Dukung Estafet Kepemimpinan BGN, Bupati Radityo Egi Optimistis Program MBG Makin Akseleratif

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis Pemerintah Pusat yang melakukan penyegaran di pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang menggantikan Dadan Hindayana dinilai sebagai langkah strategis demi menyukseskan program prioritas nasional di daerah.

Menurut Egi, perombakan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu yang menjadi fokus utama di Lampung Selatan adalah akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Setiap kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo tentu didasarkan pada pertimbangan yang matang. Ini semua demi memastikan program pemerintah berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Egi, pada Rabu (3/6/2026).

Egi menekankan bahwa BGN mengemban peran yang amat krusial dalam mencetak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Oleh karena itu, kehadiran kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa energi segar, inovasi, serta perbaikan performa kelembagaan secara menyeluruh.

“Kami di daerah siap mendukung berbagai langkah perbaikan dan inovasi yang dilakukan BGN. Fokus kami adalah memastikan program-program tersebut, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Lampung Selatan, dapat sukses terlaksana,” kata Egi.

Merespons perubahan positif di tingkat pusat, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk berdiri di barisan depan dalam menyukseskan kebijakan BGN.

Pemkab Lampung Selatan siap menyelaraskan program daerah demi memastikan seluruh kebijakan gizi nasional tereksekusi dengan sempurna di lapangan. (Red)

Ditinggal Kondangan, Rumah Agus Jamali Ludes Dilalap Si Jago Merah

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Rumah semi permanent milik Agus Jamali (51) warga RT 1 RW 6 dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan ludes dilalap api saat ditinggal menghadiri undangan di Sri Bawono Lampung Timur, Minggu (30/5/2026) sekitar pukul 10.00 wib.

Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi, namun barang miliknya berupa alat elektronik dan beberapa alat rumah tangga lainya habis terbakar api.

Mujiono (62) orang tua korban menyatakan dirinya mengetahui rumah anaknya terbakar sekitar pukul 10.00 wib,

” Saya tau rumah Agus terbakar sekitar pukul 10.00 wib, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan karena ditinggal kondangan di Sribawono, ”

Menurutnya anaknya sudah dua hari ada dirumah saudaranya mengadiri  undangan, jadi tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya.

Beruntung kebakaran ini tidak menyebar kerumah lainya, karena dari  pihak Damkar Sidomulyo segera datang memadamkan api, ” kata  Mujiono yang terlihat sedih ini.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala dusun 6 desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Sukarman mengatakan bahwa orang yang pertama kali melihat  kejadian tersebut yakni Mujiono (62) orang tua korban.

Saat kejadian pemilik rumah Agus Jamali (51) tidak berada dirumah yakni sedang menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun barang berharga miliknya berupa barang elektronik dan barang-barang berharga lainya ludes terbakar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditaksir sekitar Rp. 50 juta rupiah,

” Alhamdulillah kejadian ini tidak menyebar kehunian lainya, karena Damkar Sidomulyo segera datang kelokasi kejadian,”  kata Kepala dusun ini.

Camat Kecamatan Sidomulyo Frans Sinatra Adung SP MM, yang hadir bersama unsur uspikan lainya mengatakan bahwa pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari warga masyarakat dan pihak aparatur desa.

Menerima informasi tersebut pihaknya langsung kelokasi melihat kondisi yang terjadi dan meminta keterangan dari keluarga dan para saksi yang melihat kejadian ini, ” ucap Camat Sidomulyo ini kepada pelitaekspres.com.

Saat kejadian lanjut Camat Sidomulyo bahwa pemilik rumah tidak sedang berada dirumah karena menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh barang-barang milik korban habis terbakar. Atas peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp.50 juta.

Untuk sementara penyebab kejadian tersebut diduga karena konsleting listrik, ” ungkapnya.

Alhamdulillah lanjut Camat yang sangat peduli dengan warganya ini rumah saudara Agus Jamali (51) warga dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo ini menjadi prioritas dalam program bedah rumah Pemkab Lampung Selatan, ” Setelah kami berkoordinasi, maka rumah pak Agus Jamali ditetapkan menjadi prioritas dalam program ” Bedah rumah ” Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, ” tutur Camat Sidomulyo.

Namun demikian, pihaknya meminta kepada warga masyarakat bersama aparatur desa Sidodadi untuk bersama-sama membantu/bergotong royong membantu dalam musibah yang dialami oleh saudara kita ini.

