‎ 17 Daerah Bersatu! Orado Sumsel Siap Bawa Domino ke Panggung Nasional ‎Bukan Sekadar Gaplek, Ini Misi Besar

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Organisasi Domino (Orado) Sumatera Selatan resmi memasuki babak baru. Hal ini ditandai dengan Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Cabang Orado dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan masa bakti 2026–2030, yang digelar di Gedung Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu malam (24/1/2026).

‎‎Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mengukuhkan domino sebagai cabang olahraga prestasi yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

‎‎ Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ratusan pengurus serta anggota Orado dari berbagai daerah di Sumsel, bahkan ada yang menempuh perjalanan hingga sembilan jam demi menghadiri agenda bersejarah ini.

‎‎Pelantikan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Apriadi, Pembina Orado Brigjen TNI Adri Koesdyanto, Ketua Orado Provinsi Sumatera Selatan M. Reza Farisyi, Ketua Umum Orado A. Yudi Gautama, Sekretaris Umum Johannes Firano dan Yuliandik, SE, Bendahara Umum Syahril, serta seluruh jajaran pengurus Orado se-Sumsel.

‎‎Pemerintah Apresiasi Soliditas Orado

‎Dalam sambutannya, Apriadi menyampaikan apresiasi atas soliditas Orado yang mampu menyatukan pengurus dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

‎‎“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Orado tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Amanah ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Apriadi.

‎Ia menilai domino memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai cabang olahraga prestasi. Selain mudah dimainkan, domino juga digemari lintas generasi serta tidak membutuhkan biaya besar dalam penyelenggaraan turnamen.

‎‎“Orado diharapkan mampu menjadi motor utama pengembangan domino sebagai olahraga prestasi, sekaligus membawa nama kabupaten/kota di Sumatera Selatan ke tingkat nasional hingga internasional,” tandasnya.

‎Di tempat yang sama, Ketua Orado Kota Palembang yang baru dilantik, A. Yudi Gautama, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak awal transformasi Orado Palembang menuju organisasi yang lebih profesional, terstruktur, dan kompetitif.

‎‎“Pelantikan ini menjadi titik awal untuk membangun sistem pembinaan atlet domino yang lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.

‎‎Ia menegaskan Orado Palembang tidak ingin hanya menjadi organisasi seremonial semata. Fokus utama adalah pembinaan atlet sejak usia dini, mencetak pemain berprestasi, serta menjadikan Palembang sebagai pusat kekuatan domino di Sumatera Selatan.

‎‎“Kami akan memperkuat manajemen organisasi, melatih wasit, dan memperbanyak turnamen resmi guna menjaring bibit unggul,” jelasnya.

‎‎Menurut A. Yudi, domino bukan sekadar permainan hiburan, tetapi olahraga yang menuntut strategi, sportivitas, serta memiliki potensi prestasi yang membanggakan daerah.

‎‎“Domino adalah olahraga. Kami siap mengangkatnya ke level yang lebih profesional,” tegasnya.

‎‎A. Yudi juga menyatakan kesiapan Orado Kota Palembang untuk mendukung penuh rencana pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Domino pada April–Mei 2026 di Palembang.

‎‎“Jika Palembang dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas, kami siap menjadi garda terdepan demi menyukseskan event nasional dan mengharumkan nama kota ini,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Ketua Orado Provinsi Sumatera Selatan M. Reza Farisyi menegaskan bahwa domino kini telah bertransformasi dari permainan tradisional menjadi cabang olahraga prestasi yang siap “naik kelas”.

‎‎“Biasanya kita main domino di bawah pohon rindang. Hari ini kita bawa masuk ke Gedung Provinsi. Ini bukti Orado Sumsel siap naik kelas,” katanya.

‎Ia berkomitmen menjadikan Orado Sumsel sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia dini, mempersiapkan kejuaraan daerah hingga nasional, serta mendorong Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Kejurnas dengan dukungan fasilitas olahraga di Jakabaring Sport City, Palembang.

