Gertak HELAU Dimulai, ASN Lampung Selatan Bergerak Serentak Wujudkan Kalianda Bersih dan Asri

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai melaksanakan Gerakan Serentak Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul (Gertak HELAU), Jumat (8/5/2026).

Gerakan yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Program HELAU itu dilakukan serentak oleh seluruh perangkat daerah di enam titik strategis kawasan kompleks Pemkab Lampung Selatan.

Tak hanya membersihkan sampah biasa, para ASN juga berjibaku mengangkut tumpukan sampah plastik, membersihkan karung-karung bekas, memangkas rumput liar, hingga mengevakuasi material yang menyumbat saluran drainase dan gorong-gorong yang berpotensi memicu banjir saat musim penghujan.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut petugas sempat bergotong royong mengangkat batang pohon kelapa yang tersangkut di dalam selokan.

Proses evakuasi dilakukan bersama-sama dan dibantu sebuah mobil truk yang melintas di lokasi. Aksi spontan itu pun menarik perhatian warga sekaligus menambah semangat peserta dalam membersihkan lingkungan.

Kegiatan Gertak HELAU menyasar sejumlah kawasan penting di Kalianda. Pada lokasi 1, pembersihan dilakukan mulai dari area depan Kodim hingga Samsat Kalianda, sekitar Tugu Pancasila, serta kawasan Gedung Kalianda Convention Center (KCC).

Sementara di lokasi 2, petugas membersihkan kawasan eks Kantor Satpol PP hingga Simpang Kesbangpol dan area Kantor GOW.

Selanjutnya, lokasi 3 meliputi area depan gerbang BPKAD hingga gerbang belakang Sekretariat Daerah, termasuk kawasan eks Kantor Dinas Kominfo dan sekitarnya. Sedangkan lokasi 4 difokuskan pada kawasan Hutan Kota Kalianda.

Untuk lokasi 5, kegiatan dilakukan di sepanjang Jalan Cinta mulai dari simpang tiga arah Ketang hingga depan Masjid Baitul Muttaqin kawasan Ragom. Adapun lokasi 6 dimulai dari turunan Kompleks Ragom hingga eks Kantor Dinas PMD dan depan Gedung PKK.

Koordinator Lokasi 5 yang juga Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata kebijakan Pemkab Lampung Selatan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau.

“Hari ini kita melaksanakan Gertak HELAU dalam rangka implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk mewujudkan Lampung Selatan yang bersih dan asri. Membuat Lampung Selatan menjadi HELAU. Semua perangkat daerah melaksanakan hari ini, bahkan sampai tingkat kecamatan,” ujar Edy.

Menurut Edy, kegiatan Gertak HELAU akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan dievaluasi rutin agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Kegiatan hari ini akan kita evaluasi, rencananya memang akan setiap Jumat. Sebelumnya kita lebih sering dan bukan hal yang baru, kali ini kita masifkan lagi kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lokasi 6 yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anasrullah, menyampaikan bahwa gerakan tersebut menjadi bentuk dukungan seluruh perangkat daerah terhadap program yang digagas Bupati Lampung Selatan.

“Hari ini semua perangkat daerah lagi Gertak HELAU. Alhamdulillah ini sudah mulai bersih, semua bergerak untuk mewujudkan program yang digagas oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, guna mewujudkan Lampung Selatan HELAU,” kata Anasrullah. (Red)

Kabar Baik! Rumah Subsidi Kini Bisa Dicicil 40 Tahun, Menteri PKP RI Maruarar Sirait Sosialisasi di Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI), Maruarar Sirait, di Lampung Selatan, Kamis, 7 Mei 2026.

Kunjungan ini membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembiayaan rumah subsidi dengan bunga ringan dan tenor kredit hingga 40 tahun.

Kunjungan kerja tersebut dipusatkan pada acara Kredit Program Perumahan (KPP) bertajuk Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang digelar di Gedung Parrona, Jalan Terusan Ryacudu, Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung.

Program tersebut menyoroti kolaborasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui dukungan Bank BTN, BP Tapera, PNM, SMF dan sejumlah mitra lainnya.

Masyarakat kini dapat mengakses kredit rumah dengan bunga mulai 5,59 persen per tahun, sekaligus mendapatkan skema cicilan yang lebih ringan.

