layanan Samsat ke pelosok daerah, adalah langkah berani yang sangat kami apresiasi. Kebijakan ini membuat rakyat senang, kas daerah kembali terisi, dan administrasi kependudukan menjadi lebih tertib.

Namun, izinkan saya menyampaikan catatan dan kritik mendasar ini. Bukan maksud menjatuhkan, melainkan karena kami memiliki harapan besar: agar Lampung ini tidak sekadar menjadi daerah yang pandai mengurus pajak, melainkan benar-benar menjadi Gerbang Utama yang MULIA, BERWIBAWA, dan menjadi KEBANGGAAN Indonesia.

Berikut adalah kritik jujur dari hati nurani kami, selaku warga yang mencintai tanah kelahiran ini:

📌 1. Bapak, Kebijakan Ini Terkesan “Cari Uang”, Bukan “Bangun Kepercayaan”

Kami sangat paham kebutuhan kas daerah akan pemasukan. Tapi izinkan saya bertanya: Mengapa rakyat sampai enggan membayar pajak bertahun-tahun?

Bukan karena mereka miskin atau nakal, Pak. Melainkan karena bertahun-tahun mereka merasa “dibohongi”. Uang pajak sudah masuk ke kas, tapi jalan di depan rumah tetap berlubang, fasilitas rusak, dan masyarakat tidak tahu kemana hanyutnya dana tersebut. Muncul pemikiran di benak rakyat: “Buat apa taat aturan kalau negara saja tidak amanah mengelola uangnya?”

Kebijakan Bapak saat ini terasa seperti “memancing uang masuk” dengan iming-iming keringanan, namun belum menyentuh luka terdalam masyarakat, yaitu Pemulihan Kepercayaan.

Kalau nanti uang sudah penuh di kas, lalu Bapak lengah, dan aliran dana kembali tidak transparan atau disalahgunakan seperti masa-masa sebelumnya… percayalah Pak, tahun depan angka penunggakan akan kembali naik bahkan lebih parah. Bapak baru selesaikan masalah uangnya, tapi belum menyentuh masalah hatinya.

Pesan kami:

Jangan jadikan rakyat sapi perah yang dipanggil hanya saat butuh uang saja. Jadikan rakyat MITRA, yang percaya bahwa rupiah yang mereka bayar akan kembali berwujud aspal mulus dan fasilitas nyata di depan mata. Tanpa kepercayaan, kebijakan ini hanya strategi sesaat, bukan kemajuan sejati.

📌 2. Bapak, Jangan Hukumkan Kejujuran dan Ajarkan Pembangkangan

Ini adalah poin kritik terberat kami. Di dalam kebijakan pemutihan ini, terselip ketidakadilan yang sangat nyata, dan hal ini berbahaya bagi karakter masyarakat Lampung yang sedang Bapak bangun.

Lihatlah kenyataan ini:

✅ Warga yang TAAT, yang bayar lunas setiap tahun, yang patuh aturan — mereka merasa RUGI BESAR. Bertahun-tahun mereka bayar lengkap dan denda, sementara tetangganya yang tidak bayar malah diampuni bersih. Rasanya kejujuran mereka dihukum.

❌ Warga yang MENGABAIKAN, yang sengaja tidak bayar bertahun-tahun — mereka malah diuntungkan. Hutang jutaan lunas sekejap mata. Rasanya pembangkangan mereka justru dihargai.

Bapak Gubernur, kalau ini dibiarkan tanpa penjelasan dan penyeimbang, pesan apa yang Bapak wariskan ke generasi depan Lampung?

Mereka akan belajar pola pikir: “Kenapa harus bayar sekarang? Nanti saja, tunggu ada pemutihan, lebih untung!”

Lampung yang ingin jadi CONTOH dan GERBANG NEGARA, tidak boleh mengajarkan hukum yang membalikkan nilai kebenaran. Kami khawatir, kemudahan ini malah melahirkan ribuan warga baru yang nanti sengaja menunggak, berharap ada ampunan lagi di masa depan.

Pesan kami:

Aturan harusnya membuat yang benar merasa diuntungkan, dan yang salah merasa rugi. Jangan sampai kebijakan baik Bapak ini berubah jadi “sekolah pembangkangan” bagi masyarakat kita. Berikan penghargaan nyata bagi warga taat pajak, supaya timbangan keadilan tetap seimbang.

