Berangkat dari Kepedulian Lingkungan, Desa Suak Raih Juara Favorit Desa Wisata Nusantara 2025 Tingkat Nasional

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah berhasil meraih Juara Favorit Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2025 Tematik Ramah Lingkungan Kategori II: Desa Maju/Mandiri.

Capaian tersebut dinilai sebagai buah dari arahan, pembinaan, dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar.

Penghargaan itu diterima langsung oleh Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, didampingi Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).

Dalam ajang bergengsi tersebut, Desa Suak mewakili Provinsi Lampung dan bersaing di Regional I dengan desa-desa wisata unggulan dari berbagai daerah di Sumatra. Persaingan ketat tidak menyurutkan langkah Desa Suak untuk tampil menonjol melalui konsep pengelolaan desa wisata berbasis ramah lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Lampung Selatan yang terus diperkuat melalui kebijakan pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, pembinaan desa diarahkan tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.

Prestasi Desa Suak juga mencerminkan efektivitas pengelolaan sektor pariwisata desa yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Desa wisata diposisikan bukan semata sebagai destinasi, melainkan sebagai ruang hidup masyarakat yang tumbuh seiring dengan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan dan kearifan lokal.

Penerapan konsep ramah lingkungan dilakukan secara konsisten, mulai dari pelestarian alam, penataan kawasan wisata berbasis budaya lokal, hingga pelibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.

Inovasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian dewan juri, sehingga mengantarkan Desa Suak meraih predikat Juara Favorit di tingkat nasional.

Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin, mengatakan penghargaan tersebut merupakan buah dari kebersamaan dan konsistensi seluruh warga desa dalam menerapkan konsep ABRI melalui program Asri, Bersih, Rapi, dan Indah. Program ini dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya membangun lingkungan desa yang tertata dan berdaya saing.

Program ABRI bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman, bersih, dan tertib, baik di kawasan perkantoran desa maupun ruang publik. Implementasinya juga terintegrasi dengan program BKW (Bersih, Kering, dan Wangi) pada fasilitas toilet umum sebagai bagian dari peningkatan standar pelayanan publik.

Juli menjelaskan, program yang digaungkan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, membangun budaya kerja yang baik, sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui kebersihan dan keindahan lingkungan.

Upaya tersebut dijalankan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan lintas perangkat daerah.

Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak akan berjalan optimal tanpa peran serta masyarakat dan sinergi yang kuat dengan perangkat daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah desa, tetapi milik seluruh masyarakat Desa Suak. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan desa wisata yang ramah lingkungan,” ujar Juli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lampung Selatan, Erdiyansyah, menambahkan bahwa keberhasilan Desa Suak meraih Juara Desa Wisata Nusantara 2025 bukanlah suatu kebetulan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil keselarasan antara kebijakan desa dengan Program ABRI BKW yang diterapkan secara konsisten.

Ia menyebutkan, sejak awal kepemimpinan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa selalu didorong untuk menjadikan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai pintu masuk penguatan sektor pariwisata.

“Hal tersebut akhirnya membuahkan hasil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional. Desa wisata yang ramah lingkungan ini sejalan dengan tagline impactful dan sustainable, terutama dalam aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Erdiyansyah.

Pemkab Lampung Selatan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, serta mendorong pembangunan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. (Red)

Bupati Lampung Selatan Resmikan Jalan Kota Baru-Sinar Rejeki

​JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kecamatan. Menurutnya, kondisi jalan yang baik menjadi kunci utama untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat meresmikan pembangunan ruas jalan Kota Baru-Sinar Rejeki di Kecamatan Jati Agung, Kamis (15/1/2026).

Ruas jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Sinar Rejeki dengan kawasan Kota Baru. Keberadaannya diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Pembangunan tersebut mencakup rekonstruksi Jalan Ruas Kota Baru-Sinar Rejeki (R.190) dengan total panjang penanganan mencapai 2.967 meter. Jalan dibangun dengan lebar bervariasi antara 4 hingga 5,5 meter menggunakan perkerasan beton Fc.20 setebal 20 sentimeter.

Proyek pembangunan jalan ini menelan anggaran sebesar Rp8.986.270.350,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, disaksikan jajaran pejabat struktural Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Camat Jati Agung beserta unsur Forkopimcam, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Jati Agung.

