Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir Di Kabupaten Pesisir Barat

KRUI -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (10/6/2026). Kehadiran rumah sakit tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata hingga ke wilayah pesisir dan daerah terpencil di Provinsi Lampung.

Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir merupakan bagian dari program percepatan pembangunan rumah sakit pemerintah pusat yang diinisiasi menyusul usulan Gubernur Lampung agar masyarakat Pesisir Barat dan wilayah sekitarnya memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas hadirnya fasilitas kesehatan modern di Kabupaten Pesisir Barat. Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

“Saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai,” ujar Presiden.

Sebelum peresmian, Presiden bersama Gubernur Lampung dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang telah tersedia, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli anak, poli gigi, poli umum, poli THT, poli kandungan dan kebidanan, hingga poli penyakit dalam.

Gubernur Lampung menilai kehadiran RSUD KH Muhammad Thohir menjadi langkah penting dalam memperkuat pemerataan pembangunan kesehatan di Lampung, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap rumah sakit rujukan.

Rumah sakit tersebut dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan dukungan anggaran APBN sebesar Rp152,99 miliar. Pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen pada akhir tahun 2025 dan kini siap memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mendorong pembangunan bidang kesehatan dengan dukungan Pemerintah Pusat melalui usulan pembangunan rumah sakit di Pesisir Barat oleh Gubernur Lampung pada  November 2024, usulan pembangunan jalan masuk ke rumah sakit dan dilanjutkan dengan usulan pembangunan jalan melalui IJD tahun 2026.

Pemprov juga mendorong pengaktifan pelayanan BPJS dan mou kembali layanan BPJS, serta pemenuhan tenaga Dokter Spesialis untuk layanan prioritas RS KJSU KIA dan non KJSU.

Dari sisi kapasitas, RSUD KH Muhammad Thohir mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya sekitar 98 tempat tidur menjadi 137 tempat tidur. Rumah sakit ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), layanan hemodialisa, kamar operasi, radiologi, laboratorium, layanan rawat jalan, serta ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa RSUD KH Muhammad Thohir merupakan salah satu dari 66 rumah sakit yang dibangun pemerintah pusat untuk memperkuat layanan kesehatan rujukan daerah. Rumah sakit tersebut diproyeksikan mampu menangani lima kelompok penyakit penyebab kematian tertinggi, yakni stroke, jantung, kanker, gangguan ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak.

Selain gedung dan fasilitas pelayanan yang telah selesai dibangun, pemerintah juga terus melengkapi kebutuhan alat kesehatan modern dan tenaga medis spesialis guna memastikan layanan kesehatan dapat berjalan optimal.

Dengan beroperasinya RSUD KH Muhammad Thohir, Pemerintah Provinsi Lampung berharap masyarakat Pesisir Barat, Lampung Barat, dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan kesehatan rujukan yang lebih mudah dijangkau, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke Bandar Lampung maupun ke luar daerah.

Kehadiran rumah sakit ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pemerataan pembangunan kesehatan, sehingga masyarakat di wilayah pesisir dan daerah terpencil mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk menjadi pelopor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung yang digelar di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan ratusan kader IPM dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung, Jihan menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan.

Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus dimiliki setiap pelajar agar mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Pertama adalah intelektualitas. Tugas utama pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Ilmu pengetahuan akan menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan,” ujar Jihan.

Selain intelektualitas, Jihan menekankan pentingnya karakter dan moral sebagai pondasi utama dalam membangun pribadi yang unggul. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa integritas tidak akan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, tanpa karakter yang baik, tanpa integritas dan akhlak yang mulia, maka ilmu tersebut tidak akan bertahan lama manfaatnya. Masyarakat akan lebih menghargai pribadi yang berakhlak daripada sekadar pintar,” katanya.

Pilar ketiga yang harus dimiliki pelajar, lanjut Jihan, adalah kepekaan sosial. Menurutnya, generasi muda harus mampu memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar dan memiliki kepedulian untuk turut memberikan solusi.

“Pelajar harus memiliki sense of crisis, peka terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Jangan hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami realitas sosial dan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga mengajak IPM untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang saat ini masih perlu terus ditingkatkan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi daerah adalah tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah. Karena itu, peran organisasi pelajar dinilai sangat penting untuk membangun motivasi pendidikan di kalangan generasi muda.

“Saya berharap teman-teman IPM dapat menjadi influencer positif dan motor penggerak bagi anak-anak yang putus sekolah agar kembali memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ini adalah pekerjaan besar yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, saat ini tengah merumuskan berbagai program intervensi di bidang pendidikan guna memperluas akses belajar bagi masyarakat, termasuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat desa.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk IPM, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Lampung,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, menyampaikan bahwa selama periode kepengurusan 2023–2026, IPM Lampung telah menjalankan berbagai program yang berdampak bagi pelajar dan masyarakat.

Dengan mengusung tema besar “Rumah Karya Pelajar”, IPM Lampung berhasil melaksanakan 63 kegiatan yang melibatkan lebih dari 28 ribu pelajar dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar non-Muhammadiyah dan non-Muslim sebagai bentuk komitmen terhadap nilai inklusivitas.

Firdaus menjelaskan bahwa berbagai program kaderisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan literasi, hingga pengabdian masyarakat terus dijalankan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk persoalan perundungan (bullying) dan rendahnya budaya literasi.

“IPM harus hadir sebagai solusi. Kami percaya bahwa penguatan kepemimpinan pelajar, nilai-nilai Islam, dan semangat berkarya dapat menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini jaringan organisasi IPM di Lampung terus berkembang dengan keberadaan 15 Pimpinan Daerah IPM, 53 Pimpinan Cabang IPM, dan 184 Pimpinan Ranting IPM yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung.

Muswil XXIII IPM Lampung menjadi momentum penting bagi organisasi pelajar Muhammadiyah untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja strategis, serta memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Melalui forum musyawarah ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan keputusan yang mampu memperkuat kontribusi pelajar Muhammadiyah dalam pembangunan daerah serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Lampung yang maju dan berdaya saing.

 

 

 

Kendalikan Inflasi, Pemkab Lampung Selatan Gelar Penetrasi Pasar Murah di Tiga Kecamatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Gerakan Serentak Penetrasi Pasar sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Kegiatan tersebut diawali di Pasar Inpres Kalianda, Rabu (10/6/2026), dan menjadi bagian dari program serentak yang dilaksanakan di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Gerakan penetrasi pasar ini difokuskan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita yang terjadi sejak Mei 2026.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Mirliansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Perum Bulog Wilayah Lampung, serta bidang perdagangan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

“Gerakan penetrasi pasar ini bertujuan untuk menekan laju inflasi daerah, khususnya menyikapi kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita yang terjadi sejak Mei 2026. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Mirliansyah.

Di Kabupaten Lampung Selatan sendiri, kegiatan penetrasi pasar dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Pasar Kalianda, Pasar Sidomulyo, dan Pasar Katibung.

Pelaksanaan di Pasar Kalianda berlangsung pada 9-10 Juni 2026, kemudian dilanjutkan di Pasar Sidomulyo pada pekan depan dan ditutup di Pasar Katibung pada akhir Juni 2026.

Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif apabila terdapat tambahan pasokan dari Bulog. Jika stok tersedia, kegiatan serupa akan diperluas ke Pasar Bakauheni guna menjawab laporan kekosongan stok Minyakita yang sempat terjadi di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas strategis dengan harga lebih terjangkau, yakni beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta Minyakita kemasan 2 liter seharga Rp31.000.

Khusus pembelian Minyakita, masyarakat diwajibkan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena jumlah stok yang tersedia masih terbatas.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak kegiatan dimulai. Seluruh komoditas yang disediakan selalu habis terjual, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga yang lebih stabil di tengah fluktuasi pasar.

Menurut Mirliansyah, tingginya respons masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Harapan kami, gerakan penetrasi pasar ini dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil serta mencegah terjadinya lonjakan harga, khususnya untuk komoditas minyak goreng, beras, dan gula,” katanya.

Untuk memastikan informasi kegiatan menjangkau masyarakat secara luas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan menggandeng camat, lurah, kepala desa, serta pengelola pasar dalam melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Melalui gerakan penetrasi pasar ini, Pemkab Lampung Selatan berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan lebih efektif.

