BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menggelar Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan KORPRI Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (27/6). Apel siaga tersebut dihadiri oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, pimpinan OPD dan instansi vertikal di Provinsi Lampung, Kepala BPS Provinsi Lampung beserta Kepala BPS Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, asosiasi pengusaha, serta perwakilan petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pendataan.
Dalam sambutannya, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pelaksanaan SE2026. Ia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Lampung yang telah memberikan teladan dengan berpartisipasi sebagai responden dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh masyarakat Lampung untuk menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar dan lengkap demi menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.
Amalia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi strategis bagi masa depan pembangunan. “Sensus Ekonomi ini adalah investasi pengetahuan. Investasi untuk menghasilkan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi daerah. Investasi untuk memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar berdasarkan fakta dan data, bukan berdasarkan asumsi atau perkiraan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu didata secara menyeluruh agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan, meningkatkan daya saing daerah, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya siap mendukung pelaksanaan SE2026, tetapi juga menyambut antusias pelaksanaan sensus ekonomi yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali tersebut. “Hasil Sensus
Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi Lampung pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Gubernur Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat sebagai responden. “Melalui Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama ini, mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Karena data yang kuat adalah fondasi Indonesia yang kuat,” pungkas Rahmat Mirzani Djausal.
Sementara itu, Amalia menyatakan bahwa hasil sensus ekonomi ini nantinya akan memberikan catatan penting, dan bukan hanya sekadar angka, tetapi catatan penting ini akan menjadi fondasi strategis bagi kebijakan pembangunan yang nantinya akan bisa lebih tepat sasaran untuk masa depan yang lebih gemilang.
Menyadari besarnya tanggung jawab di lapangan, Amalia menyampaikan pesan mendalam kepada petugas SE2026. “Setiap langkah petugas Sensus Ekonomi di lapangan bukan sekadar mendata, tetapi ini adalah amanah besar yang mulia, sebagai ujung tombak untuk menghadirkan potret perekonomian Lampung secara utuh. Kalian bukan saja sekadar pengumpul data, tetapi kalian adalah pejuang data untuk Sensus Ekonomi 2026 yang memberikan nantinya dampak yang luar biasa dan besar bagi pembangunan Lampung dan juga untuk Indonesia,” ujar Amalia.(Red)