Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI

JAKARTA —(deklarasinews.com)- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan industrial yang sekadar harmonis. Di tengah laju teknologi, otomasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengubah dunia kerja, hubungan industrial, kata dia, harus naik kelas menjadi transformatif agar pekerja tidak tertinggal dan perusahaan tetap mampu tumbuh.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat membuka Musyawarah Nasional Tahun 2026 Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES) KSPSI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Menurutnya, hubungan industrial ke depan tidak cukup hanya menjaga stabilitas atau meredam konflik, tetapi harus menjadi fondasi kolaborasi antara pekerja dan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.

“Hubungan industrial harus naik kelas. Tidak hanya harmonis, tetapi juga transformatif, di mana pekerja dan perusahaan menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama,” ujar Yassierli.

Ia menilai perubahan itu mendesak karena struktur pekerjaan terus bergeser seiring digitalisasi. Di sektor kesehatan dan farmasi sekalipun, perkembangan teknologi menuntut cara kerja yang lebih adaptif. Karena itu, inovasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa perlindungan bagi pekerja.

“Ketika dunia berbicara tentang IT, otomasi, dan AI, kita harus memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal. No one left behind. Inovasi dan produktivitas harus berjalan seiring dengan perlindungan pekerja,” katanya.

Yassierli menjelaskan, hubungan industrial yang matang tidak lahir secara instan. Tahap awal dimulai dari kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, lalu berkembang melalui komunikasi yang terbuka, konsultasi dalam pengambilan kebijakan, kerja sama dalam menyelesaikan persoalan, hingga akhirnya mencapai kolaborasi dan kemitraan strategis.

Pada tahap tertinggi itu, pekerja tidak lagi dipandang semata sebagai faktor produksi, melainkan aset strategis perusahaan. Dengan cara pandang tersebut, hubungan industrial tidak hanya berguna untuk mencegah perselisihan, tetapi juga menjadi jalan untuk memperkuat daya saing usaha dan menjaga keberlanjutan kesejahteraan pekerja.

“Mimpi saya, semua perusahaan maturitas hubungan industrialnya naik kelas. Yang dulunya tidak ada SP/SB jadi ada SP/SB. Yang tidak ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) jadi punya PKB. Yang sudah punya PKB tapi pasalnya masih kering, sudah ada win-win solution. Naik kelas lagi, mulai berkolaborasi, perusahaan dan pekerja menjadi mitra bersama, mereka juga concern peduli terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Menurut Yassierli, peningkatan kesejahteraan pekerja juga tidak bisa dilepaskan dari produktivitas. Karena itu, hubungan industrial yang sehat harus dibangun dengan semangat saling percaya, saling mendengar, dan saling mencari solusi, bukan semata mempertentangkan kepentingan pekerja dan perusahaan.

Ia pun mendorong agar aspirasi pekerja disampaikan secara konstruktif melalui dialog sosial yang mengedepankan gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat. Dengan pendekatan itu, persoalan hubungan industrial diharapkan tidak berlarut-larut, tetapi bisa diselesaikan bersama secara adil dan berkelanjutan.

“Kita punya kekuatan budaya gotong royong dan musyawarah. Dengan semangat itu, persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan bersama,” ujar Yassierli.

Melalui momentum musyawarah nasional tersebut, Yassierli berharap serikat pekerja terus memperjuangkan pekerjaan yang adil dan layak, sekaligus ikut mendorong inovasi, produktivitas, dan cara kerja modern yang lebih adaptif dan efisien. Menurut dia, hubungan industrial yang transformatif menjadi salah satu kunci untuk membawa dunia kerja Indonesia lebih siap menghadapi perubahan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas.(Red)

Keluarga Korban Pembunuhan di Madang Suku I Apresiasi Kerja Cepat Polsek Madang Suku I dan Polres OKU Timur

LAMPURA- (deklarasinews.com) –Buyung Adi Saputra ( paman) mewakili Keluarga besar almarhum korban pembunuhan yang terjadi di Desa Gunung Terang, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada jajaran kepolisian Polda Sumatera Selatan, khususnya Polres OKU Timur dan Polsek Madang Suku I (03/4/2026).

