Putri Kalianda Tantang Drifter Nasional di IDS 2026, Widyya Turro Buktikan Lampung Selatan Punya Talenta Balap Nasional

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Sorak penonton memenuhi arena Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026). Di antara deru mesin dan kepulan asap ban yang membakar aspal, ada satu nama yang menyita perhatian publik Lampung Selatan: Widyya Turro.

Bukan karena ia datang sebagai unggulan nasional. Justru sebaliknya, Widyya hadir sebagai wajah baru, talenta muda lokal yang untuk pertama kalinya dipercaya tampil di Indonesian Drift Series (IDS) 2026, kompetisi drift bergengsi tingkat nasional.

Bagi perempuan muda asal Kalianda itu, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah panggung pembuktian.

Untuk pertama kalinya, seorang putri daerah Lampung Selatan mendapat dukungan sponsor untuk turun langsung di lintasan resmi, beradu kemampuan dengan para drifter nasional yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.

“Ini pertama kali saya ikut lomba drift. Rasanya sangat menegangkan, tapi sekaligus bangga karena bisa mewakili Lampung Selatan di event nasional,” ujar Widyya.

Sebelum tampil di IDS, Widyya menjalani latihan intensif selama dua bulan. Setiap sesi latihan ia jalani dengan satu tekad, membuktikan bahwa pembalap lokal juga layak berdiri sejajar dengan nama-nama besar di dunia drifting nasional.

Tantangan itu tidak ringan. Drift bukan sekadar memacu kendaraan cepat, tetapi soal keberanian, presisi, dan kendali penuh di tengah tekanan.

Namun justru di sanalah Widyya menemukan gairahnya.

Menariknya, dunia drift bukanlah arena pertama yang ia kenal.

Widyya sebelumnya lebih akrab dengan balap drag, lintasan lurus yang menuntut kecepatan murni. Namun sebuah ajakan untuk mencoba drifting justru mengubah arah perjalanannya.

“Aku awalnya memang suka drag race. Tapi waktu ditawari latihan drift, ternyata rasanya berbeda. Lebih menantang, lebih seru,” katanya.

Meski baru setahun terjun di dunia balap dan baru sekali mengikuti kompetisi drag race, Widyya mengaku langsung jatuh cinta pada atmosfer motorsport.

“Memang seseru itu dunia balap mobil,” ucapnya sambil tersenyum.

Keikutsertaan Widyya di IDS 2026 membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil di lintasan.

Ia menjadi simbol bahwa Kabupaten Lampung Selatan tidak kekurangan talenta muda, termasuk di cabang olahraga otomotif yang selama ini kerap didominasi nama-nama besar dari kota besar.

Di tengah geliat sport tourism yang sedang dibangun melalui ajang IDS di Way Handak Expo, kehadiran Widyya memberi dimensi baru, bahwa event nasional ini bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka ruang lahirnya atlet lokal.

Dan bagi banyak anak muda di Kabupaten Lampung Selatan, kisah Widyya adalah pesan sederhana namun kuat, mimpi besar bisa dimulai dari daerah sendiri.

Di lintasan Way Handak, Widyya mungkin sedang belajar menghadapi lawan-lawan besar. Namun bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, ia sudah memenangkan sesuatu yang jauh lebih penting: kebanggaan.

Seorang dara muda dari Kalianda kini berdiri di lintasan nasional, membuktikan bahwa putri daerah pun mampu melaju kencang, berani, dan percaya diri di panggung Indonesia. (Red)

0 Rupiah APBD! Aksi Nyata Bupati Cerdas Radityo Egi Boyong Event Nasional, Rakyat Lampung Selatan Nikmati “Event Sultan” Gratis

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Deru mesin mobil-mobil bertenaga tinggi memecah keheningan akhir pekan di Way Handak Expo, Lampung Selatan.

Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena.

Akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru dicetak: Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ajang balap drifting bergengsi nasional, resmi mengaspal untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra.

Namun, di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum penonton, ada satu fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.

Sinergi besar yang mendatangkan ribuan pengunjung ini terwujud dengan angka yang mengejutkan bagi anggaran daerah, 0 Rupiah APBD.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi.

Melalui strategi kolaborasi taktis lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggandeng pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder untuk mendanai penuh seluruh rangkaian acara. Dampaknya instan, namun manfaatnya 100 persen langsung dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.

“Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, 0 Rupiah APBD. Dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Radityo Egi di tengah keriuhan sirkuit Way Handak Expo, di Kalianda, Sabtu (23/5/2026).

