Berkah IDS Sumatra 2026: Saat Raungan Mesin Drift Menggerakkan Roda Ekonomi Pedagang Kecil di Way Handak Expo

​LAMSEL -(deklarasinews.com)- Di balik suara mesin yang meraung dan ban yang berdecit di lintasan Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Bukan tentang pembalap atau mobil-mobil bertenaga besar, melainkan tentang para pedagang kecil yang mendadak kebanjiran pembeli.

Sejak ajang balap drift nasional itu digelar di Lapangan Way Handak Expo, Lampung Selatan, Kalianda, denyut ekonomi di sekitar arena ikut meningkat.

Ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan IDS Sumatra 2026 ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari pedagang bakso, pecel, es minuman, hingga warung-warung kecil di sekitar venue.

Di sela ramainya penonton yang lalu-lalang, Malik, pedagang mie ayam bakso yang sehari-hari berjualan di depan Gedung Olahraga Way Handak (GWH), tampak sibuk melayani pembeli. Wajahnya terlihat semringah.

Baginya, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar tontonan otomotif, melainkan harapan baru bagi para pedagang kecil seperti dirinya.

“Harapan kami, mudah-mudahan acara IDS ini ramai sehingga pengunjung juga bisa singgah ke tempat kami. Karena pedagang bukan hanya di dalam venue, tetapi juga ada yang berjualan di luar area acara. Semoga rezekinya bisa dirasakan bersama,” ujar Malik.

Tak jauh dari lokasi Malik, Eli, pedagang soto, pecel, dan minuman dingin di kantin GWH mengaku omzet dagangannya meningkat dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, kehadiran ribuan penonton IDS membawa dampak langsung terhadap penjualan.

“Alhamdulillah pembeli jadi lebih ramai dari biasanya. Harapannya ke depan semakin banyak kegiatan di area GWH supaya kami para pedagang juga terus merasakan peningkatan penjualan,” kata Eli.

Cerita Malik dan Eli menjadi potret kecil dari efek domino yang dihadirkan IDS Sumatra 2026.

Ajang yang untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi drift nasional, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Perputaran uang tidak hanya terjadi di dalam arena, melainkan menjalar hingga ke warung-warung kecil, transportasi lokal, penginapan, hingga destinasi wisata sekitar.

Momentum ini sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk lokal Lampung Selatan. Ribuan penonton dari berbagai daerah menjadi pasar potensial yang memperkenalkan wajah daerah, bukan hanya melalui sport tourism, tetapi juga melalui kuliner dan keramahan masyarakatnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memang menaruh harapan besar pada penyelenggaraan IDS Sumatra 2026.

Bagi pemerintah daerah, event ini bukan semata hiburan otomotif berskala nasional, melainkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.

Dan kini, harapan itu mulai terlihat nyata. Di tengah deru mesin dan asap ban yang mengepul, ada senyum para pedagang kecil yang pulang dengan penghasilan lebih baik dari biasanya.

Karena bagi mereka, IDS Sumatra 2026 bukan hanya soal siapa tercepat di lintasan, tetapi tentang bagaimana sebuah event besar bisa menghadirkan berkah yang benar-benar terasa hingga ke lapak-lapak sederhana di pinggir arena.

 

Ketukan Hati Nurani Bupati Egi Luluhkan PTPN, Redam Jerat Hukum Mbah Mujiran Lewat Jalur Damai

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Harapan agar keadilan restoratif (restorative justice) terwujud dalam kasus pencurian yang menjerat Mbah Mujiran (72), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, akhirnya mulai menemukan titik terang.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sebagai pihak pelapor kini menyatakan kesediaannya untuk menempuh jalur damai dengan Mbah Mujiran. Kesepakatan itu membuka jalan bagi penyelesaian perkara melalui sidang mekanisme keadilan restoratif (MKR) di Pengadilan Negeri Lampung Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 mendatang.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat konferensi pers di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, Sabtu malam (23/5/2026).