📌 3. Perintah Dana Opsen ke Jalan: Itu Bukan Prestasi, Itu Kewajiban

Bapak berpesan tegas ke Bupati dan Walikota: “Dana pajak WAJIB dipakai perbaiki jalan.”

“Dana pajak WAJIB dipakai perbaiki jalan.”

Di sini kami angkat topi atas ketegasan itu, tapi sekaligus kami ingin mengkritik tajam: Memang selama ini dipakai untuk apa, Pak?

Secara Undang-Undang, dana opsen pajak kendaraan memang sudah MUTLAK HUKUMNYA harus dialokasikan untuk jalan. Kenapa hal wajib ini harus diperintah baru dilakukan? Artinya Pak, selama ini para kepala daerah MELANGGAR ATURAN, menyalahgunakan uang rakyat ke pos lain, sehingga jalan kita rusak parah sampai saat ini.

Kalau Bapak bangga mengumumkan ini seolah itu program baru yang hebat, mohon maaf Pak… itu BUKAN PRESTASI. Itu sekadar kembali ke jalur benar yang sudah lama ditinggalkan.

Namun, di sinilah peluang besar Bapak bersinar:

Lampung adalah GERBANG SUMATERA – JAWA. Semua orang lewat sini. Kesan pertama orang menilai Indonesia ada di Bakauheni, ada di jalan lintas kita. Kalau Bapak berhasil menegakkan aturan ini sampai tuntas: uang masuk, dan aspal tergelar mulus dari ujung selatan sampai perbatasan utara, sampai tidak ada lagi lubang mematikan… BARULAH BAPAK HEBAT, BARULAH LAMPUNG DIANGGAP GERBANG MULIA.

Kalau cuma perintah saja, tapi jalannya tetap berlubang seperti biasa… Bapak sama saja dengan pemimpin sebelumnya: Banyak janji, sedikit bukti.

Pesan kami:

Jangan cuma berteriak “uangnya buat jalan”, tapi buktikan dengan TRANSPARANSI MUTLAK. Rakyat butuh laporan: Berapa masuk? Dipakai di ruas mana? Berapa kilometer selesai? Kalau Bapak bisa buktikan uang pajak rakyat berubah sepenuhnya jadi aspal, kami yang akan jadi orang pertama yang memuji Bapak sekuat tenaga.

📌 4. Ingat Pak: GERBANG itu CERMIN WAJAH NEGARA

Kritik terakhir kami yang paling mendalam:

Lampung itu PINTU MASUK dan PINTU KELUAR. Orang dari Jawa masuk Sumatera, pertama kali menginjak tanah Lampung. Orang dari Sumatera ke Jawa, terakhir kali meninggalkan kesan di Lampung.

Kalau pintunya berantakan, pelayanannya ribet, birokrasinya masih ada pungli, jalannya rusak parah… orang akan berkomentar: “Wah, begini rupa provinsi gerbangnya, begini rupa Indonesia.”

Tapi kalau Bapak berani membenahi total: Administrasi rapi, pelayanan ikhlas, uang rakyat dijaga amanah, jalan mulus, tertib hukum… maka orang akan berdecak kagum: “Lampung ini MULIA, tertib, maju, pantas jadi contoh seluruh Indonesia.”

Bapak Gubernur,

Pemimpin hebat itu bukan yang cuma pintar cari uang masuk ke kas daerah, tapi yang pintar MEMBANGUN MARTABAT DAERAHNYA.

Kami dukung langkah Bapak, kami apresiasi niat Bapak. Tapi sebagai warga yang cinta tanah kelahiran, kami harus ingatkan:

Jangan biarkan kebijakan ini berhenti di pencapaian “uang masuk dan beres administrasi”.

Lanjutkan dengan KEADILAN, TRANSPARANSI, dan PENGEMBALIAN UANG PAJAK MENUJU JALAN RAYA.

Supaya nanti kami tidak bertanya lagi: “Lampung ini Gerbang Mulia atau Sekadar Pintu Lalu Lintas?”

Tapi kami bisa menjawab lantang di mana pun kami berada: “LAMPUNG ADALAH GERBANG KEBANGGAAN INDONESIA!”

Demikian kritik dan harapan kami, sebagai wujud cinta kami pada kemajuan daerah ini.

Hormat kami,

Muhammad Ali

Pengamat Sosial & Hukum Masyarakat.