Menteri PKP RI, Maruarar Sirait mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor perumahan rakyat sebagai bagian dari pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk mempersiapkan kota-kota baru di sekitar Jakarta, Medan, Makassar, Manado dan berbagai daerah lainnya agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru,” ujar Maruarar.

Menurut Maruarar, pemerintah juga terus memperluas kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah layak huni.

Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni memperpanjang tenor kredit rumah subsidi dari 20 tahun menjadi 40 tahun.

“Presiden juga memerintahkan agar masa kredit diperpanjang menjadi 40 tahun sehingga cicilan masyarakat menjadi lebih ringan. Selain itu, BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR di Lampung juga sudah digratiskan,” katanya.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki rumah akibat tingginya cicilan dan biaya administrasi.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama berharap program kolaborasi pembiayaan perumahan itu dapat membuka akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat di daerahnya, khususnya kalangan pekerja dan keluarga muda.

Ia juga berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan dan pengembang dapat mempercepat pemerataan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau dan berkelanjutan.

 

413 Jemaah Calon Haji Lampung Selatan Diberangkatkan, Bupati Egi: Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Agung Kalianda, Selasa (5/5/2026), saat sebanyak 286 jemaah calon haji asal Kabupaten Lampung Selatan resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Pelepasan jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 17 itu dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekda Supriyanto beserta jajaran pejabat daerah.

Momen tersebut menjadi titik awal perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan para jemaah, sekaligus kesempatan untuk memohon doa restu dari keluarga dan masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan, Marwiyah Amin, menjelaskan bahwa total jemaah calon haji asal Lampung Selatan yang tergabung dalam Kloter 17 berjumlah 413 orang, terdiri dari 188 laki-laki dan 225 perempuan.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 286 jemaah mengikuti pelepasan di Masjid Agung Kalianda. Sementara 131 jemaah lainnya telah lebih dulu berada di Asrama Haji dengan pertimbangan tertentu dan menunggu jadwal pemberangkatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, rangkaian perjalanan jemaah dimulai pada 5 Mei 2026 menuju Asrama Haji, dan dijadwalkan bertolak ke Madinah pada 6 Mei 2026.

Adapun jemaah yang dilepas berasal dari sejumlah kecamatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Penengahan, Ketapang, Palas, Sragi, Bakauheni, Sidomulyo, Katibung, dan Way Panji.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa pelepasan jemaah haji selalu menjadi momen penuh emosi, memadukan rasa haru dan kebahagiaan.

“Hari ini adalah momen yang penuh haru dan bahagia. Bapak dan Ibu akan menunaikan niat suci yang telah dipersiapkan sejak lama,” ujarnya.

Bupati Egi mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga ujian kesabaran dan keikhlasan. Ia berpesan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekompakan selama menjalankan ibadah.

“Ibadah haji akan menguji kesabaran dan keikhlasan. Jaga kesehatan, patuhi arahan petugas, dan saling membantu antarjemaah,” pesannya.

Selain itu, ia juga menitipkan nama baik daerah kepada seluruh jemaah. “Saya titip nama baik Lampung Selatan. Jaga sikap, perbanyak dzikir, dan jalankan ibadah dengan penuh keikhlasan,” tambahnya.

Kepada para petugas pendamping, Bupati Egi meminta agar memberikan pelayanan terbaik dengan penuh kesabaran selama mendampingi jemaah di Tanah Suci.

Mengakhiri sambutannya, ia berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

 

Pra FGD I LLTT 2026 Lampung Selatan: Langkah Awal Wujudkan Sanitasi Berkelanjutan dan Lingkungan Lebih Sehat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Lampung menyelenggarakan Pra Focus Group Discussion (FGD) I dalam rangka pendampingan penyiapan implementasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Ruang Vidcon BPBPK Lampung, Kamis (30/4/2026), serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Kepala BPBPK Lampung, Achmad Irwan Kusuma, melalui Kepala Seksi Pelaksanaan 2, Miarka Risdawati, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah strategis dalam menyusun fondasi implementasi LLTT yang realistis, terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh komitmen, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor.

“Layanan Lumpur Tinja Terjadwal tidak bisa berjalan hanya dengan niat baik. Dibutuhkan perencanaan yang matang, perhitungan rasional, serta kesepahaman seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda utama dibahas secara komprehensif, mulai dari penyusunan pola operasi layanan, perhitungan biaya operasi dan pemeliharaan, hingga penyusunan dan reviu tarif retribusi. Selain itu, turut dibahas penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) teknis dan administrasi, serta rencana pelaksanaan sensus terhadap 100 kepala keluarga (KK) sebagai pilot project awal implementasi LLTT.

