Buka Rakornis PKK, Wabup Asahan Lantik 16 Ketua Kecamatan: Sinergi Wujudkan Kesejahteraan Keluarga

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang mempertemukan pengurus dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP., yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Kamis (21/05/2026), sekitar pukul 09.50 WIB.

Sebelum masuk ke agenda utama rapat, dilaksanakan acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi 16 Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Asahan. Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, berdasarkan Keputusan Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Nomor 01/KEP/PKK.KAB/II/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan ketua baru.

Dalam sambutannya, Ny. Yusnila Indriati Taufik menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan terima kasih kepada seluruh kader yang senantiasa aktif dan konsisten menjalankan program pemberdayaan keluarga. Ia menegaskan bahwa gerakan PKK memiliki peran vital karena mampu menyentuh lapisan paling dasar masyarakat, yaitu keluarga, mulai dari orang tua sebagai pengelola rumah tangga hingga anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada desa dan kelurahan yang telah mewakili Kabupaten Asahan dalam berbagai kategori lomba pada kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, yang sebelumnya telah menjalani supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara pada 29 April 2026 lalu.

Adapun wilayah yang telah berprestasi mengikuti berbagai kategori lomba tersebut antara lain: Desa Rahuning (Kecamatan Rahuning) untuk kategori Tertib Administrasi PKK, Desa Tanjung Asri (Kecamatan Sei Dadap) untuk kategori Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Kelurahan Sentang (Kecamatan Kota Kisaran Timur) untuk kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), serta Desa Persatuan (Kecamatan Pulau Rakyat) untuk kategori AKU HATINYA PKK. Selain itu, Puskesmas Binjai Serbangan (Kecamatan Air Joman) juga turut berpartisipasi dalam kategori IVA Test.

“Kepada seluruh pihak yang terlibat, saya berharap persiapan menghadapi penilaian tingkat Provinsi Sumatera Utara ini dilakukan dengan sebaik-baiknya agar Kabupaten Asahan dapat meraih hasil yang maksimal dan membanggakan,” ujar Ny. Yusnila.

Lebih jauh, ia berharap forum Rakornis ini menjadi wadah efektif untuk saling bertukar wawasan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan langkah inovatif guna meningkatkan kinerja organisasi. Ia juga mengingatkan agar seluruh kader terus konsisten menjalankan 10 Program Pokok PKK sebagai upaya nyata mewujudkan kesejahteraan keluarga dan mendukung visi misi daerah: Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP., dalam arahannya menekankan bahwa Rakornis ini diselenggarakan untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan yang kian kompleks. Menurutnya, setiap program yang digulirkan TP PKK harus selaras dan berjalan beriringan dengan arah kebijakan pemerintah kabupaten.

“PKK diharapkan mampu memaksimalkan potensi sumber daya alam dan manusia yang ada di daerah ini sebagai modal utama dalam bekerja dan semangat membangun. Sinergitas ini sangat penting agar dampak positif pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat paling bawah,” tegas Rianto.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah membantu kelancaran berbagai kegiatan dan lomba PKK selama ini. Menurutnya, kekompakan dan koordinasi yang baik antara TP PKK kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan adalah kunci keberhasilan program kesejahteraan masyarakat.(Jun)

Bupati Pringsewu Buka Sosialisasi Optimalisasi Aplikasi SRIKANDI

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka Sosialisasi Optimalisasi Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) Guna Pelayanan Administrasi Kepegawaian bagi ASN  Pemerintah Kabupaten Pringsewu secara virtual pada Rabu (20/5/2026). Sosialisasi ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Arif Nugroho, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Nuriyanto beserta sejumlah kepala perangkat daerah lainnya di Ruang Rapat Bupati, Kantor Pemkab Pringsewu.