Turut hadir Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung, Dr. H. Andi Warisno, M.MPd., Dekan Fakultas Ilmu Syariah Universitas An-Nur, Dr. KH. Abdul Adib, M.Pd., tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti pada proses fisik, tetapi juga menuntut komitmen bersama dalam menjaga dan merawat aset yang telah dibangun.

Ia meminta seluruh pihak, mulai dari aparat hingga masyarakat, aktif mengawasi penggunaan jalan, khususnya terkait kendaraan yang melintas melebihi kapasitas.

“Jalan ini adalah hasil kolaborasi kita semua. Saya menitipkan pesan kepada Pak Camat dan Kapolsek agar memastikan kendaraan yang melintas sesuai tonase. Jangan sampai melebihi kapasitas sehingga jalan cepat rusak dan akhirnya Dinas PUPR kembali disalahkan,” tegas Bupati Egi.

Bupati Egi juga mengaku terkesan dengan perubahan wajah Kecamatan Jati Agung setelah dilakukan perbaikan infrastruktur. Menurutnya, jalan yang baik membawa dampak langsung terhadap suasana wilayah, menjadikannya lebih terang, hidup, dan nyaman bagi masyarakat.

“Saya merasakan Jati Agung sebagai kecamatan yang penuh berkah. Banyak ulama berkumpul di sini. Bahkan saat Ijtima, suasananya terasa sejuk, mengingatkan saya pada suasana di Mekkah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi berharap pembangunan jalan tersebut mampu meningkatkan semangat produktivitas warga. Ia juga meminta masyarakat bersabar terhadap ruas-ruas jalan lain yang belum tersentuh perbaikan, karena pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas secara bertahap dan terukur.

“Kami tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan infrastruktur dalam waktu singkat. Semua sudah kami pertimbangkan. Insyaallah, pembangunan jalan di Lampung Selatan akan terus berlanjut secara bertahap dan merata,” kata Bupati Egi.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung, Andi Warisno, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia mengaku baru kali ini merasakan kualitas jalan yang begitu baik.

“Saya sudah hampir 50 tahun tinggal di kampung ini. Baru sekarang saya melihat jalan sebagus ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Lampung Selatan,” ujarnya dengan penuh haru. (Red)

 

Hangat dan Penuh Empati, Bupati Egi Sambangi SLB Negeri Sidomulyo Bersama Tiga Putrinya

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Tawa polos dan sapaan hangat mewarnai halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sidomulyo, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, Jumat (9/1/2026).

Di tengah suasana sederhana namun penuh keakraban itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, hadir langsung menyapa siswa-siswi berkebutuhan khusus, membawa pesan empati, perhatian, dan dukungan moral dari pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati Egi terasa istimewa karena ia turut mengajak ketiga putrinya, Kaleela Aisyah Pratama, Kaisara Alisyah Pratama, dan Khawla Ameena Pratama. Kebersamaan keluarga tersebut semakin memperkuat nuansa kekeluargaan saat mereka membaur, berinteraksi, dan memperkenalkan diri satu per satu di hadapan para siswa.

Dalam kesempatan itu, Bupati Egi mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali mengunjungi SLB Negeri Sidomulyo.

Ia menilai dedikasi para guru sangat luar biasa dalam mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan penuh warna menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Lingkungannya bagus, nyaman, bersih, dan penuh warna. Saya yakin anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah ini,” ujar Bupati Egi.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Bupati Egi bersama ketiga putrinya menyerahkan secara langsung sebanyak 128 paket bingkisan berupa susu UHT dan buku tulis kepada para siswa, serta 20 paket sembako bagi keluarga siswa yang kurang mampu.

Turut mendampingi Bupati Radityo Egi Pratama dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Plt Kepala Dinas Pendidikan M. Darmawan, Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto, serta Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung.

Kehadiran jajaran pejabat ini sekaligus menegaskan komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam menjamin kesejahteraan, perlindungan, serta pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, agar tumbuh setara, bermartabat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Red)

Indeks SPBE Lampung Selatan Naik Jadi 3,34, Transformasi Digital Pemerintahan Kian Matang

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mencatat peningkatan signifikan dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Indeks SPBE Kabupaten Lampung Selatan naik dari 3,08 pada tahun 2024 menjadi 3,34 pada tahun 2025 dengan predikat “Baik”.