Pra FGD I ini melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, BPPRD, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam menghadirkan layanan sanitasi yang lebih baik di Kabupaten Lampung Selatan.

Implementasi LLTT tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai gerbang Pulau Sumatera, Lampung Selatan memiliki peran strategis dalam mencerminkan kualitas lingkungan dan pelayanan publik.

Oleh karena itu, penguatan sistem sanitasi menjadi bagian penting dalam mendukung citra daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

Pra FGD I ini pun menjadi pijakan awal yang krusial, tidak hanya dalam aspek perencanaan teknis, tetapi juga dalam membangun komitmen nyata menuju sistem layanan lumpur tinja terjadwal yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Marindo Kurniawan Tinjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru,

LAMSEL -(deklarasinews.com)+ Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, Rabu (29/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan Tahun Ajaran 2026/2027.

Marindo menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendukung siap saat pembangunan rampung.

“Kami memastikan saat waktu penyelesaian nanti, seluruh fasilitas pendukung seperti infrastruktur jalan, penerangan, dan lainnya sudah siap,” ujarnya.

Lokasi sekolah rakyat ini memang dirancang berada di pusat pendidikan di kawasan Kota Baru.

Marindo menyebutkan hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan akan selesai pada 20 Juni 2026.

“Ditargetkan pada minggu ketiga Juni progres sudah mencapai 100 persen. Mudah-mudahan pada waktu tersebut sekolah ini sudah dapat dioperasionalkan,” kata Marindo.

Sekolah rakyat ini merupakan bagian dari program pembangunan 104 sekolah permanen di berbagai daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pelaksanaannya, lahan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, sementara konstruksi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan pendanaan dari APBN.

Berdiri di atas lahan seluas 9,5 hektare, sekolah ini ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik dalam 36 ruang kelas, masing-masing berkapasitas 30 siswa. Jenjang pendidikan yang disediakan meliputi SD, SMP, hingga SMA.

Selain ruang belajar, fasilitas yang disediakan juga mencakup gedung serbaguna, asrama, serta sarana olahraga. (Red)

Duka Sedalam Lautan, Bupati Egi dan Ratusan Jemaah di Kalianda Gelar Salat Gaib untuk Korban Tragedi KAI

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Kalianda pada Rabu siang (29/4/2026). Ratusan jemaah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melaksanakan Salat Gaib dan doa bersama sebagai bentuk solidaritas atas tragedi tabrakan maut kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan selepas Salat Zuhur berjemaah ini dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Turut hadir Sekda Supriyanto, jajaran pejabat utama, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Aksi religi ini ditujukan bagi belasan korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan bentuk empati mendalam dari masyarakat Lampung Selatan terhadap musibah transportasi nasional yang memakan banyak korban jiwa tersebut.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Zuhur berjemaah seperti biasa, namun dilanjutkan dengan Salat Gaib. Ini adalah bentuk ikhtiar batin kita untuk mendoakan seluruh korban tragedi KAI Argo Bromo,” ujar Bupati Egi dengan nada haru.

Dalam doa yang dipanjatkan, Bupati Egi memohon agar seluruh amal ibadah para korban diterima dan segala kekhilafannya diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga memberikan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.

“Kami juga mendoakan para korban yang saat ini masih dalam perawatan agar segera diberikan kesembuhan dan pemulihan, sehingga bisa segera kembali berkumpul bersama keluarga di rumah,” tambahnya.

Tragedi transportasi di Stasiun Bekasi Timur ini menjadi duka bersama sekaligus pengingat bagi seluruh pihak akan krusialnya standar keselamatan dalam transportasi publik.

Melalui Salat Gaib ini, Lampung Selatan mengirimkan pesan persaudaraan dan doa agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

 

Debut Manis! Tim Orado Lampung Selatan Langsung Tembus 3 Besar Kejurnas, Bupati Egi Langsung Beri Reward

LAMSEL  -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga domino. Tim Olahraga Domino (Orado) Lampung Selatan sukses menyabet juara ketiga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orado Tahun 2026.

Atas capaian tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan apresiasi berupa uang pembinaan kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis saat Bupati Egi menerima audiensi pengurus DPC Orado Lampung Selatan di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).