Bupati Pringsewu berharap aplikasi ini kedepan bukan sekadar alat untuk beralih dari kertas ke digital, tetapi merupakan langkah strategis bagi mewujudkan tertib arsip dan sinergi instansi dalam hal Integrasi pengelolaan surat menyurat dan arsip antarinstansi, serta efisiensi dan efektivitas dalam mempercepat proses birokrasi, sehingga kinerja ASN lebih optimal dalam pelayanan publik, khususnya di bidang kepegawaian.

“Saya percaya bahwa dengan komitmen kita bersama, kita akan dapat membiasakan diri untuk beradaptasi dan terus berbenah agar mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan efisien. Dan, sosialisasi ini merupakan langkah strategis membekali seluruh pengguna dengan pemahaman yang tepat mengenai tata cara pengoperasian aplikasi ini,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, aplikasi SRIKANDI ini dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Tak hanya mempermudah pengelolaan arsip, tetapi juga membawa manfaat besar dalam efisiensi anggaran di masing-masing perangkat daerah, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT), khususnya dalam mengurangi penggunaan kertas dan alat tulis kantor. [Mm KW-RI ]

Dukung Swasembada Pangan, Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Alsintan

PAGELARAN UTARA -(deklarasinews.com) – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di sembilan kecamatan se-Kabupaten Pringsewu. Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian RI berupa 20 unit traktor tangan dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional melalui mekanisasi pertanian secara terpadu ini dipusatkan di Pekon Mada Raya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, pada Rabu (20 Mei 2026).

Bupati Pringsewu dalam sambutannya menyatakan komitmennya mendukung sektor pertanian sebagai sektor strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan pengendalian inflasi, yang salah satunya diwujudkan melalui pemberian bantuan alsintan. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu para petani dalam mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi biaya produksi, serta mendukung percepatan musim tanam, yang secara tak langsung memberikan dampak positif bagi ketersediaan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Pringsewu.

“Semoga bantuan ini betul-betul dimanfaatkan dengan baik, dipelihara bersama-sama, dan digunakan untuk kepentingan kelompok sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh para petani. Kepada Dinas Pertanian beserta para penyuluh agar terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar penggunaan alsintan ini lebih optimal dan berkelanjutan. Begitupun kepada seluruh petani, agar terus bersemangat meningkatkan produktifitas pertanian, memanfaatkan teknologi pertanian modern, dan menjaga kegotongroyongan. Semoga pertanian kita semakin maju, kesejahteraan petani meningkat, dan ketahanan pangan semakin kuat,” ujarnya.

Acara penyerahan alsintan bantuan Kementan RI ini dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny.Rahayu Sri Astutik Pamungkas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Hendrid, S.E., M.M., Kadis Pertanian Maryanto, S.Pt., Kadis Ketahanan Pangan Budi Efriyanto, S.T., M.Sc., Sekdis Kopdagprin, Kabag Perekonomian, Camat dan Kapekon beserta para pengurus Gapoktan. [Mulia Mega]

Cik Ujang Tegaskan Guru Tak Tergantikan oleh AI di Seminar Hardiknas 2026

PALEMBANG -(deklarasinews.com)—  Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, menegaskan bahwa peran guru tidak akan tergantikan oleh perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Seminar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bertema “Apa Kabar Guru? Sejahtera, Perlindungan Nyata dan Pendidikan Berkualitas” yang diselenggarakan Sumatera Ekspres di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/5/2026).

Seminar tersebut turut dihadiri Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Khusus Direktorat Jenderal GTK Kemendikdasmen RI Arif Jamali Mu’is, General Manager Sumatera Ekspres H. Iwan Irawan, S.Hum., para guru, serta peserta seminar dari berbagai daerah di Sumsel.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut sebagai ruang diskusi dan upaya mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi guru saat ini.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel meyakini pembangunan pendidikan tidak akan berhasil tanpa keberpihakan nyata kepada guru.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meyakini bahwa pembangunan pendidikan tidak akan pernah berhasil tanpa keberpihakan nyata kepada guru,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, guru bukan sekadar pelaksana kurikulum, melainkan arsitek peradaban yang melahirkan generasi penerus bangsa.

