Wagub Jihan Dorong Kolaborasi Hexahelix, Wujudkan Guru Profesional dan Siap Hadapi Era Digital

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi hexahelix dalam mewujudkan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang profesional, berdaya saing, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan saat menerima kunjungan kerja Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (3/6/2026).

Seperti diketahui konsep hexahelik memadukan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, media massa dan lembaga keuangan.

Dalam pertemuan tersebut, Jihan menekankan bahwa peningkatan kualitas GTK merupakan salah satu faktor utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan global dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, dalam transformasi pendidikan, pemerintah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui kolaborasi hexahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

“Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing generasi penerus bangsa. Karena itu, peningkatan kapasitas GTK harus menjadi perhatian bersama dengan melibatkan seluruh elemen yang ada,” ujar Jihan.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif.

Selain mendorong peningkatan kompetensi, Jihan menilai kolaborasi hexahelix juga menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan kualitas dan kompetensi GTK antarwilayah.

Ia menyampaikan jangan ada lagi perbedaan akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas antara GTK yang berada di perkotaan dan yang bertugas di daerah terpencil.

Menurut Jihan, kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program pengembangan GTK hingga ke wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Dengan demikian, pemerataan kualitas pendidikan dapat diwujudkan secara lebih efektif.

Jihan mengapresiasi atas inisiasi BGTK Provinsi Lampung tersebut sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan kapasitas guru secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan peran BGTK Provinsi Lampung yang selama ini terus berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Jihan menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.(Red)

Gubernur Lampung: Kepemimpinan Baru BGN Momentum Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dan berharap langkah tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berbagai program pemenuhan gizi masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi informasi resmi Pemerintah Berdasarkan keterangan pers Istana, yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Sebelumnya, Nanik S. Deyang telah menjabat sebagai Wakil Kepala BGN sejak September 2025 dan terlibat dalam penguatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan mendukung dan mensupport penuh kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan semakin baik, semakin optimal, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan program yang berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata. Kami berharap berbagai kendala yang selama ini terjadi dapat segera dibenahi sehingga tujuan besar MBG untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai dengan lebih baik,” lanjutnya.

Gubernur menilai berbagai masukan, aspirasi, dan evaluasi yang berkembang selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis perlu menjadi perhatian dalam rangka penyempurnaan tata kelola program. Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai persoalan yang muncul dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat dan tepat.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan terus mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Pada akhirnya, yang menjadi tujuan utama adalah memastikan program-program pemerintah dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kami siap bersinergi dan mendukung berbagai langkah perbaikan yang dilakukan demi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” tutup Gubernur. (Red)

Sambut Kepulangan Kloter Pertama Haji Embarkasi Palembang, Wagub Cik Ujang Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran Haji

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Cik Ujang menyambut kedatangan 443 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Palembang di Aula Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026).

Jemaah yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dan Kabupaten Banyuasin tersebut tiba dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pada kesempatan itu, Cik Ujang mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji di tanah air. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Semoga menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi setiap muslim. Oleh karena itu, semangat ibadah, keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, serta kebersamaan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci harus terus dijaga setelah kembali ke tanah air.

Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya tercermin saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui perilaku yang baik dan kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah haji mengajarkan banyak hal, mulai dari kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan hingga semangat kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diamalkan setelah kembali ke tanah air. Semoga pengalaman spiritual selama berhaji menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Cik Ujang juga mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk menjadikan kepulangan para jemaah haji sebagai momentum memperkuat kehidupan beragama serta mempererat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap para jemaah yang baru kembali dapat menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan agar keberkahan senantiasa hadir dalam kehidupan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cik Ujang menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelenggara ibadah haji yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.

“Terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan ke tanah air dapat berjalan dengan baik berkat dedikasi dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahidin, mengatakan proses pemulangan jemaah kloter pertama berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Ia menjelaskan seluruh unsur penyelenggara terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman hingga seluruh kloter tiba kembali di daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji kloter pertama berjalan dengan baik. Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah dan berharap kemabruran hajinya dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga.