Kemudian kepada warga masyarakat kecamatan Sidomulyo untuk lebih berhati-hati saat keluar rumah/bepergian. Pastikan semuanya aman, listrik, kompor dan lainya. Sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi lagi, ” pungkasnya. (Cak Ton)

 

 

Ketua Prodi Manajemen IIB Darmajaya Dr. Novita Sari Jadi Narasumber Latsar CPNS se-Lampung

LAMPUNG SELATAN –(deklarasinews.com)- Dosen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang juga Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026 pada Jumat, (29/5/26) bertempat di ruang kelas BPSDM Provinsi Lampung.

Adapun pelatihan diikuti peserta CPNS dari berbagai instansi pemerintah daerah di Provinsi Lampung. Pelatihan dasar ini bertujuan membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi dan karakter pelayanan publik yang baik.

Dalam pemaparannya, Dr. Novita Sari menyampaikan materi terkait penguatan kapasitas sumber daya manusia, etika pelayanan publik, serta pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif dan inovatif di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, CPNS sebagai generasi baru ASN harus mampu menghadapi tantangan birokrasi modern dengan meningkatkan kompetensi, kolaborasi, dan kemampuan komunikasi.

“ASN saat ini dituntut tidak hanya mampu bekerja secara administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Dengan nilai-nilai tersebut, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Kehadiran dosen IIB Darmajaya sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah. Selain itu, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan ASN yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Melalui kegiatan tersebut, IIB Darmajaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian dan kontribusi nyata dosen di berbagai bidang, termasuk pengembangan kapasitas aparatur pemerintah di Provinsi Lampung. (**)

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali mengukuhkan komitmennya dalam transparansi anggaran dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini sekaligus menandai keberhasilan Kabupaten Lampung Selatan dalam mempertahankan predikat bergengsi tersebut selama sepuluh tahun berturut-turut.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, kepada Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.

Prosesi penyerahan ini berlangsung bersamaan dengan 14 pemerintah kabupaten/kota lainnya di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Jumat (29/5/2026).

Merespons pencapaian satu dekade ini, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran perangkat daerah.

Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan komitmen bersama dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapatkan opini WTP dari BPK Perwakilan Provinsi Lampung yang ke-10,” ujar Bupati Radityo Egi.

Bupati Egi menambahkan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pihaknya berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemacu inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Tentunya ini menjadi sebuah motivasi buat kami. Penghargaan ini juga menjadi dorongan untuk terus berinovasi, bagaimana memanfaatkan dan mengoptimalkan penggunaan keuangan negara untuk kebermanfaatan masyarakat banyak melalui program-program yang berdampak positif serta berkelanjutan,” kata Egi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih, menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade berturut-turut merupakan hasil dari komitmen pimpinan daerah, sinergi seluruh perangkat daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan.

Menurutnya, penguatan sistem pengendalian internal dan konsistensi dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK juga menjadi faktor krusial.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan daerah turut mendukung terciptanya tata kelola yang lebih efektif dan akuntabel,” tambah Rini.

Dengan raihan WTP kesepuluh ini, Pemkab Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar membuktikan konsistensinya dalam menjaga akuntabilitas publik, sekaligus memastikan setiap rupiah APBD dialokasikan demi kesejahteraan masyarakat. (Red)

Pecah Rekor Sejarah IDS 2026! Lampung Selatan Resmi ‘Naik Kelas’ Jadi Monster Otomotif Baru di Sumatra

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Lampung Selatan resmi mengukuhkan posisinya sebagai ‘monster’ baru industri otomotif di Pulau Sumatra setelah mencetak sejarah sebagai tuan rumah perdana seri Indonesian Drift Series (IDS) 2026 di Way Handak Expo, Kalianda.

Momentum ini menjadi tonggak sejarah lompatan kelas bagi Kabupaten Lampung Selatan yang kini bertransformasi dari sekadar penyedia lahan menjadi motor penggerak utama industri kreatif otomotif nasional.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa terpilihnya daerah beranda Sumatra ini sebagai tuan rumah IDS bukan sekadar pembawa gengsi, melainkan pemantik komitmen jangka panjang untuk memajukan sport tourism secara berkelanjutan.

“Lampung Selatan bisa terpilih sebagai tuan rumah IDS di Sumatra, ini menjadi pemantik semangat kita bersama. Lampung Selatan sangat mendukung kegiatan otomotif. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Menariknya, pergelaran akbar skala nasional ini berhasil terselenggara secara mandiri finansial tanpa menyentuh anggaran daerah. Pemkab Lampung Selatan membalikkan skeptisisme fiskal dengan merangkul sektor swasta dan komunitas otomotif secara masif.