Langkah Egi mencerminkan potret pemimpin masa kini yang tidak hanya mengandalkan kantong negara, melainkan bertindak sebagai fasilitator yang cerdas. Menghadirkan kompetisi sekelas IDS tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun, dengan meyakinkan pihak swasta bahwa Lampung Selatan adalah pasar yang seksi dan siap berkembang, beban finansial itu bergeser dari APBD menjadi investasi kolaboratif.

Keputusan menggratiskan tiket masuk bagi warga lokal terbukti menjadi magnet yang kuat. Sektor ekonomi mikro yang biasanya bergerak lambat, mendadak melesat dalam waktu dua hari.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengungkapkan bahwa dampak dari event ini langsung menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Pariwisata bergeliat, dan sektor akomodasi mendapat berkah instan.

“Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang, dan ternyata tingkat hunian hotel kita sudah full booked. Ini menjadi salah satu peluang besar yang berhasil kita tangkap,” ungkap Tri.

Tri menambahkan, keberhasilan IDS ini merupakan manifestasi nyata dari konsep kerja sama pentahelix. Di mana pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media bergerak bersama dalam satu irama.

“Terima kasih untuk IDS dan pihak swasta. Ini benar-benar contoh konkret bagaimana kita bisa menghadirkan acara besar lewat kolaborasi erat,” lanjutnya.

Di sudut tribun penonton, senyum semringah tak dapat disembunyikan dari wajah Riki (30). Warga Kecamatan Katibung ini sengaja datang sejak pagi demi menyaksikan pembalap idolanya beraksi. Baginya, kenyataan bahwa acara ini gratis adalah berkah tersendiri di tengah situasi ekonomi yang menantang.

“Ini keren banget, asli! Apalagi gratis untuk masyarakat. Dari sini kita bisa lihat kalau pemerintah daerah itu cerdas, bisa merangkul swasta dan komunitas buat bikin acara berkelas nasional tanpa harus buang-buang uang rakyat,” kata Riki bangga.

Dampak ekonomi yang masif juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Siska (24), salah seorang warga Kalianda, menyebutkan bahwa perputaran uang di sekitar Way Handak Expo meningkat tajam.

“Hotel-hotel ramai, lapak UMKM juga penuh pembeli. Sebagai warga, saya berharap kegiatan kreatif seperti ini sering-sering diadakan lagi di Kabupaten Lampung Selatan. Terbukti menghibur dan membantu ekonomi kecil,” tutur Siska.

Melalui raungan mesin drifting di Way Handak Expo, Radityo Egi Pratama tidak hanya memberikan hiburan berkelas dunia bagi warganya secara Cuma-cuma. Lebih dari itu, ia telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah: dengan kreativitas dan sinergi yang tepat, membangun daerah tidak selalu harus menguras dompet negara.

Berkah IDS Sumatra 2026: Saat Raungan Mesin Drift Menggerakkan Roda Ekonomi Pedagang Kecil di Way Handak Expo

​LAMSEL -(deklarasinews.com)- Di balik suara mesin yang meraung dan ban yang berdecit di lintasan Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ada cerita lain yang tak kalah menarik. Bukan tentang pembalap atau mobil-mobil bertenaga besar, melainkan tentang para pedagang kecil yang mendadak kebanjiran pembeli.

Sejak ajang balap drift nasional itu digelar di Lapangan Way Handak Expo, Lampung Selatan, Kalianda, denyut ekonomi di sekitar arena ikut meningkat.

Ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan IDS Sumatra 2026 ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari pedagang bakso, pecel, es minuman, hingga warung-warung kecil di sekitar venue.

Di sela ramainya penonton yang lalu-lalang, Malik, pedagang mie ayam bakso yang sehari-hari berjualan di depan Gedung Olahraga Way Handak (GWH), tampak sibuk melayani pembeli. Wajahnya terlihat semringah.

Baginya, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar tontonan otomotif, melainkan harapan baru bagi para pedagang kecil seperti dirinya.

“Harapan kami, mudah-mudahan acara IDS ini ramai sehingga pengunjung juga bisa singgah ke tempat kami. Karena pedagang bukan hanya di dalam venue, tetapi juga ada yang berjualan di luar area acara. Semoga rezekinya bisa dirasakan bersama,” ujar Malik.

Tak jauh dari lokasi Malik, Eli, pedagang soto, pecel, dan minuman dingin di kantin GWH mengaku omzet dagangannya meningkat dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, kehadiran ribuan penonton IDS membawa dampak langsung terhadap penjualan.

“Alhamdulillah pembeli jadi lebih ramai dari biasanya. Harapannya ke depan semakin banyak kegiatan di area GWH supaya kami para pedagang juga terus merasakan peningkatan penjualan,” kata Eli.