Menurut Egi, upaya menghadirkan penyelesaian yang lebih berkeadilan telah dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Kejari Lampung Selatan, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Ia menjelaskan, Kejati Lampung turut mendorong agar proses mediasi dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, sehingga ruang damai bisa benar-benar terbuka.

Upaya itu membuahkan hasil. Dalam mediasi yang berlangsung di rumah dinas bupati pada Jumat malam (22/5/2026), pihak PTPN I menyatakan kesediaannya untuk mendukung proses restorative justice bagi Mbah Mujiran di hadapan Bupati Lampung Selatan.

Egi mengakui, proses menuju kesepakatan tersebut tidak berjalan mudah. Mediasi berlangsung cukup dinamis, terutama karena pada awalnya PTPN I masih berpegang pada keputusan untuk melanjutkan proses hukum demi menjaga aturan internal perusahaan.

Namun, ketika kondisi sosial dan ekonomi keluarga Mbah Mujiran dipaparkan secara utuh, pertimbangan kemanusiaan perlahan mengambil ruang.

“Yang sebelumnya belum memberi ruang untuk memaafkan, Alhamdulillah kemarin pihak PTPN akhirnya bersedia membuka pintu maaf,” kata Egi dengan nada lega.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang bersedia mengedepankan hati nurani demi menghadirkan keadilan yang tidak hanya tegak secara hukum, tetapi juga hidup dalam nilai kemanusiaan.

Senada dengan Bupati, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Suci Wijayanti, menegaskan bahwa langkah restorative justice tersebut selaras dengan arahan Kejaksaan Agung dan Kejati Lampung.

Menurut Suci, hukum memang harus ditegakkan, namun tidak boleh kehilangan sisi humanismenya.

“Meskipun hati nurani tidak tertulis di dalam buku hukum, rasa keadilan dan nilai kemanusiaan harus tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses penegakan hukum di tengah masyarakat,” tegasnya.

Suci mengungkapkan, ruang damai sebenarnya telah terlihat sejak awal proses berjalan. Namun, upaya tersebut sempat terhambat oleh aturan internal PTPN I yang ketat dalam menjaga aset negara.

“Namun akhirnya, setelah dimediasi oleh Pak Bupati, pihak PTPN bersedia menempuh jalan damai,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kejari Lampung Selatan kini tengah berkoordinasi dengan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lampung Selatan untuk mengupayakan penangguhan sekaligus pengalihan penahanan bagi Mbah Mujiran.

“Insyaallah mulai Senin (25/5/2026), proses itu mulai kami dorong. Keluarga tinggal mengajukan surat permohonan penangguhan dan pengalihan penahanan ke pengadilan,” kata Suci.

Sebelum menggelar konferensi pers, Bupati Egi lebih dulu mendatangi kediaman Mbah Mujiran di Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, pada Sabtu siang (23/5/2026).

Kunjungan itu jauh dari kesan formalitas birokrasi. Ia hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah, tetapi sebagai pemimpin yang merespons persoalan dengan empati.

Tak hanya membawa kabar mengenai perkembangan proses hukum, Egi juga menyerahkan bantuan sosial dan tali asih secara langsung kepada keluarga Mbah Mujiran.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari keluarga selama proses hukum berjalan, sekaligus menjadi penguat moral bagi istri dan cucu Mbah Mujiran yang masih menanti kepulangan sang kakek ke rumah. (Red)

Dari Paddock IDS 2026, Bupati Egi Kirim Sinyal Kuat: Lampung Selatan Siap Jadi Motor Baru Sport Tourism

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Deru mesin belum sepenuhnya meraung. Ban-ban drift belum meninggalkan jejak hitam sempurna di lintasan Way Handak Expo, Kalianda.

Namun, Jumat (22/5/2026) siang itu, ada satu pesan penting yang sudah lebih dulu dikirimkan Lampung Selatan kepada publik nasional, daerah ini siap.