Langkah taktis ini menuai pujian langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, yang hadir di tengah ribuan penonton.

“Acara ini nol rupiah APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulkifli Hasan yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan riuh dari warga yang memadati arena, pada Sabtu (23/5/2026)

Keberhasilan event ini langsung memicu efek domino ekonomi yang nyata di akar rumput. Sport tourism sukses menghidupkan ekosistem ekonomi lokal, mulai dari lonjakan okupansi hotel, jasa transportasi, hingga omzet para pelaku UMKM setempat yang memadati area luar sirkuit.

Selain dampak ekonomi instan, ajang IDS 2026 ini juga menjadi etalase besar untuk menggeser pola pikir generasi muda Lampung Selatan.

Industri otomotif kini tidak lagi dipandang sebatas hobi mahal, melainkan ekosistem ekonomi kreatif yang menjanjikan masa depan, mulai dari kebutuhan mekanik andal, manajemen event, content creator, hingga bisnis gaya hidup.

Kemeriahan acara ini ditutup dengan aksi ekstrem para drifter papan atas nasional. Bau karet terbakar dan raungan mesin bertenaga tinggi memenuhi udara, menghibur ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung siluet mobil-mobil meliuk menembus kepulan asap putih di kawasan Way Handak Expo Lampung Selatan.

Dengan modal infrastruktur strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatra dan komitmen pemangku kebijakan yang adaptif, Lampung Selatan kini tidak lagi berada di bangku penonton, melainkan resmi naik kelas sebagai poros baru otomotif Indonesia. (Red)

Lewat Women Drift Challenge IDS 2026, Zita Anjani Tegaskan Sirkuit Drifting Bukan Cuma Milik Lelaki

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Deru mesin mobil bertenaga tinggi dan kepulan asap ban yang membubung di Way Handak Expo, Kalianda, sore itu bukan lagi sekadar simbol maskulinitas.

Di balik kemudi mobil-mobil yang meliuk ekstrem di lintasan balap, ada jemari para perempuan tangguh yang sedang membuktikan bahwa sirkuit drifting bukan cuma milik lelaki.

Momen bersejarah ini mendapat perhatian langsung dari Istana. Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, hadir langsung dalam Awarding Ceremony Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 pada Minggu sore (24/5/2026).

Kehadiran istri Bupati Lampung Selatan ini bukan sekadar protokoler, melainkan sebuah gesture resmi pemerintah pusat yang mengakui eksistensi sekaligus mendukung penuh para atlet perempuan di dunia olahraga otomotif tanah air.

Secara simbolik, Zita menemui dan menyapa langsung para pembalap wanita yang berlaga di kelas Women Drift Challenge (WDC) Pro-Am. Dukungan hangat ini menjadi angin segar bagi ekosistem motorsport feminin yang kian tumbuh subur.

Di lintasan, kelas khusus drifter wanita ini menyajikan persaingan yang tak kalah sengit dari kelas utama, pada Minggu (24/5/2026). Zanetta Salsabila dari Zetta Racing Team tampil mendominasi penuh dan keluar sebagai juara pertama.

Menyusul di podium berikutnya, Vamells dari tim Unclock Indonesia mengamankan posisi kedua, disusul Ayuni Widya Kusuma dari Kendali Racing Team di peringkat ketiga, dan Wendy Welters yang mengunci posisi keempat.

Kehadiran Zita Anjani dan dominasi para drifter wanita ini menjadi puncak yang manis bagi berakhirnya rangkaian IDS Sumatra 2026, yang mencatatkan sejarah sebagai event otomotif terbesar pertama yang digelar di Pulau Sumatra.

Suksesnya gelaran berskala nasional ini tidak lepas dari keberanian Kabupaten Lampung Selatan mengambil peran sebagai tuan rumah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang ikut menjaga kondusivitas acara.

“Terima kasih kepada seluruh penonton dan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan yang telah mendukung serta mendoakan kelancaran acara ini. Mari bersama-sama kita jadikan Lampung Selatan sebagai destinasi wisata yang nyaman dan menarik untuk seluruh kalangan. Sampai bertemu kembali di IDS 2027,” ujar Egi optimis.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Founder Indonesian Drift Series, Akbar Rais. Ia memuji komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang berhasil mendobrak stigma bahwa event besar otomotif hanya berpusat di satu wilayah saja.

“Terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan yang telah memberikan dukungan luar biasa dan mengubah pandangan bahwa event besar otomotif tidak hanya bisa digelar di Pulau Jawa. Indonesia bukan hanya Jawa, tetapi juga Sumatra hingga Papua,” tegas Akbar.

Melalui sinergi antara prestasi atlet wanita, dukungan pemerintah daerah, dan pengakuan dari pemerintah pusat, IDS Sumatra 2026 tidak hanya melahirkan juara baru di lintasan balap, tetapi juga membuka babak baru bagi sport tourism yang lebih inklusif di Indonesia. (Red)

Di Tengah Hingar Bingar Indonesian Drift Series 2026, Bupati Egi Sempatkan Jajan Dagangan Pelaku UMKM

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Di tengah riuh suara mesin dan atraksi para drifter nasional dalam gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama justru memilih menyusuri area tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Way Handak Expo, Kalianda, Minggu (24/5/2026).

Di sela kemeriahan ajang otomotif nasional tersebut, Egi menyempatkan diri berbelanja sekaligus menyapa langsung para pelaku usaha lokal yang turut meramaikan acara.

Sore itu, kawasan Way Handak Expo yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian pencinta otomotif dari berbagai daerah. Namun, di balik gemuruh lintasan drift, denyut perekonomian lokal justru terasa hidup di area UMKM yang dipadati pengunjung.

Dengan gaya yang santai dan tanpa sekat, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tampak berjalan menyusuri satu per satu lapak pedagang.

Ia tidak hanya lewat, melainkan berhenti, berbincang, dan sesekali mencicipi jajanan yang dihidangkan. Langkah kakinya kerap terhenti bukan karena barikade pengawal, melainkan karena antusiasme warga yang berebut ingin menyapa dan meminta foto bersama.

“Gimana, seru nggak acaranya? Ramai ya hari ini?” sapa Egi hangat kepada salah satu warga yang tengah mengantre di lapak kuliner.

Sapaan sederhana itu disambut senyum lebar dan antusiasme masyarakat yang menikmati suasana acara.

Bagi Egi, menghadirkan event sekelas IDS di Lampung Selatan memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan otomotif. Ada tanggung jawab ekonomi yang dititipkan di atas roda-roda mobil yang berputar di sirkuit.

“Kami ingin event seperti ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa manfaat dan kebahagiaan untuk masyarakat Lampung Selatan,” ujar Egi di sela-sela kunjungannya.

Ia menekankan bahwa dampak perputaran uang dari puluhan tenant UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah, adalah indikator utama keberhasilan acara ini.

Dampak positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran ajang ketangkasan berkendara tingkat nasional ini dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan Way Handak Expo, Kalianda, menjadi ruang publik yang produktif.

Rahmat (25), seorang pengunjung asal Kecamatan Penengahan, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Sebagai pemuda daerah, ia melihat Lampung Selatan kini mulai diperhitungkan dalam kalender event nasional.

“Seru banget acaranya, ramai dan beda dari biasanya. Semoga event seperti ini sering diadakan di Lampung Selatan,” tutur Rahmat dengan mata berbinar.

Kebahagiaan yang sama, namun dalam versi yang lebih polos, terpancar dari wajah Abbad. Bocah berusia 11 tahun asal Kalianda ini datang bersama keluarganya untuk melihat dari dekat mobil-mobil sport yang biasanya hanya ia lihat di layar kaca.

Hari itu menjadi ganda bahagianya, bisa melihat mobil keren, sekaligus membawa pulang kenangan digital di ponselnya.

“Senang, mobilnya keren-keren. Tadi juga foto sama Pak Bupati,” ucap Abbad polos sembari memamerkan senyumnya.

Gelaran IDS Sumatra 2026 menjadi bukti konkret. Ketika daerah berani mengambil peluang event besar dan pemimpinnya tetap merakyat, kesuksesan yang diraih bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan senyuman di wajah para pedagang kecil. (Red)

Dipuji Langsung Menko Zulhas, Strategi 0 Rupiah APBD Bupati Egi di IDS Sumatra 2026 Jadi Sorotan Nasional

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), menjadi lebih dari sekadar kunjungan pejabat negara.

Di tengah riuh suara mesin drift dan antusiasme ribuan warga yang memadati arena, kehadiran Zulhas menjadi simbol pengakuan pemerintah pusat terhadap keberanian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghadirkan event olahraga otomotif nasional untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra, tanpa menggunakan APBD.

Momentum itu terasa kuat ketika Zulhas secara terbuka memberikan apresiasi kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, atas terobosan tersebut.