Cerita Malik dan Eli menjadi potret kecil dari efek domino yang dihadirkan IDS Sumatra 2026.

Ajang yang untuk pertama kalinya digelar di Pulau Sumatra ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi drift nasional, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Perputaran uang tidak hanya terjadi di dalam arena, melainkan menjalar hingga ke warung-warung kecil, transportasi lokal, penginapan, hingga destinasi wisata sekitar.

Momentum ini sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk lokal Lampung Selatan. Ribuan penonton dari berbagai daerah menjadi pasar potensial yang memperkenalkan wajah daerah, bukan hanya melalui sport tourism, tetapi juga melalui kuliner dan keramahan masyarakatnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memang menaruh harapan besar pada penyelenggaraan IDS Sumatra 2026.

Bagi pemerintah daerah, event ini bukan semata hiburan otomotif berskala nasional, melainkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.

Dan kini, harapan itu mulai terlihat nyata. Di tengah deru mesin dan asap ban yang mengepul, ada senyum para pedagang kecil yang pulang dengan penghasilan lebih baik dari biasanya.

Karena bagi mereka, IDS Sumatra 2026 bukan hanya soal siapa tercepat di lintasan, tetapi tentang bagaimana sebuah event besar bisa menghadirkan berkah yang benar-benar terasa hingga ke lapak-lapak sederhana di pinggir arena.

 

Lantik Pengurus PMI Empat Daerah, Gubernur Sumsel Perkuat Sinergi Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H Herman Deru, menghadiri pelantikan kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kabupaten PALI di Griya Agung Palembang, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan bertema “Bergerak Bersama, Berbakti untuk Kemanusiaan” tersebut diawali dengan pembacaan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan kepengurusan baru oleh Sekretaris PMI Sumsel, M. Susman Surya Dinata.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, melalui penandatanganan berita acara dan penyematan pin organisasi kepada pengurus yang baru dilantik.

Dalam sambutannya selaku Pelindung PMI Sumsel, Herman Deru menegaskan pentingnya peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang harus bergerak cepat, profesional, dan memiliki tata kelola yang baik.

Ia meminta pengurus PMI memperkuat administrasi organisasi dengan membentuk payung hukum internal yang tetap mengacu pada aturan PMI Pusat.

“Administrasi harus tertib. Buatkan payung hukum atau peraturan organisasi internal yang tetap sesuai dengan aturan PMI Pusat. Selain itu, kita harus memulai era transaksi non-tunai agar perputaran dana, baik dari hibah maupun CSR, tercatat dengan jelas keluar dan masuknya. Saya minta Bank Sumsel Babel mendampingi proses ini,” ujar Herman Deru.

 

Herman Deru juga menginstruksikan pengurus PMI yang baru agar menggandeng Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atau Inspektorat dalam pengelolaan Unit Donor Darah (UDD) maupun dana hibah, sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara berkala sejak dini.

 

Ia menegaskan empat prinsip utama dalam pengelolaan anggaran PMI, yakni seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai, tidak ada markup dalam transaksi, tidak ada kegiatan fiktif, serta seluruh kegiatan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Pak Sekda, saya minta dibuatkan surat tembusan ke kabupaten/kota agar meminta pendampingan dari inspektorat masing-masing,” katanya.

Selain penguatan tata kelola, Herman Deru juga meminta PMI aktif membangun kemitraan melalui nota kesepahaman (MoU), meningkatkan kesiapsiagaan bencana, dan mengintensifkan edukasi pertolongan pertama melalui keterlibatan Palang Merah Remaja (PMR).

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, menyampaikan bahwa amanah yang diemban para pengurus PMI merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Selamat kepada kepengurusan yang baru dilantik. Amanah yang diemban ini bukan sekadar atribut, melainkan kepercayaan untuk berbuat tanpa pamrih. Niat baik saja tidak cukup, kita tetap dituntut bertanggung jawab melalui laporan keuangan yang akuntabel,” ujar Feby.

Menurutnya, bantuan kemanusiaan dalam bentuk barang perlu diprioritaskan agar penyalurannya lebih cepat dan pertanggungjawabannya lebih mudah dilakukan sesuai prosedur.

Ia juga mendorong PMI lebih aktif memenuhi kebutuhan darah melalui sistem “jemput bola” serta memperluas jaringan organisasi hingga ke tingkat desa.

