Gubernur Sumsel Ingatkan Bahaya Karhutla dan Perubahan Iklim di Festival Kehutanan UIN Raden Fatah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat memberikan sambutan pada Festival Kehutanan di Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyoroti semakin langkanya berbagai jenis kayu khas Sumatera Selatan yang dahulu mudah ditemukan di kawasan pedesaan. Ia menyebut kayu jelutung, merawan, hingga merbau kini mulai sulit dijumpai akibat menyusutnya kawasan hutan alami.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini menjadi salah satu faktor yang membantu mengurangi penggunaan kayu dalam pembangunan. Material seperti rangka baja ringan, kusen aluminium, dan aluminium composite panel (ACP) dinilai mampu menekan penebangan pohon secara besar-besaran.

“Kalau dulu hampir semua bangunan memakai kayu, sekarang sudah banyak alternatif. Ini salah satu bentuk kemajuan teknologi yang membantu menjaga hutan,” ujarnya.

Herman Deru mengatakan Festival Kehutanan menjadi momentum penting dalam meningkatkan literasi lingkungan bagi generasi muda. Ia optimistis semangat mahasiswa dalam menjaga lingkungan akan terus tumbuh melalui kegiatan edukasi dan penanaman pohon yang dilakukan secara simbolis.

Gubernur juga menegaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki kawasan gambut yang luas dan sangat rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia saat beraktivitas di kawasan hutan maupun lahan terbuka.

Ia mengingat kembali peristiwa kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumsel yang sempat menjadi perhatian negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Karena itu, Herman Deru meminta masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.

Selain ancaman karhutla, Herman Deru juga menyoroti fenomena perubahan iklim yang kini semakin sulit diprediksi. Menurutnya, pola cuaca saat ini berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu ketika musim hujan dan kemarau masih dapat diperkirakan dengan jelas.

“Sekarang iklim sudah anomali. Sudah hampir Juni tapi masih hujan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan pentingnya peran akademisi dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan. Ia berharap kampus dapat menjadi pusat edukasi dan pelopor gerakan pelestarian alam di Sumatera Selatan.

Festival Kehutanan yang digelar di Kampus UIN Raden Fatah Palembang itu mengangkat semangat pelestarian lingkungan melalui edukasi, penanaman pohon, dan kampanye menjaga hutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimuddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan kampus serta pameran bertema kehutanan.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Adil Jamil, menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan visi kampus dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang hijau dan berkelanjutan. (Ning)

Wagub Cik Ujang Tekankan Integrasi Tol Kapal Betung dengan Proyek Strategis Tanjung Carat

JAKARTA -(deklarasinews.com)— Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menekankan pentingnya integrasi pembangunan Tol Kapal Betung dan Tol Trans Sumatera dengan Proyek Strategis Tanjung Carat dalam rapat penyelarasan yang digelar di Gedung HK Tower, Jakarta, Kamis (21/05/2026).

Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan bahwa perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera sangat diharapkan masyarakat Sumatera Selatan karena dinilai mampu memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai crossing box utility menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan jalan tol, termasuk untuk kebutuhan saluran pipa air dan utilitas lainnya.

“Pembahasan terkait crossing box utility ini sangat diperlukan demi keberlangsungan jalan tol, termasuk untuk saluran jalur pipa air dan utilitas lainnya. Semua pihak harus bekerja sama agar konektivitas dan kelancaran Tol Trans Sumatera, khususnya Tol Kapal Betung, dapat terwujud dengan baik,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, pembangunan jalan tol diharapkan dapat memperkuat akses transportasi dan konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan.

Cik Ujang juga berharap jaringan jalan tol nantinya dapat terkoneksi mulai dari Palembang hingga Kabupaten Lahat, berlanjut ke Lubuk Linggau, hingga tersambung ke Bengkulu. Ia mengatakan harapan tersebut juga menjadi aspirasi masyarakat.

Selain itu, ia menilai konektivitas jalan tol menuju Proyek Tanjung Carat sangat penting. Pelabuhan Tanjung Carat diproyeksikan menjadi pengganti Pelabuhan Boom Baru yang dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mendukung kegiatan ekspor.

“Jalan tol ini juga diharapkan dapat mendukung Proyek Tanjung Carat sebagai pengganti Pelabuhan Boom Baru, sekaligus mengalihkan kendaraan logistik agar tidak lagi masuk ke dalam kota,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Direktur Operasional III PT Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa konstruksi Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 saat ini terus berjalan dan telah difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru kemarin (Nataru).