Capaian tersebut berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor B/76/M.PD.06/2025 tentang Hasil Pemantauan SPBE Tahun 2025 yang ditetapkan pada 31 Desember 2025. Pemantauan dilakukan terhadap 266 instansi pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, menyampaikan bahwa peningkatan indeks SPBE tersebut mencerminkan progres nyata transformasi digital pemerintahan yang terus berkembang secara berkelanjutan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar.

“Sesuai arahan Bupati Radityo Egi Pratama, peningkatan nilai SPBE ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya layanan digital yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan berdaya guna, baik bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun masyarakat luas,” ujar Anasrullah, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan indeks tersebut menandakan semakin matangnya kualitas penerapan SPBE di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya dalam mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan berbasis elektronik.

Menurutnya, indeks SPBE merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Dinas Komunikasi dan Informatika. Penerapan SPBE juga berkontribusi terhadap penguatan SAKIP, Reformasi Birokrasi, Indeks Pelayanan Publik, Sistem Merit, serta Indeks Inovasi Daerah.

“Capaian ini menjadi bukti komitmen dan konsistensi Pemkab Lampung Selatan dalam membangun pemerintahan digital secara terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.

Secara historis, Indeks SPBE Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, indeks SPBE berada di angka 2,74, meningkat menjadi 3,08 pada 2024, dan kembali naik menjadi 3,34 pada 2025, seluruhnya dengan predikat “Baik”.

Berdasarkan hasil pemantauan SPBE 2025, Domain Kebijakan SPBE meraih skor tertinggi sebesar 4,20, yang ditopang oleh capaian Kebijakan Tata Kelola SPBE dengan skor yang sama.

Sementara itu, Domain Tata Kelola SPBE mencatat skor 2,80, dengan rincian Perencanaan Strategis SPBE sebesar 2,25Teknologi Informasi dan Komunikasi 3,25, serta Penyelenggara SPBE 3,00.

Pada Domain Manajemen SPBE, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh skor 1,64, yang ditopang oleh Penerapan Manajemen SPBE sebesar 1,88 serta Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan skor 1,00.

Adapun Domain Layanan SPBE meraih skor 4,00, dengan capaian maksimal pada Layanan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Layanan Publik Berbasis Elektronik yang masing-masing memperoleh skor 4,00.

Pemantauan SPBE merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari strategi penguatan transformasi digital pemerintah secara berkelanjutan dalam mendukung pembangunan nasional. (Red)

Bupati Lampung Selatan Raih Anugerah Daerah Harmonis dan Berkelanjutan dari JMSI Lampung

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam membangun daerah yang harmonis dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan.

Pada Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, ia dianugerahi Anugerah Daerah Harmonis dan Keberlanjutan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pembangunan dan sinergi lintas pemangku kepentingan.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Musda II JMSI Lampung yang digelar di Hotel Azana, Bandar Lampung, Minggu (21/12/2025).

Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, mewakili Bupati Radityo Egi Pratama.

Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, pada forum Musda yang mengusung tema “Pers Sehat, Profesional Menuju Indonesia Emas.”

Tema ini menegaskan peran strategis pers dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi JMSI atas kontribusi signifikan Bupati Lampung Selatan dalam mendorong pembangunan daerah, menjaga stabilitas sosial, serta keberhasilannya membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat.

Ketua JMSI Lampung Selatan, Gandi Yusnadi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Kami menyampaikan apresiasi atas penghargaan bergengsi ini. Anugerah JMSI merupakan sebuah kehormatan bagi Pemkab Lampung Selatan dan juga JMSI. Ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat,” ujar Gandi.

Ia berharap, ke depan Pemkab Lampung Selatan dapat terus memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Musda II JMSI Provinsi Lampung tahun 2025 ini turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Dajusal, Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, serta pengurus JMSI dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

Selain Bupati Lampung Selatan, sejumlah tokoh dan kepala daerah lainnya juga menerima penghargaan JMSI atas dedikasi mereka dalam memajukan daerah serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan media. (Red)

Diduga Cemari Lingkungan, Kadis DLH Lampung Selatan Turun Langsung Tinjau Pabrik Penggilingan Padi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Hari ini, Senin 8 Desember 2025 Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) akan meninjau pabrik penggilingan padi didusun 5 Desa Munjuk Sempurna Kecamatan Kalianda Lamsel yang diduga mencemari Lingkungan .

Kepastian lingkungan Kadis DLH Lamsel akan turun langsung mengunjungi pabrik penggilingan padi yang diduga cemari lingkungan ini disampaikan kepada pelitaekspres.com, Senin (8/12/2025) melalui pesan Whatshapp pribadinya,

“Insyaallah hari ini saya turun kelokasi, ” ungkap plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan Devi Arminanto.