Pesan itu hadir lewat langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang datang langsung ke paddock Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 bersama Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Bagi sebagian orang, kunjungan itu mungkin terlihat seperti agenda biasa. Tetapi di balik itu, ada pesan pembangunan yang lebih besar, Lampung Selatan tidak hanya menjadi lokasi event, tetapi sedang memposisikan diri sebagai destinasi sport tourism baru di Sumatra.

Di tengah deretan mobil drift yang terparkir rapi, Egi dan Zita menyusuri paddock, menyapa para pembalap, berdialog dengan komunitas otomotif, dan memastikan setiap detail persiapan berjalan sesuai rencana menjelang kompetisi utama pada 23-24 Mei 2026.

Sekitar 25 mobil drift dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, hingga tuan rumah Lampung Selatan, telah tiba di arena.

Mereka membawa satu hal yang sama, antusiasme untuk menjadikan Indonesia Drift Series (IDS)  Sumatra 2026 sebagai panggung otomotif terbesar di wilayah ini.

Namun bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, event ini lebih dari sekadar balapan.

“Selamat datang di Lampung Selatan, Spirit of Krakatoa. Lampung Selatan memiliki keindahan alam dan potensi luar biasa yang harus terus kita perkenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Egi di sela peninjauan.

Kalimat itu bukan sekadar sambutan. Itu adalah narasi yang ingin dibangun pemerintah daerah, menjadikan olahraga sebagai pintu masuk promosi wilayah.

Karena Egi memahami, ketika ribuan orang datang untuk sebuah event, yang bergerak bukan hanya lintasan, tetapi juga ekonomi.

Hotel-hotel mulai dipenuhi tamu. Penginapan ramai dipesan. Warung makan menerima lebih banyak pelanggan. Pelaku UMKM membuka stand dan berharap dagangannya laris. Sektor jasa lokal ikut merasakan denyut yang meningkat.

“Ajang seperti ini bukan hanya olahraga dan hiburan, tetapi berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, terutama UMKM, pariwisata, dan perhotelan,” kata Egi.

Kabupaten Lampung Selatan sedang mencoba membangun formula baru pembangunan daerah, menghadirkan event nasional, mengundang massa, menciptakan pengalaman, lalu mengubah kunjungan menjadi perputaran ekonomi.

Dan IDS Sumatra 2026 menjadi salah satu panggung penting dari strategi tersebut.

Apalagi, kehadiran IDS Sumatra 2026 diproyeksikan mendatangkan ribuan penonton, komunitas otomotif, kru, hingga wisatawan dari berbagai daerah di Sumatra dan luar pulau.

Way Handak Expo bukan lagi sekadar arena. Ia berubah menjadi etalase daerah.

Di sana, para tamu tidak hanya melihat mobil-mobil drift beradu teknik. Mereka juga diperkenalkan pada wajah lain Lampung Selatan, kuliner khas, keramahan masyarakat, dan lanskap daerah yang selama ini mungkin belum banyak diketahui publik nasional.

Itulah sebabnya, selepas meninjau paddock, rombongan pembalap melakukan konvoi menuju Kantor Bupati Lampung Selatan, sebuah parade yang disambut antusias warga di sepanjang jalan.

Momentum itu memperlihatkan satu hal sederhana namun penting, masyarakat ikut merasa memiliki event ini.

Dan ketika sebuah event sudah menjadi milik bersama, dampaknya biasanya jauh lebih panjang dibanding sekadar dua hari kompetisi.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama peserta dan tamu undangan. Di meja tersaji empek-empek, otak-otak, serta beragam kuliner lokal Lampung Selatan, sentuhan kecil yang justru sering paling diingat para tamu. (Red)

 

IDS Sumatra 2026 Mulai Memanas: Wendy Walters Tiba di Lamsel dan Langsung Jajal Lintasan Way Handak Expo

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suara mesin meraung di arena Way Handak Expo Lampung Selatan, Kalianda, Jumat (22/5/2026), menjadi pertanda bahwa gelaran besar Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 benar-benar tinggal menghitung jam.