“Kebutuhan darah sangat tinggi, bukan hanya untuk korban kecelakaan, tetapi juga ibu hamil dan anak penderita talasemia. Kita bisa memaksimalkan gerakan gotong royong, salah satunya melalui program PMI Goes to School,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Desy Edward Candra, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. (Ning)

Geliat Ekonomi IDS Sumatra 2026: Ikhsanudin Kaget, Baru Datang Jualan Dagangannya Langsung Ludes, “Biasanya Sampai Sore”

​LAMSEL -(deklarasinews.com)- Di tengah deru mesin dan semarak Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2026), terselip satu kisah sederhana yang justru paling membekas.

Adalah Ikhsanudin (68), pedagang asongan asal Kecamatan Candipuro, yang pagi itu datang sendiri dengan sepeda motornya. Seperti hari-hari biasa, ia membawa dagangan sederhana untuk dijajakan kepada pengunjung. Namun kali ini, hari itu terasa berbeda.

Belum lama tiba di lokasi, dagangannya justru langsung ludes diserbu pembeli. Bagi sebagian orang, mungkin itu sekadar transaksi biasa. Namun bagi Ikhsanudin, itu adalah berkah yang tak disangka.

Dengan wajah haru yang sulit disembunyikan, pria lanjut usia itu mengaku sangat terbantu oleh hadirnya event nasional yang digelar di Kabupaten Lampung Selatan tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih Pak Bupati. Dengan adanya acara ini saya sangat merasa terbantu sekali. Biasanya saya jualan sampai sore baru habis, tapi hari ini baru datang sudah langsung ludes dagangan saya,” ujar Ikhsanudin dengan suara bergetar menahan syukur.

Kalimat sederhana itu menjadi potret paling nyata bahwa sebuah event besar tidak hanya soal hiburan atau prestise daerah, tetapi juga tentang dampak langsung yang dirasakan masyarakat kecil.

Bagi Ikhsanudin, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar ajang balap drifting nasional. Event itu telah menghadirkan ruang harapan, bahwa rezeki bisa datang lebih cepat, lebih baik, bahkan dari tempat yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus hadir di Lampung Selatan.

“Sering-sering ya Pak Bupati ngadain acara kayak gini. Ini pasti sangat membantu sekali, apalagi orang seperti saya,” tambahnya.

Kisah Ikhsanudin hanyalah satu dari banyak cerita yang lahir dari gelaran Indonesia Drift Series Sumatra 2026.

Di balik lintasan yang dipenuhi mobil drift dan atraksi para drifter nasional, ada denyut ekonomi yang ikut bergerak.

Puluhan pelaku UMKM lokal diberi ruang untuk berjualan di area kegiatan. Pedagang kecil, tukang parkir, hingga pelaku usaha di sekitar Kalianda ikut merasakan dampaknya.

Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah membawa efek berantai bagi ekonomi lokal.

Warung-warung ramai, lapak-lapak kecil hidup, dan warga merasakan langsung bahwa event nasional seperti ini bukan hanya milik penyelenggara atau peserta, tetapi juga milik masyarakat.

Momentum ini sekaligus menegaskan arah pembangunan Kabupaten Lampung Selatan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari bawah.

Dan di antara riuh ban berdecit di lintasan drift itu, senyum Ikhsanudin menjadi simbol paling jujur, bahwa keberhasilan sebuah event sesungguhnya diukur dari seberapa besar manfaatnya sampai ke tangan masyarakat kecil.

Hari itu, Ikhsanudin pulang lebih cepat. Bukan karena lelah. Melainkan karena dagangannya telah habis terjual. Dan itu, baginya, adalah kebahagiaan yang sederhana, namun sangat berarti.

Semangat Hardiknas, Gubernur Lampung Dorong Generasi Muda Bangga Berbahasa Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya melestarikan adat dan budaya Lampung sebagai fondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah sangat bergantung pada karakter masyarakat yang kuat serta menghargai nilai-nilai budaya di dalamnya.

​Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bertema “Cawo Bubalah Lampung” yang digagas oleh Mighrul Lappung Bersatu bertempat di Balai Keratun, Jumat (22/5/2026).

​Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Mighrul Lappung sekaligus implementasi dari Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kamis Beradat.

Mengusung semangat Boedi Oetomo sebagai tonggak kebangkitan kesadaran akan identitas, ilmu pengetahuan, dan budaya bangsa, Mighrul Lappung optimis menyelenggarakan Lomba Cawo Bubalah Lampung.

​Selain itu, kegiatan ini juga terinspirasi dari perjuangan R.A. Kartini di sektor pendidikan. Mighrul Lappung memandang pentingnya peran perempuan yang tidak terbatas pada urusan keluarga saja, melainkan juga dalam hal menjaga bahasa, budaya, serta identitas daerah. Melalui langkah ini, Mighrul Lappung membidik generasi muda demi keberlanjutan budaya lokal.