Keseriusan plt. Kadis DLH Lamsel ini mendapatkan sambutan positif dari warga dusun 5 Desa Munjuk Sempurna Kecamatab Kalianda Kabupaten Lampung Selatan,

“Semoga dengan kehadiran pak Kadis DLH dapat membantu warga atas pencemaran/polusi dari pabrik penggilingan padi yang kami alami selama ini, ” tutur salah satu warga yang malu-malu ditanya namanya ini.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah pabrik penggilingan padi tanpa papan nama, di keluhkan warga Dusun 5, Desa Munjuk Sempurna, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Debu yang di timbulkan selama produksi menyebabkan aktivitas warga terhambat hingga gangguan kesehatan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun redaksi, debu pabrik pengolahan padi yang diduga mencemari lingkungan tersebut sudah beroperasi hingga bertahun-tahun. Beberapa kali warga setempat menyampaikan keluhan, namun pihak pemilik pabrik terkesan cuek mengabaikan ancaman kesehatan warga setempat. (Cak Ton)

Diduga Cemari Lingkungan, Ketua Komisi III DPRD Lamsel Akan Tinjau Pabrik Penggilingan Padi di Munjuk Sempurna

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Ketua Komisi III DPRD Lamsel Yuti Ramayanti Hipni (YRH) akan segera meninjau pabrik Penggilingan Padi di dusun 5 Desa Munjuk Sempurna Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Kunjungan yang akan dilakukan oleh YRH bersama jajarannya dilakukan setelah sebelumnya menerima laporan dari warga setempat. Dalam laporanya dijelaskan bahwa keberadaan pabrik penggilingan padi tersebut telah meresahkan warga yang mengakibatkan polusi dan berpotensi mengganggu kesehatan warga masyarakat,

” Insyaallah dalam waktu dekat saya bersama kawan-kawan dan instalasi terkait akan segera meninjau pabrik Penggilingan Padi yang mengakibatkan polusi udara  dan mengancam kesehatan masyarakat ”

Setelah kami berkoodinasi dengan kawan-kawan di DPRD dan Instansi terkait Insyaallah segera kami jadwalkan agenda kunjunganya, ” pungkas YRH, Minggu (7/12/2025).

Sekedar untuk diketahui dari informasi yang dihimpun media ini bahwa sejumlah warga keluhkan adanya polusi debu, suara bising serta jam operasional tanpa batas di sebuah Pabrik  penggilingan Padi yang berada di Dusun 5 Desa Munjuk Sempurna, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Pabrik penggilingan padi yang berada ditengah pemukiman warga sontak menjadi sorotan publik karena diduga tidak memiliki perijinan, khususnya ijin lingkungan dari warga setempat.

Dari informasi yang diterima media ini bahwa sebelumnya warga yang beberapa kali mengadu tentang keberadaan dan polusi yang berasal dari pabrik penggilingan yang diduga  dimiliki oleh seseorang warga desa tetangga.

Warga setempat sudah beberapa kali mengadukan permasalahan ini baik tingkat RT, Kadus hingga pemerintah desa lainnya namun belum ada penjelasan secara kongkrit.(Cak Ton)

Bupati Lampung Selatan Tinjau Lokasi Puting Beliung di Candipuro

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Dengan langkah cepat dan penuh kepedulian, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama turun langsung meninjau lokasi terdampak puting beliung di Kecamatan Candipuro, Rabu (3/12/2025), sehari setelah angin kencang memorak-porandakan puluhan rumah warga. Kehadirannya menjadi simbol respons sigap pemerintah terhadap warga yang baru saja dilanda bencana.

Bencana puting beliung yang terjadi pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB itu merusak permukiman di tiga desa, yakni Desa Cintamulya, Titiwangi, dan Beringin Kencana. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan langsung mengaktifkan langkah penanganan sejak laporan awal diterima.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Egi didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat, Anggota DPRD Edi Waluyo, Forum CSR, Camat Candipuro serta jajaran perangkat daerah. Di lokasi, Bupati Egi menyerahkan bantuan sembako darurat secara simbolis kepada warga terdampak.