Namun, di antara aroma karet terbakar dan panas lintasan yang mulai terasa, satu nama sukses mencuri perhatian para pecinta otomotif: Wendy Walters.

Pembalap perempuan dari Fanchi Motorsport itu resmi tiba di Kalianda dan langsung menjajal lintasan drift di Way Handak Expo Lampung Selatan, lokasi yang akan menjadi pusat perhatian dunia otomotif nasional pada 23-24 Mei 2026.

Kehadiran Wendy bukan sekadar daftar nama peserta. Ia menjadi salah satu sinyal kuat bahwa atmosfer kompetisi mulai memanas.

“Jujur terakhir drifting itu tahun lalu, jadi pas datang ke Lampung Selatan belum sempat latihan sama sekali. Nah ini baru latihan lagi hari ini,” ujar Wendy usai sesi tes drive.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menggambarkan satu hal, bahkan bagi pembalap berpengalaman sekalipun, kembali ke lintasan selalu menghadirkan rasa baru, campuran rindu, adrenalin, dan antusiasme.

Dan Lampung Selatan menjadi panggung comeback kecil itu. Bukan tanpa alasan Wendy langsung terpikat. Setelah menjajal beberapa putaran, ia mengaku terkesan dengan karakter lintasan Way Handak.

“Panas aspal di sini mantap banget dibandingkan beberapa aspal yang pernah aku cobain,” katanya.

Bagi dunia drifting, kualitas aspal bukan sekadar permukaan jalan. Ia menentukan grip, kontrol, hingga strategi pembalap saat melakukan manuver ekstrem. Pujian Wendy itu pun menjadi validasi tersendiri bagi kesiapan venue di Lampung Selatan.

Wendy mengungkapkan dirinya tiba di Lampung Selatan pada Kamis malam. Alih-alih memilih kota lain sebagai tempat singgah, ia memutuskan menginap di sekitar lokasi lomba.

“Aku juga baru sampai tadi malam dan memilih menginap di Lampung Selatan supaya lebih dekat juga,” tambahnya.

Pilihan itu terdengar praktis, tetapi menyimpan pesan lain, event nasional seperti IDS kini membuat Kabupaten Lampung Selatan tak lagi sekadar daerah persinggahan, melainkan destinasi utama.

Ajang Indonesia Drift Series Sumatra 2026 sendiri diperkirakan menghadirkan puluhan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan penonton, komunitas otomotif, kru, hingga wisatawan diprediksi memadati kawasan Kalianda selama dua hari pelaksanaan.

Hotel dan penginapan mulai dipenuhi tamu. Warung makan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa lokal ikut merasakan geliat ekonomi yang meningkat. Di balik suara mesin yang meraung, ada roda ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Inilah alasan mengapa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong hadirnya event-event nasional di daerahnya. Olahraga menjadi pintu masuk, tetapi efeknya menjalar ke pariwisata dan kesejahteraan warga.

Kini, dengan Wendy Walters sudah berada di Lampung Selatan dan lintasan mulai panas, satu pesan terasa jelas, IDS Sumatra 2026 bukan lagi sekadar agenda di kalender, ia sudah dimulai. Dan Way Handak Expo siap menjadi saksi siapa yang paling berani menaklukkan tikungan pertama.(Red)

Dikabarkan Unsur Pimpinan DPRD Lampung Selatan Mulai Tidak Harmonis

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Isu ketidak harmonisan unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan mulai terhembus dimasyarakat.

Sehingga spekulasi dimasyarakat mulai berkembang, apakah lembaga dimana para wakil rakyat yang mendapat amanah dari rakyat ini bisa melaksanakan tugasnya dalam kurun waktu lima tahun kedepan.

Seperti diketahui bahwa DPRD merupakan Lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah dibumi khagom mufakat ini.

DPRD yang merupapakan representasi rakyat ini, mempunyai fungsi diantaranya pembentukan peraturan daerah, anggaran dan pengawasan.