Lomba Cawo Bubalah Lampung diikuti oleh total 33 peserta dengan menggunakan dua dialek, yaitu dialek O dan dialek A. Adapun keseluruhan peserta berasal dari dua kategori yang berbeda yaitu :

  1. Kategori Umum sebanyak 16 peserta, dan
  2. Kategori DPP Mighrul Lappung Bersatu sebanyak 17 peserta.

Meski dalam pelaksanaan tahun pertama ini animo masyarakat diakui belum terlalu masif, Mighrul Lappung tetap berkomitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan. Ke depan, acara akan dikemas dengan konsep yang lebih inovatif, menarik bagi generasi muda, serta memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan OPD terkait dalam hal sosialisasi

​“Lomba Cawo Bubalah Lampung ini mungkin merupakan langkah kecil yang kami lakukan. Namun, kami percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi pelestarian bahasa dan budaya Lampung,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria.

​Pada kesempatan yang sama, Dwita juga memaparkan program pelestarian lain yang tengah berjalan, salah satunya adalah kursus Bahasa Lampung. Kursus yang bertujuan memotivasi masyarakat agar aktif berbahasa daerah ini telah berlangsung selama 5 minggu, bekerja sama dengan Universitas Lampung.​

​Gubernur Lampung sangat mengapresiasi langkah nyata yang diambil oleh Mighrul Lappung Bersatu. Gubernur juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Mighrul Lappung karena telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan Provinsi Lampung, khususnya pada sektor kebudayaan.

​Menurut Gubernur, kegiatan ini merupakan langkah bersama dalam memotivasi generasi muda Lampung untuk terlibat aktif menggunakan bahasa Lampung.

Berdasarkan penilaian dewan juri, berikut  daftar pemenang Lomba Cawo Bubalah Lampung :

​Kategori DPP Mighrul Lappung Bersatu :

​Juara 1 : DPP Bidang Seni dan Olahraga

​Juara 2 : DPP Kota Metro

​Juara 3 : DPP Bidang Pendidikan

​Harapan 1 : Mighrul Kabupaten Tulang Bawang

​Harapan 2 : Mighrul Kabupaten Lampung Barat

​Harapan 3 : Mighrul Kabupaten Way Kanan

​Kategori Umum :

​Juara 1 : Tim Inti asal Kota Bandar Lampung

​Juara 2 : Anisa, dkk asal Kota Bandar Lampung

​Juara 3 : Mutia, dkk asal Kabupaten Way Kanan

​Juara Favorit :  Tim Nyenyok asal Kabupaten Way Kanan

​Penghargaan Khusus:

​Karya Motivasi Terbaik : Jejamo Production asal Kota Bandar Lampung.

Ketukan Hati Nurani Bupati Egi Luluhkan PTPN, Redam Jerat Hukum Mbah Mujiran Lewat Jalur Damai

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Harapan agar keadilan restoratif (restorative justice) terwujud dalam kasus pencurian yang menjerat Mbah Mujiran (72), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, akhirnya mulai menemukan titik terang.

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I sebagai pihak pelapor kini menyatakan kesediaannya untuk menempuh jalur damai dengan Mbah Mujiran. Kesepakatan itu membuka jalan bagi penyelesaian perkara melalui sidang mekanisme keadilan restoratif (MKR) di Pengadilan Negeri Lampung Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 mendatang.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat konferensi pers di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, Sabtu malam (23/5/2026).

Menurut Egi, upaya menghadirkan penyelesaian yang lebih berkeadilan telah dilakukan melalui koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Kejari Lampung Selatan, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Ia menjelaskan, Kejati Lampung turut mendorong agar proses mediasi dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, sehingga ruang damai bisa benar-benar terbuka.

Upaya itu membuahkan hasil. Dalam mediasi yang berlangsung di rumah dinas bupati pada Jumat malam (22/5/2026), pihak PTPN I menyatakan kesediaannya untuk mendukung proses restorative justice bagi Mbah Mujiran di hadapan Bupati Lampung Selatan.

Egi mengakui, proses menuju kesepakatan tersebut tidak berjalan mudah. Mediasi berlangsung cukup dinamis, terutama karena pada awalnya PTPN I masih berpegang pada keputusan untuk melanjutkan proses hukum demi menjaga aturan internal perusahaan.

Namun, ketika kondisi sosial dan ekonomi keluarga Mbah Mujiran dipaparkan secara utuh, pertimbangan kemanusiaan perlahan mengambil ruang.