Apresiasi ini disampaikan menyusul keberhasilan pihak kepolisian dalam menangkap pelaku penusukan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dalam waktu yang relatif singkat.

Perwakilan keluarga korban yang berasal dari Lampung Utara menyatakan bahwa penangkapan ini memberikan rasa keadilan bagi keluarga yang sedang berduka. Mereka memuji dedikasi serta kerja keras personel kepolisian yang terus bergerak melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan.

“Kami keluarga besar dari Lampung Utara mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres OKU Timur dan Kapolsek Madang Suku I beserta seluruh jajaran yang telah bekerja maksimal. Dengan tertangkapnya pelaku, kami merasa ada titik terang dalam penegakan hukum atas musibah yang menimpa almarhum keluarga kami,” ujar perwakilan keluarga.

Keluarga berharap agar proses hukum selanjutnya dapat berjalan dengan transparan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Peristiwa penusukan tersebut sebelumnya sempat menggegerkan warga Desa Gunung Terang. Namun, berkat kesigapan tim di lapangan, situasi dapat diredam dan fokus dialihkan sepenuhnya pada pengejaran pelaku yang kini telah di tangkap dan di amankan di Polres oku timur.(Zainal)

Dorong Kolaborasi Spiritualitas dan Kesehatan Mental: Diskusi Rumi Therapy Digelar di Jakarta

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Edutolia Education bersama Üsküdar University sukses menyelenggarakan acara “Rumi Therapy: Book Discussion & Signing” di Universitas Paramadina, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang dialog intelektual yang menghubungkan psikologi modern, neurosains, dan spiritualitas Islam dalam konteks kesehatan mental kontemporer (2/4/2026).

Acara ini menghadirkan langsung penulis buku best seller Rumi Therapy, Prof. Dr. Nevzat Tarhan, seorang psikiater dan neuroscientist sekaligus Founding Rector Üsküdar University. Dalam pemaparannya, Prof. Tarhan menjelaskan bagaimana ajaran Jalaluddin Rumi dapat dipahami kembali melalui pendekatan ilmiah modern, serta relevansinya dalam membantu manusia memahami emosi, makna hidup, dan keseimbangan jiwa.

Diskusi buku ini turut diperkaya oleh pandangan para cendekiawan Indonesia, di antaranya Prof. Mulyadhi Kartanegara dan Dr. Haidar Bagir, yang memberikan refleksi mendalam dari perspektif filsafat Islam dan spiritualitas. Dialog yang terbangun menunjukkan bahwa pemikiran Rumi tetap relevan dalam menjawab tantangan kesehatan mental di era modern, dengan menekankan pentingnya integrasi antara dimensi rasional dan spiritual.

Sebagai inisiator kegiatan, Edutolia Education menegaskan perannya sebagai fasilitator kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Türkiye. Dalam konteks ini, Edutolia juga berperan sebagai Indonesia Representative Office untuk Üsküdar University, yang secara aktif menghadirkan program akademik dan pertukaran intelektual lintas negara.

CEO Edutolia Education, Ibrahim Albayrak, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa “Edutolia hadir sebagai Indonesia Representative Office untuk Üsküdar University, dengan komitmen untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi akademik dan pertukaran intelektual antara Indonesia dan Türkiye. Kami juga membuka kesempatan bagi institusi pendidikan dan berbagai lembaga di Indonesia yang ingin menjalin kerja sama dengan Üsküdar University untuk dapat terhubung melalui Edutolia Education.”

Kolaborasi dengan Paramadina University dan Penerbit Qaf dalam acara ini mencerminkan sinergi antar institusi dalam memperkuat ekosistem diskursus intelektual di Indonesia, khususnya pada isu-isu yang menghubungkan spiritualitas, pendidikan, dan kesehatan mental.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka terhadap pendekatan holistik dalam memahami kesehatan mental—yang tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual sebagai bagian penting dari kesejahteraan manusia. (Red)

Audiensi Akhi Lampung Dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Panjang

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Yayasan AKHI Lampung menggelar audiensi strategis dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Panjang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah, khususnya di wilayah Lampung. Selas, 31 Maret 2026

Audiensi yang diketuai langsung oleh dr. Zam Zanariah, Sp.N.M.Kes, dihadiri oleh pejabat tinggi dari instansi terkait, antara lain:

Kepala BKK Kelas 1 Panjang, dr. Nur Purwoko Widodo, M.Epid.