Namun dengan isu yang berkembang tentang retaknya harmoniaasi para unsur pimpinan di DPRD Lampung Selatan ini, apakah dalam waktu lima tahun kedepan akan dapat menyelesaikan tugas dan janjinya kepada rakyat/pemilih dan menjadikan rakyat sejahtera lahir dan bathin.

Untuk mengetahui kebenaran isu retaknya harmonisasi unsur pimpinan DPRD Lamsel, Tim media ini mencoba menghubungi melalui telponnya seluler Ketua DPRD Lamsel Erma Yusneli SE, namun tidak ada jawaban, begitu juga ketika dikonfirmasi via WhatsApp juga tidak ada jawaban.

Tim media ini kemudian mencoba menghubungi Sekretaris dewan DPRD Lamsel Heri juga tidak ada jawaban, ketika di WA juga tidak membalas.

Salah satu dari unsur pimpinan DPRD Lamsel Wakil Ketua III Bella Jayanti membalas pesan WhatsApp yang dikirim tentang isu ketidak harmonisan unsur pimpinan lembaga legislatif di Serambi Sumatera ini.

Dalam jawaban melalui pesan WhatsAppnya Bella Jayanti menjawab,

” Walaikumsalam Bang, Alhamdulillah sampai saat ini hubungan kami antar pimpinan baik dan komunikasi juga berjalan lancar. Kalaupun ada perbedaan pandangan dalam menyikapi berbagai persoalan menurut saya wajar aja, justru hal tsb merupakan bagian dari proses demokrasi & menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan yang lebih matang. Yang terpenting, kami tetap solid dan sama-sama fokus menjalankan tugas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Lampung Selatan, ”

Dalam jawaban Kader partai berlambang Matahari Terbit ini mengesankan bahwa unsur pimpinan di DPRD Lamsel baik-baik saja dan solid dan siap bergerak dan berjuang untuk kemajuan Lampung Selatan, ” tuturnya.

Semoga pernyataan yang disampaikan oleh wakil ketua III DPRD Lamsel dari Fraksi PAN ini benar adanya. Sehingga kedepan Lampung Selatan semakin berjaya dan masyarakatnya sejahtera. Amin.  (Cak Ton)

Tim Volly Bintang Putri Demokrat Bungkam Dangin Peken Palas (3-0)

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Tim Volly Bintang Putri Demokrat Sidodadi berhasil menundukkan Tim Volly Dangin Peken Palas dengan skor (3-0), pada Open Turnamen Karang Taruna Cup I desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (15/5/2026) malam.

Sejak babak pertama Tim asuhan Achmad Johani AMd terus melakukan tekanan kearea pertahanan lawan. Tiga Algojo Bintang Putri Demokrat Sidodadi yakni Dinda (13), Ica (11) dan Kiyowo (7) dan kawan-kawan terus berhasil mengumpulkan poin demi poin pada Set pertama.

Sehingga pada Set pemanasan ini praktis dikuasai oleh para pemain asuhan anggota DPRD Lampung Selatan dari partai Demokrat ini.

Namun disisi lain Olive (7) dan kawan kawannya dari Tim Dagin Peken Palas tidak menyerah begitu saja. Beberapa kali Ayu (9) salah satu pemain legendaris dari Way Panji melakukan perlawanan, sehingga pada babak pertama skor menjadi (25-15) untuk Tim Bintang Putri Demokrat Sidodadi.

Pada Set kedua kedua Tim melakukan serangan-serangan yang cukup intens kearea pertahanan masing-masing. Namun Dinda, Ica, Kiyowo dan kawan-kawan lebih gencar menyerang, sehingga Set kedua berakhir dengan skor (25-15) untuk Bintang Putri Demokrat Sidodadi.

Set ketiga yang merupakan set penentuan permainan Tim Bintang Putri Demokrat semakin menarik untuk ditonton. Beberapa skill dalam bermain Volly mulai ditampilkan oleh Dinda (13) dan kawan-kawanya. Beberapa kali Tim Dengin Peken sempat kewalahan menahan serangan tiga Srikandi Bintang Putri Demokrat. Tidak memerlukan waktu lama Set ketiga akhirnya dimenangkan oleh Dinda (23) dan kawan-kawan.