Sementara itu, Kadiv Engineering dan Teknologi Informasi, Ami Rahmadani, mengatakan bahwa BUMN tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan proyek strategis tersebut sehingga diperlukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat perlu diakomodasi dalam perubahan Peraturan Presiden (Perpres), termasuk integrasi akses jalan tol menuju kawasan tersebut.

Rapat turut dihadiri Komisaris Utama TSM, Direktur PT TSM Palembang, Kepala Dinas PUBM, Kepala Biro Ekonomi, serta TGUPP Bidang Kesejahteraan Rakyat. (dkd)

Groundbreaking Perbaikan Ruas Jalan Provinsi, Pemkab Pringsewu Apresiasi Pemprov Lampung

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang melakukan perbaikan (preservasi) jalan provinsi di wilayah Kabupaten Pringsewu. Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila pada acara groundbreaking preservasi jalan provinsi ruas Pringsewu-Kalirejo di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu,  Kabupaten Pringsewu, pada Kamis (21/5/2026).

Menurut Wabup Umi Laila, dilaksanakannya groundbreaking preservasi jalan provinsi di wilayah Kabupaten Pringsewu merupakan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu. Bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata hadirnya harapan dan peningkatan konektivitas masyarakat, yang akan menjadi urat nadi bagi memperlancar mobilitas warga serta mempermudah distribusi hasil pertanian, perdagangan dan produk UMKM ke wilayah lain.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur  dan Ibu Wagub yang berkonsisten untuk membantu kegiatan pembangunan di Kabupaten Pringsewu, khususnya dalam upaya perbaikan ruas jalan provinsi ini. Semoga ke depan Kabupaten Pringsewu dan seluruh Provinsi Lampung semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, Wagub Lampung dr.Jihan Nurlela mengaku bersyukur memasuki tahun kedua kepemimpinan dirinya sebagai Wagub Lampung mendampingi Gubernur Rahmat Mirzani Djausal pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan masih berjalan sesuai rencana di tengah-tengah banyaknya tantangan, terutama dengan kondisi fiskal karena kebijakan efisiensi atau penyesuaian anggaran akibat berkurangnya dana transfer daerah.

“Kami tetap berkomitmen untuk mengupayakan bagaimana caranya agar program prioritas ini tetap berjalan. Dan, ahamdulillah hinggs saat ini masih berjalan dan cukup progresif, bahkan sangat progresif di tahun 2026 ini, karena dibandingkan tahun lalu hampir dua kali lipat panjangnya. Sehingga di tahun-tahun yang akan datang, kita tinggal menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan untuk ruas jalan provinsi yang belum mantap,” katanya.

Dikatakan dr.Jihan, pada kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Pemprov Lampung dan Pemkab Pringsewu, panjang ruas jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu sekitar 40 km, dan baru 23 km dengan kondisi baik, dimana sisanya dalam kondisi rusak ringan, sedang dan berat. Dirinya akan mengawal Kabupaten Pringsewu dimana sampai dengan akhir tahun 2029  ditargetkan dalam kondisi mantap 100%. Untuk perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu, pihaknya menggelontorkan anggaran Rp 35 milyar.

Berdasarkan data yang dihimpun LPPL Radio Rapemda Pringsewu FM,  ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Pringsewu terdapat 3 ruas, yakni Pringsewu-Kalirejo (16,392 km), Pringsewu-Pardasuka (18,797 km), dan Pardasuka-Sukamara (5,058 km), dengan total panjang ketiga ruas adalah 40,247 km. Dari ketiga ruas, 23,587 km dalam kondisi baik, 9,470 km kondisi sedang, 3,540 km kondisi rusak ringan, serta 3,650 km kondisi rusak berat. Untuk penanganan ruas-ruas tersebut, Pemprov Lampung menganggarkan dana Rp 35,2 milyar. Khusus ruas Pringsewu-Kalirejo, penanganannya sepanjang 2,7 km dengan rigid pavement, dengan anggaran Rp 23,9 milyar. (*/Mm,KW-RI)

Lampung Barat Pasang Target Naik Kelas: Incar Tuan Rumah PORPROV 2030, Gas Persiapan 2026

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Lampung Barat tidak mau jadi penonton di peta olahraga Lampung. Daerah ini langsung tancap gas membenahi ekosistem olahraga prestasi, mulai dari persiapan PORPROV X 2026 hingga mematok diri sebagai calon tuan rumah PORPROV XI 2030.

