Pukesmas Medan Satria Memberikan Pelayanan Terbaik Bagi Warga Kota Bekasi

BEKASI -(deklarasinews.com)- UPTD Pukesmas Medan Satria memberikan pelayanan terbaik untuk warga kota bekasi dan kesehatan bagi masyarakat, termasuk peserta BPJS kesehatan, tetap berjalan optimal dengan pengguna obat standar  yang didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Drg, Suci Prihati menjelaskan bagi masyarakat pengguna BPJS, obat yang diberikan merupakan obat standar yang berasal dari (Dinkes) Dinas Kesehatan,”Lanjut suci prihati

Untuk pengguna BPJS tetap menggunakan obat standar yang disediakan dari (Dinkes) Dinas Kesehatan, ” ujar drg Suci Prihati, Kamis, (12/2/2026)

Ia menerangkan bahwa Pukesmas Medan Satria saat ini berstatus non BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) Dengan status tersebut, pukesmas masih menerima dropping atau distribusi obat dari instalansi farmasi yang berada dibawah Dinas Kesehatan.

” Karena kami masih non BLUD, kami mendapatkan dropping atau distribusi dari farmasi Dinas Kesehatan. Sebenarnya obat yang tersedia di seluruh Kota Bekasi, itu sama, ” jelasnya

Menurutnya, perbedaan hanya terdapat pada pukesmas yang sudah berstatus  BLUD. Pukesmas BLUD memiliki kewenangan  untuk melakukan pengadaan obat- obatan tertentu. Khususnya untuk penanganan penyakit-penyakit khusus yang membutuhkan jenis obat spesifik di luar distribusi standar.

” Kalau yang sudah BLUD, mereka bisa melakukan pengadaan obat-obat khusus untuk penyakit tertentu, itu yang membedakan, ” tambahnya.

Meski demikian, drg suci menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberi pelayanan terbaik kepada seluruh warga yang berobat di UPTD Pukesmas Medan Satria.

” Kami akan terus memberikan pelayanan yang baik kepada warga yang berobat di pukesmas, ” tutupnya (Ronald)

“Nuwa Dalom” Simbol Kebangsawanan dan Jejak Peradaban Adat Lampung Way Kanan

WAY KANAN -(deklarasinews.com)-  “Nuwa Dalom” bukan sekadar rumah hunian biasa. Bangunan kayu bersejarah ini merupakan simbol peradaban dan nilai luhur adat budaya masyarakat Way Kanan, khususnya di Kampung Pakuan Ratu. Pada masanya, Nuwa Dalom menjadi lambang kebangsawanan serta cikal bakal terbentuknya kelompok masyarakat adat Buay Pemuka Pangeran Tua yang hingga kini masih menjaga garis silsilah dan tatanan adatnya.

Terletak di Kampung Pakuan Ratu, Kecamatan Pakuan Ratu, Nuwa Dalom berdiri kokoh sebagai saksi bisu perjalanan sejarah. Struktur bangunan kayu yang masih mempertahankan bentuk aslinya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lampung tempo dulu, baik dari sisi arsitektur, tata ruang, maupun filosofi kehidupan yang melekat di dalamnya.

Secara geografis, keberadaan Nuwa Dalom juga memiliki makna yang sangat penting. Tepat di belakang rumah adat tersebut mengalir pertemuan dua arus sungai besar, yakni Way Besai dan Way Umpu. Pertemuan dua sungai inilah yang diyakini menjadi salah satu asal mula penamaan wilayah Way Kanan. Letaknya yang strategis pada masa lampau menjadikan tempat ini sebagai pusat aktivitas adat, sosial, dan pemerintahan tradisional.