 

Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko, Pemkab Lampung Selatan Percepat Implementasi SPIP Terintegrasi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, profesional, dan berintegritas melalui penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi serta Manajemen Risiko.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat penyelesaian penilaian mandiri SPIP yang saat ini baru mencapai 25 dari 53 perangkat daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SPIP Terintegrasi dan Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhammad Darmawan, mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Hadir pula Inspektur Kabupaten Lampung Selatan Badruzzaman, para kepala perangkat daerah, camat, serta peserta bimtek lainnya.

Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provinsi Lampung, Ade Apriyanto, mengatakan bahwa Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah yang masuk dalam target pembinaan SPIP tahun 2026 bersama sejumlah pemerintah daerah lainnya di Provinsi Lampung.

Menurut Ade, setelah pemerintah daerah menyelesaikan penilaian mandiri dan proses penjaminan kualitas, hasilnya dapat diajukan kepada BPKP Perwakilan Lampung untuk dilakukan evaluasi tingkat maturitas SPIP.

Ia menegaskan bahwa penerapan SPIP saat ini tidak lagi sekadar berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi harus benar-benar menjadi bagian dari proses kerja dan tata kelola pemerintahan sehari-hari.

“SPIP bukan merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh bagian tertentu saja, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh ASN, mulai dari kepala daerah hingga pelaksana di tingkat paling bawah,” ujar Ade.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa seluruh program, kegiatan, dan pengambilan keputusan dalam pemerintahan harus berlandaskan prinsip-prinsip SPIP agar risiko dapat diminimalkan dan penyelenggaraan pemerintahan berjalan lebih efektif.

Sementara itu, Muhammad Darmawan menegaskan bahwa SPIP dan manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Menurutnya, implementasi SPIP dan manajemen risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab Inspektorat, melainkan harus menjadi komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengawasi setiap program dan kegiatan pemerintahan.

Namun demikian, Darmawan mengungkapkan bahwa progres pengisian penilaian mandiri SPIP terintegrasi di lingkungan Pemkab Lampung Selatan masih memerlukan perhatian serius.

“Saat ini progres pengisian penilaian mandiri SPIP terintegrasi baru mencapai 25 dari 53 perangkat daerah. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Darmawan.

Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah segera mempercepat penyelesaian penilaian mandiri SPIP, menyusun risk register, serta memperkuat langkah-langkah pengendalian sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Darmawan menekankan bahwa tujuan utama penerapan SPIP bukan semata-mata mengejar nilai maturitas, melainkan membangun birokrasi yang bersih, efektif, minim risiko, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Melalui penguatan budaya pengendalian dan manajemen risiko, kita berharap mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik dalam mendukung Lampung Selatan Maju dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Darmawan.

 

Jamaah Haji Kloter 7 Asahan Tiba di Tanah Air, Satu Orang Masih Dirawat di Tanah Suci

MEDAN -(deklarasinews.com)- Sebanyak 234 orang jamaah haji Kloter 7 Kabupaten Asahan tiba kembali di tanah air dan disambut secara resmi di Asrama Haji Medan, Selasa siang (9/6/2026). Penyambutan berlangsung khidmat mulai pukul 12.20 WIB dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta instansi terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Asahan Rianto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Zulkifli Sitorus, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. Zulkifli Sitorus menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah. “Selamat kembali di tanah air. Semoga ibadah haji yang telah Bapak dan Ibu laksanakan diterima Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati Asahan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warganya, serta menegaskan komitmen pihaknya memberikan pelayanan terbaik mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto menyampaikan rasa syukur dan doa dari pemerintah daerah. “Selamat kembali di tanah air tercinta. Kami mendoakan agar amal ibadah Bapak Ibu menjadi haji yang mabrur, membawa perubahan sikap dan kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan kondisi terkini jamaah. Dari total 234 orang, seluruhnya dalam keadaan sehat walafiat. Namun terdapat satu orang jamaah, Muhammad Yusuf Siregar asal Kecamatan Tinggi Raja, yang sementara masih berada di Tanah Suci untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, sambutan, dilanjutkan dengan pengalungan selempang penghargaan kepada Ketua Kloter dan Dokter Kloter 7 oleh Wakil Bupati Asahan. Pemberian tersebut sebagai bentuk apresiasi atas pengawalan dan pelayanan yang diberikan selama perjalanan ibadah berlangsung.(Jun)

Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI, Gubernur Mirza: Bawa Energi Baru bagi Pengusaha Muda Indonesia

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut jajaran pengurus pusat dan daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam acara Ramah Tamah Jamuan Makan Malam yang berlangsung di Mahan Agung, Selasa malam (9/6/2026).