Ambisi itu dibawa langsung Pemerintah Kabupaten bersama KONI Lampung Barat ke meja Kemenpora RI dalam audiensi di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Tujuannya jelas meminta dukungan pusat untuk pembangunan sarana olahraga yang selama ini jadi ganjalan utama.

“KONI Lampung Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan pembangunan olahraga prestasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan generasi muda, serta penguatan citra daerah melalui prestasi olahraga,” kata ketua umum Koni Lampung Barat, M. Irfan Fadilla Mabsus.

Tanpa fasilitas standar nasional, pembinaan atlet muda di Lampung Barat jalan di tempat. Itu sebabnya, rombongan daerah membawa daftar kebutuhan venue prioritas dan meminta pendampingan teknis agar pembangunan selaras dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet dan pelatih, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai, representatif, dan sesuai standar nasional,” katanya.

Menurutnya, jika mau bicara prestasi, fasilitas dulu yang harus memadai. Sebab, atlet yang hebat tidak akan lahir dari lapangan seadanya tanpa memadai.

Melalui audiensi tersebut, Irfan berharap Kemenpora RI, khususnya Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi di Kabupaten Lampung Barat.

“Kami optimistis, dengan dukungan semua pihak, Kabupaten Lampung Barat akan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing pada tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional serta memperkuat implementasi DBON,” tuturnya.

Lampung Barat juga melempar wacana menjadi salah satu lokasi venue PON XXIII 2030. Dengan kondisi alam dan posisi strategis, daerah ini menilai diri layak dikembangkan sebagai sentra pembinaan cabang olahraga tertentu.

Langkah ini sekaligus bagian dari strategi Pemkab untuk menguatkan peran olahraga dalam meningkatkan kualitas SDM dan mengangkat citra daerah. Targetnya, dalam lima tahun Lampung Barat bisa mengirim lebih banyak atlet ke level nasional dan internasional.

Kemenpora merespons positif. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Bastaman Harahap menyatakan akan menelaah usulan Lampung Barat dan membuka jalur koordinasi lanjutan. Fokusnya pada percepatan pembangunan venue yang bisa langsung dipakai untuk pembinaan dan kompetisi.

Rombongan Lampung Barat dipimpin Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Bernaria, bersama Ketua Umum KONI M. Irfan Fadilla Mabsus dan jajaran pengurus.(andri)

DWP Provinsi Lampung Siap Bergerak Lebih Solid dan Aktif Dalam Mendukung Pembangunan Daerah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan (DWP) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung Masa Bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan di Gedung Pusiban, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Atribut dan Administrasi Dharma Wanita Persatuan yang diikuti pengurus DWP dari seluruh kabupaten/kota dan OPD di Provinsi Lampung.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan Sekretaris Jenderal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat, Naida Yudha Mediawan, dan Pengurus Bidang Organisasi DWP Pusat, Yuni Wisnu Sindhutrisno, sebagai narasumber yang memberikan pemaparan terkait atribut dan administrasi Dharma Wanita Persatuan.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh pengurus DWP dari 15 kabupaten/kota yang hadir lengkap, termasuk dari daerah terjauh seperti Kabupaten Pesisir Barat.

Batin Wulan, sapaan akrab Penasihat Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung juga menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk menjadikan Dharma Wanita Persatuan semakin aktif, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga, serta masyarakat.

“Pengukuhan ini bukan hanya sebuah simbol kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus mengembangkan organisasi Dharma Wanita Persatuan agar semakin aktif, solid, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung,” tegasnya.

Menurut Batin Wulan, Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi strategis sebagai organisasi yang menaungi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung pembangunan daerah melalui program-program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mendorong seluruh pengurus untuk memperkuat solidaritas organisasi, menjaga marwah Dharma Wanita Persatuan, serta menyusun program kerja yang konkret dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Dharma Wanita Persatuan diharapkan mampu menyusun program kerja yang nyata dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Batin Wulan juga mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam mendukung tugas dan pengabdian suami sebagai ASN. Menurutnya, dukungan, doa, dan keikhlasan para istri menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan inovasi organisasi di tengah kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi berbagai sektor.