Meski tidak diketahui secara pasti kapan rumah kayu ini dibangun, sejumlah ahli waris keturunan Dalom meyakini bangunan tersebut telah berdiri lebih dari 400 tahun. Keyakinan itu didasarkan pada cerita turun-temurun, catatan silsilah keluarga, serta sejarah lisan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Dahulu, Nuwa Dalom menjadi tempat tinggal anak keturunan keluarga Dalom sekaligus pusat pengambilan keputusan adat. Dari rumah inilah nilai-nilai kebangsawanan, kepemimpinan, dan tata krama adat ditanamkan kepada masyarakat.

Kini, rumah tersebut memang sudah tidak lagi ditempati sebagai hunian. Namun keberadaannya tetap dijaga dan dirawat dengan penuh tanggung jawab oleh para ahli waris bersama masyarakat sekitar. Mereka menyadari bahwa Nuwa Dalom bukan sekadar milik satu keluarga besar, melainkan simbol pemersatu seluruh masyarakat yang bernaung dalam adat Buay Pemuka Pangeran Tua.

Bagi masyarakat setempat, Nuwa Dalom adalah identitas. Ia adalah jejak sejarah yang tidak boleh hilang, sekaligus pengingat akan jati diri dan akar budaya yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.

Melihat nilai sejarah, usia bangunan, serta perannya dalam perjalanan adat dan kebudayaan Lampung, masyarakat berharap pemerintah, Pemerintah Provinsi Lampung, dapat segera menetapkan Nuwa Dalom sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Provinsi Lampung.

Penetapan tersebut dinilai penting agar keberadaan Nuwa Dalom mendapat perlindungan hukum, perhatian dalam hal pelestarian, serta dukungan anggaran untuk perawatan jangka panjang. Dengan demikian, warisan leluhur ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari kebanggaan daerah.

Harapannya, Nuwa Dalom tetap berdiri kokoh, bukan hanya sebagai bangunan kayu berusia ratusan tahun, tetapi sebagai simbol hidup peradaban adat Way Kanan yang terus menyala sepanjang zaman. (red).

DPC IWAPI Tuba Resmi di Lantik dan di Kukuhkan ”Bunda Reny Harapkan UMKM Tuba Mendunia”

MENGGALA -(deklarasinews.com)- Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Tulang Bawang periode 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan. Bertempat di GSG Menggala, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan DPC IWAPI Tulang Bawang oleh Bupati Tulang Bawang, Drs. Hi. Qudratul Ikhwan, M.M dan dilanjutkan pengukuhan pengurus DPC oleh Ketua Umum DPD IWAPI provinsi Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS, S.P., M.M.

Didaulat sebagai Ketua DPC IWAPI Tulang Bawang, Desmawati, S.Bns.

Dalam sambutannya, Bupati Tulang Bawang, Drs. Hi. Qudratul Ikhwan, M.M, pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menyampaikan selamat kepada pengurus DPC Tulang Bawang yang baru saja dilantik dan berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya yakin IWAPI Tulang Bawang dapat terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi lokal,”ucapnya.

Pelantikan dan pengukuhan ini memiliki arti penting, tidak hanya bagi pengurus IWAPI yang baru dilantik, tetapi juga bagi masyarakat Tulang Bawang secara keseluruhan.

Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi wanita pengusaha di daerah, sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

“Pemerintah daerah menyadari pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Pemkab Tulang Bawang akan terus mendukung pemberdayaan perempuan, termasuk melalui kerja sama dengan IWAPI,” lanjutnya.

Ketua Umum DPD IWAPI Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS, S.P., M.M, menyampaikan rasa lega atas terbentuknya kepengurusan baru DPC IWAPI Tulang Bawang.

Perempuan yang kesehariannya menjabat sebagai Rektor Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) dan Koordinator Global Surya Islamic School (GSIS) Bandarlampung ini berharap pengurus yang terpilih dapat menjalankan visi dan misi IWAPI serta bekerja sama dengan pemerintah daerah sebagai motor penggerak dalam pemberdayaan perempuan serta penguatan UMKM.