[ Mm, LPK-GPI ]

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi

JAKARTA —(deklarasinews.com)- Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan komponen penting bagi lulusan Program Magang Nasional (MagangHub), selain sertifikat kelulusan program pemagangan. Sertifikasi tersebut menjadi bukti pengakuan atas kompetensi yang dimiliki peserta sehingga dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja.

Sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) difasilitasi secara gratis oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui balai-balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai daerah.

“Pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta MagangHub yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja,” kata Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (31/5/2026).

Yassierli menjelaskan, alumni MagangHub yang ingin memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP harus melakukan pendaftaran secara daring dan memilih salah satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang serta pengalaman kerja yang dimiliki selama mengikuti pemagangan.

Setelah menyelesaikan proses pendaftaran, peserta akan mengikuti uji kompetensi secara tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada dalam jaringan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker.

“Setelah mendaftar secara online, pelaksanaan uji kompetensi dilakukan secara offline atau tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi melalui jaringan UPTP Kemnaker yang tersebar di berbagai daerah,” ujarnya.

Adapun 21 UPTP tersebut terdiri atas enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), yakni di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang.

Selain itu, terdapat 15 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), yaitu di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, dan Ternate.

Yassierli menegaskan bahwa seluruh proses sertifikasi bagi alumni MagangHub tidak dipungut biaya dan diselenggarakan langsung di balai-balai pelatihan vokasi Kemnaker.

“Sertifikasi tersebut menjadi bukti valid atas keterampilan yang dikuasai sehingga memudahkan peserta untuk diserap oleh industri,” katanya.

MagangHub 2026 terus diperluas dengan target menjangkau hingga 150 ribu peserta. Untuk memperkuat kualitas lulusan, proses penyelesaian program juga diintegrasikan dengan sertifikasi kompetensi.

“Penting bagi lulusan MagangHub untuk memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar kerja,” kata Yassierli.(Red)

ORARI DXpedition & Pringsewu DX Club Gelar Rivers On The Air Di Kali Bronjong

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)– Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) DXpedition Team dan Pringsewu DX Club (PDXC) menggelar kegiatan Rivers On The Air (ROTA) di Kali Bronjong, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 7 Way Lima, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Minggu (31/5/2026).

Menurut Koordinator kegiatan, Aris Mulato, S.KM. (YC4XAM), mewakili Ketua ORARI Lokal Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, M.E., M.Kom., M.Pd., Akt., C.A., C.M.A. (YB4SJB), ROTA merupakan kegiatan untuk melatih keterampilan berkomunikasi serta teknik radio bagi anggota ORARI, serta memperkenalkan destinasi wisata melalui udara.

“Untuk kegiatan ROTA di Kali Bronjong ini dipancarkan melalui 40 meter band dengan frekuensi 7130 Mhz. Bagi stasiun-stasiun radio amatir yang berhasil melakukan QSO atau kontak komunikasi dengan para operator yang bertugas akan diberikan QSL card yang dapat diunduh  melalui myQSL.id,” jelasnya.

Adapun tim kegiatan ROTA di Kali Bronjong, Cipadang, Pesawaran, yakni Muharto (YF4SDF) yang juga Wakil Ketua ORARI Lokal Pringsewu, Aris Mulato, S.KM. (YC4XAM) dan Anton Isnanto Hapsara, S.Kom. (YB4VOA), keduanya DPP ORARI Lokal Pringsewu, serta Drs. Hi. Iswanto (YG4SEZ), yang juga Ketua Bagian Pendidikan ORARI Lokal Pringsewu. (*Mulia Mega)

Ditinggal Kondangan, Rumah Agus Jamali Ludes Dilalap Si Jago Merah

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Rumah semi permanent milik Agus Jamali (51) warga RT 1 RW 6 dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan ludes dilalap api saat ditinggal menghadiri undangan di Sri Bawono Lampung Timur, Minggu (30/5/2026) sekitar pukul 10.00 wib.

Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi, namun barang miliknya berupa alat elektronik dan beberapa alat rumah tangga lainya habis terbakar api.

Mujiono (62) orang tua korban menyatakan dirinya mengetahui rumah anaknya terbakar sekitar pukul 10.00 wib,

” Saya tau rumah Agus terbakar sekitar pukul 10.00 wib, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan karena ditinggal kondangan di Sribawono, ”

Menurutnya anaknya sudah dua hari ada dirumah saudaranya mengadiri  undangan, jadi tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya.

