Silaturahmi dan Audiensi, Forwakum Asahan-Tanjung Balai Siap Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Forum Wartawan Khusus Hukum dan Umum (Forwakum) Asahan-Tanjung Balai melaksanakan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. Pertemuan berlangsung pada Senin (25/5/2026) pukul 09.00 WIB di Ruang Kerja Bupati Asahan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan, Ketua Forwakum Asahan-Tanjung Balai Ulil Amri, beserta seluruh jajaran pengurus organisasi.

Ketua Forwakum Asahan-Tanjung Balai, Ulil Amri, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan organisasi sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan pimpinan daerah. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan Kabupaten Asahan.

“Kami hadir untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan Forwakum Asahan-Tanjung Balai. Organisasi kami berkomitmen untuk bersinergi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Asahan, serta siap membantu mensukseskan seluruh visi dan misi pembangunan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Ulil Amri juga menyampaikan undangan resmi kepada Bupati Asahan untuk menghadiri pelantikan pengurus Forwakum Asahan-Tanjung Balai yang direncanakan dilaksanakan pada 10 Juni 2026 mendatang di Warkop Abah Kisaran.

Sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan komitmen yang disampaikan. Ia mengingatkan seluruh pengurus untuk senantiasa menjaga kekompakan, soliditas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Jagalah kekompakan dan soliditas organisasi. Utamakan profesionalitas dalam setiap pemberitaan, karena apa yang disampaikan wartawan merupakan cerminan informasi yang diterima oleh masyarakat luas,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung setiap program kerja organisasi tersebut. Ia juga berharap Forwakum dapat menyajikan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat, serta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.

“Pemerintah Kabupaten Asahan siap mendukung penuh dan bekerja sama dengan Forwakum. Kami berharap informasi yang disampaikan selalu dapat dipertanggungjawabkan dan membawa manfaat, bukan sebaliknya menimbulkan keresahan,” tambahnya.

Terkait undangan pelantikan, Bupati menyampaikan kesediaannya untuk hadir secara langsung sepanjang tidak ada kegiatan lain yang berbarengan. “Apabila ada kesibukan di waktu yang sama, saya akan menunjuk pejabat di lingkungan Pemkab Asahan untuk mewakili saya,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo, dilanjutkan dengan penyampaian maksud pertemuan oleh Ketua Forwakum, dan ditutup dengan arahan serta tanggapan dari Bupati Asahan. Acara berakhir sekira pukul 09.30 WIB dan berjalan dengan aman, lancar, serta penuh keakraban.(Jun)

 

Bupati Pringsewu Hadiri Haflatut Takhrij Wattahfizh Pondok Pesantren IMBoS

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menghadiri Haflatut Takhrij Wattahfizh Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (IMBoS) Pringsewu, Pekon Margakaya, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, pada Ahad, 24 Mei 2026.

Acara ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pringsewu Ihsan Hendrawan, S.H., M.H. beserta jajaran pemerintah kabupaten, Ketua TP-PKK Ny.Hj.Rahayu Riyanto, Ketua Yayasan Insan Mulia Pringsewu Zunianto, S.Pd., M.Pd.I., Direktur Pondok Pesantren IMBoS Pringsewu Dr.KH.M.Masrur, Lc., M.Pd.I., tokoh agama dan masyarakat serta para wali santri.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang telah lulus menyelesaikan pendidikan, serta para orang tua wali santri yang telah memberikan dukungan dan doa selama mereka menuntut ilmu. Sekaligus apresiasi kepada seluruh pimpinan Yayasan Insan Mulia dan IMBoS serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mendampingi proses pendidikan para santri.

“Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus berkomitmen mendukung kemajuan pondok pesantren di Kabupaten Pringsewu, salah satunya Pondok Pesantren IMBoS, yang memiliki program memadukan ilmu keagamaan dan ilmu umum secara terpadu. Marilah kita bergandeng tangan mewujudkan SDM di Kabupaten Pringsewu yang berkualitas, beradab dan berdaya saing, guna mewujudkan Pringsewu yang Mandiri, Aman, Kondusif, Unggul dan Relegius dalam lindungan Allah SWT. Pungkasnya. (* Mulia Mega)

Lampung Barat Dorong Swasembada Padi, 10 Alsintan Diserahkan ke Kelompok Tani

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggeber upaya peningkatan produksi padi melalui penyerahan 10 unit alat dan mesin pertanian atau Alsintan Hand traktor kepada kelompok tani. Penyerahan dilakukan langsung Bupati Parosil Mabsus dalam apel mingguan di halaman kantor Bupati setempat, Senin (25/05/2026).