“Harapannya, UMKM di Tulang Bawang ini bisa naik kelas, memperkuat legalitas usaha, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di kabupaten Tulang Bawang,” ungkap Bunda Reny, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Tulang Bawang, Desmawati, S.Bns, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan UMKM di Tulang Bawang, terutama yang selama ini kurang tersentuh oleh pemerintah atau organisasi lain.

“Kami akan mendata dan membina UMKM perempuan di Tulang Bawang agar bisa berkembang lebih baik,”pungkasnya.

Pelantikan dan pengukuhan Kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Tulang Bawang periode 2026-2031 dihadiri Ketua TP. PKK Kab. Tulang Bawang, Harlinawati Qudrotul, S.H, Ketua DWP Kab.Tulang Bawang, Ida Seprida Haryanto, S.E., M.Ec.Dev, Ketua Kadin Kab.Tulang Bawang, Hi. Syarnubi, S.Pd., M.H, kepala OPD se-Kab. Tulang Bawang, pengurus DPD IWAPI provinsi Lampung, ketua dan pengurus DPC IWAPI se-provinsi Lampung serta perwakilan organisasi wanita se-Kab. Tulang Bawang.(red).

Satgas Sampah Kerahkan Alat Berat Angkut Sampah Yang Menumpuk

KAB. TANGERANG -(deklarasinews.com)- Satuan Tugas (Satgas) Sampah dari satuan Koramil 03/Legok, Kodim 0510/Trs mengerahkan alat berat berupa eskavator untuk mengangkat sampah menumpuk di Kampung Candu Kelurahan Serdang Wetan Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/02/2026).

Tim di lapangan yang terdiri dari personil Kramil Legok, Polsek Legok, Komduk dan Sakawira Kartika melakukan pengangkutan sampah secara bertahap.

“Untuk mengantisipasi penumpukan sampah di beberapa lokasi, kita bantu muat sampah dengan alat berat,” ujar Danramil 03/Legok Mayor Kav Dwi Joko Purnomo.

Ia memastikan proses pengangkutan dengan alat berat ini untuk mencegah sampah terus bertambah. Titik yang banyak sampah sudah dibongkar sehingga tidak ada lagi tumpukan.

“Seluruh sampah lantas dimuat ke dalam unit fuso serta unit dump truck. Proses muat sampah ke dalam truk dibantu oleh eskavator agar bisa diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Danramil juga mengimbau kepada warga masyarakat, agar menjaga lingkungan dari pembuangan sampah liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Setelah ini Babinsa wilayah Binaan akan melakukan patroli sampah, agar tidak terjadi lagi penumpukan sampah yang menimbulkan penyakit,” tutupnya.

Peringati BK3N 2026, IMIP Gelar Donor Darah Targetkan 480 Kantong

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab perusahaan dalam melakukan aksi nyata kemanusiaan, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menggelar aksi donor darah, yang dilaksanakan di Aula serbaguna PT IMIP, Senin (9/2/2026). Dalam aksinya, IMIP menargetkan akan mengumpulkan sebanyak 480 kantong darah yang selanjutnya diserahkan ke PMI Morowali.

Agenda ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2026 di Kawasan IMIP. Meski demikian, walau tanpa momentum tertentu, secara reguler IMIP memang menggelar aksi serupa setiap tiga atau empat kali dalam setahun. Dua kali digelar di dalam kawasan, dan dua kali di luar kawasan. Aksi ini kerap melibatkan karyawan di dalam kawasan IMIP dan masyarakat sekitar kawasan. Termasuk Polsek Bahodopi, Koramil 1311-09 Bahodopi, Pemda Morowali, Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng, PMI Kabupaten Morowali, PMI Kecamatan Bahodopi, PMI Sulawesi Tenggara, Klinik IMIP, dan manajemen IMIP, dan tenant di kawasan.

“Kami mendukung ketersediaan stok darah di Morowali untuk dipergunakan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi komitmen penting perusahaan bagi kemanusiaan yang ditunjukkan dengan membangun partisipasi karyawan. IMIP bersama Pemda Morowali bersinergi dengan PMI untuk membangun negeri melalui aksi donor darah. Kami selalu menjaga kepedulian dengan aksi nyata kemanusiaan,” kata Djoko.