“Kemarin sore kami menerima informasi bahwa terjadi puting beliung yang menimpa beberapa rumah warga di Kecamatan Candipuro. Hari ini kami langsung turun meninjau kondisi di lapangan, dan tim BPBD bersama camat juga sudah melakukan pendataan awal,” ujar Bupati Egi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini melakukan verifikasi kerusakan untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.

“Hari ini bantuan pertama sudah kita salurkan, dan selanjutnya akan dilakukan pendeteksian dan menghitung apa yang dapat kita bantu selanjutnya,” tegasnya.

Bupati Egi juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut bergerak membantu warga, mulai dari Forum CSR, anggota DPRD, hingga unsur pemerintah daerah lainnya. “Saya tidak sendiri. Ini bukti bahwa kita bergotong-royong untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ucapnya.

Menutup kunjungan, Bupati Egi mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing.(Red)

3.000 Bibit Kopi-Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa: “Hutan Lindung Tidak Boleh Diapa-apakan”

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan menegaskan soal pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Pesan tegas itu ia sampaikan saat berdialog dengan 200 petani dari 10 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Selasa (2/12/2025).

Di hadapan para petani yang menggantungkan hidup dari hutan, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa kawasan Gunung Rajabasa adalah benteng ekologis yang tidak boleh disentuh sembarangan.

“Hutan lindung ini tidak boleh diapa-apakan. Boleh dimanfaatkan, tetapi tidak boleh dijadikan lahan pertanian sayuran,” tegasnya. Ia menambahkan, penggundulan hutan akan membuat wilayah bawah rentan banjir dan bencana ekologis lainnya.

Kegiatan dialog tersebut berlangsung hangat dan interaktif, sekaligus dirangkai penanaman simbolis bibit kopi dan kakao. Pada kesempatan itu, diserahkan pula 3.000 bibit kopi dan kakao kepada 10 KUPS Desa Way Kalam.

Bantuan bibit tersebut berasal dari United Nations Development Programme (UNDP) sebagai dukungan program keberlanjutan kawasan perhutanan sosial.

“Teman-teman dari UNDP ini konsen agar bumi ini dirawat dengan baik,” ujar Zulkifli Hasan, menegaskan kembali komitmen kerja sama global dalam menjaga kawasan konservasi.

Acara ini turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran Forkopimda, serta Duta Besar Norwegia, Belgia, Jerman, dan Belanda yang tergabung dalam Amsterdam Declarations Partnership (ADP).

Kehadiran perwakilan negara-negara tersebut sekaligus menandai kuatnya dukungan internasional terhadap upaya penyelamatan kawasan Gunung Rajabasa.

Dengan adanya bantuan bibit dan pendampingan lingkungan, pemerintah pusat berharap masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem. Gunung Rajabasa, ditegaskan Zulkifli Hasan, harus tetap menjadi kawasan hijau yang memberi manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.

 

KMHDI Akan Gelar Kongres Nasional 2026, Lampung Selatan Siap Jadi Tuan Rumah Wisata

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Provinsi Lampung tengah mempersiapkan pelaksanaan Kongres Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari 2026.

Persiapan tersebut disampaikan langsung Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Provinsi Lampung, I Nengah Candra Irawan saat melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, pada Kamis (20/11/2025).

I Nengah Candra Irawan menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya masih memetakan lokasi pelaksanaan kongres. Pemilihan daerah masih dalam pembahasan karena KMHDI memiliki tiga cabang aktif di Lampung, yakni Metro, Lampung Selatan, dan Bandar Lampung.

Candra menambahkan bahwa seusai penyelenggaraan kongres, pihaknya juga merencanakan tour wisata bagi peserta dari seluruh Indonesia.

Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu destinasi yang dipertimbangkan karena potensi pariwisatanya yang berkembang pesat.

“Dalam pelaksanaan kongres ini diperkirakan akan hadir 60 kabupaten/kota dan sekitar 26 provinsi se-Indonesia,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa Lampung Selatan siap menyambut peserta kongres sekaligus menjadi tujuan wisata yang representatif.

“Karena saat ini Kabupaten Lampung Selatan sedang fokus pada pengembangan pariwisata, semoga acara ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Harapannya, kegiatan-kegiatan KMHDI dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Bupati Egi.

Dengan rencana kedatangan peserta dari berbagai daerah, Kabupaten Lampung Selatan diharapkan dapat meraih manfaat promosi wisata sekaligus memperkuat perannya sebagai daerah yang ramah terhadap kegiatan nasional.(Red)