Beruntung kebakaran ini tidak menyebar kerumah lainya, karena dari  pihak Damkar Sidomulyo segera datang memadamkan api, ” kata  Mujiono yang terlihat sedih ini.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala dusun 6 desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Sukarman mengatakan bahwa orang yang pertama kali melihat  kejadian tersebut yakni Mujiono (62) orang tua korban.

Saat kejadian pemilik rumah Agus Jamali (51) tidak berada dirumah yakni sedang menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun barang berharga miliknya berupa barang elektronik dan barang-barang berharga lainya ludes terbakar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditaksir sekitar Rp. 50 juta rupiah,

” Alhamdulillah kejadian ini tidak menyebar kehunian lainya, karena Damkar Sidomulyo segera datang kelokasi kejadian,”  kata Kepala dusun ini.

Camat Kecamatan Sidomulyo Frans Sinatra Adung SP MM, yang hadir bersama unsur uspikan lainya mengatakan bahwa pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari warga masyarakat dan pihak aparatur desa.

Menerima informasi tersebut pihaknya langsung kelokasi melihat kondisi yang terjadi dan meminta keterangan dari keluarga dan para saksi yang melihat kejadian ini, ” ucap Camat Sidomulyo ini kepada pelitaekspres.com.

Saat kejadian lanjut Camat Sidomulyo bahwa pemilik rumah tidak sedang berada dirumah karena menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh barang-barang milik korban habis terbakar. Atas peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp.50 juta.

Untuk sementara penyebab kejadian tersebut diduga karena konsleting listrik, ” ungkapnya.

Alhamdulillah lanjut Camat yang sangat peduli dengan warganya ini rumah saudara Agus Jamali (51) warga dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo ini menjadi prioritas dalam program bedah rumah Pemkab Lampung Selatan, ” Setelah kami berkoordinasi, maka rumah pak Agus Jamali ditetapkan menjadi prioritas dalam program ” Bedah rumah ” Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, ” tutur Camat Sidomulyo.

Namun demikian, pihaknya meminta kepada warga masyarakat bersama aparatur desa Sidodadi untuk bersama-sama membantu/bergotong royong membantu dalam musibah yang dialami oleh saudara kita ini.

Kemudian kepada warga masyarakat kecamatan Sidomulyo untuk lebih berhati-hati saat keluar rumah/bepergian. Pastikan semuanya aman, listrik, kompor dan lainya. Sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi lagi, ” pungkasnya. (Cak Ton)

 

 

Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi Dengan ICA Singapura

SINGAPURA -(deklarasinews.com)— Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau melaksanakan kunjungan kerja bersama Atase Imigrasi Singapura ke Immigration & Checkpoints Authority (ICA) Singapura pada Jumat (29/05/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur S. Hamonangan, serta diikuti para Kepala Unit Pelaksana Teknis Imigrasi di wilayah Kepulauan Riau.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kerja sama bilateral antara Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia dengan ICA Singapura, khususnya dalam penguatan koordinasi pengawasan dan pelayanan keimigrasian di wilayah perbatasan. Setibanya di Singapura, rombongan disambut oleh Atase Imigrasi Singapura bersama jajaran pejabat ICA Singapura, di antaranya Coastal Commander, Domain Commander, dan Director of Intelligence. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) HarbourFront Singapura guna melihat secara langsung sistem pelayanan serta mekanisme pemeriksaan keimigrasian yang diterapkan oleh ICA.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan juga membahas tindak lanjut kunjungan Direktur Jenderal Imigrasi sebelumnya ke Singapura, termasuk rencana penyelenggaraan pertandingan olahraga persahabatan antara jajaran Imigrasi Kepulauan Riau dan ICA Singapura. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, namun juga sebagai sarana membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik antarpetugas keimigrasian kedua negara.

“Hubungan baik dan koordinasi yang kuat antara Imigrasi Indonesia, khususnya Kepulauan Riau, dengan ICA Singapura menjadi faktor penting dalam mendukung keamanan wilayah perbatasan serta peningkatan kualitas pelayanan keimigrasian,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, sebelum akhirnya ditutup dengan ramah tamah antara kedua belah pihak. Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja sama antara Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia dan ICA Singapura semakin solid, khususnya dalam mendukung pengawasan lintas batas negara serta peningkatan profesionalisme aparatur keimigrasian.(Red)