Kegiatan donor darah ini menargetkan dapat menghimpun dan menyalurkan sebanyak 480 kantong darah melalui PMI. Kegiatan donor darah itu dilakukan selama dua hari, pada 9-10 Februari 2026.

Senada dengan itu, Ketua PMI Kecamatan Bahodopi Yopi Sabara mengapresiasi terselenggaranya kegiatan donor darah dalam momentum BK3N 2026 ini. Yopi mengungkapkan, kebutuhan darah di Morowali memang sangat tinggi, secara khusus di Kecamatan Bahodopi. Maka dia mengharapkan langkah sosial yang telah dilakukan IMIP ini dapat memenuhi kebutuhan darah di Morowali, khususnya di Bahodopi.

“Kami harapkan sinergitas dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten dan PMI Morowali terus ditingkatkan agar tetap berlanjut. Kami harapkan juga Pemda membenahi fasilitas penyimpanan darah sehingga dapat menampung lebih banyak kantong darah lagi,” ucapnya.(RPDM)

Tawa Anak Kembali Merebak, Medco E&P Malaka Lakukan Trauma Healing Pasca Banjir di Aceh Timur

IDI RAYEUK -(deklarasinews.com)- Semangat dan tawa anak-anak terdampak banjir kembali terlihat di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Keceriaan itu terasa ketika PT Medco E & P Malaka (Medco E&P) menggelar kegiatan dukungan psikososial dan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah pada Minggu (8/2/2026), bersamaan dengan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (K3) 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Dusun Bahagia, Desa Pantee Labu, dan Dusun Peulalu, Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang aktivitas belajarnya sempat terganggu akibat banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan permainan yang bertujuan membantu mereka kembali merasa aman dan nyaman pascabencana. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan dokter dari salah satu rumah sakit di Aceh Timur.

Selain menghadirkan dukungan psikososial, Medco E&P juga menyalurkan bantuan berupa tas sekolah kepada anak-anak di Dusun Peulalu. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung mereka kembali bersekolah dengan peralatan yang memadai.

Senior Manager Communication Medco E&P Leony Lervyn mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan pada masyarakat di sekitar wilayah operasi, sejalan dengan penerapan nilai-nilai K3. “Peringatan Bulan K3 mengingatkan kami bahwa keselamatan merupakan budaya yang perlu dijalankan secara luas, termasuk melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kami berharap kegiatan ini dapat memberi dukungan bagi anak-anak agar tetap semangat menjalani aktivitas belajar pascabencana,” ujar Leony.

Sementara itu, Kepala Dusun Bahagia, Fendi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran tim Medco E&P memberikan suasana positif bagi anak-anak di desanya. “Anak-anak terlihat senang bisa kembali bermain bersama. Bantuan perlengkapan sekolah juga sangat membantu dan berarti bagi mereka,” ungkap Fendi.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Bulan K3 yang diisi dengan berbagai aktivitas yang menekankan pentingnya kepedulian, keselamatan, dan dukungan sosial di lingkungan sekitar. (Ami/Rls)

Sofia Marwah Anugerah Pemenang Lomba Fashion Show Etnik Nusantara Tingkat Provinsi

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Lomba Fashion Show Etnik Nusantara yang di selenggarakan STD Management di Hotel Azana Bandar Lampung  di ikuti 20 peserta berasal dari berbagai Provinsi.

Setelah sebelumnya melalu seleksi ketat, Minggu 8/02/26 melalui Grand Final,Sofia Marwah dari Kabupaten Pringsewu berhasil meraih juara Umum untuk kategori Remaja.

Remaja cantik yang biasa di sapa Sofia  merupakan Putri ke dua  dari Alm Bapak Anton Afrianto.S.E. dan Ibu DR.Can.NURUL H.SH. MH.CPM yg berprofesi srbagai Advokat.