‎Dengan dilantiknya pengurus Orado dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel, domino kini resmi melangkah ke era baru—bukan lagi sekadar permainan, melainkan olahraga prestasi yang siap mengharumkan nama daerah. (Ning)

 

Pengurus KSMI kota Palembang Masa Bakti 2026-2030 Resmi Di Lantik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- ‎Kota Palembang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum olahraga nasional. Komitmen itu terlihat dari pelantikan pengurus Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kota Palembang masa bakti 2026–2030 yang digelar di Lapangan Caha Ciya Jakabaring, Sabtu (24/1/2026).

‎Momentum ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi penanda kesiapan Palembang menyongsong peran strategis sebagai kota pendukung Piala Asia Sepak Bola Mini 2026.

‎Ajang bergengsi tingkat Asia tersebut rencananya akan diikuti 16 negara dan berlangsung pada April–Mei 2026 di Jakarta, dengan Palembang sebagai salah satu kota penyangga kegiatan.

‎‎Keterlibatan Palembang dalam agenda internasional ini sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan olahraga, promosi daerah, hingga penguatan ekonomi kreatif.

‎‎Kepengurusan Baru, Semangat Baru

‎Pengurus KSMI Kota Palembang yang baru dilantik dipimpin oleh Asi Karlina Intan Sari, S.Pd., M.Pd sebagai ketua, didampingi Muhammad Ali Ruben, SH, MH sebagai sekretaris, serta jajaran pengurus lainnya. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan sepak bola mini di Kota Pempek dalam empat tahun ke depan.

‎‎Prosesi pelantikan turut disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Kota Palembang melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Palembang Ahmadi Damrah, jajaran KONI Kota Palembang, serta pengurus KSMI Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Daeng Supriyanto, SH, MH, CMS.P.

‎‎Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap perkembangan sepak bola mini, baik dari sisi pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, maupun penguatan kelembagaan olahraga.

‎‎Dalam sambutannya, Ketua KSMI Kota Palembang Asi Karlina Intan Sari menegaskan bahwa sepak bola mini bukan sekadar cabang olahraga alternatif, melainkan fondasi penting dalam membentuk karakter dan talenta atlet sejak usia dini.

‎‎“Sepak bola mini adalah fondasi. Dari sinilah karakter, disiplin, dan talenta atlet dibentuk sejak dini. Palembang punya modal besar untuk itu,” ujarnya.

‎Ia menargetkan KSMI Palembang tidak hanya aktif menggelar kompetisi rutin, tetapi juga mampu menjadi contoh model pembinaan yang berkelanjutan, terarah, dan berorientasi pada prestasi nasional.

‎‎Menurutnya, dengan sistem pembinaan yang konsisten, Palembang berpotensi melahirkan atlet-atlet sepak bola mini yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

‎‎Sekretaris Jenderal KSMI Pusat Daeng Supriyanto menegaskan bahwa kepercayaan Asia kepada Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia Sepak Bola Mini 2026 merupakan peluang emas. Tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

‎‎“Jika penyelenggaraan Piala Asia sukses, Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola Mini yang akan diikuti 53 negara. Palembang kami siapkan sebagai salah satu kota pendukung penting,” kata Daeng.

‎‎Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Piala Asia nantinya tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga akan dikemas dengan berbagai agenda pendukung, seperti festival budaya, festival pariwisata, bazar UMKM, hingga konser musik nasional.

‎‎Semua itu diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus memperluas eksposur Palembang di mata dunia.

‎‎Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

‎Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dispora Palembang Ahmadi Damrah menegaskan bahwa pembinaan olahraga prestasi, termasuk sepak bola mini, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Palembang.

‎‎“Pemerintah mendukung melalui mekanisme dana hibah yang terencana dan sesuai aturan. Program pembinaan harus disusun matang dan berkelanjutan,” tegasnya.

‎‎Ia berharap KSMI Kota Palembang mampu menyusun program kerja yang terukur, memiliki target jelas, serta selaras dengan kebijakan pembangunan olahraga daerah. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, organisasi olahraga, dan masyarakat, Palembang diyakini mampu menjadi pusat pembinaan sepak bola mini yang diperhitungkan.

‎‎Apresiasi juga datang dari KONI Kota Palembang. Organisasi induk olahraga tersebut berharap sepak bola mini mampu menjadi salah satu cabang andalan yang menyumbang prestasi, baik pada ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) maupun event olahraga lainnya.

