Jalan Sehat Sambut Haflah ke-10 Mathla’ul Anwar, Wabup Syaiful Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Antusiasme ratusan santri, dewan guru, dan masyarakat mewarnai kegiatan Jalan Sehat dalam rangka menyongsong Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 Yayasan Perguruan dan Pesantren Mathla’ul Anwar Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Yayasan Perguruan dan Pesantren Mathla’ul Anwar Cintamulya itu dilepas langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.

Jalan sehat tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 sekaligus wujud rasa syukur atas perjalanan panjang dan perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Mathla’ul Anwar Cintamulya yang selama ini konsisten berkontribusi dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter.

“Atas nama Pemkab Lampung Selatan, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Mathla’ul Anwar Cintamulya. Semoga kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ujar Syaiful Anwar.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Karena itu, Syaiful berharap seluruh rangkaian Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 dapat berjalan lancar dan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti jalan sehat yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pihak yayasan, santri, dewan guru, dan masyarakat sekitar.

Puncak Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 Mathla’ul Anwar Cintamulya dijadwalkan menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda di Kabupaten Lampung Selatan.

Tiba di Bumi Khagom Mufakat, 413 Jemaah Haji Kloter 17 Disambut Pemkab Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarsinews.com)- Sebanyak 413 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 17 asal Kabupaten Lampung Selatan akhirnya kembali ke Bumi Khagom Mufakat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kepulangan para tamu Allah tersebut disambut penuh haru dan rasa syukur oleh keluarga serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Masjid Agung Kalianda, Selasa dini hari (16/6/2026).

Suasana emosional mewarnai prosesi penyambutan. Ribuan anggota keluarga yang telah menanti sejak malam hari memadati area sekitar Masjid Agung Kalianda untuk menyambut kepulangan orang-orang tercinta setelah menjalani perjalanan spiritual selama lebih dari satu bulan.

Sebelum tiba di Kalianda, para jemaah terlebih dahulu transit di Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung. Di lokasi tersebut, rombongan disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik penjemputan utama di Kalianda.

Setibanya di Masjid Agung Kalianda, para jemaah disambut Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, bersama unsur Forkopimda, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan, serta jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Edy Firnandi menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat. Menurutnya, momen tersebut menjadi saat yang paling dinantikan oleh keluarga setelah para jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah haji yang penuh tantangan fisik maupun spiritual.

“Atas nama pribadi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah air kepada seluruh jemaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci,” ujar Edy.

Edy berharap para jemaah dapat mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah, menurutnya, harus tercermin melalui keteladanan, kepedulian sosial, serta kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Ibadah haji adalah perjalanan untuk memperkuat keimanan, melatih kesabaran, dan menumbuhkan keikhlasan. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut, serta menjadi pribadi yang semakin dekat kepada Allah SWT,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Lampung Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan, panitia penyelenggara ibadah haji, petugas kloter, tim kesehatan, serta aparat keamanan yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Berkat sinergi dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak, rangkaian penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.

Desa Trimomukti Resmi Jadi Desa Bebas Narkoba, Wujud Nyata Menjaga Generasi Muda Lampung Selatan

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, resmi ditetapkan sebagai Desa Bebas Narkoba (Desa Benar), Senin (15/6/2026).

Program tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.

Peresmian Desa Trimomukti sebagai Desa Benar dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, bersama Wakapolres Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan dan Kepala Desa Trimomukti, Sutrisno, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya program Desa Bebas Narkoba di wilayah tersebut.

Kegiatan tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda Lampung Selatan, Kalapas Kelas IIA Kalianda Beni Nurrahman, perwakilan BNNK Lampung Selatan, Kepala Badan Kesbangpol Martoni Sani, Camat Candipuro Sumiyati, serta para kepala desa di Kecamatan Candipuro.

Program Desa Benar di Desa Trimomukti merupakan inisiatif Polres Lampung Selatan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kehadiran program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menyampaikan apresiasi kepada Polres Lampung Selatan, BNNK Lampung Selatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan Desa Benar di Desa Trimomukti.