“Yang sebelumnya belum memberi ruang untuk memaafkan, Alhamdulillah kemarin pihak PTPN akhirnya bersedia membuka pintu maaf,” kata Egi dengan nada lega.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang bersedia mengedepankan hati nurani demi menghadirkan keadilan yang tidak hanya tegak secara hukum, tetapi juga hidup dalam nilai kemanusiaan.

Senada dengan Bupati, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Suci Wijayanti, menegaskan bahwa langkah restorative justice tersebut selaras dengan arahan Kejaksaan Agung dan Kejati Lampung.

Menurut Suci, hukum memang harus ditegakkan, namun tidak boleh kehilangan sisi humanismenya.

“Meskipun hati nurani tidak tertulis di dalam buku hukum, rasa keadilan dan nilai kemanusiaan harus tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses penegakan hukum di tengah masyarakat,” tegasnya.

Suci mengungkapkan, ruang damai sebenarnya telah terlihat sejak awal proses berjalan. Namun, upaya tersebut sempat terhambat oleh aturan internal PTPN I yang ketat dalam menjaga aset negara.

“Namun akhirnya, setelah dimediasi oleh Pak Bupati, pihak PTPN bersedia menempuh jalan damai,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Kejari Lampung Selatan kini tengah berkoordinasi dengan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lampung Selatan untuk mengupayakan penangguhan sekaligus pengalihan penahanan bagi Mbah Mujiran.

“Insyaallah mulai Senin (25/5/2026), proses itu mulai kami dorong. Keluarga tinggal mengajukan surat permohonan penangguhan dan pengalihan penahanan ke pengadilan,” kata Suci.

Sebelum menggelar konferensi pers, Bupati Egi lebih dulu mendatangi kediaman Mbah Mujiran di Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, pada Sabtu siang (23/5/2026).

Kunjungan itu jauh dari kesan formalitas birokrasi. Ia hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah, tetapi sebagai pemimpin yang merespons persoalan dengan empati.

Tak hanya membawa kabar mengenai perkembangan proses hukum, Egi juga menyerahkan bantuan sosial dan tali asih secara langsung kepada keluarga Mbah Mujiran.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari keluarga selama proses hukum berjalan, sekaligus menjadi penguat moral bagi istri dan cucu Mbah Mujiran yang masih menanti kepulangan sang kakek ke rumah. (Red)

Dari Paddock IDS 2026, Bupati Egi Kirim Sinyal Kuat: Lampung Selatan Siap Jadi Motor Baru Sport Tourism

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Deru mesin belum sepenuhnya meraung. Ban-ban drift belum meninggalkan jejak hitam sempurna di lintasan Way Handak Expo, Kalianda.

Namun, Jumat (22/5/2026) siang itu, ada satu pesan penting yang sudah lebih dulu dikirimkan Lampung Selatan kepada publik nasional, daerah ini siap.

Pesan itu hadir lewat langkah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang datang langsung ke paddock Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 bersama Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Bagi sebagian orang, kunjungan itu mungkin terlihat seperti agenda biasa. Tetapi di balik itu, ada pesan pembangunan yang lebih besar, Lampung Selatan tidak hanya menjadi lokasi event, tetapi sedang memposisikan diri sebagai destinasi sport tourism baru di Sumatra.

Di tengah deretan mobil drift yang terparkir rapi, Egi dan Zita menyusuri paddock, menyapa para pembalap, berdialog dengan komunitas otomotif, dan memastikan setiap detail persiapan berjalan sesuai rencana menjelang kompetisi utama pada 23-24 Mei 2026.

Sekitar 25 mobil drift dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Pekanbaru, Bandar Lampung, hingga tuan rumah Lampung Selatan, telah tiba di arena.

Mereka membawa satu hal yang sama, antusiasme untuk menjadikan Indonesia Drift Series (IDS)  Sumatra 2026 sebagai panggung otomotif terbesar di wilayah ini.

Namun bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, event ini lebih dari sekadar balapan.

“Selamat datang di Lampung Selatan, Spirit of Krakatoa. Lampung Selatan memiliki keindahan alam dan potensi luar biasa yang harus terus kita perkenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Egi di sela peninjauan.

Kalimat itu bukan sekadar sambutan. Itu adalah narasi yang ingin dibangun pemerintah daerah, menjadikan olahraga sebagai pintu masuk promosi wilayah.

Karena Egi memahami, ketika ribuan orang datang untuk sebuah event, yang bergerak bukan hanya lintasan, tetapi juga ekonomi.

Hotel-hotel mulai dipenuhi tamu. Penginapan ramai dipesan. Warung makan menerima lebih banyak pelanggan. Pelaku UMKM membuka stand dan berharap dagangannya laris. Sektor jasa lokal ikut merasakan denyut yang meningkat.