‎‎Dengan semakin berkembangnya kompetisi dan pembinaan, KONI optimistis sepak bola mini dapat menjadi ladang prestasi baru bagi Palembang, sekaligus memperkuat citra kota sebagai gudang atlet berbakat.

‎Pelantikan pengurus KSMI Kota Palembang masa bakti 2026–2030 menjadi sinyal kuat bahwa Palembang tidak hanya siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga, tetapi juga bertransformasi sebagai inkubator talenta sepak bola mini nasional.

‎‎Lebih dari itu, keterlibatan Palembang dalam agenda internasional seperti Piala Asia Sepak Bola Mini 2026 membuka lembaran baru bagi kota ini untuk tampil di panggung dunia, tidak hanya lewat prestasi olahraga, tetapi juga melalui kekuatan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang dimilikinya.(Ning)

Jalin Silaturahmi GRIB JAYA kunjungi Dinas Pertanian

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Pringsewu, Edy Erwanto, didampingi Sekretaris dan Humas, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu.

Kunjungan tersebut disambut secara hangat oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Marianto, bersama Kepala Bidang, Ibu Lia. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi kelembagaan yang harmonis serta memperkuat sinergi antara DPC GRIB Jaya Kabupaten Pringsewu dengan Dinas Pertanian dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan dan saling mendukung demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pringsewu (red)

Pererat hubungan kerjasama DPC KW – RI Kabupaten Pringsewu kunjungi Dinas Pendidikan

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ketua Koalisi Wartawan Rangking Indonesia [ KW-RI ] Mulia Mega di dampingi Anggotanya mengunjungi Dinas Pendidikan. Kamis 22/01/26

Di sambut  oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Eko Kusmiran di ruang kerjanya, Eko mewakili Kadis Pendidikan Dr. Supriyanto, S.Pd., M.Pd, Yang sedang menjalankan tugas dan berhalangan hadir menyambut hangat Kunjungan KW-RI.

Ketua Koalisi Wartawan Rangking Indonesia Mulia Mega  yang hadir di dampingi Anggotanya menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal di mana Beliau Memimpin  DPC Koalisi Wrtawan Rangking Indonesia [ KW-RI ] Kabupaten Pringsewu Priode 2025 – 2030.

Mega berharap hubungan harmonis yang selama ini berjalan dapat terus berlanjut,

Dengan kerjasama yang baik, diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan berpendidikan melalui liputan dan publikasi yang akurat dan objektif.ucapnya

Mega juga mengucapkan terimkasih atas sambutan yang di berikan Dinas kesehatan.

Sementara itu Eko Kusmiran mengucapkan terimakasih dan Mengapresiasi kunjungan silaturahmi  Koalisai Wartawan Rangking Indonesia [ KW-RI ]  ke Dinas Pendidikan,

Eko juga menyampaikan pentingnya peran media dalam membangun citra positif dunia pendidikan dan mendukung keterbukaan informasi publik dengan adanya silaturahmi ini dapat memperkuat sinergi dan komunikasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pringsewu. Kami membuka diri siap untuk bekerja sama. Pungkasnya [ KW-RI ]

Dana Proyek Road Patching jalan Pagaralam -Tanjung Raya Rp.22.257 Miliyar Raya Disorot

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pekerjaan tambal sulam jalan Jalur Lintas Pagaralam – Tanjung Raya  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menuai sorotan masyarakat kecamatan Jarai dan kecamatan Suka merindu, Warga menilai selain kualitas pekerjaan, masih banyaknya jalan berlubang  terkesan ditinggal yang belum dikerjakan hal inilah patut diduga tidak sesuai RAB dan teknis dan jalan yang berlobang saat ini sangat membahayakan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan Media ini  pekerjaan tambal sulam ditemukan lubang di sejumlah lokasi, di antaranya ruas jalan Kecamatan Suka Merindu tepatnya Desa Karang cahya, desa Rambai Kace lanjut sampai di Kecamatan Jarai tepatnya di depan pasar jarai, desa Karang Tanding, desa Aromantai dan terus Kecamatan Muara Payang. Kondisi serupa juga ditemukan.Kamis (22/1/2025).