Menurut Syaiful, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh unsur masyarakat agar upaya tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Program ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Syaiful.

Ia menegaskan, keberadaan Desa Benar bukan sekadar simbol atau predikat semata. Lebih dari itu, program tersebut merupakan komitmen bersama untuk membangun lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Syaiful berharap Desa Trimomukti dapat menjadi pelopor sekaligus inspirasi bagi desa-desa lain di Lampung Selatan dalam membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memulai langkah pencegahan dari lingkungan keluarga melalui penguatan pendidikan karakter, penanaman nilai-nilai moral, serta peningkatan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak dan generasi muda.

“Mari kita bersama-sama menjaga keluarga, lingkungan, dan generasi muda kita dari bahaya narkoba demi terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan yang aman, sehat, maju, dan sejahtera,” kata Syaiful.

Melalui program Desa Benar, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama aparat penegak hukum berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam melindungi generasi muda sebagai aset masa depan daerah. (Red)

TPID Lampung Selatan Perkuat Pengawasan Harga Pangan, Jaga Daya Beli Warga di Tengah Kenaikan Inflasi Nasional

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat langkah pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok guna menjaga daya beli masyarakat di tengah perkembangan inflasi nasional yang masih terkendali.

Komitmen tersebut ditegaskan saat TPID Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (15/6/2026).

Rakor rutin tersebut membahas perkembangan inflasi nasional sekaligus langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa inflasi nasional hingga Mei 2026 masih berada pada level yang terkendali.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 3,08 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 2,42 persen, namun masih dalam rentang yang relatif aman.

“Inflasi memang perlu terus kita waspadai meskipun angkanya masih terjaga. Kenaikan yang terjadi saat ini masih relatif terkendali dan perlu terus dipantau bersama,” ujar Tito.

Tito menjelaskan, kelompok penyumbang inflasi terbesar masih berasal dari sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya, disusul makanan, minuman, serta tembakau. Namun secara bulanan, laju inflasi nasional masih tergolong landai.

Sementara itu, sejumlah komponen yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan berasal dari sektor transportasi, informasi dan komunikasi, serta makanan dan minuman. Di sisi lain, komoditas pangan strategis seperti beras, telur ayam ras, dan daging ayam ras masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil.

“Ini menjadi kabar baik karena komoditas utama yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, seperti beras dan daging ayam, tidak masuk dalam penyumbang utama inflasi bulan ini,” kata Tito.

Meski demikian, Mendagri mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap mewaspadai kenaikan harga komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan harga.

Menurut Tito, meskipun komoditas tersebut bukan kebutuhan pokok utama masyarakat, pergerakan harganya tetap perlu dipantau karena berpotensi memengaruhi kondisi inflasi daerah apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Ia juga meminta seluruh pemerintah daerah bersama TPID agar tidak terlena dengan kondisi inflasi yang saat ini masih terkendali. Pemantauan harga di pasar harus dilakukan secara berkelanjutan, disertai langkah intervensi cepat apabila ditemukan gejolak harga maupun gangguan pasokan.

“Masalah pangan dan harga kebutuhan pokok menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Karena itu harus menjadi perhatian utama seluruh kepala daerah dan TPID,” tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, TPID Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi, melakukan pemantauan harga secara berkala, serta memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok tetap terjaga.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus melindungi daya beli masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.

 

Sukses Jadi Tuan Rumah Borneo Flasher Tour 2026, Lampung Selatan Pecahkan Rekor 500 Teknisi Ponsel

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi pusat perhatian komunitas teknologi nasional.

Road Show Borneo Flasher Indonesia Tour 2026 Edisi Provinsi Lampung yang digelar di GOR Way Handak, Kalianda, Sabtu (14/6/2026), sukses menarik sekitar 500 teknisi ponsel dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung maupun luar daerah.