“Situasi efisiensi tidak boleh menurunkan semangat kita untuk terus berinovasi dan berkarya. Saya yakin gerakan ibu-ibu ini luar biasa,” tegasnya.

Batin Wulan juga menekankan pentingnya sinergi antara Dharma Wanita Persatuan dengan pemerintah daerah dan organisasi perempuan lainnya di Provinsi Lampung dalam mendukung program pembangunan.

Ia berharap seluruh pengurus dapat menjadi teladan dalam etika, disiplin, serta menjaga nama baik organisasi.

“Saya percaya dengan semangat kebersamaan dan pengabdian yang tulus, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung akan semakin solid, maju, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo mengatakan bahwa kegiatan pengukuhan menjadi momentum penting dan strategis bagi keberlangsungan organisasi dalam menjalankan program kerja ke depan.

Ia berharap program kerja DWP Provinsi Lampung dapat bersinergi antara DWP OPD, biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, serta DWP kabupaten/kota.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo juga mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus Unsur Pelaksana DWP se-Provinsi Lampung yang terdiri dari 38 sekretariat, badan, dinas, sembilan biro Setda Provinsi Lampung, serta 15 kabupaten/kota yang resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2024–2029.

“Semoga Ibu-Ibu dapat berperan aktif dalam mendukung dan menjalankan program-program Dharma Wanita Persatuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri ASN melalui kegiatan di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya guna meningkatkan kesejahteraan anggota, keluarga, dan masyarakat.

“Semoga Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung semakin semangat menjalankan seluruh program kerja yang telah direncanakan,” pungkasnya.

Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat langkah intervensi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) secara multisektoral, salah satu upayanya adalah melalui kesiapan aplikasi “Lampung Peduli TBC” yang kini memasuki tahap finalisasi di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.

Sistem digital ini diperkuat dengan penambahan variabel data guna mengoptimalkan pelacakan kasus serta menunjang program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni bagi pasien TBC.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Pesawaran secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis (21/05/2026).

Wagub menyampaikan bahwa penuntasan TBC merupakan salah satu dari delapan program hasil terbaik cepat pemerintah pusat dengan target reduksi kasus hingga 50 persen dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung mengintegrasikan sektor kesehatan dengan sektor perumahan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tahun anggaran 2026.

Menurut Wagub, integrasi ini merupakan langkah perdana yang memberikan bantuan stimulus perumahan secara spesifik bagi pasien TBC dalam sejarah penanggulangan kesehatan di daerah.

Mengingat tahun ini Provinsi Lampung mendapatkan kuota bantuan stimulus perumahan yang sangat besar hingga mencapai sepuluh ribu kuota, Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten dan kota diminta bergerak agresif untuk melakukan validasi data.

Berdasarkan data sinkronisasi bersama Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan per Mei 2026, dari total 367 usulan pasien TBC di Provinsi Lampung yang masuk kategori Backlog Dua, sebanyak 217 usulan telah terverifikasi sebagai calon penerima bantuan renovasi rumah, sementara 150 usulan lainnya menjadi data cadangan. Khusus Kabupaten Pesawaran, dari 158 usulan awal, baru 54 yang masuk kategori Backlog Dua dan hanya dua pasien yang lolos verifikasi akhir.

Merespon data tersebut, Wagub menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran untuk melakukan pelacakan dan asesmen lapangan secara lebih progresif agar kuota bantuan dapat terserap maksimal.

Meskipun fasilitas kesehatan penunjang di Lampung sudah diperkuat dengan 80 mesin Tes Cepat Molekuler dan rencana pengadaan 13 X-Ray Portable, rapor capaian indikator TBC di Kabupaten Pesawaran dinilai masih memerlukan stimulus dan percepatan konkret pada beberapa area kritis.

Rapor kinerja Kabupaten Pesawaran menunjukkan hasil yang beragam pada tiap indikatornya. Capaian indikator keberhasilan pengobatan atau treatment success rate di Pesawaran mencatatkan hasil yang baik dengan berada di zona hijau pada angka 93 persen.

Namun, capaian investigasi kontak kasus TBC paru masih berada di zona kuning dengan angka 53 persen, disusul oleh indikator terduga TBC yang mendapatkan pelayanan sesuai standar sebesar 32 persen.