Sofia yang kini berusia 16 tahun merupakan Siswi yang masuk melalui jalur Prestasi di SMA Negri 1satu (SMA N1) Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Sejak TK Sofia sudah sering mengikuti Lomba Fashion Show dan menjadi juara yang di adakan di berbagai tempat,Tentu saja prestasi Sofia menjadi  kebanggan untuk keluarga dan Sekolahnya

Dalam sesi wawancara, Kepada rekan media Sofia berharap dapat mewakili daerah asalnya  sampe ke tingkat Nasional untuk berkompetisi meraih Prestasi di ajang Fashion show selanjutnya.Doain ya ucapnya dengan senyum manis.

Di kesempatan yang sama Ibunda Sofia Marwah Nurul Hidayah yang berprofesi sebagai Advokat yang sempat di wawancarai rekan media menyampaikan, Dia sangat mensuport keinginan Putri tercintanya untuk mengembangkan bakatnya di bidang Modeling.

Saat di mintai pendapat untuk tema Lomba yang bertema  Etnik Nusantara, Menurutnya  ini sangat baik, Dapat  mempromosikan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia melalui desain busanaTradisional yang modern, Terpenting baginya dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme.Dan menciptakan kebanggaan terhadap Budaya Nusantara kepada generasi muda,

Generasi muda Bukan hanya Pewaris Budaya, tetapi juga Kreator masa depan yang membawa Budaya Indonesia tampil membanggakan di panggung dunia.Pungkasnya

( Mulia Mega )

Perkuat Konsolidasi, Manuel Rumpaidus Resmi Jadi Caretaker GAMKI Yapen

JAYAPURA -(deklarasinews.com)– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Papua menunjuk Manuel Rumpaidus, ST, sebagai Ketua Caretaker GAMKI Kabupaten Kepulauan Yapen.

Penunjukan ini dilakukan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan konferensi cabang (konfercab) demi kepemimpinan definitif, sekaligus mendukung agenda nasional Kongres GAMKI di Makassar Mei mendatang.Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) berlangsung singkat di salah satu kafe di Abepura, Kota Jayapura, pada Minggu (8/2/2026). Ketua DPD GAMKI Papua, Louis Mebri, menjelaskan bahwa penunjukan ini merupakan kebutuhan internal organisasi untuk menjaga keberlanjutan pelayanan dan aktivitas GAMKI di wilayah Kepulauan Yapen.

“Penunjukan Ketua Caretaker GAMKI Kabupaten Kepulauan Yapen beserta pengurusnya bertujuan untuk pelayanan dan keberlanjutan aktivitas organisasi. Caretaker ini akan mempersiapkan serta melaksanakan konfercab agar segera terbentuk pengurus definitif,” ujar Louis Mebri dalam arahannya.

Louis menekankan tugas utama caretaker meliputi konsolidasi internal di tingkat kecamatan, penguatan pengurus inti, serta pelaksanaan program DPD GAMKI Papua di Yapen. Ia juga mengingatkan agar segera dilakukan konfercab, mengingat Kongres GAMKI nasional di Makassar membutuhkan kehadiran perwakilan dari DPC Yapen.

“Kibarkan bendera GAMKI hingga pelosok Yapen. GAMKI hadir bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk pelayanan umat. Kami berdiri di atas semua denominasi gereja, lembaga, dan sinode,” pesan Louis.

Manuel Rumpaidus, aktivis muda Kristen asal Papua yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keumatan dan pembangunan masyarakat di Kepulauan Yapen, menyambut baik amanah ini. Sebagai sarjana teknik (ST), ia kerap terlibat dalam program sosial GAMKI dan jembatan antar-generasi pemuda Kristen.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan dari DPD GAMKI Papua. Bersama pengurus, kami siap melayani iman dan mengonsolidasikan organisasi GAMKI di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ungkap Manuel.