Berikut 10 kelompok tani yang mendapat bantuan mesin pertanian, kelompok tani Sido Makmur Tugu Ratu Suoh, Karya Muda 2  Tugu Ratu Suoh, Way Sukau Tapak Siring Sukau, Way Sebukau Lombok Lumbok Seminung, Sejahtera Gunung Terang Air Hitam, Mekar Makmur 5 Tribudi Makmur Kebun Tebu, Ham Tuha Adyaksa Tanjung Raya Sukau, Way Warkuk Buay Nyerupa Sukau, Karya Wisma Gedung Surian, Tiga Saudara Bumi Hantatai BNS.

Bantuan tersebut bukan sekadar simbol. Bupati menegaskan, Alsintan harus menjadi pemicu lompatan produktivitas, bukan sumber konflik di internal kelompok tani.

“Ini tantangan bagi bapak ibu. Sudah dikasih fasilitas, jangan diam di tempat. Kalau selama ini setahun panen sekali, sekarang harus berani target dua kali, bahkan tiga kali,” ujar Parosil dengan nada tegas.

Ia menyebut langkah ini sejalan dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional. Bagi Lampung Barat, swasembada pangan dimulai dari sawah yang dikelola lebih efisien dan modern.

“Alat ini jangan sampai jadi masalah. Jangan sampai gara-gara merasa tidak adil dalam pemakaian, kelompok malah ribut. Kalau niatnya untuk kemajuan bersama, semua pasti bisa diatur,” tegasnya.

Menurut Parosil, modernisasi pertanian tidak bisa ditunda. Dengan Alsintan, waktu pengolahan lahan dan panen bisa dipangkas, biaya tenaga kerja ditekan, dan intensitas tanam meningkat.

Ia berharap, bantuan ini langsung terasa dampaknya pada pendapatan petani padi di wilayahnya. “Fasilitas sudah diberikan. Sekarang tinggal kemauan dan manajemen kelompok. Kalau dikelola dengan baik, ini berkah. Kalau tidak, ya hanya jadi besi yang berkarat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyatakan akan terus memantau pemanfaatan Alsintan agar tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan hasil panen. Tujuannya jelas, menjadikan Lampung Barat sebagai salah satu lumbung padi yang menopang ketahanan pangan nasional.(nsr)

Pemprov Lampung Optimalkan Potensi Kelautan dan Perikanan untuk Kesejahteraan Nelayan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Hal tersebut ditegaskan dalam Apel Mingguan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung yang digelar di Lapangan Korpri Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (25/5/2026). Bertindak sebagai pembina apel, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Liza Derni.

Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal, terukur, serta berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah saat ini tengah melaksanakan Proyek Strategis Nasional melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna mentransformasi kawasan pesisir menjadi kawasan yang produktif, modern, dan mandiri.

“Program ini tidak hanya membangun sarana dan prasarana, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pada Tahun 2026 Provinsi Lampung kembali mendapatkan alokasi empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II, yakni KNMP Tegineneng di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, KNMP Cabang di Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, KNMP Kuncir di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, serta KNMP Durian di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Saat ini, seluruh lokasi tersebut telah dilakukan peletakan batu pertama dan sedang dalam proses pembangunan.

Sementara itu, pada Tahap I Tahun 2025, Provinsi Lampung telah berhasil menyelesaikan pembangunan empat lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, yakni KNMP Ketapang dan KNMP Bandar Agung di Kabupaten Lampung Selatan, serta KNMP Sukorahayu dan KNMP Margasari di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Berbagai fasilitas penunjang telah dibangun di kawasan tersebut, mulai dari tempat pendaratan ikan, balai nelayan, kios perbekalan, pabrik es, gudang beku portable hingga SPBUN. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Selain program Kampung Nelayan Merah Putih, Pemerintah juga tengah melaksanakan Program Kampung Tematik Budidaya Ikan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Melalui program tersebut, masyarakat akan memperoleh bantuan berupa sarana kolam bulat, benih ikan, pakan, peralatan budidaya, IPAL, hingga tandon air. Saat ini, proses verifikasi proposal dan calon penerima masih dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Gubernur berharap seluruh perangkat daerah terkait dapat memberikan dukungan penuh, melakukan pendampingan, serta memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Keberhasilan program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan di Provinsi Lampung,” katanya.

