Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Pemprov Lampung Tegaskan Semangat Kebhinekaan

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (01/06/2026).

Momentum ini menjadi penegasan komitmen Pemprov Lampung dalam memperkuat nilai persatuan, menjaga harmonisasi masyarakat, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Upacara dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Intan, Kristomei Sianturi, membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi nasional agar nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kristomei saat membacakan sambutan Kepala BPIP.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai, nilai luhur Pancasila sangat relevan dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama, sekaligus menjadi fondasi penting menghadapi tantangan global dan dinamika geopolitik dunia.

Melalui momentum ini, Pemprov Lampung juga menegaskan dukungannya terhadap penguatan ideologi Pancasila melalui pembangunan yang berkeadilan, pelayanan publik yang inklusif, serta penguatan karakter kebangsaan di tengah masyarakat.

Dalam amanat Kepala BPIP juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi, di antaranya melalui keterlibatan aktif dalam pasukan perdamaian PBB dan mediasi berbagai konflik regional sebagai implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Selain itu, generasi muda diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar simbol atau teks sejarah semata.

Kepala BPIP juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan berlandaskan nilai keadilan sosial, melindungi hak masyarakat kecil, serta tegas melawan intoleransi dan radikalisme.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh elemen masyarakat kembali meneguhkan komitmen kebangsaan untuk terus merawat persatuan, menjunjung tinggi religiusitas, serta memperkuat semangat gotong royong demi mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan berkeadilan.

Wali Kota Bandar Lampung Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Eva Dwiana, nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

Selain itu, setiap kebijakan dan program pemerintah harus mencerminkan semangat kemanusiaan serta keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujar Eva.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Eva juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan Kota Bandar Lampung.

Menurutnya, kekompakan antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan pembangunan daerah.

“Yang bisa menjaga daerah kita adalah kita sendiri. Bagusnya, bersih dan cemerlangnya  Kota Bandar Lampung karena kita semua,” katanya.

Eva menambahkan, semangat gotong royong dan kolaborasi harus terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk upaya mencegah kenakalan remaja dan aksi tawuran yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.

Ia berharap momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin mempererat persatuan dan bersama-sama membangun Kota Bandarlampung.

“Dengan Hari Pancasila ini, ayo kita semakin erat, semakin kompak, gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi harus terus kita jaga,” tandasnya. (*)

Bupati Pringsewu Hadiri Pengajian Triwulan & Pelantikan Idarah Ghusniyah Jatman

PAGELARAN -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menghadiri pengajian triwulan sekaligus pelantikan pengurus Idarah Ghusniyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) se-Kabupaten Pringsewu di Masjid Nurul Huda, Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada Ahad (31/5/2026).

Bupati Pringsewu pada kesempatan itu mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus Idarah Ghusniyah JATMAN se-Kabupaten Pringsewu yang dilantik. Serta berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab serta menjadi jalan pengabdian kepada agama, masyarakat, bangsa dan negara.

“JATMAN yang merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam dakwah Islam melalui dzikir dan syiar thariqah yang mu’tabarah. Dakwah yang dilakukan tidak hanya memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga membentuk karakter umat yang santun, moderat, cinta tanah air dan menjaga persatuan,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dengan para ulama, pesantren, organisasi keagamaan, termasuk JATMAN, merupakan modal yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Melalui nilai-nilai Tauhid, Tasawuf dan Thariqah yang diajarkan oleh para masyayikh dan mursyid, dapat dibangun masyarakat yang religius, berakhlakul karimah, harmonis serta memiliki kepedulian sosial.

“Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam mewujudkan masyarakat yang Mandiri, Aman, Kondusif,  Maju, Unggul dan Religius,  sebagaimana visi Pringsewu Makmur,” katanya.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila beserta jajaran Pemkab Pringsewu, Ketua, Sekretaris, Rois serta Wakil Khatib Idarah Wustho Provinsi Lampung, Rais Syuriah, Khatib Syuriah serta Ketua Tanfidziyah PCNU Pringsewu, Rais Idarah Syu’biyah, Khatib Idarah Syu’biyah, serta Ketua Idarah Syu’biyah JATMAN Pringsewu.  (*/ Mulia mega)

Bupati Pringsewu Hadiri Taklim Niyabah Pringsewu 1447 Hijriah

SUKOHARJO -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka Taklim Niyabah Pringsewu 1447 Hijriah di Masjid Taqwa, Pekon Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Minggu (31/5/2026). Selain para jamaah, kegiatan yang antara lain diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa serta tausiyah ini juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Lampung Syukron Muchtar, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan tokoh ulama serta para jamaah.