GAMKI merupakan organisasi keumatan pemuda Kristen Indonesia yang fokus pada pelayanan masyarakat lintas denominasi gereja, termasuk di Papua.(GM)

Masyarakat Pekon Jati Agung Kecamatan Ambarawa Adakan Aksi Gogoh Iwak di Jalan Berlubang

(pelitaekspres.com) – PRINGSEWU – Masyarakat Pekon Jati Agung kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu Lampung melakukan aksi demo menaburkan ikan di jalan berlubang di sepanjang jalan di pekon Jati Agung yang rusak berlubang minggu 08/02/26,

Mereka menuntut pemerintah Daerah untuk memperbaiki jalan yang berlubang-lubang dan rusak parah.

Dalam aksinya, warga membawa ikan lele yang mereka gogoh bersama-sama di sepanjang jalan yang rusak parah dan berlubang.

Salah satu warga berinisial D menyampaikan keinginan masyarakat dari aksi unjuk rasa ini, Kami ingin pemerintah memperhatikan nasib kami,Jalan rusak ini membuat kami kesulitan beraktivitas ,ini sudah berlangsung lama, sering terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang, Apalagi di musim penghujan jalan menjadi licin.

Aksi protes ini mendapat perhatian warga sekitar.

Mereka berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka untuk segera memperbaiki jalan di pekon kami.

Warga juga mengimbau pemerintah untuk memperhatikan kondisi infrastruktur jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, ujarnya

Isnar sekretaris Pekon Jati Agung yang dihubungi lewat telepon seluler nya oleh rekan media berharap dengan adanya penyampaian aspirasi masyarakat ini, Pemerintah Daerah dapat segera  memberikan perhatian dan merealisasikan permintaan  warga untuk memperbaiki jalan yang rusak dan berlubang. “Kami juga memantau aksi masyarakat ini berjalan tertib dan damai,” katanya. (KW-Ri)

IMIP Beri Bantuan Perahu untuk Bete-Bete

MOROWALI -(deklarasi news.com)– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan kemandirian masyarakat melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Kali ini, IMIP menyalurkan bantuan berupa satu unit kapal wisata kepada Pemerintah Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (07/02/2026).

Bantuan perahu tersebut diperuntukkan sebagai sarana transportasi wisata yang mendukung mobilisasi pengunjung menuju sejumlah destinasi unggulan di Desa Bete-Bete, seperti Wisata Bahomompa, Andaro, serta beberapa lokasi wisata pesisir lainnya. Perahu ini memiliki kapasitas 20 grosston (GT), mampu mengangkut hingga 30 penumpang dan telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan, misalnya life jacket (pelampung) sesuai standar keselamatan.

Supervisor CSR PT IMIP, Agus Sepriyanto menjelaskan, bantuan perahu menjadi bagian dari program PPM yang dirancang untuk memperkuat sektor pariwisata desa sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. “Kami melihat potensi besar pengembangan pariwisata di Desa Bete-Bete. Dukungan sarana transportasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Selain bantuan perahu, PT IMIP juga telah memberikan berbagai dukungan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Desa Bete-Bete. Bantuan tersebut meliputi pembangunan dermaga untuk tempat sandar perahu, penyediaan toilet di kawasan wisata, dukungan fasilitas rumah ibadah, serta pembangunan spot foto (photo booth) di kawasan Wisata Andaro. Seluruh fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung.

PT IMIP juga mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sejumlah UMKM binaan telah difasilitasi untuk menjajakan produk kuliner dan jasa di kawasan wisata, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Bete-Bete, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta unsur masyarakat lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Bete-Bete, Ridwan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan PT IMIP. “Perahu ini akan dimanfaatkan untuk mendukung mobilisasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Sebagai desa yang telah terdaftar sebagai desa nelayan, Bete-Bete memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Tingginya kunjungan masyarakat, termasuk pekerja di kawasan IMIP, menjadi peluang strategis bagi pengembangan wisata pesisir. PT IMIP berkomitmen untuk terus mendukung program-program berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasionaperusahaan. (Rpdm)