Suasana penyambutan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Tangis syukur mewarnai pertemuan para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak lama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian para jemaah untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Ning)

Pemprov Lampung Dorong Kesadaran Pajak Lewat Program Diskon PKB dan Penghapusan Denda

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun 2026 sebagai upaya mendorong kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung percepatan pembangunan.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan program yang berlangsung hingga Agustus 2026 tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan kendaraan bermotor, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Selain bertujuan meringankan masyarakat dalam membayar pajak, kami juga berharap program ini dapat menstimulus partisipasi masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor serta membantu pendataan kendaraan yang aktif di Provinsi Lampung,” ucap Wagub saat meluncurkan program tersebut di halaman UPTD Wilayah I Samsat Bandar Lampung, Selasa (2/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wagub Jihan juga meninjau langsung layanan di UPTD Wilayah I Samsat Bandar Lampung, mulai dari loket pendaftaran, area pemeriksaan fisik kendaraan, hingga loket pembayaran.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama pelaksanaan Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026. Dalam kegiatan itu, Wagub didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Wadirlantas Polda Lampung, Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Lampung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam program tersebut, Pemprov Lampung memberikan sejumlah insentif kepada wajib pajak kendaraan bermotor. Salah satunya berupa keringanan bagi kendaraan yang memiliki tunggakan pajak selama satu hingga lima tahun.

Melalui skema tersebut, pemilik kendaraan hanya diwajibkan membayar pajak berjalan satu tahun ditambah 50 persen dari nilai pajak tahun berjalan sebagai pengganti tunggakan. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemilik kendaraan yang selama ini menunggak untuk kembali aktif membayar pajak.

Selain itu, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang selama ini patuh membayar PKB. Bentuk penghargaan tersebut berupa diskon pajak mulai dari 5 persen hingga 25 persen.

Diskon sebesar 5 persen diberikan kepada wajib pajak yang membayar PKB tepat waktu. Sementara diskon 15 persen diberikan kepada pemilik kendaraan yang tercatat membayar pajak secara berturut-turut selama empat tahun di Provinsi Lampung.

Adapun diskon 20 persen diberikan kepada wajib pajak yang konsisten membayar PKB selama empat tahun berturut-turut dan memiliki kendaraan berusia di atas 10 tahun. Sedangkan diskon tertinggi sebesar 25 persen diberikan kepada wajib pajak yang tidak pernah menunggak selama empat tahun berturut-turut dengan usia kendaraan lebih dari 15 tahun.

Pemprov Lampung juga memberikan insentif untuk proses balik nama dan mutasi kendaraan dalam daerah. Pemilik mobil memperoleh diskon PKB tahun berjalan sebesar 25 persen, sedangkan pemilik sepeda motor mendapatkan diskon sebesar 50 persen.

Bagi kendaraan yang melakukan mutasi masuk ke Provinsi Lampung, pemerintah memberikan diskon pajak sebesar 50 persen pada tahun pertama dan 50 persen pada tahun kedua. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan validitas data kendaraan yang beroperasi di Lampung sekaligus memperluas basis penerimaan daerah.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menghapus denda keterlambatan PKB serta membebaskan pajak progresif selama program berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak tanpa membebani masyarakat.

Wagub Jihan menegaskan program keringanan tahun 2026 berbeda dengan program pemutihan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Menurut dia, kebijakan kali ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini tertib membayar pajak.

“Biasanya yang mendapatkan manfaat lebih besar adalah yang menunggak. Tahun ini kami juga memberikan keringanan kepada masyarakat yang selama ini taat membayar pajak melalui diskon 5 sampai 25 persen,” ujar Wagub.

Wagub juga menjelaskan bahwa peningkatan kepatuhan pajak akan berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan. Salah satu prioritas pembangunan saat ini adalah peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai lebih dari 90 persen pada tahun 2029. Target tersebut membutuhkan dukungan pendapatan daerah yang kuat dan berkelanjutan.

“Kalau partisipasi masyarakat meningkat, maka PAD yang masuk ke Provinsi Lampung akan semakin besar sehingga percepatan pembangunan jalan dan jembatan dapat terealisasi lebih cepat,” katanya.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Polda Lampung. Wadirlantas Polda Lampung AKBP Benny Prasetya menyatakan pihaknya siap bersinergi dengan Bapenda dan Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama program berlangsung.

Program keringanan pajak ini dijadwalkan berlangsung sejak 1 Juni hingga akhir Agustus 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan yang telah disediakan pemerintah.

Untuk pembayaran PKB tahunan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Samsat Keliling, Samsat Mall, Samsat Desa, Samsat Kontainer, aplikasi e-Signal, maupun e-Samdes. Sementara layanan perpanjangan STNK dan penggantian pelat kendaraan tetap dapat dilakukan di Samsat Induk dan Samsat Drive Thru.

Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Lampung Amaluddin Salam mengatakan pihaknya turut mendukung program tersebut dengan memberikan penghapusan sanksi administrasi SWDKLLJ akibat keterlambatan pembayaran.

Menurut data yang disampaikan Jasa Raharja, terdapat sekitar 751.361 kendaraan roda dua dan roda empat di Lampung yang masih menunggak pajak selama satu hingga lima tahun. Potensi tersebut menjadi sasaran utama program keringanan tahun ini.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus memperkuat pendapatan asli daerah yang nantinya dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta berbagai program kesejahteraan.