Apel mingguan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan tali asih kepada 64 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki batas usia pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026, santunan kepada 5 ASN yang meninggal dunia, serta santunan kepada 1 orang suami/istri ASN yang telah meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah dan akan menjadi teladan bagi ASN lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga ASN yang menerima santunan dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan.

Tali asih dan santunan tersebut diserahkan oleh Staf Ahli Gubernur bidang perekonomian dan pembangunan Provinsi Lampung mewakili Pemerintah Provinsi Lampung kepada 2 perwakilan ASN yang akan memasuki masa purnabakti sebagai wujud perhatian serta penghormatan Pemerintah Provinsi Lampung kepada ASN dan keluarga besar ASN yang telah mengabdikan diri bagi daerah dan masyarakat.

Pecah Rekor Sejarah IDS 2026! Lampung Selatan Resmi ‘Naik Kelas’ Jadi Monster Otomotif Baru di Sumatra

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Lampung Selatan resmi mengukuhkan posisinya sebagai ‘monster’ baru industri otomotif di Pulau Sumatra setelah mencetak sejarah sebagai tuan rumah perdana seri Indonesian Drift Series (IDS) 2026 di Way Handak Expo, Kalianda.

Momentum ini menjadi tonggak sejarah lompatan kelas bagi Kabupaten Lampung Selatan yang kini bertransformasi dari sekadar penyedia lahan menjadi motor penggerak utama industri kreatif otomotif nasional.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa terpilihnya daerah beranda Sumatra ini sebagai tuan rumah IDS bukan sekadar pembawa gengsi, melainkan pemantik komitmen jangka panjang untuk memajukan sport tourism secara berkelanjutan.

“Lampung Selatan bisa terpilih sebagai tuan rumah IDS di Sumatra, ini menjadi pemantik semangat kita bersama. Lampung Selatan sangat mendukung kegiatan otomotif. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Menariknya, pergelaran akbar skala nasional ini berhasil terselenggara secara mandiri finansial tanpa menyentuh anggaran daerah. Pemkab Lampung Selatan membalikkan skeptisisme fiskal dengan merangkul sektor swasta dan komunitas otomotif secara masif.

Langkah taktis ini menuai pujian langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, yang hadir di tengah ribuan penonton.

“Acara ini nol rupiah APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulkifli Hasan yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan riuh dari warga yang memadati arena, pada Sabtu (23/5/2026)

Keberhasilan event ini langsung memicu efek domino ekonomi yang nyata di akar rumput. Sport tourism sukses menghidupkan ekosistem ekonomi lokal, mulai dari lonjakan okupansi hotel, jasa transportasi, hingga omzet para pelaku UMKM setempat yang memadati area luar sirkuit.

Selain dampak ekonomi instan, ajang IDS 2026 ini juga menjadi etalase besar untuk menggeser pola pikir generasi muda Lampung Selatan.

Industri otomotif kini tidak lagi dipandang sebatas hobi mahal, melainkan ekosistem ekonomi kreatif yang menjanjikan masa depan, mulai dari kebutuhan mekanik andal, manajemen event, content creator, hingga bisnis gaya hidup.

Kemeriahan acara ini ditutup dengan aksi ekstrem para drifter papan atas nasional. Bau karet terbakar dan raungan mesin bertenaga tinggi memenuhi udara, menghibur ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung siluet mobil-mobil meliuk menembus kepulan asap putih di kawasan Way Handak Expo Lampung Selatan.

Dengan modal infrastruktur strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatra dan komitmen pemangku kebijakan yang adaptif, Lampung Selatan kini tidak lagi berada di bangku penonton, melainkan resmi naik kelas sebagai poros baru otomotif Indonesia. (Red)

Lewat Women Drift Challenge IDS 2026, Zita Anjani Tegaskan Sirkuit Drifting Bukan Cuma Milik Lelaki

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Deru mesin mobil bertenaga tinggi dan kepulan asap ban yang membubung di Way Handak Expo, Kalianda, sore itu bukan lagi sekadar simbol maskulinitas.