​Acara ini digelar sebagai rangkaian penyambutan menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI yang dijadwalkan berlangsung di Novotel Bandar Lampung pada 10-11 Juni 2026. Agenda nasional ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 3.000 peserta dan tamu undangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain membahas agenda strategis organisasi, Munas kali ini juga mengagendakan pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI periode mendatang dan dijadwalkan dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

​Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Munas HIPMI tahun ini.

​”Saya sangat senang sekali, kami sangat berbangga sekali, Provinsi Lampung tahun ini menjadi tuan rumah Munas, diberi kepercayaan oleh BPP HIPMI sebagai tuan rumah Munas HIPMI di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

​Gubernur yang juga merupakan mantan Ketua BPD HIPMI Lampung tersebut mengisahkan perjalanan emosionalnya selama 20 tahun bernaung di organisasi pengusaha muda ini. Baginya, Munas memiliki esensi yang jauh lebih besar daripada sekadar suksesi kepemimpinan.

​”Saya rasa selain Munas, selain pemilihan Ketua Umum, ada energi-energi yang dibawa oleh BPD-BPD se-Indonesia ketika kembali untuk menjalankan organisasi-organisasi ini. Semoga Munas di Lampung ini akan memberikan energi yang sangat luar biasa bagi seluruh BPD di seluruh Indonesia,” tambahnya.

​Gubernur selanjutnya memaparkan kondisi fundamental ekonomi Lampung yang saat ini tengah mengalami tren positif yang signifikan. Lampung mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen, sebuah capaian yang berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional setelah hampir sepuluh tahun terakhir. Dua motor penggerak utama pertumbuhan tersebut adalah sektor pertanian dan pariwisata, di mana kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung pada tahun lalu melonjak hingga 10 juta kunjungan, melampaui statistik kunjungan ke Bali.

​Gubernur menilai, geliat ekonomi di tingkat akar rumput ini tidak terlepas dari intervensi kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi dari bawah ke atas (bottom-up economic) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini sukses mendongkrak harga komoditas pertanian serta meningkatkan daya beli masyarakat perdesaan, yang terlihat dari naiknya indeks pembelian kendaraan bermotor dan hewan ternak secara signifikan.

​Meski demikian, Gubernur mengingatkan adanya tantangan baru terkait kesiapan sumber daya manusia di daerah yang belum sepenuhnya terlatih dalam mengelola potensi usaha secara mandiri. Untuk itu, ia menaruh harapan besar agar HIPMI mengambil peran strategis sebagai inkubator wirausaha hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

​”Harapan saya ke depan, teman-teman sekalian, semoga HIPMI ke depan bisa terus menciptakan wirausahawan baru, terutama di daerah desa-desa, terutama di kecamatan-kecamatan. Karena saya Gubernur, saya melihat, tidak ada cara lain untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kecuali mendorong para pengusaha,” tegasnya.

​Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat datang kepada para peserta Munas serta mengajak para pengusaha nasional untuk tidak ragu mengeksplorasi peluang investasi serta menikmati keindahan wisata dan kekayaan kuliner yang ada di Provinsi Lampung.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, mengungkapkan bahwa sinergitas antara Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sangat andal dalam mengawal persiapan agenda nasional ini.

​”Pak Gubernur sama Forkopimda sangat men-support acara Munas HIPMI, sehingga habis landing langsung meeting-meeting, gladi sama protokoler, dan di-support sama Pak Gubernur dan seluruh Forkopimda. Kita berikan apresiasi dan applause terhadap Pemprov Lampung,” ujar Akbar di hadapan ratusan pengusaha muda dari seluruh tanah air.

Melalui momentum jamuan makan malam tersebut, BPP HIPMI berharap keakraban serta jalinan silaturahmi antar-kader pengusaha muda dari 38 provinsi dapat terajut semakin kuat. Terlebih, Gubernur Lampung saat ini juga merupakan bagian dari keluarga besar organisasi tersebut selaku mantan Ketua Umum BPD HIPMI Lampung.