Kondisi yang memerlukan perhatian mendalam berada pada zona merah, di mana angka penemuan kasus baru atau notification rate baru mencapai 14 persen dari target ideal sebesar 90 persen. Selain itu, capaian pemberian Terapi Pencegahan TBC juga masih sangat rendah di angka 2 persen, yang menandakan baru sedikit pasien kontak erat yang mendapatkan perawatan pencegahan.

Rendahnya penemuan kasus ini juga dipengaruhi oleh kuantitas kader TBC di Pesawaran yang baru berjumlah 24 orang, angka terendah di Provinsi Lampung jika dibandingkan dengan wilayah setara seperti Kota Metro yang telah membina 60 kader.

Untuk memacu kinerja TP2TB Kabupaten Pesawaran, Wakil Gubernur Lampung merumuskan beberapa rekomendasi aksi strategis, dimulai dari percepatan regulasi melalui finalisasi Rencana Aksi Daerah penanggulangan TBC yang saat ini masih dalam proses pembahasan di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesawaran.

Wagub juga menekankan pentingnya optimalisasi fungsi tim multisektoral yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 430 Tahun 2024 agar gerakan lapangan lebih terorkestrasi.

Langkah taktis selanjutnya yang harus diambil adalah peningkatan penemuan kasus secara masif melalui skrining aktif berbasis wilayah dengan memberdayakan organisasi komunitas serta meningkatkan jumlah kader lokal.

Dinas Kesehatan Pesawaran juga diwajibkan memperkuat kemitraan dengan Dokter Praktik Mandiri, klinik swasta, dan rumah sakit swasta dalam pelaporan satu pintu, serta mengimplementasikan kegiatan integrasi pelayanan kesehatan bagi calon pengantin dan ibu hamil guna memperkuat komitmen penyerapan anggaran jangka panjang.

Menanggapi arahan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmen jajarannya untuk segera mengevaluasi kinerja Puskesmas dan instansi terkait yang belum memenuhi target kinerja per Mei 2026 demi mengejar pemenuhan target eliminasi kasus di wilayahnya.

Pihaknya berjanji akan mengoordinasikan langkah taktis dan melakukan intervensi langsung agar penanganan TBC di Pesawaran dapat berjalan lebih optimal dan sinkron dengan target provinsi.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr. Imelda Carolina, menjelaskan bahwa tantangan geografis Pesawaran yang mencakup 11 kecamatan dan 148 desa menuntut strategi pengawasan yang intensif.

Wabup Nadirsyah Kobarkan Semangat Gotong Royong, Jalan Rusak di Margo Mulyo Mulai Dibenahi Bersama Warga

TUBABA -(deklarasinews.com)- Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap infrastruktur kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah turun langsung memimpin kegiatan gotong royong perbaikan jalan rusak di Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kamis (21/05/2026).

‎‎Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias dan melibatkan masyarakat setempat yang sejak pagi telah berkumpul untuk bersama-sama memperbaiki ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan dan kerap dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari.

‎‎Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Tumijajar Fetha Rio, S.IP., M.IP. ,Kepalo Tiyuh Margo Mulyo, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang ikut bahu membahu mengangkut dan meratakan material batu di sejumlah titik jalan yang rusak.

‎‎Perbaikan jalan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak swasta dan elemen masyarakat. Bantuan material batu diberikan oleh H. Yunus pengusaha semangka, serta dukungan dari SPPG Margo Mulyo sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan kenyamanan akses masyarakat di wilayah tersebut.

‎‎Kehadiran langsung Wakil Bupati Nadirsyah di tengah masyarakat menjadi perhatian dan mendapat sambutan hangat dari warga. Tidak hanya memberikan arahan, ia juga tampak ikut bekerja bersama warga di lokasi gotong royong. Kebersamaan itu menciptakan suasana penuh kekompakan antara pemerintah dan masyarakat.

‎‎Dalam kesempatan itu, Nadirsyah mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan langkah penanganan sementara agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat dengan lebih aman dan nyaman, sembari menunggu proses perbaikan permanen melalui anggaran pemerintah daerah.

‎‎“Ini penanganan sementara supaya akses masyarakat tetap berjalan baik. Ke depan tentu akan kita upayakan perbaikan lebih maksimal melalui program pembangunan menggunakan APBD,” ujar Nadirsyah.

‎‎Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, namun membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

‎Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dijaga dan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

‎‎“Kalau pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta bergerak bersama, pekerjaan seberat apa pun bisa kita selesaikan. Ini bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian antar sesama,” tambahnya.