Peserta audiensi dari pihak AKHI Lampung meliputi:

– dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes. (Ketua Delegasi AKHI);

– Prof. Dr. dr. Jhons Fatriyadi, Sp.Park;

– dr. Tuti Ekowati;

– dr. Aida Melisa, M.Kes;

– dr. Siti Ayu Rahmawati (BKK);

– ⁠Ns. Faizuna Hayanti, S.Kep;

– Ns. Yenni Mahesa, S.Kep;

– Ns. Jamrul Hadi, S.Kep.

Maksud dan Tujuan Audiensi

– Silaturahmi AKHI dengan BKK Kelas 1 Panjang.

– Meningkatkan sinergitas antara AKHI Provinsi Lampung dengan BKK untuk memberikan kontribusi nyata terhadap jamaah haji Provinsi Lampung di bidang kesehatan dan kekarantinaan.

Dalam pertemuan ini, para peserta membahas isu krusial seperti peningkatan layanan kesehatan pra-keberangkatan haji, koordinasi klaster kesehatan, serta optimalisasi fasilitas BKK.

  1. Zam Zanariah, Sp.N.M.Kes menekankan komitmen AKHI Lampung untuk berkolaborasi guna memastikan kesehatan jemaah terjaga optimal. AKHI Provinsi Lampung dalam waktu dekat akan melaksanakan seminar kesehatan haji secara online yang melibatkan BKK Kelas 1 Panjang serta para klinisi dan praktisi kesehatan mantan petugas kesehatan haji.
  2. Nur Purwoko Widodo, M.Epid berkata, “BKK Kelas 1 Panjang siap mendukung penuh upaya AKHI dalam seminar dan edukasi kesehatan. Sinergi ini krusial untuk memastikan klaster kesehatan haji Provinsi Lampung berjalan optimal.” Sementara itu, dr. Nur Purwoko Widodo menyoroti peran BKK sebagai garda terdepan dalam kekarantinaan kesehatan calon jemaah.

Audiensi berlangsung khidmat dan produktif, diakhiri dengan kesepakatan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem kesehatan haji di Lampung.

Dukung Efisiensi Presiden, BKN Fokuskan Akselerasi Digitalisasi Manajemen ASN

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Humas BKN, Dalam arah kebijakan pengelolaan manajemen ASN 2026, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menyampaikan BKN akan berfokus pada percepatan digitalisasi, penguatan sistem merit, serta kontribusi birokrasi terhadap efisiensi dan kebijakan nasional. “Seluruh program kerja 2026 diarahkan untuk mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan adaptif. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan reformasi birokrasi dan pemerintahan digital dalam Asta Cita Presiden,” ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Selasa (31/03/2026) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Terkait program prioritas BKN tahun ini, Prof. Zudan sebut transformasi digital bukan lagi opsi, melainkan fondasi utama tata kelola ASN modern. BKN telah menyediakan platform ASN Digital yang telah mengintegrasikan 47 layanan, dan sudah digunakan lebih dari 6,2 juta ASN atau sekitar 92 persen dari total ASN nasional, dengan rata-rata kunjungan harian mencapai 6,9 juta. Sistem layanan terintegrasi BKN juga hadir dalam penguatan manajemen kinerja berbasis digital. Sistem e-Kinerja BKN yang telah digunakan 5,7 juta ASN memungkinkan pemantauan kinerja secara harian hingga tahunan melalui dashboard nasional.

Selain itu, BKN terus mengakselerasi penerapan manajemen talenta ASN melalui pembangunan talent pool nasional sebagai acuan promosi, rotasi, dan mobilitas ASN. Dalam penerapan manajemen talenta ASN hingga saat ini, Prof. Zudan sebut BKN mencatat peningkatan signifikan hingga 388 persen. Dari fungsi pembinaan, BKN juga menargetkan pendampingan terhadap 643 instansi, yakni mencakup 514 kabupaten/kota, 38 provinsi, dan 97 kementerian/lembaga pemerintah. Pendampingan ini dilakukan melalui pembinaan manajemen ASN, mulai dari perencanaan formasi hingga digitalisasi, guna memastikan implementasi kebijakan sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Upaya ini menunjukkan peran BKN tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai akselerator transformasi birokrasi di daerah dan kementerian/lembaga.

Sementara dari sisi pengawasan, BKN menegaskan komitmennya terhadap penegakan sistem merit. Hingga Maret 2026, ditemukan 11,42 persen pengajuan kepegawaian yang tidak sesuai prinsip merit. Sebagai tindak lanjut, BKN telah mengirim 450 surat teguran, memblokir 125 data ASN, serta memberikan sanksi layanan kepada instansi yang melanggar. Tidak hanya itu, BKN juga melakukan sejumlah kolaborasi terkait agenda prioritas nasional, termasuk pengalihan 38.000 penyuluh pertanian ke pemerintah pusat, dan dukungan rekrutmen besar tenaga guru dan pendidikan. Dengan total 6,7 juta ASN yang didominasi jabatan fungsional seperti guru dan dosen, kontrubusi ini berdampak langsung pada sektor strategis pembangunan. Dari sisi efektivitas kerja, BKN telah menerapkan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) yang terbukti meningkatkan efisiensi operasional hingga 30–33 persen per hari. (Red)

Keluarga Besar PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Ucapkan Selamat Hari Jadi Ke-120 Kota Blitar

BLITAR KOTA  -(deklarasinews.com)- Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan keluarga besar PSHT Cabang Kota Blitar Pusat  Madiun mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjalanan panjang Kota Blitar yang penuh dedikasi dan kemajuan.

Dalam moment tersebut, ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) cabang Kota Blitar yakni Miskan Hadi Prayitno, ST pada Rabu (01/004/2026)  menyampaikan, dengan semangat

“120 Tahun Kota Blitar, Menuju Transformasi Kota Masa Depan”

Kami percaya Kota Blitar akan terus tumbuh menjadi kota yang maju, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

‘Semoga di usia ke-120 ini, Kota Blitar semakin berjaya, masyarakatnya semakin sejahtera, serta terus menjadi inspirasi dalam pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Lanjut, Ia menambahkan, kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan dan kontribusi untuk Kota Blitar, baik dari segi Olahraga,  Seni Budaya maupun dalam kegiatan sosial lainya.

“Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih dan Dirgahayu ke-120 Kota Blitar. Mari kita bersama  melangkah menuju Kota Blitar masa depan yang lebih cerah dan sejahtera,” pungkasnya.(Red/Hmspsht)

IMIP Jadi Motor Ekonomi, Morowali Dominasi 81% Ekspor Sulawesi Tengah

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Sektor industri pengolahan di Kabupaten Morowali menjadi penggerak utama yang memacu surplus neraca perdagangan Sulawesi Tengah (Sulteng). Selain meningkatkan nilai ekspor, aktivitas manufaktur khususnya di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal. Termasuk peningkatan aktivitas usaha, mobilitas tenaga kerja, serta potensi penerimaan pajak daerah, Rabu (1/3/2026).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulteng, Andi Irman S.STP, MM, mengakui, struktur ekonomi daerah memang tidak sepenuhnya bergantung pada sektor industri. Komoditas pertanian dan perkebunan seperti kakao, kelapa, serta bidang perikanan tetap berperan sebagai penopang daerah, terutama dalam menjaga keseimbangan dan diversifikasi jangka panjang. Namun aktivitas hilirisasi mineral berbasis nikel di kawasan industri Morowali telah mendorong perubahan struktur dari berbasis mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Feronikel, nickel pig iron, dan berbagai turunan logam lainnya kini menjadi komoditas utama ekspor Sulawesi Tengah. “Dari sisi perdagangan luar negeri, Sulawesi Tengah mencatatkan kinerja yang solid dengan dominasi ekspor produk hasil hilirisasi industri. Nilai ekspor tinggi terutama berasal dari kawasan industri di Morowali dan Morowali Utara sebagai pusat produksi logam berbasis nikel untuk pasar global,” urai Andi Irman dalam pernyataan resminya. Di sisi lain, impor daerah didominasi barang modal dan bahan baku industri.