Usai pertandingan Achmad Johani AMd kepada media ini mengatakan, bahwa hasil pertandingan malam ini Tim asuhannyq bermain baik, kompak dan enak untuk ditonton. Dan Alhamdulillah pada pertandingan perdana bisa memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 (25-15, 25-15 dan 25-08).

Namun demikian pada pertandingan putaran berikutnya pihaknya akan melakukan latihan-latihan tambahan, sehingga saat meladeni lawan berikutnya para pemain sudah siap, baik fisik maupun mental, ” tutur lagislator dari partai Demokrat ini. (Cak Ton)

Agooy, Terkait Anggaran Laoundry Pakaian Ketua DPRD Lamsel, Anggota Tidak Dikasih Tahu

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Setelah beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media online mengomentari terkait anggaran Laoundry pakaian ketua DPRD Lampung Selatan yang nilai cukup Fantastis.

Kini komentar pedas juga datang dari salah satu Fraksi yang ada di DPRD Lampung Selatan, ” Saya tidak tahu dan tidak diberitahu oleh Ketua DPRD atau Sekwan DPRD Lampung Selatan terkait anggaran Laoundry pakaian ketua DPRD yang cukup Fantastis itu, ”

Dan perlu diketahui bahwa sebelum isu ini menyeruak dipermukaan bahkan naik pada pemberitaan media online pada akhir-akhir ini, kami sudah pernah berdiskusi bersama anggota fraksi lainya terkait anggaran Laoundry ini.

Namun diskusi tentang anggaran Laoundry pakaian ketua belum kelar, keburu rekan-rekan wartawan telah menaikan pemberitaannya dimedia masing-masing. Oleh karena itu ketika ada awak media bertanya kebenaranya kami tidak bisa menjawab karena kami tidak diberitahu dan tidak ada pemberitahuan kepada anggota fraksi yang ada di DPRD ini, ” ungkap Ketua Fraksi kepada media ini, Jumat (15/5/2026).

Oleh karena itu kedelan kami berharap kepada pimpinan DPRD agar ada komunikasi kepada seluruh fraksi yang ada, jangan dipilih-pilih. Sehingga jika basah-basah semua, jika kering ya kering semua, ” punkas kader Cak Muhaimin Iskandar ini menutup keteranganya.

Sebelumnya dari rilis resmi yang disampaikan oleh sekretariat DPRD Lampung Selatan dikatakan bahwa
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lampung Selatan, Ahmad Herry melalui humas DPRD Lamsel akhirnya memberikan klarifikasi pemberitaan tentang besaran anggaran Laoundry Ketua DPRD setempat yang sudah menggelinding dimasyarakat, Jumat (15/5/2026).

Dalam rilis resminya sekretariat DPRD Lamsel menyampaikan bahwa menanggapi informasi yang berkembang di sejumlah media terkait anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kepala Bagian Umum selaku PPTK memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perawatan fasilitas penunjang kegiatan di lingkungan DPRD.

Menurutnya, anggaran tersebut masuk dalam sub kegiatan belanja jasa kantor yang di dalamnya mencakup perawatan dan laundry berbagai perlengkapan, seperti gordyn rumah dinas Ketua DPRD, gordyn pada ruangan pimpinan, hingga sarung kursi yang digunakan di ruang rapat maupun ruang paripurna Sekretariat DPRD Lampung Selatan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas kedewanan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, anggaran yang digunakan setiap bulan sebesar Rp6.500.000 setelah dipotong pajak. Seluruh proses pelaksanaan juga dilakukan melalui mekanisme E-Katalog versi 6 sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. (Cak Ton).