“Dari tangan seorang guru lahir pemimpin, ilmuwan, birokrat, pengusaha, tokoh agama, hingga generasi penerus bangsa,” katanya.

Cik Ujang menilai kesejahteraan dan perlindungan guru harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, guru yang sejahtera akan mampu mengajar dengan tenang dan bermartabat.

“Guru yang sejahtera akan mengajar dengan tenang. Guru yang terlindungi akan bekerja dengan bermartabat. Dan guru yang kuat akan melahirkan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari pemerataan kualitas pendidikan, transformasi digital, hingga adaptasi terhadap perkembangan AI.

Menurutnya, masih banyak guru yang menghadapi tekanan administratif, keterbatasan sarana, hingga persoalan hukum dan sosial di lapangan.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pendidik dan tenaga kependidikan,” katanya.

Selain itu, Pemprov Sumsel terus mendorong peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan pendidikan karakter yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pemprov Sumsel juga berkomitmen memperkuat perlindungan profesi guru melalui koordinasi lintas sektor, penguatan regulasi, dan pembangunan ekosistem pendidikan yang aman serta manusiawi.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang menekankan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan tidak dapat menggantikan sentuhan kemanusiaan seorang guru.

“Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi keteladanan guru tidak dapat digantikan oleh mesin. Kecerdasan Buatan dapat menjawab pertanyaan, tetapi tidak dapat menggantikan empati, ketulusan, dan sentuhan kemanusiaan seorang guru,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Cik Ujang mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Sumsel untuk bersama-sama membangun pendidikan yang maju, namun tetap berakar pada nilai kemanusiaan dan budaya bangsa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru di Sumsel atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu, General Manager Sumatera Ekspres, H. Iwan Irawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, yang telah memfasilitasi sekaligus menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wagub Sumsel yang telah memfasilitasi dan hadir dalam kesempatan hari ini,” ujar Iwan.

Ia mengatakan seminar tersebut digelar dalam rangka memperingati Hardiknas sekaligus menjadi ruang diskusi terkait tantangan yang dihadapi guru saat ini.

Menurutnya, guru merupakan tulang punggung pendidikan, namun dalam praktiknya masih sering berhadapan dengan persoalan hukum dan kerap disalahkan dalam menjalankan tugas.

“Padahal menjadi guru sangat sulit dengan pola generasi dan pola pendidikan yang terus berubah,” katanya.

Karena itu, Sumatera Ekspres menghadirkan berbagai pihak terkait dalam seminar tersebut agar tercipta dialog dan solusi bagi dunia pendidikan.

“Kami berharap 400 peserta dapat berdialog dan menemukan solusi, termasuk memahami batasan-batasan yang harus diketahui guru agar tidak berdampak pada persoalan hukum,” tambahnya. (Ning)

Gubernur Lampung Buka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2026

LAMSEL -(deklarasinews.com)-  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026, di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung, Lampung Selatan, Rabu (20/5/2026).

Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza menegaskan pejabat administrator di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Lampung, serta instansi vertikal harus mampu bertransformasi menjadi arsitek kebijakan yang kreatif dan inovatif.

Menurutnya, peran strategis tersebut diperlukan agar kekayaan komoditas unggulan Lampung dapat dikonversi menjadi kemakmuran dan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa esensi utama kehadiran Pemerintah adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia mengatakan Lampung merupakan daerah yang kaya komoditas pertanian. Provinsi ini menempati peringkat keenam nasional untuk produksi padi dan jagung, peringkat pertama untuk ubi kayu dan nanas, serta peringkat kedua untuk kopi dan lada.

“Lampung ini kaya komoditas; padi, jagung, ubi kayu, hingga kopi kita unggul di tingkat nasional. Namun tantangan terbesarnya adalah bagaimana regulasi yang kita buat mampu mengonversi kekayaan alam ini menjadi kemakmuran nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.