Sektor industri pengolahan mencatatkan kinerja perdagangan luar negeri yang sangat kuat sepanjang 2025. Data terbaru menunjukkan nilai ekspor Sulteng menembus angka USD 22,32 miliar, tumbuh 5,14% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 21,22 miliar. Di sisi lain, aktivitas impor juga meningkat menjadi USD 11,31 miliar sebagai respons atas kebutuhan bahan baku dan barang modal dalam mendukung ekspansi industri. Data tersebut diperkuat oleh posisi Kabupaten Morowali sebagai pusat aktivitas perdagangan luar negeri di Sulteng. Di aspek bandar muat, Pelabuhan Bahodopi dan Morowali mencatatkan nilai ekspor gabungan sebesar USD 18,08 miliar. Angka ini mencerminkan dominasi kuat, dengan 81% dari total ekspor Sulteng bersumber dari kegiatan industri dan perdagangan luar negeri yang berpusat di Morowali.

Dari sisi struktur komoditas, ekspor didominasi produk besi dan baja dengan pangsa sebesar 61,31%, disusul oleh nikel sebesar 16,59%. Ketangguhan sektor ini terlihat dari daya tahan ekspor yang tetap tumbuh hingga 17,41% dalam tiga tahun terakhir (2023–2025), meskipun harga nikel di pasar global (London Metal Exchange/LME) mengalami tren menurun hingga 40,82% sejak 2022. Dari situ, pihak Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng memperkirakan, prospek perdagangan luar negeri hingga tiga tahun mendatang tetap positif, yang sangat dipengaruhi dinamika permintaan global, khususnya Tiongkok sebagai mitra dagang utama. Tim ekonom BI Sulteng menekankan, dua komoditas andalan ekspor berbasis nikel dari kawasan industri IMIP ialah baja tahan karat (stainless steel) dan mixed hydroxide precipitate (MHP) sebagai prekursor baterai kendaraan listrik (EV battery). Kinerja ekspor daerah Sulteng diyakini tetap resilien dan berdaya tahan di tengah gejolak pergerakan harga komoditas global. Arah kebijakan nasional pada tahap penguatan hilirisasi sumber daya mineral juga berpengaruh pada keberagaman struktur komoditas ekspor Sulteng yang tidak didominasi bahan setengah jadi.

Perkembangan rantai pengolahan pun membuat nilai tambah produk yang diekspor berpotensi meningkat. Permintaan global terhadap material EV battery dan stainless steel diprediksi akan terus membuka ruang bagi pertumbuhan ekspor produk turunan nikel dari Sulteng. Di sisi lain, data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebutkan, nilai impor bahan baku atau penolong industri Sulteng mencapai USD 8,82 miliar atau 79% dari total impor, sedangkan impor barang modal meningkat 14,4% menjadi USD 2,33 miliar. Barang modal dan bahan baku industri ini diperuntukan menyokong operasional 52 perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP.

Tren impor ini menjadi indikator positif  pertumbuhan industri yang mencerminkan fase ekspansi dan penguatan kapasitas produksi. Juga menunjukkan adanya investasi berkelanjutan dalam pembangunan fasilitas produksi dan infrastruktur pendukung. BI Sulteng menyebut, Kabupaten Morowali berkontribusi signifikan terhadap perekonomian regional, melalui peran dominan sektor industri pengolahan dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari tinjauan BI merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi Kabupaten Morowali mencapai 47,6% total PDRB Sulteng. Disebutkan, laju pertumbuhan ekonomi Morowali hingga Maret 2026 berada pada posisi kedua tertinggi di antara 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah. Memasuki triwulan I 2026, Morowali menunjukkan pertumbuhan ekonomi 10,81%, setelah Morowali Utara di posisi teratas dengan angka 19,97%. Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Sulteng tertinggi ke-2 setelah Maluku Utara. Laju peningkatannya mencapai 8,47%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11%.

Meski fluktuatif, kontribusi Morowali tetap menjadi tulang punggung stabilitas ekonomi regional. Surplus neraca perdagangan Sulawesi Tengah tidak hanya mencerminkan kinerja ekspor yang kuat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Memasuki tahun 2026, BI Sulteng optimis ekonomi daerah tetap tumbuh tinggi di angka double digit (12-13%). Diketahui, hingga Desember 2025, total investasi yang masuk ke kawasan IMIP tercatat mencapai USD 41,483 miliar atau setara Rp696,91 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022 sebesar USD 29,6 miliar. Ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap ekosistem industri berbasis nikel terintegrasi yang berkembang di kawasan tersebut. Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menyampaikan, pertumbuhan investasi ini berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja. (Rpdm)

THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang

KAB SEMARANG -(deklarasinews.com)- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan berinisial HSW di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, setelah menerima laporan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja di perusahaan tersebut tidak dibayarkan penuh.