Di balik kemudi mobil-mobil yang meliuk ekstrem di lintasan balap, ada jemari para perempuan tangguh yang sedang membuktikan bahwa sirkuit drifting bukan cuma milik lelaki.

Momen bersejarah ini mendapat perhatian langsung dari Istana. Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, hadir langsung dalam Awarding Ceremony Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 pada Minggu sore (24/5/2026).

Kehadiran istri Bupati Lampung Selatan ini bukan sekadar protokoler, melainkan sebuah gesture resmi pemerintah pusat yang mengakui eksistensi sekaligus mendukung penuh para atlet perempuan di dunia olahraga otomotif tanah air.

Secara simbolik, Zita menemui dan menyapa langsung para pembalap wanita yang berlaga di kelas Women Drift Challenge (WDC) Pro-Am. Dukungan hangat ini menjadi angin segar bagi ekosistem motorsport feminin yang kian tumbuh subur.

Di lintasan, kelas khusus drifter wanita ini menyajikan persaingan yang tak kalah sengit dari kelas utama, pada Minggu (24/5/2026). Zanetta Salsabila dari Zetta Racing Team tampil mendominasi penuh dan keluar sebagai juara pertama.

Menyusul di podium berikutnya, Vamells dari tim Unclock Indonesia mengamankan posisi kedua, disusul Ayuni Widya Kusuma dari Kendali Racing Team di peringkat ketiga, dan Wendy Welters yang mengunci posisi keempat.

Kehadiran Zita Anjani dan dominasi para drifter wanita ini menjadi puncak yang manis bagi berakhirnya rangkaian IDS Sumatra 2026, yang mencatatkan sejarah sebagai event otomotif terbesar pertama yang digelar di Pulau Sumatra.

Suksesnya gelaran berskala nasional ini tidak lepas dari keberanian Kabupaten Lampung Selatan mengambil peran sebagai tuan rumah.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang ikut menjaga kondusivitas acara.

“Terima kasih kepada seluruh penonton dan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan yang telah mendukung serta mendoakan kelancaran acara ini. Mari bersama-sama kita jadikan Lampung Selatan sebagai destinasi wisata yang nyaman dan menarik untuk seluruh kalangan. Sampai bertemu kembali di IDS 2027,” ujar Egi optimis.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Founder Indonesian Drift Series, Akbar Rais. Ia memuji komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang berhasil mendobrak stigma bahwa event besar otomotif hanya berpusat di satu wilayah saja.

“Terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan yang telah memberikan dukungan luar biasa dan mengubah pandangan bahwa event besar otomotif tidak hanya bisa digelar di Pulau Jawa. Indonesia bukan hanya Jawa, tetapi juga Sumatra hingga Papua,” tegas Akbar.

Melalui sinergi antara prestasi atlet wanita, dukungan pemerintah daerah, dan pengakuan dari pemerintah pusat, IDS Sumatra 2026 tidak hanya melahirkan juara baru di lintasan balap, tetapi juga membuka babak baru bagi sport tourism yang lebih inklusif di Indonesia. (Red)

Di Tengah Hingar Bingar Indonesian Drift Series 2026, Bupati Egi Sempatkan Jajan Dagangan Pelaku UMKM

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Di tengah riuh suara mesin dan atraksi para drifter nasional dalam gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama justru memilih menyusuri area tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Way Handak Expo, Kalianda, Minggu (24/5/2026).

Di sela kemeriahan ajang otomotif nasional tersebut, Egi menyempatkan diri berbelanja sekaligus menyapa langsung para pelaku usaha lokal yang turut meramaikan acara.

Sore itu, kawasan Way Handak Expo yang biasanya tenang berubah menjadi pusat perhatian pencinta otomotif dari berbagai daerah. Namun, di balik gemuruh lintasan drift, denyut perekonomian lokal justru terasa hidup di area UMKM yang dipadati pengunjung.

Dengan gaya yang santai dan tanpa sekat, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tampak berjalan menyusuri satu per satu lapak pedagang.

Ia tidak hanya lewat, melainkan berhenti, berbincang, dan sesekali mencicipi jajanan yang dihidangkan. Langkah kakinya kerap terhenti bukan karena barikade pengawal, melainkan karena antusiasme warga yang berebut ingin menyapa dan meminta foto bersama.