Lanjut, Gubernur Mirza juga menyoroti tantangan ekonomi makro di Lampung dimana angka kemiskinan periode 2024–2025 masih berada di kisaran 10,6 persen, dengan mayoritas kantong kemiskinan berada di wilayah pedesaan yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Selain kesejahteraan petani, jelasnya, Pemerintah juga dinilai perlu melakukan intervensi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui pemenuhan nutrisi protein, seperti ayam, telur, dan ikan yang melimpah di Lampung. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan indeks pendidikan dan tingkat kecerdasan anak-anak Lampung.

Terkait pengelolaan keuangan daerah, Gubernur Mirza menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah menerapkan prinsip efisiensi secara ketat. Setiap belanja daerah, kata dia, harus memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Ubah pola pikir kita. Hindari belanja anggaran yang tidak efektif atau sekadar seremonial. Di Lampung, jika kita membelanjakan satu rupiah APBD, maka kemanfaatan ekonomi yang dirasakan masyarakat minimal harus bernilai lima rupiah,” tegasnya.

Sebagai stimulus bagi sektor riil, gubernur mencontohkan program penyaluran pupuk organik cair (POC) gratis yang ditargetkan menjangkau 1 juta hektare lahan pertanian pada 2025–2026.

Dengan alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar, program tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas lahan, daya beli petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 6,2–6,4 persen.

Menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah daerah juga akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan mandiri sektor-sektor strategis sesuai amanat Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945. Sektor yang dimaksud antara lain pelabuhan perikanan, pabrik pakan, hingga sumber energi.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi, sosial, dan birokrasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia aparatur.

“Ibarat kendaraan, sebagus apa pun mobilnya tidak akan sampai tujuan jika sopirnya tidak tahu arah jalan. Jajaran pejabat administrator hari ini adalah motor penggerak yang akan menentukan arah dan mengantarkan Lampung menuju gerbang Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(Red)

Wagub Jihan Nurlela Apresiasi Peran Perempuan Pelaku UMKM untuk Perkuat Perekonomian di Masyarakat

TUBA -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan naik kelas, salah satunya dengan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Hal itu disampaikan Wagub Jihan saat kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha Akbar bagi pelaku UMKM Kabupaten Tulang Bawang di Gedung Serba Guna Menggala, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Dari Kemasan Jadi Andalan: UMKM Tulang Bawang Makin Cuan” tersebut digelar bekerja sama dengan PT PNM dan diikuti para nasabah program Mekaar.

Wagub Jihan mengapresiasi para perempuan pelaku UMKM yang dinilai memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi keluarga.

Menurutnya, mayoritas nasabah PNM merupakan perempuan tangguh yang terus berjuang mengembangkan usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.

“Saya merasa bangga bisa hadir di tengah para pejuang ekonomi keluarga. Perempuan-perempuan hebat inilah yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, kami ingin terus membersamai para pelaku UMKM agar semakin berdaya saing dan naik kelas,” ujar Jihan.

Jihan menilai keberadaan PNM memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM di Provinsi Lampung.

“Ini menunjukkan bahwa PNM benar-benar hadir untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para perempuan pelaku UMKM,” ujarnya.

Jihan menjelaskan, dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini, di mana perubahan terjadi sangat cepat dan menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi.

Ia mencontohkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin bergantung pada teknologi digital. Jika dahulu masyarakat berbelanja pakaian langsung di pasar dan membeli makanan di warung, kini hampir seluruh kebutuhan dapat diperoleh hanya melalui telepon genggam.

“Perubahan yang cepat ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku UMKM,” katanya.

Menurut Jihan, tantangan utama UMKM saat ini bukan lagi sekadar persoalan modal usaha. Akses pembiayaan dinilai sudah semakin terbuka melalui berbagai program seperti PNM maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tantangan terbesarnya adalah apakah kita mampu bertahan di tengah perubahan zaman dan cukup peka terhadap perkembangan yang terjadi,” ujarnya.