Karena itu, masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Lampung diimbau memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kepatuhan membayar pajak tidak hanya membantu meringankan beban administrasi kendaraan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mempercepat pembangunan dan kemajuan Provinsi Lampung.

 

Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Pemprov Lampung Tegaskan Semangat Kebhinekaan

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (01/06/2026).

Momentum ini menjadi penegasan komitmen Pemprov Lampung dalam memperkuat nilai persatuan, menjaga harmonisasi masyarakat, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Upacara dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Intan, Kristomei Sianturi, membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi nasional agar nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kristomei saat membacakan sambutan Kepala BPIP.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai, nilai luhur Pancasila sangat relevan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, sekaligus menjadi fondasi penting menghadapi tantangan global dan dinamika geopolitik dunia.

Melalui momentum ini, Pemprov Lampung juga menegaskan dukungannya terhadap penguatan ideologi Pancasila melalui pembangunan yang berkeadilan, pelayanan publik yang inklusif, serta penguatan karakter kebangsaan di tengah masyarakat.

Dalam amanat Kepala BPIP juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi, di antaranya melalui keterlibatan aktif dalam pasukan perdamaian PBB dan mediasi berbagai konflik regional sebagai implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selain itu, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar simbol atau teks sejarah semata.

Kepala BPIP juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan berlandaskan nilai keadilan sosial, melindungi hak masyarakat kecil, serta tegas melawan intoleransi dan radikalisme.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh elemen masyarakat kembali meneguhkan komitmen kebangsaan untuk terus merawat persatuan, menjunjung tinggi religiusitas, serta memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.

Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Pemprov Sumsel Dukung Kemajuan Pondok Pesantren

OKI -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk terus mendukung kemajuan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Subulul Falah di Desa Tulung Harapan, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (31/5/2026).

Menurut Cik Ujang, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan, moral, dan persatuan bangsa.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan pondok pesantren. Kami ingin pesantren terus berkembang, semakin maju, dan semakin banyak melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Cik Ujang juga menyampaikan ucapan selamat kepada para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan orang tua dan para guru.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh santri dan santriwati yang hari ini telah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Subulul Falah. Ini merupakan momen yang membanggakan bagi seluruh keluarga besar pondok pesantren,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas dengan berbagai tantangan dan tanggung jawab.

Menurutnya, para santri harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Jangan pernah berhenti belajar. Lanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan raih cita-cita yang diinginkan. Namun, jangan pernah meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak yang telah diajarkan para guru di pesantren,” pesannya.

Cik Ujang menilai lulusan pesantren memiliki keistimewaan karena dibekali ilmu agama, pembinaan akhlak, dan nilai-nilai kehidupan yang kuat. Bekal tersebut menjadi modal penting untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

“Alumni pesantren memiliki kelebihan yang luar biasa. Mereka dapat menjadi pengajar Al-Qur’an, imam salat, penceramah, pembina majelis taklim, sekaligus teladan di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ia mengapresiasi para ustaz dan ustazah yang telah mengabdikan diri mendidik para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Menurutnya, peran guru di lingkungan pesantren sangat strategis karena tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik para santri dengan penuh keikhlasan. Apa yang telah diberikan kepada para santri hari ini insyaallah menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir,” ungkapnya.

Cik Ujang juga mengaku bangga atas berbagai prestasi yang diraih alumni pesantren Sumatera Selatan di berbagai bidang, termasuk dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

“Banyak alumni pesantren yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan di berbagai ajang. Ini menunjukkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berkualitas dan berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, menyebut haflah dan wisuda santri sebagai momentum penting yang menandai keberhasilan proses pendidikan di lingkungan pesantren.

Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menjadi generasi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Muchendi juga menyampaikan harapan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir terkait dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan guna menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(Ning)

Gubernur Herman Deru Dorong Pengembangan Olahraga Padel di Sumsel melalui Turnamen Ende Vol. 1

PALEMBANG -(deklarasinews. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi membuka Turnamen Padel Ende Vol. 1 yang digelar di Ende Padel, Taman Kenten, Palembang, Sabtu (30/5/2026).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan antusias dari para pecinta olahraga padel di Sumsel. Sebanyak 95 tim turut ambil bagian dalam ajang perdana yang diharapkan menjadi momentum perkembangan olahraga padel di daerah ini.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Ende Vol. 1 yang dinilainya sebagai langkah positif dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga. Menurutnya, padel merupakan salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah berkembang dan diminati berbagai kalangan.

