Anggota DPRD Barsel Himbau Masyarakat Waspada Penyakit DBD

BUNTOK -(deklarasinews.com)- Pada saat peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau (Pancaroba), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Hermanes menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah setempat untuk mewaspadai serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Sebab, berdasarkan data dari Kemenkes pada minggu ke-17 tahun 2024 ada sebanyak 88.593 kasus DBD dengan 621 kasus kematian yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Hermanes di Buntok, Senin (24/6/2024).

Ia menerangkan, hal tersebut berdasarkan laporan, dari 456 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi, dengan kasus kematian akibat DBD yang terjadi di 174 Kabupaten/Kota di 28 Provinsi di Indonesia.

“Meski di Kabupaten kita DBD masih bisa ditangani, namun jangan anggap remeh penyakit ini, kita harus lebih waspada lagi terhadap penyakit ini, karena hingga saat ini telah banyak saudara-saudara kita di daerah lain yang sudah terjangkit dan menjadi korban,” terang Ligestalor dari Fraksi PDI-P Barsel itu.

Ia menuturkan, pada tahun 2023 kasus DBD berhasil diturunkan sekitar 35%, namun pada minggu ke-22 tahun 2024 kasus DBD di Indonesia mengalami kenaikan yang sangat tinggi, yakni mencapai 119.709 kasus dengan 777 kasus kematian, dan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kasus DBD selama tahun 2023 yang totalnya mencapai 114.720 kasus.

“Penyakit ini bisa muncul tidak terlepas dari iklim dan cuaca yang saat ini terjadi, seperti tingkat kelembaban udara yang tinggi dapat mempercepat perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, sehingga warga negara Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Barsel perlu berhati-hati dan tetap waspada terhadap penyakit DBD ini,” tutur Hermanes yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barsel itu.

Ia mengatakan, dalam upaya mencegah dengue berkembang biak, masyarakat dapat melakukan langkah 3M (Menguras benda-benda yang dapat menampung air, Menutup rapat tempat penampungan air, dan

Memanfaatkan atau mendaur ulang barang-barang bekas yang bepotensi menjadi sarang nyamuk).

Selain itu, lanjutnya, peran pemerintah daerah setempat juga sangat penting dan diperlukan dalam memberikan edukasi maupun pemahaman tentang bahaya ancaman penyakit DBD kepada masyarakat secara masif melalui dinas terkait, mulai dari tingkat Desa, Kelurahan, Kecamatan hingga Kabupaten, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus berprilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya masing-masing.

“Mulai sekarang mari kita sama-sama menjaga kebersihan di rumah maupun di lingkungan sekitar kita, jangan sampai ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air, kalau dibiarkan nanti bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk dengue, bila menemukan sebaiknya segera dikuras, dikeringkan, atau ditutup bahkan bila perlu didaur ulang, agar kita dan keluarga tidak terserang penyakit DBD,” kata Hermanes. (Rin).

 

Tinggalkan Balasan