Karena itu, Jihan menilai peran PNM sangat penting, bukan hanya dalam menyediakan akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang lengkap bagi para nasabah.

“PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menghadirkan pelatihan, pendampingan pengembangan usaha, hingga sistem pengawasan melalui kelompok. Semua instrumen ini dirancang agar usaha kecil dan menengah dapat tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” katanya.

Ia berharap para nasabah yang saat ini memulai usahanya dapat berkembang menjadi pelaku usaha menengah dengan kapasitas lebih besar, bahkan mampu mandiri tanpa bergantung pada pinjaman. “Itulah tujuan besar yang ingin dicapai bersama,” ucapnya.

Jihan menekankan pentingnya pengembangan kapasitas usaha, salah satunya melalui peningkatan kualitas kemasan produk atau packaging. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya melihat rasa maupun kualitas produk, tetapi juga keseriusan pelaku usaha dalam mengemas produknya.

Menurutnya, produk makanan ringan yang dikemas seadanya tentu akan kalah menarik dibanding produk dengan kemasan rapi dan profesional.

“Kemasan hari ini adalah bagian dari strategi pemasaran dan nilai tambah produk,” tegasnya.

Jihan mengapresiasi model pembiayaan berbasis kelompok yang diterapkan PNM karena dinilai mampu menciptakan kontrol sosial, rasa tanggung jawab bersama, serta semangat saling mendukung antaranggota.

“Banyak program pembiayaan berbasis individu gagal bertahan karena tidak memiliki sistem pengawasan dan tanggung jawab kolektif seperti ini. PNM telah membuktikan keberhasilannya. Selama bertahun-tahun program ini mampu bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jihan menyinggung teori survival economy yang menyebut UMKM sebagai sektor usaha yang paling mampu bertahan menghadapi krisis karena memiliki fleksibilitas tinggi.

Menurutnya, hal tersebut terbukti saat pandemi COVID-19, ketika banyak usaha besar berhenti beroperasi bahkan gulung tikar akibat sulit beradaptasi. Sebaliknya, UMKM justru mampu bergerak cepat menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.

“Pelaku UMKM dapat dengan cepat beralih dari penjualan offline ke online, memodifikasi produk, hingga menciptakan kebutuhan baru sesuai kondisi pasar,” katanya.

Ia mencontohkan saat masker dan alat pelindung diri sulit diperoleh selama pandemi, pelaku UMKM mampu menghadirkan berbagai inovasi produksi masker kain dan APD dari bahan yang tersedia.

“Inilah bukti bahwa UMKM memiliki daya tahan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, Jihan menegaskan bahwa modal bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan usaha. Menurutnya, banyak usaha dengan modal besar gagal berkembang karena tidak mampu membaca perubahan zaman.

“Yang paling penting adalah kepekaan terhadap peluang, kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, dan semangat untuk terus belajar,” tegasnya.

Jihan menyampaikan rasa bangga kepada para ibu yang terus berjuang membantu perekonomian keluarga melalui usaha yang dijalankan.

“Saya tahu ada anak dan keluarga yang harus ditinggalkan sejenak demi membantu mencari nafkah keluarga. Namun percayalah, bentuk cinta seorang ibu tidak selalu hadir dalam pelukan dan kebersamaan, tetapi juga dalam bentuk tanggung jawab dan perjuangan,” katanya.

Ia berharap seluruh kerja keras para pelaku UMKM hari ini dapat menjadi jalan bagi masa depan anak-anak yang lebih baik.

“Saya bersama Bapak Gubernur berkomitmen untuk terus membersamai para pelaku UMKM agar dapat berkembang, mandiri, dan sukses mencapai harapan masing-masing. Semangat terus untuk seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Tulang Bawang,” pungkasnya. (Red)

Wagub Lampung Tinjau Rumah Penyintas TBC Penerima BSPS

TUBA -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung rumah penyintas Tuberculosis (TBC) calon penerima bantuan renovasi rumah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kampung Sumber Makmur, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (20/5/2026).