Jumlah peserta tersebut menjadikan Lampung Selatan sebagai lokasi dengan peserta terbanyak dalam rangkaian Borneo Flasher Indonesia Tour 2026.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu ajang pengembangan kompetensi teknisi ponsel terbesar yang pernah digelar di Provinsi Lampung.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, CEO Borneo Flasher Indonesia Rizal Arsyad Dini, perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hasrul Baki Hasibuan, Ketua Testpoint DPW Lampung Dwi Wahono, Ketua Panitia Pendi, serta sejumlah sponsor dan komunitas teknisi dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan Borneo Flasher Indonesia Tour 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang yang sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku usaha dan komunitas digital.

“Perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat dan membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif serta kompeten. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mendukung penuh kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di bidang teknologi dan industri kreatif digital,” ujar Syaiful.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru, meningkatkan profesionalisme teknisi, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, CEO Borneo Flasher Indonesia, Rizal Arsyad Dini, mengatakan bahwa Lampung menjadi kota ketiga yang disinggahi dalam rangkaian Borneo Flasher Indonesia Tour 2026 setelah Palu dan Padang.

Menurut Rizal, tingginya antusiasme peserta di Lampung menjadi bukti besarnya semangat komunitas teknisi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan teknologi.

“Lampung saat ini memegang rekor peserta terbanyak. Alhamdulillah ada sekitar 500 peserta yang terdaftar. Event ini kami buat untuk kembali menyapa teman-teman teknisi di berbagai daerah sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman,” kata Rizal.

Rizal juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Borneo Flasher Schematic yang kini telah dikenal hingga berbagai negara, mulai dari kawasan Amerika Latin, Timur Tengah hingga Eropa. Menurutnya, karya anak bangsa di bidang teknologi perlu terus didukung agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hasrul Baki Hasibuan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas teknisi, dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena mampu melahirkan inovasi lokal dan meningkatkan rasa percaya diri anak bangsa untuk bersaing di dunia internasional,” ujar Hasrul.

Selain menghadirkan workshop dan pelatihan teknologi, kegiatan juga diisi dengan sesi motivasi bisnis, penguatan jejaring komunitas teknisi, pembagian doorprize, hingga kegiatan sosial yang ditujukan untuk membantu keluarga teknisi yang membutuhkan.

Melalui kegiatan tersebut, Borneo Flasher Indonesia Tour 2026 diharapkan terus menjadi wadah pengembangan kompetensi teknisi Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem industri servis ponsel yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di era digital. (Red)

Jumat Sehat di GWH Kalianda, ASN Lampung Selatan Kompak Jaga Kebugaran Demi Pelayanan Prima

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Semangat kebersamaan dan budaya hidup sehat terus dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui kegiatan senam bersama yang rutin digelar setiap Jumat pagi.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Jumat (12/6/2026), kembali diikuti para pejabat utama dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Sejak pagi hari, ratusan peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu instruktur. Suasana penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan mewarnai kegiatan yang telah menjadi salah satu agenda favorit ASN sebelum memulai aktivitas kerja.

Kegiatan senam bersama tersebut merupakan program rutin yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya menjaga kebugaran jasmani dan meningkatkan kualitas kesehatan aparatur pemerintah daerah.

Selain untuk menjaga kondisi fisik agar tetap sehat dan bugar, senam rutin juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis antarpegawai.

Interaksi yang terjalin dalam suasana santai diharapkan mampu memperkuat soliditas dan kerja sama di lingkungan pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Aparatur yang memiliki kondisi fisik prima diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Komitmen tersebut terus diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan pemerintahan.

Dengan tubuh yang sehat dan semangat kerja yang terjaga, ASN diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Sukses Dongkrak Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi, Bupati Radityo Egi Raih Top Regional Leader Awards 2026

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sukses menorehkan prestasi di kancah nasional. Ia resmi menerima penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang diserahkan langsung oleh founder Disway National Network, Dahlan Iskan, di JW Marriott Hotel, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Egi dinilai sebagai salah satu kepala daerah paling progresif di Indonesia yang berhasil memacu roda perekonomian lewat sektor pariwisata. Atas dedikasi tersebut, ia dianugerahi penghargaan khusus untuk kategori Pendorong Pengembangan Pariwisata Daerah.