Dalam sidak pada Selasa (31/3/2026), Yassierli meminta perusahaan segera melunasi sisa THR yang belum dibayarkan. Dari hasil pertemuan dengan manajemen, perusahaan yang mempekerjakan sekitar 951 pekerja itu menyatakan komitmen untuk menuntaskan pembayaran paling lambat 2 April 2026.

Kasus ini bermula dari aduan yang masuk ke Posko THR Keagamaan 2026 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada 16 Maret 2026. Dalam laporan itu, perusahaan diadukan belum membayar THR meski telah melewati batas waktu pembayaran paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Setelah ditindaklanjuti pengawas ketenagakerjaan, perusahaan sempat melakukan pembayaran pada 18 Maret 2026. Namun, muncul laporan susulan bahwa pembayaran tersebut tidak dilakukan secara penuh. Ketentuan THR memang mewajibkan pembayaran paling lambat tujuh hari sebelum hari raya dan harus dibayar penuh, bukan dicicil.

Yassierli mengatakan, ia turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan aduan tidak berhenti di meja administrasi. Menurut dia, hak pekerja harus benar-benar dipenuhi sesuai ketentuan.

“Saya menyempatkan hadir di sini untuk memastikan penanganan laporan tersebut ditindaklanjuti dengan baik. Perusahaan ini memiliki total sekitar 951 pekerja. Setelah berbicara dengan pimpinan perusahaan, sudah ada komitmen bahwa sisa THR yang belum terbayar akan dilunasi paling lambat 2 April 2026,” ujar Yassierli usai sidak.

Dalam sidak tersebut, Menaker mendapatkan informasi bahwa pembayaran THR yang tidak sesuai ketentuan didasari kondisi ekonomi perusahaan yang sedang tidak baik, serta adanya kesalahpahaman yang mengaitkan THR dengan tingkat kehadiran pekerja.

Yassierli menegaskan alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia menekankan, THR merupakan hak normatif pekerja/buruh yang wajib dibayarkan secara penuh dan tidak boleh dipotong dengan alasan apa pun, termasuk karena absensi maupun kondisi ekonomi perusahaan.

“THR tidak boleh dipotong. Ada kesalahpahaman ketika THR dikaitkan dengan absensi, dan itu tidak dibenarkan,” kata Yassierli.

Ia menambahkan, apabila terjadi keterlambatan pembayaran, pengusaha dikenai denda 5 persen dari total THR yang harus dibayar. Denda tersebut tidak menghapus kewajiban membayar THR dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.

Yassierli menegaskan, kasus seperti ini tidak boleh terulang, baik di perusahaan tersebut maupun di perusahaan lain. Menurut dia, setiap perusahaan wajib menaati ketentuan peraturan perundang-undangan karena Indonesia adalah negara hukum yang menempatkan perlindungan hak pekerja sebagai kewajiban yang harus dipenuhi.

“Hal seperti ini tidak boleh terulang. Saya ingatkan agar praktik serupa tidak terjadi di perusahaan manapun. Sebagai negara hukum, semua perusahaan wajib taat pada ketentuan yang berlaku dan memastikan hak pekerja dipenuhi dengan benar,” tegas Yassierli.

Menaker menegaskan tahun lalu kita berhasil menindaklanjuti aduan hampir 100 persen laporan yang masuk.

“Tahun ini pun terus kita monitor secara ketat agar seluruh hak pekerja terbayarkan sesuai regulasi yang berlaku,” pungkas Yassierli.(Red)

Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses

JAKARTA -(deklarasinews.com)— Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik Kementerian Ketenagakerjaan agar semakin mudah diakses oleh masyarakat. Layanan seperti Jaminan Kehilangan Pe kerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja menjadi fokus utama agar pekerja dapat memperoleh layanan secara optimal.