​”Kami berharap acara malam ini bisa intimate, bisa menambah keakraban kita, dan menyambung silaturahmi kita, dan besok juga acara Munasnya juga bisa dengan kita laksanakan dengan riang dan gembira,” tambah Akbar.

Founder HIPMI sekaligus Mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latief mengenang kembali latar belakang historis pendirian HIPMI pada tahun 1972. Terinspirasi dari riset entrepreneurship di 23 negara, ia menegaskan mimpi besar yang mendasari HIPMI adalah melahirkan pengusaha yang nasionalis dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

​”Saya bilang, HIPMI akan saya dirikan organisasi yang melahirkan entrepreneurs nasionalis. Patriot! Pengisi kemerdekaan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tapi sampai hari ini kita belum menjadi tuan rumah. Belakangan hilirisasi itu, itulah menjadi tuan rumah yang diperjuangkan sekarang,” ujar Abdul Latief.

​Tokoh senior nasional tersebut selanjutnya mengapresiasi posisi HIPMI yang konsisten berada dalam sirkulasi strategis pembangunan nasional, termasuk kontribusi nyata 12 kader terbaik HIPMI yang saat ini dipercaya memperkuat jajaran Kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia mengimbau agar seluruh komponen pengusaha muda merapatkan barisan guna menyukseskan program ekonomi pemerintah.

Menjelang agenda pemilihan internal organisasi, Abdul Latief menggaungkan kembali falsafah dasar HIPMI, yakni “Abang yang tua dihormat, yang muda disayang”. Ia meminta agar iklim kompetisi di tubuh HIPMI senantiasa berlandaskan asas kekeluargaan demi keberlanjutan organisasi ke depan.

​”Tapi ingat, bertanding, bersanding. Nanti yang tidak menang dari yang empat, jangan mutung. Duduk sama-sama bersanding. Ini harus kita lakukan sama-sama untuk mempersatukan organisasi yang baik ini untuk ke depan,” pungkasnya.

​Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Anggota DPR RI Muhammad Kadafi, Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi Heldy Satrya Putera, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta para ketua BPD HIPMI dari seluruh provinsi di Indonesia.

Bupati Pringsewu Ikuti RDP Tiga Kementerian Dengan Komisi II DPR RI Secara Virtual

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengikuti acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian PAN RB dengan Komisi II DPR RI terkait Permasalahan PPPK dan Honorer serta Relaksasi Kebijakan dan Penyusunan Regulasi atas Besaran Belanja Pegawai di Pemerintah Daerah yang melebihi 30% APBD.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Ir.M.Andi Purwanto, S.T., M.T. dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Pringsewu Arif Nugroho, S.E., M.P.  beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengikuti secara virtual melalui Video Conference dari Ruang Rapat Bupati Pringsewu, pada Senin (8 Juni 2026).

Pada Rapat Dengar Pendapat tersebut, Menteri Dalam Negeri M.Tito Karnavian memastikan bahwa pemerintah tidak berharap adanya opsi pemberhentian para pegawai. Menteri Dalam Negeri juga memaparkan beberapa strategi penyesuaian postur belanja pegawai maksimal 30% sebagaimana amanat Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah mulai 2027 mendatang.

Dari sisi belanja, Mendagri mendorong pemerintah daerah agar tegas tidak merekrut maupun memberhentikan pegawai yang sudah ada. Sedangkan dari sisi pendapatan, agar pemerintah daerah kreatif dalam meningkatkan PAD. Disamping mengoptimalikan BUMD sebagai instrumen peningkatan PAD masing-masing daerah. [Mulia Mega]

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Pemkab Pesisir Barat Dengan Balai Basar TNBBS

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) resmi memperkuat sinergytas pembangunan akses jalan menuju Way Hau segerara berlajut dan terwujut dan telah melakukan penandatanganan  Perjanjian Kerja Sama Penandatanganan PKS dilakukan oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, bersama Balai Besar TNBBS di Ruang Rapat Payung Agung, Gedung A Lantai 4, Selasa (9/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, S.H., M.Kn., Plh. Sekretaris Daerah Ir. Armand Achyuni, Kepala Balai Besar TNBBS Hifzon Zawahiri, S.E., M.M., beserta jajaran, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mesrawan, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Amrul Haq, S.E., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian M. Belly Oscar, S.H., M.H., Kepala Bagian Pemerintahan Muhamad Ikhsan Haqiqi, S.IP., M.IP., serta perwakilan Yonif TP 944/RSC.

