Yance Sada, Gladiator dari Negeri Para Mambri; Yopi Murib; Saya siap Kembalikan Kejayaan Gulat Papua

PAPUA – (deklarasinews.com)- Mantan atlet Gulat Nasional, Yance Sada , 57 tahun, kini hanya bisa mengenang kejayaannya di Yugoslavia, saat dirinya harus berhadapan dengan puluhan atlet gulat Dunia yang secara Fisik dan Teknis lebih unggul dari Indonesia, Badannya kini tidak kokoh lagi seperti 37 tahun lalu, setelah usia yang memasuki masa senja dirinya kini hanya bisa memandang medali yang dirinya peroleh pada kejuaraan tingkat nasional dan internasional.

Kepada pelitaekspres Yance Sada menceritakan bagaimana dirinya bisa sampai meraih peringkat tiga kelas  93 kg di di negeri para raksasa. Yance sada mengatakan bahwa dirinya dan tim pelatnas gulat asian games yang berpusat di korea selatan di bawah asuhan pelatih kepala Victor Dolipsi, pelatih berkembangsaan ukraina tersebut kemudian mengizinkan para atlet pelatnas di korea selatan tersebut untuk mengikuti kejuaraan gulat dunia. Dirinya berkisah saat mengikuti kejuaran dunia tersebut, salah seorang sahabatnya sesama pelatnas korea selatan mengatakan, Pace lawan kita terlalu besar-besar sedangkan fisik kita kecil, dengan sedikit tertawa yance berkisah. Lanjutnya saat itu dirinya menyampaikan kepada sahabatnya tersebut bahwa jangan takut kita juga punya power, punya tenaga meski secara fisik kita memiliki postur yang jauh lebih kecil, dalam iman kekristenan saya, Daud bisa kalahkan Goliat, maka kita pun bisa, sambil berdoa dalam hati untuk menghindari peserta dari inggris yang menurutnya Goliat Sebenarnya pada kompetisi gulat tersebut.

Diluar dugaan dengan menyisihkan puluhan pegulat dari seluruh dunia yang bertanding pada kelas yang diikuti Yance Sada, akhirnya podium ketiga adalah tempat yang direbut yance sada, yang kemudian mengalihkan pandangan Dunia tentang Gulat Indonesia.

Secara keseluruhan prestasi Yance Sada pada Cabang Gulat dalam Event Nasional maupun internasional meliputi, Juara 3 di Kejuaraan Dunia Gulat di Yugoslavia, peringkat 4 Asian games untuk gaya grego da juara 5 untuk gaya bebas, untuk ajang sea games Yance Sada Menyumbangkan dua medali emas untuk masing-masing kelas pertandingan baik gaya grego dan gaya bebas pada sea games jakarta, mempersembahkan 5 medali emas dan 2 medali perunggu untuk tim pon irian jaya, dengan total presentasi adalah 7 kali juara 1 dan 1 kali juara 3 dunia, dan satu kali juara 4.

Yance Sada memutuskan gantung sepatu dari dunia Gulat pada pelaksanaan PON 15 jawa Timur Tahun 2000 setelah menyumbangkan medali perunggu buat tim pon Papua, dan kemudian mengalami cedera pada final Gaya Bebas yang membuat dirinya memutuskan pensiun pada tahun tersebut.

Kini Kisah Yance Sada kami harus Tuliskan, Kisah Robert Kekri kami harus sampaikan agar menjadi motivasi bagi generasi Muda Papua saat ini, apalagi saat ini Papua menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan PON, jadi kisah heroik Mambri Yance Sada ini harus kami ceritakan sebagai motivasi bagi Tim Gulat PON Papua, Tutur manajer TIM Gulat PON Papua, Marius Telengen, SH.

Yance sada yang saat ini diberikan kepercayaan sebagai ketua koperasi TKBM Pelabuhan Biak tersebut, merasa sedih melihat Gulat Papua yang hilang Daya, dulu Provinsi dan Asia tenggara mendengar nama Yance sada dan Robret Kekri saja sudah gemetar, tapi kini hal itu hilang, dalam hatinya dirinya rindu, anak-anak muda Papua harus mengembalikan kejayaan itu, Negeri ini telah memberikan kita Fisik yang kuat, sehingga dirinya mengharapkan di masa kepemimpinan bapak Yopi Murib sebagai Ketua Pengda PGSI Papua dapat memberi perlindungan kebijakan demi jaminan prestasi bagi atlet gulat papua, saya ingin lihat semangat Yance Sada dan Robert Kekri (alm) ada didalam benak, ada didalam diri  anak-anak Pelatda PON Papua cabor Gulat, kita yang mambri kita Tuan Rumah saatnya angkat medali di rumah sendiri, kalau kita yang dulu angkat medali di luar papua ini kesempatan bagi kalian, catatkan ini dalam sejarah PON ke-1 di Tanah Papua ini.

Sementara Itu, Yopi Murib, SE. MM selaku ketua Pengda PGSI Papua, menyapaikan takjub dengan prestasi gulat Papua, dan demi Tanah Tercinta Kami Papua kami akan berjuang mengulang kejayaan para legenda Gulat Papua.

Secara Khusus dibawah kepengurusannya PGSI Papua secara organisasi akan tetap menyediakan program pelatihan yang berjenjang, di semua tanah Papua, dirinya menyampaikan lihat saja, orang-orang dari suku Biak di wilayah adat saireri dan juga di wilayah lapago, meepago, dan animha, sebagian dari kelompok suku tersebut dianugerahi oleh Tuhan Fisik yang kuat, tubuh yang kekar, dan kuat, alam telah membentuknya maka dalam program pembinaan yang akan dirinya lakukan adalah menjaring atlet berprestasi dari masing-masing wilayah tersebut untuk dibiana berjenjang di PPLP Papua juga pada Pelatda Gulat, agar regenerasi Atlet akan terus terjaga dengan baik, kami juga akan mengupayakan para atlet tersebut untuk dapat berpartisipasi dalam kejuaraan baik tingkat regional, nasional dan Internasional.

Sementara dalam jangka waktu beberapa bulan kedepan, Tim Gulat Papua akan saya kirim untuk mengikuti kejuaraan Dunia Gulat di Italia, dan saat ini telah masuk pada persiapan administrasi umum agar bisa turut serta pada kejuaraan dunia tersebut.

Bentuk motivasi lainnya adalah secara organisasi yang dipimpinnya dirinya akan tetap mengapresiasi ragam prestasi gulat yang diperoleh dari bapa Yance Sada, agar hal itu juga menjadi motivasi tersendiri bagi para generasi muda Papua untuk menjadi atlet Gulat Papua, bahwa kehadiran lembaga organisasi pemerintah juga dapat memberi perlindungan berupa jaminan perhatian pemerintah terhadap prestasi yang diraih, tutur kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Orang Asli Papua kepada pelitaekspres.com

DIBACA - 5 KALI

Check Also

Terus Bermunculan Klub-klub Bola Voli Lokal Di Brebes

BREBES – (deklarasinews.com)- Olahraga bola voli di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus menggeliat dengan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *