Resmi Diluncurkan! SPMB Ramah 2026 Janji Hadirkan Seleksi Sekolah yang Lebih Adil dan Bersih

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1 Palembang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kemendikdasmen bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan ini mengusung tema Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi sebagai komitmen pemerintah menghadirkan sistem penerimaan peserta didik yang lebih terbuka dan berpihak pada keadilan.

Peluncuran SPMB Ramah 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung secara bersih dan transparan, sekaligus meminimalisasi berbagai potensi penyimpangan yang selama ini kerap menjadi perhatian publik.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Tajuddin Idris, menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat terhadap mekanisme SPMB saat ini terus meningkat. Kondisi tersebut diyakini dapat menekan berbagai praktik yang tidak sesuai aturan dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurutnya, sosialisasi yang masif membuat masyarakat kini semakin memahami alur dan ketentuan penerimaan peserta didik. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, potensi pelanggaran maupun praktik-praktik yang merugikan masyarakat diharapkan semakin berkurang.

“Persentasenya tetap dan masyarakat sekarang semakin memahami mekanismenya. Dengan semakin tingginya pemahaman masyarakat, praktik-praktik yang tidak sesuai aturan Insyaallah akan semakin berkurang,” ujar Tajuddin.

Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan sejumlah relaksasi dan pengecualian bagi daerah tertentu berdasarkan regulasi dari Kemendikdasmen. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui analisis data Dapodik dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kapasitas ruang kelas, ketersediaan tenaga pendidik, pembiayaan pendidikan, kondisi geografis, hingga tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah.

Wilayah perbatasan dan daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi, khususnya kawasan pinggiran, menjadi perhatian khusus pemerintah agar seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan merata.

Selain itu, SPMB Tahun 2026 juga menghadirkan sejumlah penyesuaian pada jalur prestasi. Untuk jalur prestasi akademik, seleksi akan menggunakan dua indikator utama, yakni nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara pada jalur prestasi non-akademik, penilaian mencakup bidang olahraga, seni, kepanduan, kepemimpinan OSIS, serta kategori lainnya.

Tajuddin juga mengajak insan pers untuk turut aktif mengawal jalannya SPMB 2026 melalui publikasi dan pengawasan. Menurutnya, keterlibatan media menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem penerimaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta teman-teman media ikut mempublikasikan dan memantau proses SPMB ini. Semua sistem dibuka secara transparan dan berbagai pihak turut dilibatkan dalam pengawasan,” katanya.

Pengawasan pelaksanaan SPMB 2026 sendiri melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat penegak hukum hingga lembaga pengawasan lainnya seperti kepolisian, kejaksaan, KPK, dan institusi terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi kecurangan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan, Nopianto, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026.

Ia memastikan DPRD akan mengawal proses penerimaan murid baru agar berjalan adil, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Keterlibatan aparat penegak hukum juga dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai potensi kecurangan.

“DPRD akan melakukan pengawasan secara komprehensif sehingga pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan dengan baik tanpa adanya praktik penyimpangan. Pemerintah juga telah melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengantisipasi potensi kecurangan,” ujarnya.

Peluncuran SPMB Ramah 2026 ditandai dengan prosesi membunyikan short screen serta penyerahan buku petunjuk teknis (juknis) SPMB Tahun 2026.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Mondyaboni, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel Mirsal, jajaran pejabat Dinas Pendidikan lainnya, perwakilan Polda Sumatera Selatan, serta Persatuan Wartawan Indonesia yang diwakili Kepala Bidang Organisasi Richan Joe bersama sejumlah unsur pejabat lainnya.(Ning)

IDS Sumatra 2026 Mulai Memanas: Wendy Walters Tiba di Lamsel dan Langsung Jajal Lintasan Way Handak Expo

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suara mesin meraung di arena Way Handak Expo Lampung Selatan, Kalianda, Jumat (22/5/2026), menjadi pertanda bahwa gelaran besar Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 benar-benar tinggal menghitung jam.

Namun, di antara aroma karet terbakar dan panas lintasan yang mulai terasa, satu nama sukses mencuri perhatian para pecinta otomotif: Wendy Walters.

Pembalap perempuan dari Fanchi Motorsport itu resmi tiba di Kalianda dan langsung menjajal lintasan drift di Way Handak Expo Lampung Selatan, lokasi yang akan menjadi pusat perhatian dunia otomotif nasional pada 23-24 Mei 2026.

Kehadiran Wendy bukan sekadar daftar nama peserta. Ia menjadi salah satu sinyal kuat bahwa atmosfer kompetisi mulai memanas.

“Jujur terakhir drifting itu tahun lalu, jadi pas datang ke Lampung Selatan belum sempat latihan sama sekali. Nah ini baru latihan lagi hari ini,” ujar Wendy usai sesi tes drive.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menggambarkan satu hal, bahkan bagi pembalap berpengalaman sekalipun, kembali ke lintasan selalu menghadirkan rasa baru, campuran rindu, adrenalin, dan antusiasme.

Dan Lampung Selatan menjadi panggung comeback kecil itu. Bukan tanpa alasan Wendy langsung terpikat. Setelah menjajal beberapa putaran, ia mengaku terkesan dengan karakter lintasan Way Handak.

“Panas aspal di sini mantap banget dibandingkan beberapa aspal yang pernah aku cobain,” katanya.

Bagi dunia drifting, kualitas aspal bukan sekadar permukaan jalan. Ia menentukan grip, kontrol, hingga strategi pembalap saat melakukan manuver ekstrem. Pujian Wendy itu pun menjadi validasi tersendiri bagi kesiapan venue di Lampung Selatan.

Wendy mengungkapkan dirinya tiba di Lampung Selatan pada Kamis malam. Alih-alih memilih kota lain sebagai tempat singgah, ia memutuskan menginap di sekitar lokasi lomba.

“Aku juga baru sampai tadi malam dan memilih menginap di Lampung Selatan supaya lebih dekat juga,” tambahnya.

Pilihan itu terdengar praktis, tetapi menyimpan pesan lain, event nasional seperti IDS kini membuat Kabupaten Lampung Selatan tak lagi sekadar daerah persinggahan, melainkan destinasi utama.

Ajang Indonesia Drift Series Sumatra 2026 sendiri diperkirakan menghadirkan puluhan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan penonton, komunitas otomotif, kru, hingga wisatawan diprediksi memadati kawasan Kalianda selama dua hari pelaksanaan.

Hotel dan penginapan mulai dipenuhi tamu. Warung makan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa lokal ikut merasakan geliat ekonomi yang meningkat. Di balik suara mesin yang meraung, ada roda ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Inilah alasan mengapa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong hadirnya event-event nasional di daerahnya. Olahraga menjadi pintu masuk, tetapi efeknya menjalar ke pariwisata dan kesejahteraan warga.

Kini, dengan Wendy Walters sudah berada di Lampung Selatan dan lintasan mulai panas, satu pesan terasa jelas, IDS Sumatra 2026 bukan lagi sekadar agenda di kalender, ia sudah dimulai. Dan Way Handak Expo siap menjadi saksi siapa yang paling berani menaklukkan tikungan pertama.(Red)

Wagub Dampingi Jajaran Kwarda Pramuka Lampung Pelajari Pengelolaan Badan Usaha Pramuka di Jawa Barat

BANDUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung melakukan Studi Pembelajaran Badan Usaha Pramuka di lingkungan Kwarda Jawa Barat, di Hotel Bumi Kitri Pramuka Bandung, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pengembangan potensi ekonomi kepramukaan, khususnya dalam pengelolaan badan usaha Pramuka yang mendukung kemandirian organisasi.

Kehadiran Wagub Jihan yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung diterima oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Baim Setiawan beserta jajaran.

Dalam kesempatan itu, Jihan menyampaikan bahwa pengembangan badan usaha Pramuka memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan organisasi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi anggota Pramuka dalam membangun karakter, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan.

Menurutnya, badan usaha Pramuka tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, kreativitas, serta keterampilan yang bermanfaat di masa depan.

Melalui pengelolaan badan usaha, anggota Pramuka juga dapat belajar mengenai kerja sama tim, pengelolaan usaha, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.

Selain memberikan manfaat bagi organisasi dan anggota, Jihan menilai badan usaha Pramuka juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Keberadaan badan usaha tersebut dinilai mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kerja sama dengan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar dalam mendukung berbagai kegiatan kepramukaan.

Badan usaha Pramuka juga diharapkan dapat mendukung kegiatan sosial dan pendidikan karakter di tengah masyarakat, termasuk melalui pelatihan, kegiatan kepemudaan, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

Menurut Jihan, penguatan badan usaha Pramuka menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan generasi muda yang produktif dan memiliki kepedulian sosial.

Melalui studi pembelajaran tersebut, Kwarda Lampung diharapkan dapat memperoleh referensi dan pengalaman dalam mengembangkan badan usaha Pramuka yang lebih baik serta mampu memberikan manfaat yang luas bagi organisasi, anggota, maupun masyarakat.(Red)

Anak Harimau Sumatera Tampil Perdana, Gubernur Lampung Resmikan Nama

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal memberikan nama anak harimau Sumatera yang lahir di Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau Bandar Lampung, Jum’at (22/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyaksikan  penyerahan sertifikat kelahiran dan pemunculan perdana ke publik dua anak Harimau Sumatera.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

Kelahiran dua anak Harimau Sumatera disambut hangat sebagai simbol harapan baru di tengah berbagai tantangan pelestarian hutan dan satwa liar yang saat ini terus menghadapi ancaman.

Dari dua anak harimau yang lahir di Lembah Hijau, Gubernur memberikan nama anak harimau Puspa dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko memberikan nama Muli Sikop

“Kelahiran mereka ini tentu menjadi bukti bahwa harapan untuk menjaga hutan dan melestarikan hewan langka itu masih ada dan nyata. Masih ada usaha-usaha yang sangat serius yang dilakukan, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh lembaga-lembaga konservasi,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Kelahiran dua ekor anak harimau ini menjadi sangat istimewa sekaligus mengharukan karena latar belakang induknya. Sang ayah, Kyai Batua, sebelumnya diselamatkan dari kawasan Suoh dalam kondisi cacat akibat terkena jerat liar.

Sementara sang ibu, Sinta, dievakuasi dari Bengkulu dalam kondisi serupa. Bahkan, kaki kanan depannya terpaksa diamputasi demi menyelamatkan nyawanya.

“Kisah mereka menjadi tamparan bagi kita semua bahwa jerat-jerat liar di hutan itu nyata dan sangat menyiksa satwa kita. Semoga ini bisa menjadi pelajaran dan pemantik semangat bagi masyarakat untuk menjaga hutan serta satwa yang ada di dalamnya,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen Taman Satwa Lembah Hijau atas dedikasi dan keberhasilannya dalam menjalankan program pembiakan (breeding) Harimau Sumatera.

Untuk menjaga kemurnian genetika dan keberlanjutan populasi dalam jangka panjang, lembaga konservasi tersebut ke depan merencanakan program pertukaran induk dengan lembaga konservasi lain guna menghindari perkawinan sekerabat (inbreeding).

Keberhasilan ini membuktikan bahwa satwa yang mengalami kecacatan dan tidak mungkin lagi dilepasliarkan ke habitat alaminya tetap memiliki potensi reproduksi yang tinggi apabila dirawat dengan komitmen dan metode konservasi yang tepat.

Saat ini, populasi Harimau Sumatera di alam liar diperkirakan hanya tersisa sekitar 600 ekor dan masuk dalam kategori Kritis (Critically Endangered).

Kondisi tersebut menempatkan Harimau Sumatera di ambang kepunahan apabila tidak ada tindakan penyelamatan yang serius, sebagaimana yang telah terjadi pada Harimau Jawa dan Harimau Bali yang kini telah dinyatakan punah.

Mengingat Provinsi Lampung merupakan salah satu benteng habitat penting bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatera, sinergi yang komprehensif dari Pemerintah Provinsi Lampung sangat diharapkan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghentikan praktik pemasangan jerat di kawasan hutan.

Kampanye pelestarian harus terus digencarkan guna menjaga Harimau Sumatera agar tetap lestari dan berkembang biak dengan baik di habitat yang aman sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera dan seluruh bangsa Indonesia.

Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung upaya konservasi seperti ini. Lampung dinilai sangat beruntung karena dianugerahi alam yang indah, taman nasional yang luas, serta keberadaan satwa-satwa langka yang menjadi titipan untuk dijaga bersama.

528 Warga Pekon Wargomulyo Terima Bantuan Pangan Dari Pemerintah

PARDASUKA -(deklarasinews.com)- 528 Kepala Keluarga (KK) warga Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari pemerintah kini tersenyum bahagia. Pasalnya, bantuan pangan yang berasal dari cadangan pangan pemerintah untuk 2 bulan berupa beras sebanyak 20 kg dan 4 liter minyak goreng, disalurkan kepada mereka. Penyerahan secara simbolis kepada warga dilakukan Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, S.E., M.M. beserta jajaran pemkab dan Bulog di Balai Pekon Wargomulyo, pada Jumat (22 Mei 2026).

Menurut Wabup Umi Laila, penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab pemerintah bagi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika sosial. Pangan adalah kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat. Karenanya, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan harga dan stabilitas pangan melalui berbagai program perlindungan sosial yang terukur dan berkelanjutan, yang salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Bantuan Pangan Pemerintah sebagai bentuk kepedulian negara kepada masyarakat.

“Program ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima manfaat, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil. Pemerintah menyadari tantangan ekonomi yang dihadapi setiap keluarga tidaklah sama. Oleh karena itu, kehadiran negara melalui program bantuan pangan ini diharapkan mampu memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi instrumen dalam memperkuat perlindungan sosial secara menyeluruh,Pungkasnya. (*Mulia mega )

Dua Anak Harimau Sumatera Hadir di Lembah Hijau, Gubernur Mirza: Ini Kabar Bahagia untuk Lampung

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung konservasi satwa liar saat memperkenalkan dua anak Harimau Sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau, Bandarlampung, Jumat (22/5/2026).

Dua anak harimau betina tersebut diberi nama Puspa dan Muli Sikop. Keduanya lahir pada 14 Februari 2026 dari pasangan Harimau Sumatera Kyai Batua dan Sinta.

Kelahiran Puspa dan Muli Sikop menjadi sejarah baru karena merupakan keberhasilan pertama kelahiran Harimau Sumatera melalui program konservasi ex-situ di Provinsi Lampung.

Nama Puspa diberikan oleh istri Gubernur Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza. Nama tersebut memiliki arti bunga yang melambangkan keindahan dan kecantikan. Sementara Muli Sikop berasal dari bahasa Lampung yang berarti gadis cantik.

Gubernur Mirza mengaku bersyukur atas lahirnya dua anak Harimau Sumatera tersebut. Ia menyebut keberhasilan itu menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian satwa langka masih memberikan harapan besar.

“Alhamdulillah, Lampung mendapatkan kabar bahagia dengan lahirnya dua anak Harimau Sumatera yang sehat. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi yang dilakukan bersama mampu memberikan harapan bagi kelestarian satwa langka Indonesia,” ujar Mirza.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Kehutanan, serta pihak Taman Satwa Lembah Hijau.

Mirza juga menyoroti kisah kedua induk harimau yang sebelumnya menjadi korban jerat liar di habitatnya masing-masing.

Kyai Batua, induk jantan, diselamatkan pada 2019 setelah terkena jerat di Lampung Barat. Akibat luka parah yang dialami, tim dokter harus mengamputasi kaki kanan depannya demi menyelamatkan nyawanya.

Sementara induk betina, Sinta, mengalami kejadian serupa setelah terkena jerat di Bengkulu pada akhir 2024. Luka berat membuat kaki kanan belakangnya harus diamputasi sebelum akhirnya dirawat di Lembah Hijau.

“Kisah Kyai Batua dan Sinta menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ancaman jerat liar masih nyata dan membahayakan satwa dilindungi. Karena itu, menjaga hutan dan satwa liar harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Menurut Mirza, lahirnya dua anak harimau dari induk yang sama-sama bertahan hidup dengan tiga kaki menjadi simbol keberhasilan konservasi dan ketulusan para perawat satwa dalam menjaga satwa langka.

“Ini bukan hanya tentang kelahiran satwa, tetapi juga tentang harapan dan semangat untuk terus menjaga kekayaan alam Indonesia,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap alam dan satwa liar.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengatakan ancaman terhadap Harimau Sumatera hingga kini masih sangat tinggi, terutama akibat pemasangan jerat di kawasan hutan.

Menurutnya, kedua induk harimau yang kini dirawat di Lembah Hijau merupakan satwa hasil penyelamatan setelah terkena jerat, baik yang dipasang pemburu maupun jerat untuk babi hutan.

“Jerat tidak mengenal jenis satwa. Walaupun tujuannya untuk menangkap babi hutan, jika yang terkena harimau maka dampaknya tetap sama dan sangat membahayakan,” ujarnya.

Satyawan menegaskan Lampung masih menjadi salah satu habitat penting bagi Harimau Sumatera sehingga diperlukan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi memasang jerat liar di kawasan hutan.

Ia mengatakan keberhasilan konservasi Harimau Sumatera nantinya dapat dilihat dari pertumbuhan populasi di habitat alaminya. Namun demikian, upaya pelestarian juga harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

“Harimau harus tetap bisa berkembang biak dengan baik di habitat yang masih utuh dan minim aktivitas manusia, sehingga keseimbangan antara kelestarian satwa dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Satyawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kampanye pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa kebanggaan Indonesia dan warisan penting Pulau Sumatera.

“Konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media massa, hingga para influencer untuk bersama-sama mengkampanyekan pelestarian Harimau Sumatera,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga berkesempatan berinteraksi dan berfoto bersama Gajah Sumatera bernama Mega dan anaknya, Rawana.

Grand Final Muli Mekhanai 2026, Gubernur Dorong Generasi Muda Promosikan Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Firsada, menghadiri Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Radisson, Kamis (21/05/2026) malam.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh M. Firsada, menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan energi luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta  yang mewakili dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Menurutnya, ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi fisik dan intelektual semata, melainkan juga menjadi wadah strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda di Lampung.

“Bagi saya, ajang Muli Mekhanai ini adalah wadah sejati bagi generasi muda untuk menunjukkan kualitas diri mereka yang sebenarnya. Cerdas, pandai berbicara tentu penting, tetapi sikap yang baik, karakter yang kuat, wawasan budaya, kepedulian sosial, serta kepekaan melihat perkembangan zaman adalah poin utama yang kita cari,” ujarnya.

Gubernur menekankan kepada para finalis untuk menjadi cerminan pemuda modern yang tanggap teknologi dan adaptif, namun tetap memegang teguh akar falsafah hidup masyarakat Lampung, yakni Piil Pesenggiri sebagai nilai menjaga kehormatan dan harga diri, serta Nemui Nyimah yang mencerminkan sikap terbuka, ramah, dan santun dalam menerima tamu.

“Untuk itu, pesan saya, anak muda Lampung, kalian harus percaya diri dan berani bermimpi besar. Jadilah generasi muda yang kreatif, inovatif, dan melek teknologi,” tegasnya.

Gubernur berharap para finalis Muli Mekhanai dapat menjadi duta yang aktif mempromosikan Lampung dengan cara-cara kreatif dan kekinian.

“Manfaatkan media sosial kalian secara positif. Buat konten dan cerita yang menarik tentang daerah kita. Tunjukkan kepada dunia luar bahwa Lampung adalah tempat yang aman, nyaman, ramah, dan penuh dengan peluang,” ucapnya.

Ia juga berharap Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung terus melahirkan generasi muda yang membanggakan, profesional, berintegritas, serta mampu membawa nama Lampung ke tingkat nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah dalam laporannya menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 45 finalis terbaik, terdiri dari 22 Muli dan 22 Mekhanai, dengan 1 peserta Mekhanai mengundurkan diri karena alasan pribadi. Para peserta merupakan utusan dari kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Para finalis telah melewati proses seleksi yang ketat dan menyeluruh sejak masa pendaftaran yang dibuka pada 1 April 2026.

Selama masa karantina, seluruh finalis mendapatkan pembekalan komprehensif berupa materi kepariwisataan dan kebudayaan Lampung, public speaking, personal branding, entrepreneurship, etika kepribadian, hingga sosialisasi keamanan bahan kosmetik dan obat-obatan.

Setelah melalui berbagai tahapan penilaian, gelar Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2026 diraih oleh Maura Cantyqa Candra asal Lampung Selatan sebagai Muli, dan Muhammad Davito Winarta asal Lampung Timur sebagai Mekhanai.

Adapun para pemenang runner-up kategori Muli adalah :

Runner-up 1: Ayu Rexy Dian (Pesawaran)

Runner-up 2: Ananda Kavoena Cleoputri (Bandar Lampung)

Runner-up 3: Nikita Sasikirana (Tulang Bawang)

Runner-up 4: Zahra Artha Mei Via (Bandar Lampung)

Sementara itu, para pemenang runner-up kategori Mekhanai adalah :

Runner-up 1: Yoglendy Joshbert D.T (Bandar Lampung)

Runner-up 2: Rizky Nanda Febrio Adha (Lampung Selatan)

Runner-up 3: Firazh Abraham (Tulang Bawang)

Runner-up 4: Ahmad Fatih Fauzan (Lampung Utara)

Gubernur Herman Deru Tekankan Pendataan Menyeluruh Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit di Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel segera menginventarisasi dan menyisir seluruh penderita celah bibir dan langit-langit di Sumsel agar seluruh pasien mendapatkan penanganan yang tepat.

Permintaan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit CSR Bank Sumsel Babel (BSB) dalam rangka HUT ke-80 Pemerintah Provinsi Sumsel di RS Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Sumsel, Jumat (22/5/2026).

“Perlu diinventarisasi dan disisir berapa banyak pasien di Sumsel. Jangan sampai ada yang terlewat. Apa yang sudah dilakukan BSB dan para donatur dalam kegiatan ini sangat mulia,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan, operasi celah bibir dan langit-langit memberikan manfaat besar bagi para penderita. Selain membantu memulihkan fungsi bicara dan makan, tindakan tersebut juga mampu meningkatkan rasa percaya diri pasien.

“Pendataan menyeluruh oleh Dinkes Sumsel bisa memastikan tidak ada penderita celah bibir dan langit-langit yang terlewat mendapat penanganan. Dengan begitu, lebih banyak anak Sumsel bisa tumbuh sehat dan percaya diri,” katanya.

Herman Deru juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel agar terus menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat dalam momentum HUT ke-80 Provinsi Sumsel. Menurutnya, setiap kegiatan pelayanan masyarakat perlu dipublikasikan agar masyarakat mengetahui pemerintah hadir dan bekerja.

“Kegiatan itu dipublikasikan, sebab terkadang jika kegiatan itu tidak dipublikasikan, kita akan dianggap tidak bekerja bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSKGM Sumsel, drg. Novita Idayani, mengatakan kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-80 Sumsel. Sebelumnya, RSKGM juga telah menggelar edukasi kesehatan gigi dan mulut pada 17 Mei serta bakti sosial ke panti lansia.

Menurut Novita, celah bibir dan langit-langit merupakan kelainan bawaan lahir dan di Sumsel kasusnya tercatat sebagai yang tertinggi kedua di Indonesia.

“Pada bayi dan balita, kondisi ini menyebabkan kesulitan mengonsumsi ASI. Diharapkan melalui operasi ini dapat meningkatkan kesehatan dan peluang hidup para penderita,” katanya.

Dari 30 pasien yang mendaftar, sebanyak 20 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani operasi. Rinciannya terdiri atas 3 orang dewasa, 11 balita, dan 6 bayi.

Pasien tersebut berasal dari berbagai daerah di Sumsel, yakni Palembang 4 orang, Ogan Ilir 1 orang, Ogan Komering Ilir (OKI) 6 orang, Musi Banyuasin (Muba) 3 orang, Banyuasin 3 orang, dan Empat Lawang 3 orang.

Direktur Operasional BSB, Festero Mohamad Papeko, menyampaikan total bantuan bakti sosial operasi tersebut mencapai Rp234 juta. Dari jumlah itu, sebesar Rp220 juta digunakan untuk mendukung operasional operasi bagi 20 pasien.

Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian BSB bersama para donatur terhadap kemanusiaan dan pelayanan sosial kemasyarakatan. (ning/ril)

Wagub Jihan Nurlela Groundbreaking Tiga Ruas Jalan di Pringsewu

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan Groundbreaking tiga ruas jalan di Pringsewu yaitu Kalirejo-Pringsewu, Pringsewu-Pardasuka dan Pardasuka-Sukamara. Groundbreaking dipusatkan di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (21/5/2026).

Groundbreaking ini membuktikan

Pemerintah Provinsi Lampung terus merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari program prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada 2026.

Wagub Jihan mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung meski di tengah tantangan penyesuaian anggaran dan pengurangan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

“Pak Gubernur dengan komitmennya tetap mengupayakan bagaimana caranya program prioritas itu tetap berjalan. Dan alhamdulillah masih berjalan dan cukup progresif di tahun 2026 ini,” ujarnya.

Wagub Jihan mengungkapkan pembangunan ruas jalan provinsi pada 2026 hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga mengungkapkan saat ini tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu telah mencapai sekitar 87,86 persen.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut mencapai kondisi mantap 100 persen pada akhir 2029.

“Nanti sampai akhir 2029 insyaallah kemantapan ruas provinsi di Pringsewu bisa mencapai 100 persen,” ujarnya

Wagub Jihan menegaskan bahwa persoalan drainase menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan jalan kerap dipicu saluran air yang tidak berfungsi dengan baik sehingga air menggenang di permukaan jalan.

“Yang namanya aspal itu musuhnya air. Karena itu irigasinya harus dijaga bersama-sama,” tekannya.

Wagub Jihan juga meminta masyarakat, pemerintah pekon, hingga pelaku usaha untuk ikut menjaga kondisi jalan, termasuk tidak menutup saluran drainase untuk kepentingan parkir dan memperhatikan batas muatan kendaraan angkutan.

Khusus di Kabupaten Pringsewu, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,2 miliar untuk pembangunan tiga paket jalan provinsi dengan total panjang penanganan 3,8 kilometer.

Ketiga paket itu meliputi ruas Kalirejo-Pringsewu, Pringsewu-Pardasuka dan Pardasuka-Sukamara.

Ruas Kalirejo-Pringsewu menjadi paket terbesar dengan panjang penanganan efektif 2,7 kilometer dan nilai kontrak Rp23,978 miliar dengan jenis penanganan rigid pavement atau beton.

Selain itu, ruas Pringsewu-Pardasuka ditangani sepanjang 600 meter dengan nilai kontrak Rp5,753 miliar menggunakan rigid pavement.

Sementara ruas Pardasuka-Sukamara dibangun sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp3,905 miliar menggunakan flexible pavement atau aspal.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah mengatakan seluruh ruas jalan provinsi di Pringsewu pada tahun ini mendapatkan penanganan.

“Ini luar biasa, tidak semua kabupaten diperbaiki semua. Kabupaten Pringsewu ini tiga ruas semuanya kita perbaiki,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ruas Kalirejo-Pringsewu memiliki tingkat lalu lintas yang cukup padat dengan volume kendaraan mencapai sekitar 12.000 kendaraan per hari.

Karena itu, pemerintah memilih konstruksi beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan angkutan hasil pertanian dan industri.

“Nanti panjang rigid yang akan kita bangun 2.700 meter dengan lebar enam meter dan bahu jalan,” ungkapnya.

Menurut Taufiqullah, pembangunan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga sistem drainase dan gorong-gorong untuk mendukung irigasi pertanian di sekitar lokasi.

Ia menilai perbaikan drainase sangat penting untuk menjaga ketahanan jalan dari genangan air.

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengapresiasi dimulainya pembangunan ruas jalan tersebut.

Ia menilai pembangunan jalan akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Semoga ke depan UMKM naik, lalu ekonomi masyarakat juga naik sehingga kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dengan adanya perbaikan jalan,” pungkasnya.(Red)

Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Nurlela Dorong Dituntaskannya Penanganan TBC

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menuntaskan penanganan kasus Tuberculosis (TBC) secara menyeluruh, melalui penemuan kasus secara aktif, investigasi kontak, terapi pencegahan hingga edukasi masyarakat secara masif.

Hal itu disampaikan Wagub Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) Kabupaten Pesawaran secara virtual di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Kamis (21/5/2026).

Dalam arahannya, Jihan menegaskan masih rendahnya capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Pesawaran. Hingga saat ini, capaian penemuan kasus baru mencapai 13 persen dari target sebesar 90 persen.

“Angka ini menunjukkan masih banyak kasus TBC yang belum ditemukan atau belum terdiagnosis. Pelibatan fasilitas kesehatan swasta, praktik mandiri dokter, dan jejaring Public-Private Mix (PPM) juga belum maksimal dalam penemuan maupun pelaporan kasus,” ujar Jihan.

Ia juga menyoroti rendahnya investigasi kontak terhadap kasus TBC bakteriologis serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan monitoring dan evaluasi investigasi kontak di tingkat puskesmas belum berjalan optimal.

“Rendahnya investigasi kontak berdampak langsung pada sedikitnya sasaran yang teridentifikasi untuk mendapatkan TPT. Padahal langkah ini penting untuk memutus rantai penularan,” ujarnya.

Jihan menjelaskan, masih terdapat ketimpangan capaian antar indikator program TBC di Pesawaran. Hal itu menandakan kesinambungan layanan, mulai dari penemuan kontak hingga pemberian terapi pencegahan, belum berjalan maksimal.

Selain itu, ia menilai edukasi dan partisipasi masyarakat dalam penanggulangan TBC masih perlu ditingkatkan.

“Peran kader, desa atau kampung siaga TBC, serta tokoh masyarakat sangat penting dalam edukasi dan penemuan kasus di lingkungan masyarakat,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Jihan mendorong Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperkuat komitmen penanggulangan TBC melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC.

“Saya meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran segera menyusun dan menetapkan RAD Penanggulangan TBC sebagai pedoman lintas sektor dalam percepatan eliminasi TBC,” tegasnya.

Ia juga meminta optimalisasi fungsi TP2TBC yang telah dibentuk sejak 2024 agar segera diaktifkan melalui rapat koordinasi rutin, pembagian tugas lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta monitoring berkala terhadap capaian indikator program TBC.

“Seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, organisasi profesi, hingga fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta harus terlibat aktif dalam percepatan penanggulangan TBC,” katanya.

Selain itu, Jihan meminta peningkatan penemuan kasus TBC dilakukan secara masif dan aktif melalui skrining berbasis wilayah dan komunitas dengan melibatkan kader kesehatan.

“Puskesmas agar melakukan analisis wilayah dengan kesenjangan penemuan kasus tertinggi untuk dilakukan intervensi prioritas, termasuk memperkuat pelibatan jejaring fasilitas kesehatan swasta, klinik, praktik mandiri dokter, dan rumah sakit,” ujarnya.

Jihan mengajak Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran melakukan pembinaan dan pendampingan intensif kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit terkait tata laksana, pencatatan pelaporan, investigasi kontak, serta pemberian terapi pencegahan TBC.(Red)