Usai Dirujak Oleh Beberapa Media Terkait Anggaran Cuci Pakaian Pimpinan DPRD, Setwan Akhirnya Lakukan Klarifikasi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Masyarakat kabupaten Lampung Selatan dibuat tercengang, kaget dan terbelalak saat membaca salah satu media online di Lampung Selatan tentang anggaran yang cukup Fantastis untuk alokasi

anggaran peruntukan belanja jasa pencucian pakaian (londry) Pimpinan DPRD Lampung Selatan hingga mencapai Rp.78 Juta (Tujuh puluh delapan juta rupiah) untuk tahun anggaran 2026 yang diajukan oleh Setkretariat dewan setempat.

Beberapa warga masyarakat mengatakan bahwa saat ini pemerintah baik pusat ataupun daerah sedang gencar gencarnya melakukan efisiensi anggaran demi kelanjutan pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan sesuai rencana yang sudah ditetapkan.

Besaran anggaran untuk Laoundry pimpinan DPRD tersebut warga menilai bahwa para wakil rakyat yang duduk di legislatif tersebut tidak peka terhadap kondisi masyarakat saat ini,

” Ketua Dewan ini tidak peka, padahal sejumlah sektor pelayanan dasar seperti Infrastruktur, kesehatan, pendidikan, Bansos masih butuh perhatian, ”

Kalau post anggaran yang menjadi sorotan para pemerhati kebijakan pemerintah dan masyarakat ini ini benar, kenapa sih kok tega-teganya menganggarkan hal -hal yang terkesan buang-buang anggaran saja.

seperti kita ketahui bersama bahwa, saat ini masyarakat sedang menghadapi tekanan kondisi ekonomi yang cukup berat, kondisi masyarakat dalam kondisi tidak baik-baik saja seharusnya para wakil rakyat ini lebih bijak dalam membuat anggaran, kalau bisa yang langsung dirasakan oleh masyarakat, ” ungkap Parjan tukang ojek pasar ini.

Setwan berikan klarifikasi :

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lampung Selatan, Ahmad Herry melalui humas DPRD Lamsel akhirnya memberikan klarifikasi pemberitaan tentang besaran anggaran Laoundry Ketua DPRD setempat yang sudah menggelinding dimasyarakat, Jumat (15/5/2026).

Dalam rilis resminya sekretariat DPRD Lamsel menyampaikan bahwa menanggapi informasi yang berkembang di sejumlah media terkait anggaran laundry di lingkungan Sekretariat DPRD Lampung Selatan, Kepala Bagian Umum selaku PPTK memberikan penjelasan bahwa anggaran tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perawatan fasilitas penunjang kegiatan di lingkungan DPRD.

Menurutnya, anggaran tersebut masuk dalam sub kegiatan belanja jasa kantor yang di dalamnya mencakup perawatan dan laundry berbagai perlengkapan, seperti gordyn rumah dinas Ketua DPRD, gordyn pada ruangan pimpinan, hingga sarung kursi yang digunakan di ruang rapat maupun ruang paripurna Sekretariat DPRD Lampung Selatan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas kedewanan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, anggaran yang digunakan setiap bulan sebesar Rp6.500.000 setelah dipotong pajak. Seluruh proses pelaksanaan juga dilakukan melalui mekanisme E-Katalog versi 6 sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami berupaya menjalankan seluruh kegiatan sesuai aturan yang berlaku, termasuk dalam proses pengadaannya,” tambahnya.

Sekretariat DPRD Lampung Selatan berharap penjelasan tersebut dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran perawatan fasilitas di lingkungan DPRD. (Cak Ton).

Petani Lampung Selatan Kini Lebih Tenang, Zulkifli Hasan Jamin Pupuk Lancar dan Harga Gabah Aman

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, memastikan distribusi pupuk bagi petani di Kabupaten Lampung Selatan berjalan lancar dan harga gabah tetap stabil demi menjaga kesejahteraan petani.

Penegasan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menggelar rembuk tani bersama para petani di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026).

Dalam dialog tersebut, Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia.

“Saya mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memastikan kebijakan pangan berjalan baik. Petani harus makmur, tidak boleh tawar-menawar,” ujar Zulkifli Hasan di hadapan para petani.