‎‎Tugimin warga Margo Mulyo menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku senang karena pemerintah turun langsung melihat kondisi jalan dan ikut bekerja bersama masyarakat. Perbaikan sementara ini diharapkan dapat mempermudah akses transportasi warga, terutama untuk aktivitas pertanian, perdagangan, dan kegiatan sehari-hari lainnya sambil menunggu pembangunan permanen dilakukan.

‎‎Suasana gotong royong berlangsung penuh keakraban. Mulai dari pemerintah kecamatan, aparatur tiyuh, hingga masyarakat terlihat kompak bekerja bersama demi memperbaiki akses jalan yang lebih baik dan nyaman untuk digunakan.

‎Semangat gotong royong yang ditunjukkan di Tiyuh Margo Mulyo menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah. Dengan semangat persatuan dan kepedulian bersama, pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan terus bergerak maju demi kesejahteraan masyarakat. (Mar)

Bupati Pringsewu Apresiasi Banyumas Expo Creative Spark 2O26

BANYUMAS -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengapresiasi Banyumas Expo Creative Spark 2026. Menurut dia, gelaran ini bukan sekadar festival hiburan, namun juga menjadi ruang kolaborasi, ruang berkarya dan ruang tumbuh bagi masyarakat kreatif.

Bupati Riyanto Pamungkas saat membuka event tersebut di Lapangan Kecamatan Banyumas pada Rabu (20 Mei 2026) petang, mengatakan melalui Banyumas Expo pihaknya melihat semangat anak muda, pelaku usaha, seniman dan masyarakat berinovasi dan menunjukkan potensi terbaiknya.

“Saya merasa bangga kegiatan ini melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari pelaku UMKM yang menampilkan produk unggulan daerah, pelajar yang menunjukkan kreativitas dan bakat, hingga para seniman lokal yang memperkaya identitas budaya melalui karya dan pertunjukan seni,” ujarnya.

Dikatakan, melalui tema ‘Ruang Inspirasi, Dari Imajinasi Menjadi Aksi’ tentunya memiliki makna sangat mendalam, sekaligus mengajak untuk tidak hanya berhenti pada ide dan kreativitas, tetapi juga berani mewujudkannya menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Di era saat ini, kreativitas adalah kekuatan. Daerah yang maju bukan hanya daerah yang kaya sumber daya alam, tetapi juga daerah yang mampu mengembangkan SDM, kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Bupati Pringsewu pada acara yang dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Sri Astutik Pamungkas beserta jajaran pemerintah daerah, DPRD dan forkopimda berharap Banyumas Expo Creative Spark 2026 menjadi agenda berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi muda produktif, mandiri dan membanggakan. Serta mengajak masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi, mendukung produk lokal, mencintai karya daerah serta terus berinovasi demi terwujudnya Kabupaten Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul dan Religius. [*/Mm,KW-RI]

Ratusan Warga Pekon Sumberagung Dan Bandungbaru Terima Bantuan Pangan

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Sebanyak 756 Kepala Keluarga (KK) di Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, dan 817 KK di Pekon Bandungbaru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, menerima bantuan pangan dari pemerintah. Para Penerima Bantuan Pangan (PBP) tersebut menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng perbulan untuk selama 2 bulan, atau total 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan yang berasal dari cadangan pangan pemerintah ini diserahkan kepada warga di masing-masing Balai Pekon setempat, pada Kamis (21 Mei 2026).

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, saat menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Balai Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, mengatakan program tersebut memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima manfaat, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.

“Pangan merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas pangan melalui berbagai program perlindungan sosial yang terukur dan berkelanjutan. Oleh6 karenanya melalui program bantuan pangan ini diharapkan mampu memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi instrumen memperkuat perlindungan sosial secara menyeluruh,” ujar Wabup.

Pada kegiatan penyaluran bantuan pangan yang dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Hendrid beserta sejumlah kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Pringsewu, Bulog Kantor Wilayah Lampung, Camat dan Kapekon beserta tokoh masyarakat, berharap melalui program ini, stabilitas sosial masyarakat dapat terus terjaga, angka kerawanan pangan dapat ditekan, serta kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. (Mulia mega)

Bupati Asahan : Pendidikan Senjata Ampuh Ubah Dunia, Hormati Guru dan Orang Tua

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan terus menunjukkan komitmen kuatnya memajukan dunia pendidikan. Kali ini, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., hadir langsung di SMA Negeri 1 Meranti, Kamis (21/05/2026), pukul 10.00 WIB, untuk berinteraksi langsung dengan para pelajar dalam kegiatan Talkshow Bersama Tokoh Inspiratif. Acara ini mengangkat tema “Pelajar Asahan Hebat, Asahan Kuat: Membangun Karakter, Kompetensi dan Kepemimpinan”.