Sejumlah ruas jalan tersebut merupakan bagian dari proyek perbaikan jalan yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel melalui Dinas PUTR bidang Balai jambatan dan jalan program tersebut tentu bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah penghubung antar kabupaten dan kota, Namun, warga menilai hasil pekerjaan di beberapa titik di jalan raya Jarai – Guruh Agung dan masih banyaknya terlihat yang berlobang sangat besar.

Proyek tambal sulam jalan Provinsi Pagaralam – Tanjung Raya dengan nilai kontrak sekitar Rp22.257 miliar, yang dikerjakan oleh PT indotain makmur temberas, disebut-sebut menjadi perhatian warga. Proyek tersebut dikeluhkan karena di beberapa titik masih menyisahkan lubang – lubang besar terbuka dan sangat membahayakan pengendara,” ujar salah seorang warga karang cahya Sastra.

Keresahan warga , mendorong rencana pelaporan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, Masyarakat menyatakan akan melaporkan dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum (APH). Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI).

Warga juga berharap Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dapat melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tambal sulam jalan tersebut, hal ini masih banyak yang belum ditambal dan berlubang lubang besar, BPK turun lapangan guna memastikan penggunaan anggaran uang negara berjalan sesuai ketentuan.

Berita sebelumnya“Ruas jalan ini bisa dilihat banyak yang dilewatkan oleh pihak rekanan tidak dikerjakan karena diketahui proyek ini sepanjang puluhan kilo meter ini sengaja banyak yang dilewatkan pihak rekanan jika ada yang mengkritik baru diperbaiki,” jelas sumber.

Selain dari itu juga lubang-lubang jalan yang ditinggalkan tidak ditambal sulam ini juga membahayakan bagi pengendara yang melintas karena masih banyak lubang jalan disana-sini diduga akibat dari kelakuan pemborong rehab jalan yang nakal, sehingga proyek tambal sulam tidak dikerjakan secara tuntas hanya menambal lubang yang besar-besar saja, padahal selayaknya perbaikan jalan dikerjakan secara tuntas.”keluhnya.

Sementara Kepala UPTD Jalan dan Jambatan Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Parliansyah ST saat dikonfirmasi pada ahir tahun lalu mengatakan tambal sulam atau Road Patching tinggal Finishing.” tuturnya pada media.

Masyarakat berharap persoalan kerusakan jalan ini tidak hanya ditangani melalui perbaikan fisik semata, tetapi juga diiringi dengan evaluasi sistem pengawasan agar kualitas pembangunan infrastruktur ke depan lebih terjamin.(Rep)

Way Kambas Lampung Jadi Prioritas Kerja Sama Konservasi dalam Pertemuan Prabowo–Raja Charles III

LONDON -(deklarasinews.com)- Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur menjadi salah satu prioritas dalam kerja sama lingkungan antara Indonesia dan Inggris. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Inggris Charles yang berlangsung di Lancaster House, London, Rabu (21/1/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa fokus utama pertemuan tersebut adalah komitmen bersama dalam pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup di kawasan taman nasional Indonesia.

Inggris, melalui kepedulian Raja Charles terhadap isu lingkungan, menyatakan dukungannya untuk memperkuat program konservasi yang telah berjalan.

Dukungan Kerajaan Inggris mencakup perbaikan ekosistem dan mendukung pemulihan 57 taman nasional di Indonesia, dimana Way Kambas Lampung menjadi prioritas.

“Intinya ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan mendukung pemulihan 57 taman nasional di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangannya yang dikutip dari YouTube Sekretariat Kabinet, Kamis (22/01/2026).

Dalam konteks tersebut, Taman Nasional Way Kambas mendapat perhatian khusus. Kawasan yang dikenal sebagai pusat konservasi gajah Sumatra itu disebut sebagai salah satu contoh kerja sama yang telah dan sedang berjalan. Dukungan internasional diharapkan memperkuat upaya perlindungan satwa kunci serta pemulihan habitat alaminya.