Menurut Bupati, Ta’lim Niyabah merupakan wujud nyata dari sistem pendidikan non-formal berbasis umat yang berjalan secara konsisten. Dikatakan, Islam menempatkan ilmu dan pendidikan pada derajat yang sangat tinggi, dimana bukan hanya pendidikan yang mencerdaskan otak yang  dibutuhkan, melainkan juga pendidikan yang membersihkan hati dan menuntun akhlak, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

“Melalui majelis-majelis ilmu seperti inilah, kita membentengi generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, sekaligus memiliki keamanan dan ketaqwaan. Dan pendidikan akhlak tentu tidak bisa dipisahkan dari hablum minannas. Karena itu, nilai utama yang diajarkan dalam ta’lim harus mewujud dalam bentuk kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bupati Pringsewu juga  mengajak seluruh jamaah untuk menjadi teladan dalam menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Semboyan Kabupaten Pringsewu Jejama Secancanan ini sangat sejalan dengan konsep ukhuwah islamiyah. Karena kesalehan seorang muslim tidak hanya diukur dari lamanya ia berada di dalam masjid, tetapi juga dari seberapa besar manfaat kehadirannya bagi lingkungan sekitarnya.

“Saya juga mengajak seluruh jamaah sekalian untuk mendoakan dan mendukung pembangunan Kabupaten Pringsewu. Pemerintah daerah berkomitmen menjalankan program-program yang pro-rakyat, baik di bidang keagamaan, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial. Pemda tak bisa berjalan sendiri, karenanya dibutuhkan sinergi, dukungan serta untaian doa dari para ulama dan masyarakat seluruh jamaah agar Kabupaten Pringsewu senantiasa dijaga oleh Allah SWT serta menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghofur,” pungkasnya. (*/Mm,KW-RI)

Wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Pemprov Sumsel Dukung Kemajuan Pondok Pesantren

OKI -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk terus mendukung kemajuan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Subulul Falah di Desa Tulung Harapan, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (31/5/2026).

Menurut Cik Ujang, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan, moral, dan persatuan bangsa.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan pondok pesantren. Kami ingin pesantren terus berkembang, semakin maju, dan semakin banyak melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Cik Ujang juga menyampaikan ucapan selamat kepada para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan orang tua dan para guru.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh santri dan santriwati yang hari ini telah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Subulul Falah. Ini merupakan momen yang membanggakan bagi seluruh keluarga besar pondok pesantren,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas dengan berbagai tantangan dan tanggung jawab.

Menurutnya, para santri harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Jangan pernah berhenti belajar. Lanjutkan pendidikan setinggi mungkin dan raih cita-cita yang diinginkan. Namun, jangan pernah meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak yang telah diajarkan para guru di pesantren,” pesannya.

Cik Ujang menilai lulusan pesantren memiliki keistimewaan karena dibekali ilmu agama, pembinaan akhlak, dan nilai-nilai kehidupan yang kuat. Bekal tersebut menjadi modal penting untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

“Alumni pesantren memiliki kelebihan yang luar biasa. Mereka dapat menjadi pengajar Al-Qur’an, imam salat, penceramah, pembina majelis taklim, sekaligus teladan di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ia mengapresiasi para ustaz dan ustazah yang telah mengabdikan diri mendidik para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Menurutnya, peran guru di lingkungan pesantren sangat strategis karena tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik para santri dengan penuh keikhlasan. Apa yang telah diberikan kepada para santri hari ini insyaallah menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir,” ungkapnya.

Cik Ujang juga mengaku bangga atas berbagai prestasi yang diraih alumni pesantren Sumatera Selatan di berbagai bidang, termasuk dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

“Banyak alumni pesantren yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan di berbagai ajang. Ini menunjukkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berkualitas dan berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, menyebut haflah dan wisuda santri sebagai momentum penting yang menandai keberhasilan proses pendidikan di lingkungan pesantren.