Kehadiran Bupati Taufik Zainal Abidin disambut antusias oleh seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf, hingga para peserta didik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dandim 0208/Asahan, perwakilan Kapolres Asahan, kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Camat Meranti, Kepala Desa Meranti, Kasi SMA Cabdis Wilayah 5 Provinsi Sumatera Utara, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Meranti, Didik Prasetya, S.Pd., mengapresiasi kehadiran Bupati sebagai wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan di wilayah tersebut. Menurutnya, kehadiran pemimpin daerah memberikan semangat tersendiri bagi civitas akademika.

“Selamat datang dan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Bupati di sekolah kami. Kehadiran ini menjadi semangat tersendiri bagi kami. Kami berkomitmen untuk terus mendukung Bapak Bupati dalam membangun Kabupaten Asahan, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Didik.

Ia juga berharap perjalanan hidup dan karir Bupati dapat menjadi teladan dan motivasi bagi para siswa untuk membuka wawasan serta terus berprestasi. “Kami berharap Bapak Bupati dapat berbagi motivasi dan menceritakan perjalanan beliau hingga mencapai posisi saat ini,” tambahnya, seraya berpesan agar siswa memanfaatkan momen berharga ini sebaik mungkin.

Senada dengan itu, Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Wilayah 5 Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain, berharap materi dan pesan yang disampaikan Bupati dapat menginspirasi seluruh peserta. Pengalaman hidup dan jejak karir Bupati, kata dia, adalah pelajaran berharga agar generasi muda Asahan kelak dapat sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa.

Pada sesi utama, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, membagikan kisah perjalanan hidup dan karirnya, serta menyampaikan pesan-pesan mendalam seputar pentingnya pendidikan, pembentukan karakter, hingga tata krama. Di hadapan ratusan siswa, ia menekankan peran strategis tenaga pendidik sebagai fondasi masa depan bangsa.

“Guru adalah patriot dan pahlawan tanpa tanda jasa. Untuk itu, hormatilah dan hargai selalu guru-guru kita. Saya bisa berada dan menjadi seperti saat ini, tidak terlepas dari didikan dan pembinaan para guru. Bahkan, orang tua saya pun seorang guru. Dari sanalah saya belajar banyak hal,” ungkap Taufik.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak diraih dengan cara mudah, namun menjadi orang hebat adalah tujuan yang wajib diperjuangkan—dan hal itu tidak bisa dilepaskan dari pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah sarana utama pembentukan kepribadian, adab, dan etika seseorang.

“Untuk menjadi orang hebat itu tidak mudah, namun itulah tujuan kita. Segala jenjang karir maupun kesuksesan, semuanya tidak lepas dari pendidikan. Pendidikan adalah cara utama membentuk kepribadian dan karakter kita. Di sini kita belajar sopan santun, adab, dan etika. Ingatlah selalu, pendidikan adalah senjata paling ampuh yang mampu mengubah dunia,” tegasnya.

Selain pendidikan dan penghormatan kepada guru, Bupati juga mengingatkan para pelajar untuk senantiasa berbakti kepada orang tua sebagai kunci keberhasilan hidup.

“Jangan pernah durhaka kepada orang tua. Sayangi mereka, karena ridho Allah SWT terlebih dahulu ada pada ridho orang tua. Dengan pendidikan, kalian bisa menjadi apa saja yang kalian impikan. Pendidikan adalah bekal utama kalian menjalani kehidupan agar menjadi lebih baik lagi di masa depan,” pesannya.

Di akhir arahannya, Taufik Zainal Abidin mengajak seluruh siswa untuk tidak pernah berhenti belajar, mengingat merekalah yang kelak akan meneruskan tonggak kepemimpinan dan pembangunan Kabupaten Asahan. “Kalianlah yang akan menggantikan kami memimpin dan membangun daerah ini kelak, maka jangan pernah berhenti untuk belajar dan menggali ilmu setinggi langit,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah para siswa.(Jun)