Ajang apresiasi nasional yang baru pertama kali digelar oleh Disway National Network ini mengusung tema besar “Mendorong Daerah Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional”.

Selain penganugerahan, acara ini juga dirangkai dengan program Leadership Forum yang mempertemukan para pemimpin daerah visioner dari seluruh penjuru negeri dengan narasumber Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono.

Bupati Egi hadir langsung menerima penghargaan tersebut didampingi Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan.

Usai menerima penghargaan, Bupati Egi menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan kepada Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan, khususnya sektor pariwisata yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Menurut saya ini adalah salah satu event skala nasional yang positif, sehingga dapat memotivasi figur-figur yang memiliki dampak besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang ada di Indonesia,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi menegaskan, penghargaan yang diterima bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kolaborasi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama masyarakat yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, tentu ini adalah sebuah apresiasi yang kami syukuri. Ini juga merupakan apresiasi untuk tim kerja saya, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Lampung Selatan. Terima kasih juga atas doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan sehingga daerah kita terpilih menerima penghargaan ini,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Egi berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menghadirkan berbagai inovasi pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat

“Harapan saya ke depan kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan. Semoga juga dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kepala daerah lainnya untuk terus menghadirkan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 diharapkan menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperkuat pembangunan di berbagai sektor, khususnya pengembangan pariwisata daerah sebagai salah satu penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)

Air Mata Haru dan Senyum Bangga di Aula PKK Kalianda: Momentum ‘Hari Merdeka’ Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Rabu, 10 Juni 2026, menjadi hari yang istimewa bagi puluhan anak TK IT Al Mumtaza Kalianda. Hari yang menghadirkan senyum penuh kebanggaan sekaligus haru yang sulit disembunyikan.

Hari ketika langkah-langkah kecil yang dahulu memasuki gerbang sekolah dengan malu-malu, kini bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan lebih percaya diri.

Di Aula PKK Lampung Selatan, suasana hangat terasa sejak pagi. Tawa anak-anak berpadu dengan sorot mata bangga para orang tua yang hadir menyaksikan momen pelepasan murid Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza Tahun Ajaran 2025/2026.

Bagi sebagian orang tua, hari itu bukan sekadar acara perpisahan sekolah, melainkan penanda berakhirnya sebuah fase penting dalam tumbuh kembang buah hati mereka.

Selama satu, dua, bahkan tiga tahun terakhir, anak-anak itu menghabiskan hari-harinya di lingkungan TK IT Al Mumtaza. Mereka belajar mengenal huruf dan angka, belajar berbagi dengan teman, belajar disiplin, hingga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Kini, semua proses itu mencapai puncaknya dalam sebuah prosesi pelepasan yang penuh makna.

Tak sekadar seremoni formalitas yang kaku, pelepasan angkatan kedelapan ini disemarakkan oleh panggung pertunjukan seni yang memukau.

Anak-anak yang dahulu kerap menangis saat ditinggal di kelas, kini bertransformasi menjadi penampil yang berani di atas panggung besar.

Beragam penampilan disuguhkan dengan penuh semangat, mulai dari keluwesan gerak tari tradisional, keceriaan modern dance, hafalan Asmaul Husna, kedalaman ekspresi drama musikal, retorika lugu dari dai cilik, hingga harmoni suara dari permainan angklung.

Tepuk tangan berkali-kali menggema memenuhi ruangan. Setiap penampilan menjadi bukti bagaimana anak-anak yang dahulu pemalu kini berani tampil di hadapan banyak orang.

Di balik setiap gerakan dan senyum yang ditampilkan, tersimpan proses panjang pembelajaran yang telah mereka lalui bersama para guru.

Antusiasme yang membuncah dari para murid ini seolah menegaskan bahwa proses belajar di TK IT Al Mumtaza telah berhasil membentuk karakter yang berani dan mandiri.

