Banggakan Lampung, Dosen Sains Data Kampus Unggul Darmajaya Raih Juara 3 Anugerah Bug Bounty 2026 Kemendikdasmen RI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan civitas academica Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Dosen Tetap Program Studi Sains Data, Ruki Rizal Nul Fikri, S.Kom., M.T.I., berhasil meraih Juara 3 Kategori Dosen pada Anugerah Bug Bounty 2026 dalam rangkaian EduCSIRT Summit 2026 pada 17–18 Juni 2026 di Kristal Hotel, Jakarta Selatan.

Ruki Rizal – biasa dia disapa — bersaing dengan 1.626 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan institusi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada para kontributor yang berperan aktif dalam membantu meningkatkan keamanan sistem informasi di lingkungan pendidikan nasional.

Dalam ajang tersebut, Anugerah Bug Bounty 2026 diberikan kepada 12 pemenang yang terbagi ke dalam empat kategori, yakni siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Para pemenang dipilih berdasarkan kontribusinya dalam menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada sistem digital yang menjadi bagian dari program Bug Bounty Kemendikdasmen.

Atas capaian tersebut, Ruki Rizal Nul Fikri mengaku bersyukur dapat menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang nasional yang berfokus pada penguatan keamanan siber di lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat meraih Juara 3 Kategori Dosen pada Anugerah Bug Bounty 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang keamanan siber dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keamanan sistem informasi pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ruki, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam menjaga keamanan siber. Ia menilai program Bug Bounty menjadi salah satu langkah efektif untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengelola sistem informasi dalam mengidentifikasi potensi kerentanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ruki juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan di bidang keamanan siber. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Bug Bounty, menurutnya, memberikan wawasan baru terkait pentingnya budaya pelaporan kerentanan secara bertanggung jawab guna memperkuat ketahanan digital nasional.

Tinggalkan Balasan