“Gimana, seru nggak acaranya? Ramai ya hari ini?” sapa Egi hangat kepada salah satu warga yang tengah mengantre di lapak kuliner.

Sapaan sederhana itu disambut senyum lebar dan antusiasme masyarakat yang menikmati suasana acara.

Bagi Egi, menghadirkan event sekelas IDS di Lampung Selatan memiliki misi yang jauh lebih besar daripada sekadar hiburan otomotif. Ada tanggung jawab ekonomi yang dititipkan di atas roda-roda mobil yang berputar di sirkuit.

“Kami ingin event seperti ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa manfaat dan kebahagiaan untuk masyarakat Lampung Selatan,” ujar Egi di sela-sela kunjungannya.

Ia menekankan bahwa dampak perputaran uang dari puluhan tenant UMKM lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas daerah, adalah indikator utama keberhasilan acara ini.

Dampak positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran ajang ketangkasan berkendara tingkat nasional ini dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan Way Handak Expo, Kalianda, menjadi ruang publik yang produktif.

Rahmat (25), seorang pengunjung asal Kecamatan Penengahan, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Sebagai pemuda daerah, ia melihat Lampung Selatan kini mulai diperhitungkan dalam kalender event nasional.

“Seru banget acaranya, ramai dan beda dari biasanya. Semoga event seperti ini sering diadakan di Lampung Selatan,” tutur Rahmat dengan mata berbinar.

Kebahagiaan yang sama, namun dalam versi yang lebih polos, terpancar dari wajah Abbad. Bocah berusia 11 tahun asal Kalianda ini datang bersama keluarganya untuk melihat dari dekat mobil-mobil sport yang biasanya hanya ia lihat di layar kaca.

Hari itu menjadi ganda bahagianya, bisa melihat mobil keren, sekaligus membawa pulang kenangan digital di ponselnya.

“Senang, mobilnya keren-keren. Tadi juga foto sama Pak Bupati,” ucap Abbad polos sembari memamerkan senyumnya.

Gelaran IDS Sumatra 2026 menjadi bukti konkret. Ketika daerah berani mengambil peluang event besar dan pemimpinnya tetap merakyat, kesuksesan yang diraih bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan senyuman di wajah para pedagang kecil. (Red)

Citra Grand City Jadi Pusat Keramaian, Jambore Sumsel 2026 Dipadati Pemburu Kuliner dan UMKM

PALEMBANG -(deklarasinews.com) – Kegiatan Jambore Sumsel 2026 resmi ditutup melalui Closing Ceremony dan pemberian penghargaan kepada para pelaku UMKM serta sponsor, Minggu (24/05/2026). Penutupan acara dilakukan langsung oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut digelar di kawasan CGC One Grand City Palembang, sebuah pusat gaya hidup dan kuliner terpadu yang berada di kawasan mega perumahan Citra Grand City Palembang, tepatnya di wilayah Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Area tersebut memang dirancang sebagai pusat rekreasi, hiburan, serta ruang terbuka bagi warga perumahan maupun masyarakat umum. Konsep ruang terbuka yang diusung dalam Jambore Sumsel 2026 dinilai berhasil menghadirkan suasana berbeda dibandingkan event-event pada umumnya yang sering digelar di hotel atau gedung tertutup.

Ketua Umum Forum Kebersamaan Sumsel, Prof. Dr. Sri Rahayu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian penutupan Jambore Sumsel 2026 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan.

“Penutupan ditandai dengan pemberian award kepada sponsor-sponsor dan pembagian doorprize. Alhamdulillah, meskipun acara resmi ditutup, antusias masyarakat untuk berbelanja masih sangat ramai,” ujar Prof. Sri Rahayu saat diwawancarai sejumlah awak media.

Ia menjelaskan, sebanyak 108 tenant turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan seperti Prabumulih, hingga luar provinsi seperti Lampung.

“Pesertanya berasal dari Palembang, beberapa daerah di Sumsel, dan ada juga dari Provinsi Lampung,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tercatat ada 24 sponsor yang turut mendukung suksesnya acara. Beberapa sponsor utama di antaranya berasal dari Bank Indonesia, sejumlah universitas di Palembang, serta pihak CGC One Grand City sendiri.