Penandatanganan PKS tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Balai Besar TNBBS guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi sebagai aset penting bagi keberlangsungan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kerja sama yang dituangkan dalam PKS berpedoman pada prinsip 3P, yakni pemanfaatan, perlindungan, dan pengamanan kawasan konservasi.

Menurutnya, seluruh aspek teknis yang menjadi ruang lingkup kerja sama telah diatur secara resmi dalam dokumen PKS. Ruang lingkup tersebut mencakup pembangunan jalan patroli yang diberikan izin dengan lebar 2 meter serta bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kiri dan kanan. Selain itu, pembangunan jembatan dan infrastruktur pendukung lainnya juga telah disepakati sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

“Semua ruang lingkup kerja sudah kita masukkan dalam PKS, sehingga bersifat resmi dan sesuai prosedur,” ujar Hifzon.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses yang selama ini mengalami keterbatasan, tanpa mengesampingkan fungsi utama kawasan konservasi sebagai wilayah perlindungan ekosistem.

Sementara itu, Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan bahwa penandatanganan PKS tersebut merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan.

Menurut Bupati, pembukaan akses menuju Way Haru menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang telah direncanakan sejak awal masa kepemimpinannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa salah satu ruang lingkup utama dalam kerja sama tersebut adalah peningkatan dan pemeliharaan jalan patroli sepanjang 6,2 kilometer beserta jembatan penghubung di Zona Khusus Way Heni–Way Haru. Program tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Peningkatan akses jalan ini akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pendidikan, layanan kesehatan, dan konektivitas antarwilayah. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin berkembang,” ujar Bupati Dedi Irawan.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan harus berjalan secara seimbang dan saling mendukung. Kawasan konservasi yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat ekologis yang besar, sementara masyarakat yang sejahtera akan menjadi mitra utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Selain itu, Bupati Dedi Irawan menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar TNBBS atas komitmen dan sinergi yang telah terjalin selama ini. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam memperkuat perlindungan kawasan, mendukung pemulihan ekosistem, mengembangkan potensi wisata alam berkelanjutan, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan atas komitmen dan sinergi yang telah terjalin. Semoga kerja sama ini memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang,” tutup Bupati.

Melalui penandatanganan PKS ini, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Balai Besar TNBBS menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, memperkuat perlindungan kawasan konservasi, meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju Way Haru, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan.(Arnanden)

Ketua TP PKK Lampung Ajak PWP SS Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menghadiri Pelantikan Pengurus Daerah Perkumpulan Wanita Palembang Sumatera Selatan (PWP SS) Provinsi Lampung serta Pengurus Cabang Lampung Selatan dan Pesawaran yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Lampung, Selasa (9/6/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Susantini Sani kembali dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Daerah PWP SS Provinsi Lampung. Selain itu, Sri Supatma dilantik sebagai Ketua PWP SS Cabang Lampung Selatan dan Nurhayati sebagai Ketua PWP SS Cabang Pesawaran.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan kesempatan untuk mengabdikan diri, berbuat kebaikan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat pengabdian yang tulus harus menjadi landasan dalam menjalankan organisasi,” ujarnya.

Menurut Batin Wulan, sapaan akrab Ketua TP PKK Provinsi Lampung, keberadaan PWP SS memiliki peran strategis dalam memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya daerah, serta mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Provinsi Lampung.

Ia menilai hubungan historis dan budaya antara Lampung dan Sumatera Selatan menjadi modal penting dalam membangun sinergi yang lebih kuat. Melalui kolaborasi yang erat, kedua daerah dapat terus menjaga warisan budaya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

“PWP SS telah menunjukkan kiprahnya melalui berbagai kegiatan sosial yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Di tengah masyarakat yang membutuhkan, organisasi perempuan harus hadir dan mengambil peran,” katanya.

Sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Pembina PWP SS Provinsi Lampung, Batin Wulan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program organisasi yang sejalan dengan upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga sejahtera di Provinsi Lampung.