Sebanyak tiga atlet berprestasi masing-masing menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Lampung Selatan. Pemerintah daerah memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para atlet agar terus berprestasi,” ujar Bupati Egi di sela audiensi.

Ketua DPC Orado Lampung Selatan, Akbar Bintang Putranto, mengungkapkan bahwa Kejurnas 2026 merupakan ajang perdana yang diikuti oleh timnya.

Meski berstatus pendatang baru, Tim Orado Lampung Selatan langsung mampu bersaing ketat melawan 72 tim dari 38 provinsi di level nasional dan mengamankan posisi ketiga. Tak hanya atlet, Orado Lampung Selatan kini juga telah memiliki wasit bersertifikat nasional.

Melihat potensi besar ini, Bupati Egi mendorong Orado Lampung Selatan untuk melakukan ekspansi pembinaan. Ia berharap klub-klub Orado dapat tumbuh hingga ke tingkat desa guna menjaring bibit-bibit atlet potensial di masa depan.

“Olahraga domino ini sangat merakyat dan diminati berbagai kalangan. Saya berharap Orado dapat dikembangkan secara terstruktur agar menjadi salah satu cabang olahraga unggulan yang mampu mengharumkan nama daerah secara berkelanjutan,” tambah Egi.

Melalui pemberian uang pembinaan ini, Pemkab Lampung Selatan berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem olahraga, baik yang bersifat tradisional maupun modern, demi mewujudkan generasi muda yang kompetitif dan bermental juara.

 

Wujudkan Akses Kesehatan Lebih Dekat, Bupati Egi Jajaki Kerja Sama dengan RSUD Bandar Negara Husada

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Masyarakat Lampung Selatan, khususnya di wilayah Barat dan Timur, berpeluang mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat.

Hal ini menyusul langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada (RSUD BNH) milik Pemerintah Provinsi Lampung.

Rencana penguatan sistem rujukan ini dibahas dalam audiensi antara jajaran RSUD BNH dengan Bupati Lampung Selatan di ruang kerja Bupati, Rabu (29/4/2026).

Kerja sama ini diproyeksikan untuk memangkas jarak tempuh warga dalam mendapatkan layanan medis lanjutan.

Direktur RSUD BNH, dr. Sri Aryanti, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan rumah sakit provinsi dengan visi pembangunan kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan.

Dengan sistem rujukan lintas sektoral yang lebih kuat, pasien dari puskesmas maupun klinik di Lampung Selatan dapat lebih mudah menjangkau layanan spesialis di RSUD BNH Kompleks Pemerintahan Provinsi Lampung, Kota Baru, Kecamatan Jati Agung.

“Kami ingin meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat dan memudahkan warga Lampung Selatan menjangkau layanan spesialis melalui sistem rujukan yang terintegrasi,” ujar dr. Sri Aryanti saat memaparkan fasilitas rumah sakit yang meliputi rawat jalan spesialistik, laboratorium, radiologi, hingga layanan ambulans.

Bupati Radityo Egi Pratama, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia mengakui adanya aspirasi besar dari masyarakat terkait kebutuhan fasilitas rumah sakit yang lebih terjangkau secara jarak, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota Kalianda.

“Ada aspirasi masyarakat terkait kebutuhan rumah sakit di wilayah barat maupun timur. Dengan hadirnya RSUD Bandar Negara Husada, ini tentu bisa menjadi opsi untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi warga kami,” kata Bupati Egi.

Meski mendukung penuh perluasan akses, Bupati muda ini memberikan catatan kritis terkait kualitas pelayanan. Ia menegaskan bahwa ketersediaan gedung dan alat medis yang canggih harus dibarengi dengan keramahan dan kecepatan penanganan pasien.

“Saya terbuka terhadap semua bentuk kerja sama. Namun saya titip, sisi pelayanan harus terus ditingkatkan. Masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Terkait skema teknis kerja sama, Pemkab Lampung Selatan melalui Bagian Kerja Sama Setdakab akan melakukan kajian mendalam agar implementasi di lapangan berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dekat, cepat, dan berkualitas di Bumi Khagom Mufakat.

Rawat Kebinekaan, Pemkab Lampung Selatan Berangkatkan 90 Peserta Wisata Rohani Lintas Agama

(pelitaekspres.com) – LAMSEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mempertegas komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama dengan memberangkatkan 90 peserta Wisata Rohani Lintas Agama tahun 2026 sebagai langkah nyata penguatan spiritualitas dan moderasi beragama di Bumi Khagom Mufakat.