Menurut Prof. Sri Rahayu, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya tenant yang kehabisan produk dagangan sebelum malam hari.

“Rata-rata tenant bahkan sudah tutup sejak pukul 18.30 WIB karena produk yang dijual habis. Kami sengaja tidak menyediakan snack untuk tamu undangan agar mereka lebih banyak berbelanja di tenant UMKM,” katanya.

Konsep acara di ruang terbuka juga menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Meski sempat diterpa hujan dan angin kencang hingga menyebabkan beberapa tenda roboh, pengunjung tetap menikmati jalannya acara tanpa keluhan berarti.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat memahami kondisi di lapangan. Saat hujan atau angin datang, tidak ada yang protes. Bahkan ketika ada tenda roboh, semuanya tetap menikmati acara.

Setelah hujan reda, tenda kembali didirikan dan dirapikan bersama-sama,” ungkapnya.

Prof. Sri Rahayu berharap Jambore Sumsel dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan masuk dalam kalender event tahunan Provinsi Sumatera Selatan. Ia juga menilai durasi kegiatan yang lebih panjang akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM.

“Kalau bisa event seperti ini jangan hanya sehari. Minimal empat sampai tujuh hari supaya efek ekonominya benar-benar terasa. Masyarakat punya lebih banyak waktu untuk datang, baik saat pembukaan maupun penutupan,” tuturnya.

Ia menambahkan, Jambore Sumsel 2026 menjadi momentum spesial karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-3 Forum Kebersamaan Sumsel. Konsep bertema jiwa Pramuka dipilih sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, dan semangat yang dinilai layak untuk diteladani.

“Jambore ini adalah yang pertama kali kami selenggarakan dalam rangka ulang tahun ke-3. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan mengambil semangat Pramuka yang penuh kebersamaan dan patut dibanggakan,” pungkasnya.(Ning)

Gubernur Lampung Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Literasi dan Pelestari Bahasa Daerah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan bahasa, sastra, dan literasi bagi generasi muda sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, pada Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (23/05/2026).

“Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh berbagai upaya pembinaan bahasa, sastra, dan literasi kepada generasi muda. Sebab membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas manusia, cara berpikir, serta budaya berkomunikasi masyarakatnya,” ujar Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur juga menegaskan bahwa ajang Pemilihan Duta Bahasa bukan sekadar kompetisi penampilan atau kemampuan berbicara, melainkan wadah untuk melahirkan figur generasi muda yang mampu menjadi mitra Balai Bahasa dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya masyarakat Lampung.

Gubernur juga menyoroti peran strategis generasi muda di era digital. Menurutnya, bahasa yang digunakan anak muda di media sosial memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.

“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter, etika, sistem nilai, dan kualitas suatu generasi bangsa,” katanya.

Ia mengingatkan agar perkembangan tren bahasa di media digital tidak membuat generasi muda melupakan bahasa daerah. Menurutnya, bahasa daerah merupakan akar budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Lampung memiliki kekayaan bahasa dan budaya yang luar biasa. Lampung juga menjadi salah satu daerah yang memiliki sistem aksara sendiri yang dapat menjadi pondasi pengembangan literasi,” ujarnya.

Gubernur berharap para finalis Duta Bahasa mampu menjadi teladan generasi muda yang aktif mengampanyekan literasi serta menghadirkan komunikasi yang positif, santun, dan membangun, baik di lingkungan pendidikan maupun ruang digital.

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo juga turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pelestarian bahasa daerah di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, bahasa daerah saat ini menghadapi tantangan serius karena jumlah penutur yang terus berkurang. Karena itu, upaya pelestarian bahasa Lampung perlu dilakukan secara kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kalau tidak dimasukkan ke dalam AI dan tidak familiar dengan teknologi digital, bahasa daerah hanya akan dituturkan secara offline. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar bahasa Lampung tetap hidup di ruang digital,” ujarnya.

Ganjar bahkan mendorong para finalis Duta Bahasa untuk menjadi motor penggerak pengembangan kamus AI bahasa Lampung dalam dua dialek sebagai bagian dari inovasi pelestarian budaya berbasis teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung, Rima Ulfayanti, menyampaikan bahwa Pemilihan Duta Bahasa menjadi ruang lahirnya generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan literasi.