Selain Way Kambas, kerja sama konservasi juga mencakup kawasan Peusangan di Aceh.
Teddy menjelaskan, kawasan tersebut merupakan lahan milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Total luasan lahan yang disiapkan mencapai sekitar 90 ribu hektare dan tersebar di beberapa lokasi.

Namun, Teddy menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tersebut tidak seluruhnya diperuntukkan bagi konservasi gajah. Penataan dan peruntukan kawasan akan disesuaikan berdasarkan kajian World Wide Fund for Nature (WWF), termasuk pembagian untuk konservasi gajah maupun ekosistem lainnya.

Dengan penetapan Way Kambas sebagai prioritas, kerja sama Indonesia–Inggris ini diharapkan menjadi pengungkit penting bagi penguatan konservasi nasional sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam agenda global pelestarian lingkungan.(red)

Indeks Kualitas SDM Mencapai 99,89%, Bupati Tabalong Nyatakan Kesiapan Manajemen Talenta Ke BKN

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Humas BKN, Dalam ekspose hasil pembangunan Manajemen Talenta ASN Pemerintah Kabupaten Tabalong, Bupati Pemkab Tabalong, Muhammad Noor Rifani, mendukung arahan strategis Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pembangunan manajemen talenta di seluruh instansi sebagai investasi terbaik untuk masa depan ASN dan pembangunan daerah. Pemkab Tabong sendiri, jelasnya, mempunyai visi pembangunan daerah “Tabalong SMaRT” (Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan) yang membutuhkan karakteristik kompetensi SDM yang sesuai dengan visi-misi daerah.

Dalam paparannya, Bupati Pemkab Tabalong menjelaskan total ASN di Kabupaten Tabalong berjumlah 5.480 pegawai yang dominasi jenis jabatan fungsional (66,65%). Asesmen kompetensi menunjukkan tingkat kesiapan pejabat manajerial yang tinggi di setiap jenjang, antara lain Administrator mencapai 100%, JPT Pratama 96%, dan Pengawas 98%, yang mencerminkan kesiapan untuk pemetaan talenta secara menyeluruh.

Pada sesi Demo Aplikasi SiMATA BKN sendiri telah menampilkan tampilan _dashboard_ lengkap dengan data pemetaan talenta, rencana suksesi, dan visualisasi nine box. Meskipun data SKP 2025 belum sepenuhnya masuk, sistem ini telah mampu menampilkan profil talenta untuk JPT Pratama dan Administrator sehingga mendukung proses perencanaan karier ASN secara objektif.

Dari data yang tercatat, indeks kualitas data ASN mencapai 99,89 persen dan masuk dalam kategori tinggi. Meski demikian, Ia mengakui masih terdapat beberapa kendala, seperti disparitas gelar kosong, SKP tahun sebelumnya yang belum masuk, email pribadi ASN yang masih kosong, tingkat pendidikan JF, NIK belum valid, dan unor nonaktif. Oleh sebab itu, Bupati Pemkab Tabalong menyampaikan bahwa manajemen talenta mempermudah penunjukan pejabat yang sesuai, dan bukan orang titipan sehingga efisiensi dan kualitas pelayanan meningkat.

“Di era digitalisasi ini, kita perlu orang-orang yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Komitmen kami terhadap implementasi Manajemen Talenta adalah jangka panjang, sejalan dengan visi-misi Kabupaten Tabalong,” ucap Bupati Rifani.

Terkait perkembangan pembangunan manajemen talenta di Pemkab Tabalong tersebut, Sekretaris utama BKN, Imas Sukmariah, menegaskan peran strategis BKN untuk terus mendorong penerapan sistem manajemen talenta ASN di daerah. “Kami tidak hanya melihat kinerja dan kompetensi ASN, tetapi juga indeks moralitas dan integritas. ASN diharapkan bekerja tidak hanya untuk memenuhi kewajiban, tetapi menunjukkan dedikasi terbaik bagi institusi dan masyarakat.” pungkasnya.