Menurut Yassierli, layanan tersebut harus dapat diakses secara cepat, mudah, dan responsif karena langsung menyangkut kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian serius seluruh jajaran Kemnaker.

“Saya menginginkan layanan tidak boleh bermasalah. Kondisi memang tidak mudah, dan saya tidak menginginkan masih ada layanan dan aplikasi yang bermasalah, yang down, serta kontak informasi yang tidak bisa dijangkau,” ujar Yassierli dalam acara Halal Bihalal Kemnaker 2026 di Gedung Kemnaker, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menilai, layanan publik yang bermasalah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi d apat berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap perlindungan dan program ketenagakerjaan. Dalam situasi ekonomi yang masih penuh tekanan, negara dituntut hadir melalui layanan yang andal dan mudah dijangkau.

Karena itu, Yassierli meminta seluruh unit kerja di Kemnaker memperkuat koordinasi dan memperbaiki cara kerja internal agar pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menegaskan, satu layanan publik kerap bergantung pada dukungan banyak unit, sehingga pembenahan harus dilakukan secara bersama.

“Kita perkuat kementerian ini sebagai nice place to grow. Pascalebaran, kita perkuat kerja sama. Satu layanan didukung oleh banyak unit kerja, sehingga saya berharap hal-hal ini menjadi modal kita,” ujarnya.

Selain memperkuat koordi nasi, Yassierli juga mendorong pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan hemat energi. Menurut dia, pembenahan internal perlu dilakukan seiring dengan tantangan global yang terus berubah, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara.

Bagi Yassierli, situasi tersebut harus menjadi pengingat bahwa kualitas layanan publik tidak boleh turun. Sebaliknya, Kemnaker harus memastikan masyarakat, terutama pekerja dan pencari kerja, tetap bisa mengakses layanan secara cepat, pasti, dan tanpa hambatan.(Red)

Menuju Gubernur Cup, Pendekar Banten Metro Tekankan Pentingnya Peran Pemkot dalam Pembinaan Atlet

METRO -(deklarasinews.com)-Di tengah keterbatasan dukungan, Pendekar Banten Kota Metro tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya dengan mengirimkan 50 atlet pencak silat ke ajang Kejuaraan Gubernur Cup yang akan digelar pada 17–19 April 2026 di GOR Sumpah Pemuda (GSP), Way Halim, Bandar Lampung.

Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail S., S.H., menegaskan bahwa keberangkatan puluhan atlet tersebut murni hasil perjuangan mandiri organisasi, tanpa sokongan berarti dari Pemerintah Kota Metro.

“Kami tetap berangkat, dengan segala keterbatasan. Ini bukti bahwa kecintaan terhadap budaya tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya perhatian pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Sekretariat Pendekar Banten, Senin (30/3/2026).

Namun pernyataan paling tegas muncul saat Ismail menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai kurang hadir dalam proses pembinaan, tetapi kerap muncul dalam momen seremonial.

“Jangan sampai pemerintah hanya hadir saat seremoni atau ketika ada prestasi. Tapi saat pembinaan dan perjuangan, justru tidak terlihat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini roda organisasi dan pembinaan atlet berjalan dari swadaya para pengurus yang sebagian besar merupakan pelaku usaha. Kondisi ini, menurutnya, menjadi ironi di tengah seringnya gaung dukungan terhadap pelestarian budaya dan prestasi daerah.

“Kalau semua dibebankan ke organisasi, lalu peran pemerintah di mana? Jangan hanya slogan dukung budaya, tapi realisasinya tidak ada,” sindirnya.

Ismail juga mengingatkan bahwa para atlet yang bertanding membawa nama Kota Metro dan Provinsi Lampung, bukan sekadar nama organisasi. Oleh karena itu, sudah seharusnya ada tanggung jawab bersama, termasuk dari pemerintah daerah.

“Ketika atlet menang, nama daerah ikut terangkat. Tapi ketika mereka berjuang, jangan dibiarkan sendiri,” tambahnya.

Pendekar Banten Kota Metro berharap ke depan ada perubahan sikap yang lebih konkret dari Pemerintah Kota Metro, bukan sekadar janji atau kehadiran simbolis, melainkan dukungan nyata dalam pembinaan atlet dan pelestarian budaya.