“Kami percaya seluruh finalis adalah anak-anak muda terbaik yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia, mencintai bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai jendela dunia,” ujarnya.

Ia berharap para Duta Bahasa dapat menjadi mitra aktif Balai Bahasa dalam menyebarluaskan sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menjadi penggerak literasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026, Hasnawati Nasution, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini berlangsung ketat melalui lima tahapan.

Dari 189 peserta yang lolos seleksi berkas, sebanyak 76 peserta berhasil lolos Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dengan predikat minimal unggul. Selanjutnya dipilih 20 finalis terbaik yang mengikuti tahap krida duta bahasa.

Dalam tahap tersebut, para finalis menghadirkan berbagai inovasi kreatif, di antaranya permainan edukatif aksara Lampung, aplikasi Meta AI WhatsApp sebagai kamus bahasa Lampung dan informasi budaya, hingga kartu aksara Lampung untuk penyandang tunanetra.

“Peserta terbaik 1 putra dan putri nantinya akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional,” ujar Hasnawati.

Adapun pemenang Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 sebagai berikut :

Terbaik 1

Galih Widhia Putra

Geri Melda Rina

Terbaik 2

Fahza Aditia Arif

R. J. Bladys Sultany Xyalam

Terbaik 3

Muhammad Luthfi Handika

Gusti Maharani

Terbaik 4

Hudzaifah Ubaidillah Irfani

Sera Trahela

Terbaik 5

Tri Wahyudi

Alghaniy Balqis

Favorit

Ziya Ibnuwafi

Mariska Safitri

Duta Emas

I Wayan Angga Astika

Ratu Ananda Salsabila

Zebua Trizga Ramadhona

Desta Prianti

Duta Multimedia

Gunawan

Anisa Bella Safitri

Duta Berbakat

Samsul Sunardi

Alya Rahma Febriani (Red)

Dipuji Langsung Menko Zulhas, Strategi 0 Rupiah APBD Bupati Egi di IDS Sumatra 2026 Jadi Sorotan Nasional

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Sabtu (23/5/2026), menjadi lebih dari sekadar kunjungan pejabat negara.

Di tengah riuh suara mesin drift dan antusiasme ribuan warga yang memadati arena, kehadiran Zulhas menjadi simbol pengakuan pemerintah pusat terhadap keberanian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menghadirkan event olahraga otomotif nasional untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra, tanpa menggunakan APBD.

Momentum itu terasa kuat ketika Zulhas secara terbuka memberikan apresiasi kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, atas terobosan tersebut.

“Acara yang dilaksanakan dengan 0 APBD, tanpa menyentuh anggaran daerah. Mantap Bupati Lampung Selatan,” ujar Zulhas, disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Sebelumnya, Menko Zulhas juga menyampaikan rasa bangganya melihat Lampung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah ajang drift nasional bergengsi tersebut.

Menurutnya, IDS Sumatra 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya ajang drift berskala nasional digelar di Pulau Sumatra.

“Senang ada acara ini? Acara yang luar biasa, baru pertama kali di Sumatra dan diadakan di Lampung Selatan. Mari kita dukung, kita sukseskan bersama acara ini,” katanya.

Kedatangan Zulhas pun langsung disambut antusias warga. Ribuan pengunjung yang memadati arena tampak berebut menyapa, bersalaman, hingga menerima merchandise yang dibagikan langsung oleh Menko, mulai dari kaos, handuk, hingga berbagai suvenir.

Namun di balik kemeriahan itu, ada pesan yang lebih besar, daerah kini bisa bergerak maju dengan pola pembangunan yang kreatif dan kolaboratif.

Gelaran IDS Sumatra 2026 menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas otomotif mampu menghadirkan event nasional tanpa membebani keuangan daerah.

Bagi Pemkab Lampung Selatan, ajang ini bukan hanya soal balap drift. Lebih jauh, IDS menjadi pintu masuk untuk mendorong sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, menghidupkan UMKM, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke panggung nasional.

Apresiasi dari pemerintah pusat melalui kehadiran Zulhas pun mempertegas bahwa langkah yang diambil Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bukan sekadar agenda hiburan, melainkan strategi pembangunan daerah berbasis inovasi.

Di tengah tantangan fiskal daerah, Lampung Selatan menunjukkan satu pesan penting: keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti menghadirkan lompatan besar. (Red)