Momentum tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Kalianda Evi Utami, Pengawas TK Hardita, M.Pd, Korwil Pendidikan Kecamatan Kalianda Susmiati, SE, serta Ketua Yayasan Al Mumtaza Zahirah Kalianda Abiriandi Alghifari, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, S.Pd, menyampaikan bahwa hari pelepasan merupakan puncak dari seluruh proses belajar dan bermain yang telah dijalani anak-anak selama berada di sekolah.

Menurutnya, beberapa tahun lalu para orang tua telah mempercayakan putra-putrinya kepada para guru untuk didampingi belajar dan bermain bersama. Kini, tibalah saatnya anak-anak kembali ke pangkuan keluarga dengan bekal pengetahuan, pengalaman, serta kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama berada di sekolah.

“Hari ini adalah puncak dari bermainnya anak-anak selama mereka di TK Al Mumtaza. Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini dan menyaksikan perjalanan mereka sampai pada tahap ini,” ujarnya.

Di hadapan para orang tua, Andriani juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh guru. Ia menyadari bahwa dalam proses mendidik, mungkin terdapat kekhilafan dalam ucapan maupun tindakan yang tidak disengaja.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap nasihat, teguran, dan bentuk pendampingan yang diberikan semata-mata dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta membanggakan keluarga.

“Semua yang kami lakukan bukan karena kami tidak sayang kepada anak-anak. Justru karena kami ingin menjalankan amanah dari ayah dan bunda agar mereka tumbuh menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar berbagai kebiasaan baik yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah. Dukungan dan pendampingan orang tua, menurutnya, menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan proses pendidikan anak.

“Sedikit ilmu yang sudah kami berikan mohon diterapkan kembali. Kebiasaan baik yang sudah dibangun di sekolah mohon dilanjutkan di rumah. Dan teruslah membimbing anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan cita-cita mereka,” pesannya.

Menjelang akhir acara, suasana yang semula riang perlahan berubah menjadi haru. Momen prosesi serah terima murid dari pihak sekolah kepada orang tua menjadi salah satu bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut.

Pelukan hangat, senyum, dan mata yang berkaca-kaca terlihat di berbagai sudut ruangan. Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata saat menyadari bahwa kebersamaan yang selama ini terjalin antara anak-anak, guru, dan sekolah akan segera berakhir.

Hari itu bukan tentang meninggalkan sekolah, melainkan tentang melanjutkan perjalanan. Tentang anak-anak yang telah tumbuh selangkah lebih maju, membawa bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menemani mereka di masa depan.

Gerbang TK IT Al Mumtaza mungkin akan mereka tinggalkan, tetapi kenangan tentang ruang kelas pertama, guru yang membimbing dengan penuh kesabaran, sahabat bermain, serta pelajaran-pelajaran sederhana tentang kebaikan akan tetap tersimpan dalam ingatan.

Dari langkah-langkah kecil yang pernah ragu, kini lahir langkah-langkah baru yang lebih mantap. Dan dari aula sederhana yang dipenuhi tawa serta air mata itu, masa depan anak-anak tersebut mulai menuliskan babak berikutnya. (Red)

Kendalikan Inflasi, Pemkab Lampung Selatan Gelar Penetrasi Pasar Murah di Tiga Kecamatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Kegiatan tersebut diawali di Pasar Inpres Kalianda, Rabu (10/6/2026), dan menjadi bagian dari program serentak yang dilaksanakan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Gerakan penetrasi pasar ini difokuskan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita yang terjadi sejak Mei 2026.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Mirliansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Perum Bulog Wilayah Lampung, serta bidang perdagangan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

“Gerakan penetrasi pasar ini bertujuan untuk menekan laju inflasi daerah, khususnya menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita yang terjadi sejak Mei 2026. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Mirliansyah.

Di Kabupaten Lampung Selatan sendiri, kegiatan penetrasi pasar dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Pasar Kalianda, Pasar Sidomulyo, dan Pasar Katibung.