Ia menyampaikan, pemerintah pusat terus memastikan ketersediaan pupuk tetap aman dan mudah diperoleh petani. Selain itu, pemerintah juga menjaga harga gabah agar tetap berada di atas Rp6.500 per kilogram sehingga petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya.

Menurut Zulkifli Hasan, kestabilan harga gabah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Dalam rembuk tani tersebut, para petani mengaku kondisi distribusi pupuk saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Mereka juga menyampaikan bahwa harga gabah yang stabil memberi dampak positif terhadap pendapatan dan produktivitas pertanian.

Meski demikian, para petani masih menyampaikan sejumlah kebutuhan penunjang pertanian, mulai dari bibit unggul, perbaikan irigasi, pembangunan embung, sumur bor, bantuan hand traktor, hingga alat pertanian roda empat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zulkifli Hasan meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera mengajukan usulan resmi agar dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

“Nanti urus suratnya, kirim ke saya, kita urus bersama. Yang penting kebutuhan petani harus kita bantu,” tegasnya.

Selain sektor tanaman pangan, pemerintah pusat juga berencana mengembangkan pusat pembibitan perkebunan rakyat di wilayah Karangsari, Kecamatan Ketapang.

Program itu akan difokuskan pada pengembangan bibit unggul komoditas perkebunan seperti kelapa, kopi, kakao, cengkeh, lada, hingga aren guna meningkatkan hasil produksi sekaligus pendapatan masyarakat.

“Kita ingin petani tersenyum karena penghasilannya bagus. Bibitnya harus bagus, hasilnya juga harus bagus. Pemerintah ingin rakyat makin sejahtera,” kata Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian dan perkebunan di daerahnya.

Menurut Egi, dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

Rembuk tani berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para petani tampak aktif berdialog langsung dengan pemerintah pusat serta menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan terkait pengembangan sektor pertanian di Lampung Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil Harahap, para petani, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Red)

Kunjungi SMA Kebangsaan, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tekankan Mental Berani dan Disiplin bagi Generasi Muda

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, ke SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026), menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat dan rasa percaya diri para pelajar dalam menghadapi masa depan.

Dalam agenda Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan pangan, serta lingkungan tersebut, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya keberanian dan kedisiplinan sebagai modal utama meraih kesuksesan.

Kunjungan kerja itu turut didampingi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Kabupaten, Supriyanto, beserta jajaran pejabat daerah terkait.

Di hadapan ratusan siswa SMA Kebangsaan, Zulkifli Hasan mengajak para pelajar untuk berani menghadapi tantangan zaman dan terus mengembangkan kemampuan diri demi meraih cita-cita.

Menurutnya, generasi muda harus memiliki mental tangguh dan tidak takut mengambil langkah besar dalam kehidupan.

“Syarat maju harus berani. Kalau tidak berani, pulang kampung lagi. Selain itu juga harus memiliki kedisiplinan yang tinggi, karena untuk menjadi orang sukses tantangannya sangat banyak,” ujar Zulkifli Hasan disambut antusias para siswa.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Tak hanya memberikan motivasi, Menko Pangan RI juga membagikan hadiah berupa tablet dan tumbler kepada siswa yang berani maju dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan.

Salah satu siswa SMA Kebangsaan asal Sidomulyo, Gabriell, berhasil mendapatkan hadiah tablet setelah mampu menjawab pertanyaan dari Zulkifli Hasan dengan baik.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan dan generasi muda di Lampung Selatan.

Menurut Egi, kehadiran Menko Pangan RI memberikan dorongan moral yang besar bagi para pelajar untuk terus semangat belajar dan percaya diri dalam mengejar mimpi.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun semangat dan rasa percaya diri anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta berani menghadapi tantangan demi meraih cita-cita mereka,” kata Egi.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para siswa. Mereka mengaku senang dan bangga dapat berinteraksi langsung dengan Menko Pangan RI bersama Bupati Lampung Selatan dan jajaran pemerintah daerah. (lmhr-Kmf)