“Ajang seperti ini bukan hanya olahraga dan hiburan, tetapi berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, terutama UMKM, pariwisata, dan perhotelan,” kata Egi.

Kabupaten Lampung Selatan sedang mencoba membangun formula baru pembangunan daerah, menghadirkan event nasional, mengundang massa, menciptakan pengalaman, lalu mengubah kunjungan menjadi perputaran ekonomi.

Dan IDS Sumatra 2026 menjadi salah satu panggung penting dari strategi tersebut.

Apalagi, kehadiran IDS Sumatra 2026 diproyeksikan mendatangkan ribuan penonton, komunitas otomotif, kru, hingga wisatawan dari berbagai daerah di Sumatra dan luar pulau.

Way Handak Expo bukan lagi sekadar arena. Ia berubah menjadi etalase daerah.

Di sana, para tamu tidak hanya melihat mobil-mobil drift beradu teknik. Mereka juga diperkenalkan pada wajah lain Lampung Selatan, kuliner khas, keramahan masyarakat, dan lanskap daerah yang selama ini mungkin belum banyak diketahui publik nasional.

Itulah sebabnya, selepas meninjau paddock, rombongan pembalap melakukan konvoi menuju Kantor Bupati Lampung Selatan, sebuah parade yang disambut antusias warga di sepanjang jalan.

Momentum itu memperlihatkan satu hal sederhana namun penting, masyarakat ikut merasa memiliki event ini.

Dan ketika sebuah event sudah menjadi milik bersama, dampaknya biasanya jauh lebih panjang dibanding sekadar dua hari kompetisi.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama peserta dan tamu undangan. Di meja tersaji empek-empek, otak-otak, serta beragam kuliner lokal Lampung Selatan, sentuhan kecil yang justru sering paling diingat para tamu. (Red)

 

Resmi Diluncurkan! SPMB Ramah 2026 Janji Hadirkan Seleksi Sekolah yang Lebih Adil dan Bersih

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1 Palembang, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Kemendikdasmen bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan ini mengusung tema Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan, dan Tanpa Diskriminasi sebagai komitmen pemerintah menghadirkan sistem penerimaan peserta didik yang lebih terbuka dan berpihak pada keadilan.

Peluncuran SPMB Ramah 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung secara bersih dan transparan, sekaligus meminimalisasi berbagai potensi penyimpangan yang selama ini kerap menjadi perhatian publik.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Tajuddin Idris, menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat terhadap mekanisme SPMB saat ini terus meningkat. Kondisi tersebut diyakini dapat menekan berbagai praktik yang tidak sesuai aturan dalam proses penerimaan siswa baru.

Menurutnya, sosialisasi yang masif membuat masyarakat kini semakin memahami alur dan ketentuan penerimaan peserta didik. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, potensi pelanggaran maupun praktik-praktik yang merugikan masyarakat diharapkan semakin berkurang.

“Persentasenya tetap dan masyarakat sekarang semakin memahami mekanismenya. Dengan semakin tingginya pemahaman masyarakat, praktik-praktik yang tidak sesuai aturan Insyaallah akan semakin berkurang,” ujar Tajuddin.

Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan sejumlah relaksasi dan pengecualian bagi daerah tertentu berdasarkan regulasi dari Kemendikdasmen. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui analisis data Dapodik dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kapasitas ruang kelas, ketersediaan tenaga pendidik, pembiayaan pendidikan, kondisi geografis, hingga tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah.

Wilayah perbatasan dan daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi, khususnya kawasan pinggiran, menjadi perhatian khusus pemerintah agar seluruh calon peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan merata.

Selain itu, SPMB Tahun 2026 juga menghadirkan sejumlah penyesuaian pada jalur prestasi. Untuk jalur prestasi akademik, seleksi akan menggunakan dua indikator utama, yakni nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara pada jalur prestasi non-akademik, penilaian mencakup bidang olahraga, seni, kepanduan, kepemimpinan OSIS, serta kategori lainnya.

Tajuddin juga mengajak insan pers untuk turut aktif mengawal jalannya SPMB 2026 melalui publikasi dan pengawasan. Menurutnya, keterlibatan media menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem penerimaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta teman-teman media ikut mempublikasikan dan memantau proses SPMB ini. Semua sistem dibuka secara transparan dan berbagai pihak turut dilibatkan dalam pengawasan,” katanya.

Pengawasan pelaksanaan SPMB 2026 sendiri melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat penegak hukum hingga lembaga pengawasan lainnya seperti kepolisian, kejaksaan, KPK, dan institusi terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi kecurangan serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan, Nopianto, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026.