Kegiatan rutin tahunan ini secara resmi dilepas oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan, Muhammad Darmawan, di GOR Way Handak, Kalianda, pada Rabu pagi (29/4/2026).

Program ini menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam menyentuh kebutuhan batiniah masyarakat di tengah kemajuan fisik daerah.

Sebanyak 90 peserta yang berpartisipasi terdiri dari perwakilan tiga agama, yakni Hindu, Buddha, dan Kristen Protestan, dengan masing-masing kelompok berjumlah 30 orang. Seluruh peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi ibadah dan tempat suci yang relevan dengan keyakinan masing-masing untuk menjalani pembinaan spiritual mendalam.

Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kenyamanan peserta. Rombongan umat Hindu dan Buddha bertolak lebih awal pada pagi hari, sementara peserta dari umat Kristen Protestan dilepas pada sore harinya dengan pendampingan penuh dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan.

“Pagi ini kita tidak hanya melepas sebuah perjalanan fisik menuju tempat-tempat suci. Kita sedang mengantarkan sebuah perjalanan batin, perjalanan nilai, perjalanan penguatan iman dan karakter,” tegas Muhammad Darmawan dalam sambutannya di hadapan para tokoh agama dan keluarga peserta Wisata Rohani.

Darmawan menekankan bahwa pembangunan Lampung Selatan harus berjalan seimbang antara kemajuan infrastruktur fisik dan penguatan kualitas mental masyarakat. Menurutnya, wisata rohani ini merupakan instrumen penting untuk menumbuhkan rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Pemerintah daerah berharap, sekembalinya dari perjalanan ini, para peserta dapat membawa pulang nilai-nilai positif yang mampu diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Keharmonisan lintas iman dianggap sebagai modal utama bagi Kabupaten Lampung Selatan untuk mewujudkan daerah yang aman, maju, dan sejahtera.

Melalui semangat gotong royong yang terus dijaga di Bumi Khagom Mufakat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual personal, tetapi juga memperkokoh fondasi toleransi antarumat beragama di tingkat akar rumput secara berkelanjutan.

 

STQ Lampung Selatan 2026 Ditutup, Sekda Targetkan Juara Provinsi

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, secara resmi menutup gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VII tingkat kabupaten di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, para kepala perangkat daerah, camat se-Lampung Selatan, Ketua LPTQ Lampung Selatan beserta jajaran, dewan hakim, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan bahwa STQ bukan sekadar agenda rutin tahunan atau ajang perebutan piala. Lebih dari itu, STQ merupakan sarana strategis untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

“STQ adalah momentum memperkuat syiar Islam dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Melalui lantunan ayat suci, kita diingatkan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup utama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan bagi para peserta, khususnya para juara, agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, hasil STQ harus menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang dilakukan LPTQ di tingkat kecamatan.

“Para juara akan dipersiapkan melalui pembinaan yang lebih intensif dan terukur. Ini adalah titik awal untuk langkah yang lebih besar ke depan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut memberikan apresiasi kepada dewan juri atas integritas dalam penilaian, serta kepada seluruh peserta dan ofisial yang telah berpartisipasi secara maksimal mewakili kecamatan masing-masing.

Kepada para pemenang, Supriyanto berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab berikutnya adalah membawa nama baik daerah pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Lampung.

Acara penutupan ditandai dengan penyerahan hadiah secara simbolis kepada para juara pertama dari berbagai cabang lomba. Di antaranya, Muh. Doni Saputra untuk cabang Tilawah Qur’an Remaja Putra, Sandi Adi Pratama untuk Hifzil Qur’an 1 Juz Ma’attilawah Putra, serta M. Rafi Alfaris untuk Khattil Qur’an Kaligrafi Kontemporer Putra.

Selain itu, prestasi juga diraih oleh Wike Widianti dari Kecamatan Katibung pada cabang Fahmil Qur’an Grup Putra, Muh. Quraish Shihab dari Katibung pada cabang Makalah Qur’an Putra, serta Erika Tantania Assyifa dari Tanjung Sari pada cabang 500 Hadis Putri.

Dengan berakhirnya STQ ke-VII ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pembinaan generasi Qur’ani semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus mampu mencetak duta-duta terbaik untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.(Red)