“Acara yang dilaksanakan dengan 0 APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulhas, disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Sebelumnya, Menko Zulhas juga menyampaikan rasa bangganya melihat Lampung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah ajang drift nasional bergengsi tersebut.

Menurutnya, IDS Sumatra 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya ajang drift berskala nasional digelar di Pulau Sumatra.

“Senang ada acara ini? Acara yang luar biasa, baru pertama kali di Sumatra dan diadakan di Lampung Selatan. Mari kita dukung, kita sukseskan bersama acara ini,” katanya.

Kedatangan Zulhas pun langsung disambut antusias warga. Ribuan pengunjung yang memadati arena tampak berebut menyapa, bersalaman, hingga menerima merchandise yang dibagikan langsung oleh Menko, mulai dari kaos, handuk, hingga berbagai suvenir.

Namun di balik kemeriahan itu, ada pesan yang lebih besar, daerah kini bisa bergerak maju dengan pola pembangunan yang kreatif dan kolaboratif.

Gelaran IDS Sumatra 2026 menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas otomotif mampu menghadirkan event nasional tanpa membebani keuangan daerah.

Bagi Pemkab Lampung Selatan, ajang ini bukan hanya soal balap drift. Lebih jauh, IDS menjadi pintu masuk untuk mendorong sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, menghidupkan UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke panggung nasional.

Apresiasi dari pemerintah pusat melalui kehadiran Zulhas pun mempertegas bahwa langkah yang diambil Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bukan sekadar agenda hiburan, melainkan strategi pembangunan daerah berbasis inovasi.

Di tengah tantangan fiskal daerah, Lampung Selatan menunjukkan satu pesan penting: keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti menghadirkan lompatan besar. (Red)

Putri Kalianda Tantang Drifter Nasional di IDS 2026, Widyya Turro Buktikan Lampung Selatan Punya Talenta Balap Nasional

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Sorak penonton memenuhi arena Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026). Di antara deru mesin dan kepulan asap ban yang membakar aspal, ada satu nama yang menyita perhatian publik Lampung Selatan: Widyya Turro.

Bukan karena ia datang sebagai unggulan nasional. Justru sebaliknya, Widyya hadir sebagai wajah baru, talenta muda lokal yang untuk pertama kalinya dipercaya tampil di Indonesian Drift Series (IDS) 2026, kompetisi drift bergengsi tingkat nasional.

Bagi perempuan muda asal Kalianda itu, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah panggung pembuktian.

Untuk pertama kalinya, seorang putri daerah Lampung Selatan mendapat dukungan sponsor untuk turun langsung di lintasan resmi, beradu kemampuan dengan para drifter nasional yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.

“Ini pertama kali saya ikut lomba drift. Rasanya sangat menegangkan, tapi sekaligus bangga karena bisa mewakili Lampung Selatan di event nasional,” ujar Widyya.

Sebelum tampil di IDS, Widyya menjalani latihan intensif selama dua bulan. Setiap sesi latihan ia jalani dengan satu tekad, membuktikan bahwa pembalap lokal juga layak berdiri sejajar dengan nama-nama besar di dunia drifting nasional.

Tantangan itu tidak ringan. Drift bukan sekadar memacu kendaraan cepat, tetapi soal keberanian, presisi, dan kendali penuh di tengah tekanan.

Namun justru di sanalah Widyya menemukan gairahnya.

Menariknya, dunia drift bukanlah arena pertama yang ia kenal.

Widyya sebelumnya lebih akrab dengan balap drag, lintasan lurus yang menuntut kecepatan murni. Namun sebuah ajakan untuk mencoba drifting justru mengubah arah perjalanannya.

“Aku awalnya memang suka drag race. Tapi waktu ditawari latihan drift, ternyata rasanya berbeda. Lebih menantang, lebih seru,” katanya.

Meski baru setahun terjun di dunia balap dan baru sekali mengikuti kompetisi drag race, Widyya mengaku langsung jatuh cinta pada atmosfer motorsport.

“Memang seseru itu dunia balap mobil,” ucapnya sambil tersenyum.

Keikutsertaan Widyya di IDS 2026 membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil di lintasan.

Ia menjadi simbol bahwa Kabupaten Lampung Selatan tidak kekurangan talenta muda, termasuk di cabang olahraga otomotif yang selama ini kerap didominasi nama-nama besar dari kota besar.

Di tengah geliat sport tourism yang sedang dibangun melalui ajang IDS di Way Handak Expo, kehadiran Widyya memberi dimensi baru, bahwa event nasional ini bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka ruang lahirnya atlet lokal.