Ia berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan berbagai elemen masyarakat.

“PWP SS bukan hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus menjadi ruang untuk membangun sinergi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Hanita Farial, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PWP SS dalam menjaga kerukunan sosial dan melestarikan budaya di tengah keberagaman masyarakat Lampung.

Ia mengatakan organisasi kedaerahan seperti PWP SS memiliki peran penting dalam mempererat tali persaudaraan, membangun kepedulian sosial, serta meningkatkan kapasitas perempuan agar dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah.

“Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang berkualitas, dan dari perempuan yang berdaya akan tumbuh masyarakat yang maju,” ujar Hanita.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan UMKM, serta pemberdayaan perempuan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Hanita berharap kepengurusan baru PWP SS mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan dan menjaga kerukunan sosial di Provinsi Lampung.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat PWP SS, Anisa Djuita, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya kembali Susantini Sani sebagai Ketua Pengurus Daerah PWP SS Provinsi Lampung.

Menurutnya, terpilihnya kembali Susantini merupakan bentuk kepercayaan anggota atas keberhasilan kepemimpinan yang telah ditunjukkan selama periode sebelumnya.

“Saya berharap berbagai prestasi yang telah dicapai dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Pengurus Daerah Lampung telah menjadi salah satu contoh terbaik di lingkungan PWP SS karena keberhasilan program-program kerja yang dijalankan selama tiga tahun terakhir,” kata Anisa.

Ia juga mengajak seluruh pembina, penasihat, dan jajaran pengurus untuk terus memberikan dukungan kepada kepengurusan yang baru agar organisasi dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PWP SS Provinsi Lampung untuk memperkuat peran organisasi dalam melestarikan budaya, meningkatkan kepedulian sosial, memberdayakan perempuan, serta mempererat persaudaraan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Lampung yang maju, harmonis, dan sejahtera. (Red).

Pemprov Lampung Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Agenda nasional ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah sekaligus menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan agar lebih tepat sasaran.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat membuka acara Pencanangan dan Komitmen Bersama untuk Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, kantor Gubernur Lampung, Selasa (09/06/2026).

“Mari jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan Lampung yang lebih maju, produktif, inklusif, dan berdaya saing,” ujar Wagub Jihan.

Menjawab kekhawatiran publik mengenai potensi penipuan atau penyalahgunaan data, Wagub Jihan memastikan bahwa seluruh petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) telah dibekali atribut resmi dan tanda pengenal khusus yang dilengkapi dengan barcode.

“Nanti silakan kalau kurang percaya atau ragu-ragu untuk menerima mereka, silakan dicek saja kelengkapan atributnya untuk bisa nanti berdiskusi dan komunikasi lebih lanjut,” tutur Wagub.

Selain itu, Pemprov Lampung menjamin bahwa seluruh data yang diberikan oleh masyarakat dan pelaku usaha akan dijaga ketat kerahasiaannya sesuai undang-undang yang berlaku. Hasil sensus hanya akan disajikan dalam bentuk data agregat (kelompok) untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan, bukan sebagai dasar pemungutan pajak.

Sebagai bentuk keseriusan, Wagub Jihan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung mengawal pelaksanaan sensus di lapangan jika waktu memungkinkan. Ia juga menginstruksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak aktif. Pemerintah Kabupaten/Kota pun diminta mengintensifkan sosialisasi hingga ke tingkat RW, RT, dan masyarakat luas dengan pendekatan kearifan lokal agar petugas mendapat kelancaran serta jaminan pengamanan saat mendata.

“Dengan kebersamaan dan partisipasi aktif seluruh pihak, saya optimistis Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Lampung dapat berjalan sukses,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmad Riswan Nasution menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Wagub beserta jajaran Pemprov Lampung. Menurut Riswan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan mandat negara yang hadir untuk memotret secara riil di mana letak kekuatan ekonomi Lampung saat ini. Melalui sensus ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran jelas berbagai hal, seperti :

– Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru

– Perkembangan sektor usaha dan kondisi dunia kerja

– Tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha dan masyarakat.

Bagi pelaku usaha sendiri, hasil sensus ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai peta peluang untuk melihat sektor bisnis apa yang paling potensial dan menguntungkan di masa depan. (Red).