Ia berharap para lulusan dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta menjadi generasi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Muchendi juga menyampaikan harapan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir terkait dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan guna menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(Ning)

Ditinggal Kondangan, Rumah Agus Jamali Ludes Dilalap Si Jago Merah

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Rumah semi permanent milik Agus Jamali (51) warga RT 1 RW 6 dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan ludes dilalap api saat ditinggal menghadiri undangan di Sri Bawono Lampung Timur, Minggu (30/5/2026) sekitar pukul 10.00 wib.

Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi, namun barang miliknya berupa alat elektronik dan beberapa alat rumah tangga lainya habis terbakar api.

Mujiono (62) orang tua korban menyatakan dirinya mengetahui rumah anaknya terbakar sekitar pukul 10.00 wib,

” Saya tau rumah Agus terbakar sekitar pukul 10.00 wib, tidak ada barang-barang yang bisa diselamatkan karena ditinggal kondangan di Sribawono, ”

Menurutnya anaknya sudah dua hari ada dirumah saudaranya mengadiri  undangan, jadi tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya.

Beruntung kebakaran ini tidak menyebar kerumah lainya, karena dari  pihak Damkar Sidomulyo segera datang memadamkan api, ” kata  Mujiono yang terlihat sedih ini.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala dusun 6 desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Sukarman mengatakan bahwa orang yang pertama kali melihat  kejadian tersebut yakni Mujiono (62) orang tua korban.

Saat kejadian pemilik rumah Agus Jamali (51) tidak berada dirumah yakni sedang menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun barang berharga miliknya berupa barang elektronik dan barang-barang berharga lainya ludes terbakar. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian ditaksir sekitar Rp. 50 juta rupiah,

” Alhamdulillah kejadian ini tidak menyebar kehunian lainya, karena Damkar Sidomulyo segera datang kelokasi kejadian,”  kata Kepala dusun ini.

Camat Kecamatan Sidomulyo Frans Sinatra Adung SP MM, yang hadir bersama unsur uspikan lainya mengatakan bahwa pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari warga masyarakat dan pihak aparatur desa.

Menerima informasi tersebut pihaknya langsung kelokasi melihat kondisi yang terjadi dan meminta keterangan dari keluarga dan para saksi yang melihat kejadian ini, ” ucap Camat Sidomulyo ini kepada pelitaekspres.com.

Saat kejadian lanjut Camat Sidomulyo bahwa pemilik rumah tidak sedang berada dirumah karena menghadiri undangan keluarganya di Sribawono Lampung Timur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh barang-barang milik korban habis terbakar. Atas peristiwa tersebut korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp.50 juta.

Untuk sementara penyebab kejadian tersebut diduga karena konsleting listrik, ” ungkapnya.

Alhamdulillah lanjut Camat yang sangat peduli dengan warganya ini rumah saudara Agus Jamali (51) warga dusun Banyumas desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo ini menjadi prioritas dalam program bedah rumah Pemkab Lampung Selatan, ” Setelah kami berkoordinasi, maka rumah pak Agus Jamali ditetapkan menjadi prioritas dalam program ” Bedah rumah ” Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama, ” tutur Camat Sidomulyo.

Namun demikian, pihaknya meminta kepada warga masyarakat bersama aparatur desa Sidodadi untuk bersama-sama membantu/bergotong royong membantu dalam musibah yang dialami oleh saudara kita ini.

Kemudian kepada warga masyarakat kecamatan Sidomulyo untuk lebih berhati-hati saat keluar rumah/bepergian. Pastikan semuanya aman, listrik, kompor dan lainya. Sehingga peristiwa yang sama tidak terjadi lagi, ” pungkasnya. (Cak Ton)

 

 

Layanan ATR/BPN di Pelayanan Satu Pintu Kota Tangerang Permudah Urusan Pertanahan Masyarakat

TANGERANG –(deklarasinews.com)– Dengan konsep berbagai layanan tersedia dalam satu lokasi terintegrasi, kehadiran layanan pertanahan dan tata ruang di Mall Pelayanan Publik (MPP) memberikan kemudahan bagi masyarakat mengakses layanan pemerintah. Di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyediakan loket informasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat dan jelas sebagai langkah awal menuju ke proses kepengurusan selanjutnya.

Di antara pengunjung loket ATR/BPN di Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang, Tia dan Lilis, mengaku sengaja datang untuk bertanya-tanya terkait sertipikat tanah warisan keluarga. Mereka memilih datang ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu karena dinilai lebih praktis dan mudah dijangkau dari rumahnya.