Pelaksanaan di Pasar Kalianda berlangsung pada 9-10 Juni 2026, kemudian dilanjutkan di Pasar Sidomulyo pada pekan depan dan ditutup di Pasar Katibung pada akhir Juni 2026.

Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif apabila terdapat tambahan pasokan dari Bulog. Jika stok tersedia, kegiatan serupa akan diperluas ke Pasar Bakauheni guna menjawab laporan kekosongan stok Minyakita yang sempat terjadi di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas strategis dengan harga lebih terjangkau, yakni beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta Minyakita kemasan 2 liter seharga Rp31.000.

Khusus pembelian Minyakita, masyarakat diwajibkan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena jumlah stok yang tersedia masih terbatas.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak kegiatan dimulai. Seluruh komoditas yang disediakan selalu habis terjual, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih stabil di tengah fluktuasi pasar.

Menurut Mirliansyah, tingginya respons masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Harapan kami, gerakan penetrasi pasar ini dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil serta mencegah terjadinya lonjakan harga, khususnya untuk komoditas minyak goreng, beras, dan gula,” katanya.

Untuk memastikan informasi kegiatan menjangkau masyarakat secara luas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan menggandeng camat, lurah, kepala desa, serta pengelola pasar dalam melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Melalui gerakan penetrasi pasar ini, Pemkab Lampung Selatan berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan lebih efektif.

 

Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko, Pemkab Lampung Selatan Percepat Implementasi SPIP Terintegrasi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, profesional, dan berintegritas melalui penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi serta Manajemen Risiko.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat penyelesaian penilaian mandiri SPIP yang saat ini baru mencapai 25 dari 53 perangkat daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhammad Darmawan, mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Hadir pula Inspektur Kabupaten Lampung Selatan Badruzzaman, para kepala perangkat daerah, camat, serta peserta bimtek lainnya.

Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provinsi Lampung, Ade Apriyanto, mengatakan bahwa Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah yang masuk dalam target pembinaan SPIP tahun 2026 bersama sejumlah pemerintah daerah lainnya di Provinsi Lampung.

Menurut Ade, setelah pemerintah daerah menyelesaikan penilaian mandiri dan proses penjaminan kualitas, hasilnya dapat diajukan kepada BPKP Perwakilan Lampung untuk dilakukan evaluasi tingkat maturitas SPIP.

Ia menegaskan bahwa penerapan SPIP saat ini tidak lagi sekadar berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi harus benar-benar menjadi bagian dari proses kerja dan tata kelola pemerintahan sehari-hari.

“SPIP bukan merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh bagian tertentu saja, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh ASN, mulai dari kepala daerah hingga pelaksana di tingkat paling bawah,” ujar Ade.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa seluruh program, kegiatan, dan pengambilan keputusan dalam pemerintahan harus berlandaskan prinsip-prinsip SPIP agar risiko dapat diminimalkan dan penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Muhammad Darmawan menegaskan bahwa SPIP dan manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Menurutnya, implementasi SPIP dan manajemen risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab Inspektorat, melainkan harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengawasi setiap program dan kegiatan pemerintahan.

Namun demikian, Darmawan mengungkapkan bahwa progres pengisian penilaian mandiri SPIP terintegrasi di lingkungan Pemkab Lampung Selatan masih memerlukan perhatian serius.

“Saat ini progres pengisian penilaian mandiri SPIP terintegrasi baru mencapai 25 dari 53 perangkat daerah. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Darmawan.

Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah segera mempercepat penyelesaian penilaian mandiri SPIP, menyusun risk register, serta memperkuat langkah-langkah pengendalian sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Darmawan menekankan bahwa tujuan utama penerapan SPIP bukan semata-mata mengejar nilai maturitas, melainkan membangun birokrasi yang bersih, efektif, minim risiko, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Melalui penguatan budaya pengendalian dan manajemen risiko, kita berharap mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dalam mendukung Lampung Selatan Maju dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Darmawan.