Selain menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, Herman Deru menilai olahraga padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Selatan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dalam berolahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Herman Deru.

Ia berharap olahraga padel dapat terus berkembang di Sumatera Selatan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Ende Vol. 1 menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Gubernur Sumsel dalam pembukaan turnamen tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi komunitas padel untuk terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa Ende Padel tidak hanya disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat.

“Kami ingin Ende Padel menjadi rumah sehat bersama, tempat masyarakat dapat berolahraga, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir. Kami mohon bimbingan serta dukungannya untuk memberikan semangat kepada para padeler yang bertanding,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Ende Vol. 1, para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat jejaring persahabatan antarkomunitas olahraga. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendorong peningkatan prestasi olahraga padel sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.(Ning)

Permintaan Kurban Meningkat, Penjualan Sapi Lampung Naik 40 Persen dan Domba 121 Persen

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional dengan meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban pada Tahun 2026.

Peningkatan signifikan terjadi pada komoditas sapi dan domba yang menjadi penopang utama kebutuhan kurban di berbagai daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, mengatakan tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung semakin dipercaya masyarakat.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Sementara itu, penjualan kerbau meningkat dari 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau naik sebesar 39,25 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.

Di sisi lain, ternak kambing mengalami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun sebesar 2,38 persen.

Menurut Lili Mawarti, penurunan pada ternak kambing dimungkinkan terjadi karena adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.

Ia menambahkan, data tersebut diperoleh dari data lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.

Selain memenuhi kebutuhan ternak kurban di dalam Provinsi Lampung, pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan. Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat. (Red)

Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)— Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional dengan meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban pada Tahun 2026.

Peningkatan signifikan terjadi pada komoditas sapi dan domba yang menjadi penopang utama kebutuhan kurban di berbagai daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, mengatakan tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung semakin dipercaya masyarakat.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Sementara itu, penjualan kerbau meningkat dari 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau naik sebesar 39,25 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.

Di sisi lain, ternak kambing mengalami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun sebesar 2,38 persen.

Menurut Lili Mawarti, penurunan pada ternak kambing dimungkinkan terjadi karena adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.

Ia menambahkan, data tersebut diperoleh dari data lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.

Selain memenuhi kebutuhan ternak kurban di dalam Provinsi Lampung, pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan. Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat.(Red)

Gubernur Herman Deru Tekankan Kader NU Harus Solutif dan Menjaga Toleransi Saat Pembekalan PD-PKPNU Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Sumsel agar mampu melahirkan kader yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam materi pembekalannya, Herman Deru mengaku memiliki kedekatan panjang dengan NU. Ia menyebut telah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel dan banyak mendapatkan pelajaran dari organisasi tersebut.

“Saya sudah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel. Saya sendiri mendapat banyak ilmu dan kita yakini bahwa organisasi ini memiliki hirarki yang jelas,” katanya.

Menurut Herman Deru, suasana NU saat ini terasa semakin hidup dan universal. Ia menilai perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta perubahan kultur masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi para kader NU.

“Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini NU memiliki peran besar di Sumsel dan para kader harus mampu menjadi aktor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus perubahan.

“Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” katanya.

Menurut Herman Deru, di era keterbukaan informasi saat ini masyarakat tidak bisa lagi membendung arus informasi, baik di sektor umum maupun keagamaan. Karena itu, moderasi dan sikap bijak menjadi sangat penting.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik yang rendah meskipun memiliki masyarakat multikultural.

“Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur. Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat menjadi modal sosial yang kuat bagi Sumsel dalam menjaga persatuan dan toleransi.

“Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang dinilai semakin mendorong sikap individualistis di masyarakat, terutama pascapandemi Covid-19.

“Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan pembangunan tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan moral.

“Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah NU yang terus bergerak dalam pembangunan sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” katanya.

Di akhir pembekalan, Herman Deru menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki kader NU, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan.

“3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.

Ia berharap Lakpesdam NU Sumsel dapat terus berkembang dan memiliki tempat tersendiri di tingkat nasional.

“Terima kasih atas waktunya. Mudah-mudahan Lakpesdam mendapatkan tempat tersendiri secara nasional dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., M.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan kader NU perlu terus bergerak dan mendapatkan pelatihan agar mampu menjalankan organisasi dengan baik.

“Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya acara ini, termasuk kepada Pemprov Sumsel atas dukungannya,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari para instruktur selama mengikuti pelatihan.

“Mudah-mudahan peserta dapat menyerap ilmu dari instruktur dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Herman Deru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Herman Deru yang juga merupakan Mukhtasar PBNU Sumsel turut memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” ujarnya. (Ning)