“Pelayanannya bagus, cepat, dan kita bisa langsung tahu harus ke mana. Penjelasannya dari petugas BPN juga jelas dan detail. Setelah dijelasin petugas BPN, habis ini kami antre di Dukcapil untuk urus KK,” ujar Lilis usai berkonsultasi di loket ATR/BPN.

Saat berkonsultasi, petugas layanan menjelaskan tahapan pengurusan yang perlu dipenuhi, termasuk kelengkapan dokumen seperti surat keterangan alih waris sebelum proses sertipikasi dapat dilanjutkan. Menurut kedua warga Tangerang ini, penjelasan dari petugas BPN disampaikan dengan jelas dan mudah dimengerti sehingga tahu langkah lanjutan apa yang perlu dikerjakan.

Hal serupa disampaikan Martin, seorang karyawan swasta yang datang ke MPP Kota Tangerang untuk berkonsultasi terkait proses balik nama sertipikat tanah. Karena baru pertama kali mengurus dokumen pertanahan, ia mengaku memilih datang ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu agar mendapatkan kepastian informasi mengenai syarat dan dokumen yang diperlukan.

Martin juga merasa MPP lebih efisien karena bisa mengurus beberapa hal dari instansi yang berbeda sekaligus dalam satu kunjungan. “Habis dari loket Bapenda, lihat ada loket ATR/BPN sekalian saya lanjut konsultasi. Tadi dijelaskan kebutuhan dokumennya apa saja, dicek juga apakah dokumennya sudah benar atau belum. Jadi lebih pasti sebelum lanjut mengurus ke Kantor Pertanahan,” katanya.

Konsep MPP sangat membantu masyarakat karena berbagai layanan tersedia dalam satu lokasi yang saling terintegrasi. Menurut Martin, model pelayanan seperti ini membuat proses administrasi menjadi lebih praktis dan efisien.

“Bagus sih. Kalau seperti ini sebenarnya harus ada juga di daerah lain karena masyarakat jadi tidak repot bolak-balik dan tempat layanannya juga berdekatan, penjelasannya juga jelas tadi petugas BPN-nya,” ungkapnya.

Di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tangerang ini, loket ATR/BPN tersedia setiap hari Senin dan Kamis, mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Jadwal tersebut merujuk pada ketentuan dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kota Tangerang dengan Kantor Pertanahan Kota Tangerang.(Nan)

Dinas PUPR Tubaba Mulai Lakukan Penanganan Sementara Jalan Yang Rusak

TUBABA –(deklarasinews.com)– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai melakukan penanganan sementara pada sejumlah ruas jalan utama yang mengalami kerusakan.

Langkah ini diambil sebagai respon dan tindak lanjut dari  keluhan masyarakat atas kerusakan infrastruktur jalan yang mengganggu mobilitas juga  berbahaya bagi keselamatan masyarakat yang melintas.

Plt. Kepala Dinas PUPR, Ir. M. Iwan Setiawan Ismed Balaw, S.T., M.T. mengatakan bahwa tahap awal penanganan darurat ini diarahkan pada dua ruas jalan protokol yang menjadi jalur sibuk dan sering dilintasi oleh masyarakat.

Yang pertama adalah ruas jalan simpang tiga Tiyuh Panaragan sampai dengan Tugu Payung simpang Pasar Panaragan Jaya.

Selanjutnya adalah ruas jalan dari tugu Rato Nago Besanding sampai dengan simpang Pasar Modern Pulung Kencana.

“Merespon keluhan masyarakat serta tindak lanjut dari rapat koordinasi Jum’at kemarin kami mulai melakukan penanganan sementara untuk dua ruas jalan,” ujarnya via telepon pada Sabtu (30/05).

“Kita lakukan pengecoran untuk spot-spot kerusakan jalan berlubang dalam yang berbahaya bagi pengguna jalan, targetnya penanganan darurat di ruas jalan ini selesai segera,” lanjut pria yang akrab disapa Ibe ini.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa Dinas PUPR Tubaba saat ini tengah bergerak paralel dengan mengajukan usulan perbaikan jalan secara permanen kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.

“Kami berharap agar usulan tersebut dapat segera terealisasi agar akses jalan utama ini dapat dibangun kembali dengan standar yang lebih kokoh, lebih nyaman dan aman buat masyarakat. Karena ini penanganan darurat, kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga jalan, jangan biarkan kendaraan dengan tonase berlebih lewat, daya dukung kekuatan jalan kita terbatas, pungkasnya.