Dalam peninjauan itu, Jihan melihat kondisi rumah penyintas TBC yang dinilai belum memenuhi standar kesehatan dan memerlukan perbaikan agar menjadi hunian yang lebih layak dan sehat.

Menurutnya, kondisi rumah memiliki pengaruh besar terhadap kualitas kesehatan penyintas TBC serta penting untuk mencegah risiko penularan dan kekambuhan penyakit di lingkungan keluarga.

Di sela kunjungan, Jihan juga berdialog langsung dengan keluarga penyintas TBC. Ia mengajak untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menjaga kebersihan tangan.

Ia menjelaskan, Program BSPS dari pemerintah pusat menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya penderita TBC.

Melalui program tersebut, rumah penerima bantuan akan direnovasi agar memiliki ventilasi yang baik, pencahayaan yang cukup, sanitasi layak, serta lingkungan hunian yang lebih sehat.

Jihan menegaskan bahwa penanganan TBC menjadi salah satu fokus utama pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan.

Menurutnya, pemerintah menargetkan penurunan angka kasus TBC melalui pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari penguatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, hingga perbaikan lingkungan permukiman.

Selain meninjau calon penerima BSPS, Jihan juga meminta camat hingga kepala desa memastikan keluarga kurang mampu memperoleh akses terhadap berbagai program perlindungan sosial dan layanan kesehatan pemerintah.

Ia meminta masyarakat yang memenuhi syarat difasilitasi untuk mendapatkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), Program Keluarga Harapan (PKH), serta bantuan sosial lainnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung. (Red)

Bupati Lampung Barat Ingatkan 213 Lulusan SMPN 1 Way Tenong Perkuat Karakter Sebelum Lanjut SMA

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Sebanyak 213 lulusan SMP Negeri 1 Way Tenong Angkatan ke-36 diingatkan untuk memperkuat karakter dan akhlak agar siap menghadapi tantangan di jenjang SMA. Pesan itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menghadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa Kelas IX, Rabu (20/5/2026).

Parosil menilai jenjang SMP merupakan fondasi penting yang menentukan arah dan sikap generasi muda ke depan. Menurutnya, kelulusan bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menempuh tantangan yang lebih besar.

Ia mengingatkan siswa untuk menjaga nama baik sekolah, menghormati orang tua dan guru, serta menjauhi pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan. Parosil menekankan bahwa kecerdasan tanpa karakter yang kuat tidak akan cukup untuk membawa perubahan positif bagi daerah.

Bupati Lampung Barat juga memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga pendidik atas dedikasi dalam mendidik dan membentuk karakter siswa. Ia menilai peran orang tua sama pentingnya dalam mendukung pendidikan melalui sinergi yang baik dengan sekolah.

Parosil menyebut pentas seni yang ditampilkan siswa menjadi bukti bahwa pendidikan di Lampung Barat tidak hanya fokus pada kemampuan akademik. Kreativitas dan bakat siswa mendapat ruang untuk berkembang sehingga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berkarya.

Ia berharap seluruh lulusan Angkatan ke-36 melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sehingga kelak menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, daerah, dan negara.

Sebagai kepala daerah, Parosil juga menyoroti program Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bidang pendidikan. Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, pihaknya berkomitmen untuk terus menggulirkan pembagian seragam gratis bagi seluruh siswa setara SD dan SMP se-Lampung Barat serta berbagai beasiswa.

“Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memiliki program pembagian seragam gratis dan beasiswa kedokteran, seni budaya, keguruan sekolah dasar, dan kewirausahaan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Way Tenong Nazarudin mengatakan, tahun ini SMPN 1 Way Tenong melepas 213 siswa. Seluruh siswa telah menyelesaikan rangkaian ujian sekolah. “Alhamdulillah, seluruhnya lulus 100 persen, Pak Bupati,” ucap Nazarudin dengan raut muka penuh kebahagiaan.