Di samping itu, Asesor Ahli Utama BKN, Aris Windiyanto, menyarankan perlunya sosialisasi menyeluruh kepada ASN dan kelengkapan data digital. “BKPSDM harus aktif mengajak ASN melengkapi data, SKP, dan arsip digital. Jangan sampai keputusan bupati tidak objektif karena data ASN belum lengkap, padahal potensi kinerja mereka baik. Manajemen Talenta harus menjadi alat yang memaksimalkan potensi setiap ASN,” ujarnya.(red)

Sedekah Bumi dan Budaya Besemah Digelar di Rimba Candi, Utusan Presiden Turut Hadir

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Suasana Dusun Rimba candi Kecamatan Dempo Tengah,Rabu (21/01) tidak biasanya,lantaran gelaran acara di villa pak Oka yang merupakan utusan Presiden Prabowo Subianto Oka Nurfarijd yang juga tercatat sebagai pengurus di DPP Partai Gerindra. Di lokasi juga dipertontonkan sejumlah benda pusaka ,antara lain keris,pedang dan sebagainnya,selain itu juga ada masak lemang dan ikan bkuas (dalam bambu). yang merupakan budaya Besemah. Kondisi di lapangan dengan cuaca yang cukup dingin sekitar 18 derajat Celcius yang mewajibkan kita menggunakan jaket menghindari  tusukan angin ke dalam tulang.

Turut Ditampilkan kuntaw Besemah yang identik dengan kesabaran dan ketangkasan selain untuk bela diri.

Pada kesempatan ini Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah sedikit bercerita tentang sejarah Besemah

“Jangan lupakan sejarah.”ingatnya.

Acara yang bertajuk silaturahmi budaya bersama masyarakat Rimba Candi disertai dengan sedekah bumi. Yang intinya bersyukur kepada sang Pencipta dengan apa yang telah didapat dan dinikmati dari bumi tercinta,baik berupa sayur mayur,padi,kopi dan sebagainya

Selain itu juga kita dituntut untuk menjaga keseimbangan dan keselamatan serta kelestarian alam yang nantinya akan diwariskan kepada generasi berikutnya . Nampak hadir wakil Walikota Pagaralam Hj.Bertha, ibu ketua PKK, Asisten dan kepala OPD serta tamu undangan penting lainnya (Rep)

BEP PWRI Lampung Gelar HUT ke-2 di Pantai Visco Sebalang

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Rumah Sehat Bio Energy Pernafasan (BEP) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sukses menggelar perayaan HUT Ke-2 di Pantai Visco Sebalang, Rabu (20/01/2026).

Owner Pantai Virgo Sebalang, Oma Yeti, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Sehat Bio Energy Pernafasan (BEP) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) atas kepercayaan menjadikan Pantai Virgo Sebalang sebagai lokasi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 BEP PWRI, Selasa (20/01/2026).

Oma Yeti mengapresiasi seluruh panitia dan anggota BEP PWRI yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan tertib, penuh kebersamaan, serta membawa suasana positif di kawasan wisata Pantai Virgo Sebalang.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Rumah Sehat Bio Energy Pernafasan (BEP) PWRI yang telah memilih Pantai Virgo Sebalang sebagai tempat perayaan HUT ke-2. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kesehatan, mempererat silaturahmi, dan menjadi kenangan indah bagi seluruh peserta,” ujar Oma Yeti.

Perayaan HUT ke-2 BEP PWRI tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari senam pernapasan bersama, edukasi kesehatan, hingga ramah tamah antaranggota. Suasana pantai yang asri dan alami menambah kekhidmatan sekaligus kenyamanan selama acara berlangsung.

Oma Yeti juga berharap kerja sama dan silaturahmi antara Pantai Virgo Sebalang dan BEP PWRI dapat terus terjalin di masa mendatang melalui berbagai kegiatan positif lainnya. (Marli)

Kementerian ATR/BPN Pastikan Kesiapan Lahan Huntap dan Huntara bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan kesiapan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) dan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatera. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/01/2026).

“Baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat, tanah untuk hunian tetap insya Allah sudah siap,” ujar Menteri Nusron dalam pertemuan yang membahas terkait pengawasan terhadap mitra dalam penanggulangan pascabencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan daerah lainnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan penyediaan lahan Huntap dan Huntara dilakukan melalui beragam mekanisme perolehan serta penetapan hak atas tanah. Lahan yang disiapkan dapat bersumber dari tanah hak pakai milik pemerintah daerah, hak guna usaha (HGU) BUMN, tanah milik masyarakat, HGU swasta, hingga tanah adat, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi di lapangan.