Dan bagi banyak anak muda di Kabupaten Lampung Selatan, kisah Widyya adalah pesan sederhana namun kuat, mimpi besar bisa dimulai dari daerah sendiri.

Di lintasan Way Handak, Widyya mungkin sedang belajar menghadapi lawan-lawan besar. Namun bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, ia sudah memenangkan sesuatu yang jauh lebih penting: kebanggaan.

Seorang dara muda dari Kalianda kini berdiri di lintasan nasional, membuktikan bahwa putri daerah pun mampu melaju kencang, berani, dan percaya diri di panggung Indonesia. (Red)

0 Rupiah APBD! Aksi Nyata Bupati Cerdas Radityo Egi Boyong Event Nasional, Rakyat Lampung Selatan Nikmati “Event Sultan” Gratis

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Deru mesin mobil-mobil bertenaga tinggi memecah keheningan akhir pekan di Way Handak Expo, Lampung Selatan.

Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena.

Akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru dicetak: Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ajang balap drifting bergengsi nasional, resmi mengaspal untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra.

Namun, di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum penonton, ada satu fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.

Sinergi besar yang mendatangkan ribuan pengunjung ini terwujud dengan angka yang mengejutkan bagi anggaran daerah, 0 Rupiah APBD.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi.

Melalui strategi kolaborasi taktis lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggandeng pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder untuk mendanai penuh seluruh rangkaian acara. Dampaknya instan, namun manfaatnya 100 persen langsung dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.

“Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, 0 Rupiah APBD. Dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Radityo Egi di tengah keriuhan sirkuit Way Handak Expo, di Kalianda, Sabtu (23/5/2026).

Langkah Egi mencerminkan potret pemimpin masa kini yang tidak hanya mengandalkan kantong negara, melainkan bertindak sebagai fasilitator yang cerdas. Menghadirkan kompetisi sekelas IDS tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun, dengan meyakinkan pihak swasta bahwa Lampung Selatan adalah pasar yang seksi dan siap berkembang, beban finansial itu bergeser dari APBD menjadi investasi kolaboratif.

Keputusan menggratiskan tiket masuk bagi warga lokal terbukti menjadi magnet yang kuat. Sektor ekonomi mikro yang biasanya bergerak lambat, mendadak melesat dalam waktu dua hari.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengungkapkan bahwa dampak dari event ini langsung menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Pariwisata bergeliat, dan sektor akomodasi mendapat berkah instan.

“Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang, dan ternyata tingkat hunian hotel kita sudah full booked. Ini menjadi salah satu peluang besar yang berhasil kita tangkap,” ungkap Tri.

Tri menambahkan, keberhasilan IDS ini merupakan manifestasi nyata dari konsep kerja sama pentahelix. Di mana pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media bergerak bersama dalam satu irama.

“Terima kasih untuk IDS dan pihak swasta. Ini benar-benar contoh konkret bagaimana kita bisa menghadirkan acara besar lewat kolaborasi erat,” lanjutnya.

Di sudut tribun penonton, senyum semringah tak dapat disembunyikan dari wajah Riki (30). Warga Kecamatan Katibung ini sengaja datang sejak pagi demi menyaksikan pembalap idolanya beraksi. Baginya, kenyataan bahwa acara ini gratis adalah berkah tersendiri di tengah situasi ekonomi yang menantang.

“Ini keren banget, asli! Apalagi gratis untuk masyarakat. Dari sini kita bisa lihat kalau pemerintah daerah itu cerdas, bisa merangkul swasta dan komunitas buat bikin acara berkelas nasional tanpa harus buang-buang uang rakyat,” kata Riki bangga.

Dampak ekonomi yang masif juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Siska (24), salah seorang warga Kalianda, menyebutkan bahwa perputaran uang di sekitar Way Handak Expo meningkat tajam.

“Hotel-hotel ramai, lapak UMKM juga penuh pembeli. Sebagai warga, saya berharap kegiatan kreatif seperti ini sering-sering diadakan lagi di Kabupaten Lampung Selatan. Terbukti menghibur dan membantu ekonomi kecil,” tutur Siska.

Melalui raungan mesin drifting di Way Handak Expo, Radityo Egi Pratama tidak hanya memberikan hiburan berkelas dunia bagi warganya secara Cuma-cuma. Lebih dari itu, ia telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah: dengan kreativitas dan sinergi yang tepat, membangun daerah tidak selalu harus menguras dompet negara.