Sebagai kepala sekolah dan mewakili seluruh dewan guru, ia berpesan agar para siswa meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Jangan berhenti belajar. Jaga nama baik sekolah, keluarga, dan diri sendiri di mana pun kalian berada,” pungkasnya.(andri)

Asahan Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Uapacara Dipimpin Wakil Bupati Rianto

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Asahan, Rabu (20/5/2026), pukul 08.00 WIB, dengan mengusung tema besar “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.AP, yang bertindak sebagai Pembina Upacara. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Asahan, jajaran pimpinan instansi vertikal serta unsur pimpinan daerah antara lain Kajari Asahan, Dandim 0208/Asahan, Kapolres Asahan, perwakilan Pengadilan Negeri Kisaran, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Danyon 126/KC, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para Asisten, Staf Ahli Bupati, kepala Organisasi Perangkat Daerah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tamu undangan lainnya.

Dalam amanat resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, yang dibacakan oleh Wakil Bupati Asahan, ditegaskan bahwa tema peringatan tahun ini memiliki makna filosofis yang mendalam. Tema tersebut merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa untuk menjaga Ibu Pertiwi dan bergerak maju bersatu melalui perlindungan terhadap generasi penerus bangsa, sekaligus menegaskan pentingnya kemandirian dan jati diri Indonesia sebagai negara yang berdaulat seutuhnya.

“Pada momen bersejarah ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita — delapan misi besar yang harus dicapai bersama — sebagai kompas utama. Kita wajib mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat,” bunyi amanat tersebut

Peringatan Harkitnas tahun 2026 ini juga menjadi seruan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api semangat perjuangan Boedi Oetomo dalam setiap aspek kehidupan. Semangat kebangkitan tersebut harus diwujudkan dalam langkah nyata, antara lain dengan memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.

“Kebangkitan Nasional adalah tanggung jawab dan milik kita semua. Semangat ini bermula dari kesadaran masing-masing individu yang kemudian bersatu menjadi kekuatan kolektif, yang pada akhirnya akan mengantar bangsa Indonesia menuju kejayaan di kancah dunia,” tegas amanat Menteri.

Selain rangkaian upacara seperti pengibaran bendera, penyanyian lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, momen penting lainnya adalah pemberian penali asih kepada ASN yang memasuki masa purnabakti, serta penyerahan bantuan duka kepada ahli waris pegawai yang meninggal dunia. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Asahan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para pegawai.

Setelah upacara resmi selesai, Wakil Bupati beserta rombongan meninjau langsung kegiatan Gerakan ASN Sadar Pajak (GASS PAK) yang digelar di lokasi kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan yang berakhir pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.(Jun)

Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Pangan Kepada Masyarakat Pekon Rejosari

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu di Balai Pekon setempat pada Rabu (20/5/2026). Bantuan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) selama dua bulan ini berasal dari cadangan pangan pemerintah.

Bupati Pringsewu berharap bantuan pangan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi memenuhi kebutuhan keluarga khususnya untuk 693 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Pekon Rejosari. Sekaligus melalui program ini, stabilitas sosial masyarakat dapat terus terjaga, angka kerawanan pangan dapat ditekan, serta kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat.

“Pangan merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas pangan melalui berbagai program perlindungan sosial yang terukur dan berkelanjutan, sebagaimana program bantuan pangan pemerintah ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi, memperkuat kolaborasi dan menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemkab Pringsewu terus berupaya menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun ketahanan pangan.

“Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari pertumbuhan infrastruktur semata, namun juga dari meningkatnya kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” kata Bupati.

Penyaluran bantuan pangan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, S.E., M.M., Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Pringsewu Budi Efriyanto, S.T., M.Sc., Kadis Sosial Kabupaten Pringsewu Debi Hardian, S.Pi., M.Si., Irbanwil II Tanjung Dewayani, Camat Pringsewu Christianto HS, Kapekon Rejosari Khotmanudin, serta Pandu Ariyanto dari Bulog Kantor Wilayah Lampung. (Mm, KW-RI)