Menteri Nusron juga memaparkan tahapan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Tahapan tersebut dimulai dari identifikasi spasial lokasi bencana, dilanjutkan dengan overlay peta pendaftaran tanah, identifikasi hak atas tanah dan kepemilikan, pemetaan foto udara di lokasi terdampak, penyusunan peta kerja konsolidasi tanah, hingga pelaksanaan konsolidasi tanah sebagai dasar pembangunan hunian yang tertib dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil identifikasi potensi lahan, di Provinsi Aceh terdapat 52 HGU terdampak bencana dengan luas mencapai 81.551 hektare yang tersebar di 18 kabupaten/kota dan berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi hunian tetap. Selain itu, terdapat HGU seluas 80.047 hektare yang telah ditetapkan sebagai tanah terlantar, serta 10 HGU dengan luas 2.546 hektare yang berada dalam radius hingga satu kilometer dari lokasi bencana.

Di Aceh juga teridentifikasi dua HGU dengan luas sekitar 1.503 hektare yang masa berlakunya telah berakhir, serta satu HGU seluas 178 hektare yang berada dalam radius satu kilometer dari lokasi bencana. “Jadi artinya seandainya nanti untuk Huntap ingin menggunakan eks HGU maupun HGU yang jaraknya 1 kilometer aman, kita sudah siapkan,” tegas Menteri Nusron.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara terdapat potensi lahan HGU sebanyak 18 bidang dengan total luas 24.418 hektare yang berpotensi menjadi lokasi hunian tetap. Selain itu, terdapat 15 HGU seluas 22.771 hektare yang telah ditetapkan sebagai tanah terlantar, serta tiga HGU dengan luas 1.647 hektare yang masa berlakunya telah berakhir dan dapat dialokasikan untuk kepentingan Huntap.

Adapun di Provinsi Sumatera Barat, teridentifikasi potensi 33 HGU dengan total luas 88.405 hektare yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi hunian tetap. Dari jumlah tersebut, 30 RPU telah ditetapkan sebagai tanah terlantar. Selain itu, terdapat dua HGU seluas 1.249 hektare dan dua HGU seluas 514 hektare yang berada dalam radius satu kilometer dari lokasi bencana, serta tiga HGU seluas 835 hektare yang masa berlakunya telah berakhir.

Proses pelepasan tanah dilakukan di hadapan Kepala Kantor Pertanahan dan harus memperoleh persetujuan pelepasan aset dari Danantara serta Badan Pengelola BUMN. “Begitu tanahnya menjadi tanah negara, pemerintah daerah bisa langsung menetapkan lokasi dan penerima hunian tetap, bahkan melakukan penyesuaian RTRW apabila dibutuhkan untuk percepatan pembangunan,” kata Menteri Nusron.

Terkait pendaftaran tanah lokasi Huntap, Menteri Nusron menyampaikan bahwa terdapat beberapa mekanisme yang dapat ditempuh, antara lain pemberian hak atas tanah secara rutin, reforma agraria atau redistribusi tanah, serta melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dalam skema PTSL, pemerintah daerah memperoleh Hak Pengelolaan (HPL), sementara masyarakat diberikan hak di atas HPL berupa Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan (HGB). “Kalau menggunakan SHM, berarti nanti harus masuk rezim reforma agraria, tapi kalau nanti itu menggunakan PTSL, nanti itu adalah HGB atau Hak Pakai di atas HPL sehingga asetnya BUMN tadi tidak hilang,” lanjut Menteri Nusron.

Sebagai bagian dari upaya percepatan tersebut, Kementerian ATR/BPN tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri. Dalam Satgas tersebut, Kementerian ATR/BPN menjalankan empat peran utama, yakni koordinasi dan penguatan kelembagaan lintas sektor, penjaminan kepastian hukum tanah di lokasi relokasi, dukungan penetapan lokasi aman bencana, serta percepatan perolehan tanah melalui pengadaan maupun pelepasan tanah.