Ruang fiskal yang sempit menjadi kendala untuk merealisasikan mandatory spending pemerintah daerah  sebagaimana yang diharapkan, khususnya untuk belanja infrastruktur.

Semoga ke depan ada kebijakan fiskal yang lebih longgar dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk membenahi kendala ini. Sehingga pemerintah daerah bisa terbantu untuk fokus pada capaian indikator kinerja makro seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan tingkat pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. (Mar)

Gubernur Herman Deru Dorong Pengembangan Olahraga Padel di Sumsel melalui Turnamen Ende Vol. 1

PALEMBANG -(deklarasinews. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi membuka Turnamen Padel Ende Vol. 1 yang digelar di Ende Padel, Taman Kenten, Palembang, Sabtu (30/5/2026).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan antusias dari para pecinta olahraga padel di Sumsel. Sebanyak 95 tim turut ambil bagian dalam ajang perdana yang diharapkan menjadi momentum perkembangan olahraga padel di daerah ini.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Ende Vol. 1 yang dinilainya sebagai langkah positif dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga. Menurutnya, padel merupakan salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah berkembang dan diminati berbagai kalangan.

Selain menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, Herman Deru menilai olahraga padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Selatan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dalam berolahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Herman Deru.

Ia berharap olahraga padel dapat terus berkembang di Sumatera Selatan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Ende Vol. 1 menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Gubernur Sumsel dalam pembukaan turnamen tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi komunitas padel untuk terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa Ende Padel tidak hanya disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat.

“Kami ingin Ende Padel menjadi rumah sehat bersama, tempat masyarakat dapat berolahraga, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir. Kami mohon bimbingan serta dukungannya untuk memberikan semangat kepada para padeler yang bertanding,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Ende Vol. 1, para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat jejaring persahabatan antarkomunitas olahraga. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendorong peningkatan prestasi olahraga padel sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.(Ning)

Buka Muskomda VI, Bupati Pringsewu Sebut Pemuda Katolik Berkontribusi Nyata Dukung Program Pemerintah

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan Pemuda Katolik merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut dikatakan Bupati Pringsewu saat membuka Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) VI Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung di Hotel Urban Pringsewu, pada Sabtu (30/5/2026).

Bupati Pringsewu menyebut sejumlah kegiatan Pemuda Katolik selama ini yang patut diapresiasi, di antaranya Perisai BPJS Ketenagakerjaan, Sekolah Pasar Modal bagi generasi muda, kegiatan sosial berupa penyaluran alat bantu disabilitas bekerja sama dengan Komnas Disabilitas, serta keterlibatan dalam pengamanan hari raya keagamaan, partisipasi dalam program pengawasan partisipatif bersama Bawaslu, serta Diklatsar Pasukan Komando Pemuda Katolik bekerja sama dengan kelolisian.

“Ini membuktikan bahwa Pemuda Katolik hadir bukan hanya sebagai organisasi kader, tetapi juga sebagai mitra kolaboratif pemerintah dalam menjaga persatuan, toleransi serta pembangunan SDM yang berkualitas,” katanya, pada acara yang dihadiri jajaran pemerintah daerah,  DPRD dan forkopimda, pengurus Pemuda Katolik Komda Lampung  dan berbagai Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten/Kota, serta sejumlah ormas kepemudaan lainnya.

Menurut Bupati Riyanto Pamungkas, Musyawarah Komisariat Daerah Pemuda Katolik Lampung yang mengangkat tema ‘Akselerasi Pemuda Katolik yang Mandiri untuk Mewujudkan Lampung Makmur dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas, sangat sejalan dengan dinamika perkembangan masyarakat dewasa ini, dan menjadi kesempatan penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk melakukan evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya, serta merumuskan rekomendasi kebijakan organisasi, serta memilih Ketua Pemuda Katolik Lampung yang baru.

“Saya berharap proses musyawarah dapat berjalan dengan baik, demokratis, penuh semangat persaudaraan dan menghasilkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi dan masyarakat Provinsi secara umum. Pemkab Pringsewu tentunya berharap sinergi dan kolaborasi bersama dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung program-program strategis pemerintah daerah, pemberdayaan generasi muda, penguatan toleransi antarumat beragama, serta pembangunan sosial kemasyarakatan,” ujarnya. (*Mulia Mega)