Ia memastikan DPRD akan mengawal proses penerimaan murid baru agar berjalan adil, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Keterlibatan aparat penegak hukum juga dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah berbagai potensi kecurangan.

“DPRD akan melakukan pengawasan secara komprehensif sehingga pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan dengan baik tanpa adanya praktik penyimpangan. Pemerintah juga telah melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengantisipasi potensi kecurangan,” ujarnya.

Peluncuran SPMB Ramah 2026 ditandai dengan prosesi membunyikan short screen serta penyerahan buku petunjuk teknis (juknis) SPMB Tahun 2026.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Mondyaboni, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel Mirsal, jajaran pejabat Dinas Pendidikan lainnya, perwakilan Polda Sumatera Selatan, serta Persatuan Wartawan Indonesia yang diwakili Kepala Bidang Organisasi Richan Joe bersama sejumlah unsur pejabat lainnya.(Ning)

IDS Sumatra 2026 Mulai Memanas: Wendy Walters Tiba di Lamsel dan Langsung Jajal Lintasan Way Handak Expo

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suara mesin meraung di arena Way Handak Expo Lampung Selatan, Kalianda, Jumat (22/5/2026), menjadi pertanda bahwa gelaran besar Indonesia Drift Series (IDS) Sumatra 2026 benar-benar tinggal menghitung jam.

Namun, di antara aroma karet terbakar dan panas lintasan yang mulai terasa, satu nama sukses mencuri perhatian para pecinta otomotif: Wendy Walters.

Pembalap perempuan dari Fanchi Motorsport itu resmi tiba di Kalianda dan langsung menjajal lintasan drift di Way Handak Expo Lampung Selatan, lokasi yang akan menjadi pusat perhatian dunia otomotif nasional pada 23-24 Mei 2026.

Kehadiran Wendy bukan sekadar daftar nama peserta. Ia menjadi salah satu sinyal kuat bahwa atmosfer kompetisi mulai memanas.

“Jujur terakhir drifting itu tahun lalu, jadi pas datang ke Lampung Selatan belum sempat latihan sama sekali. Nah ini baru latihan lagi hari ini,” ujar Wendy usai sesi tes drive.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi menggambarkan satu hal, bahkan bagi pembalap berpengalaman sekalipun, kembali ke lintasan selalu menghadirkan rasa baru, campuran rindu, adrenalin, dan antusiasme.

Dan Lampung Selatan menjadi panggung comeback kecil itu. Bukan tanpa alasan Wendy langsung terpikat. Setelah menjajal beberapa putaran, ia mengaku terkesan dengan karakter lintasan Way Handak.

“Panas aspal di sini mantap banget dibandingkan beberapa aspal yang pernah aku cobain,” katanya.

Bagi dunia drifting, kualitas aspal bukan sekadar permukaan jalan. Ia menentukan grip, kontrol, hingga strategi pembalap saat melakukan manuver ekstrem. Pujian Wendy itu pun menjadi validasi tersendiri bagi kesiapan venue di Lampung Selatan.

Wendy mengungkapkan dirinya tiba di Lampung Selatan pada Kamis malam. Alih-alih memilih kota lain sebagai tempat singgah, ia memutuskan menginap di sekitar lokasi lomba.

“Aku juga baru sampai tadi malam dan memilih menginap di Lampung Selatan supaya lebih dekat juga,” tambahnya.

Pilihan itu terdengar praktis, tetapi menyimpan pesan lain, event nasional seperti IDS kini membuat Kabupaten Lampung Selatan tak lagi sekadar daerah persinggahan, melainkan destinasi utama.

Ajang Indonesia Drift Series Sumatra 2026 sendiri diperkirakan menghadirkan puluhan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ribuan penonton, komunitas otomotif, kru, hingga wisatawan diprediksi memadati kawasan Kalianda selama dua hari pelaksanaan.

Hotel dan penginapan mulai dipenuhi tamu. Warung makan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa lokal ikut merasakan geliat ekonomi yang meningkat. Di balik suara mesin yang meraung, ada roda ekonomi masyarakat yang ikut bergerak.

Inilah alasan mengapa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong hadirnya event-event nasional di daerahnya. Olahraga menjadi pintu masuk, tetapi efeknya menjalar ke pariwisata dan kesejahteraan warga.

Kini, dengan Wendy Walters sudah berada di Lampung Selatan dan lintasan mulai panas, satu pesan terasa jelas, IDS Sumatra 2026 bukan lagi sekadar agenda di kalender, ia sudah dimulai. Dan Way Handak Expo siap menjadi saksi siapa yang paling berani menaklukkan tikungan pertama.(Red)