PURWAKARTA – (deklarasinews.com) – Dalam memperingati hari pangan sedunia (HPS) ke 40, Dinas Pangan Dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, mengangkat tema “Bangun kemandirian pangan dimasa pendemi covid-19”.
Diketahui, program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di masa pendemi menjadi solusi ketahanan pangan keluarga. Dan Dispangtan Purwakarta apresiasi adanya rumah bibit yang dikelola kelompok taruna tani Pasanggrahan, di Desa Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta.
Kadispangtan Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan saja, tapi juga berimplikasi terhadap ketahanan pangan keluarga. Sebagai solusi, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga dalam masa pandemi.
“Di HPS ke 40, kami mengajak masyarakat Purwakarta bisa memanfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman sayuran di pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya, Sabtu (17/10/2020).
Menurut Agus kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemanfaatan lahan pekarangan sangat dapat dirasakan manfaatnya.
“Ditengah pandemi ini kita dituntut untuk lebih banyak di rumah dan tetap produktif, sehingga kegiatan seperti ini sangat cocok untuk dilakukan karena kebutuhan sehari-hari terpenuhi,” ungkapnya.
Hal senada pun dikatakan Ketua Kelompok taruna tani pasanggrahan yang juga pemilik rumah bibit Nurdin menambahkan, dimasa pendemi ini sangatlah tepat untuk manfaatkan pekarangan rumah.
“Intinya dengan pemanfaatan lahan pekarangan pastinya akan menjadi Ketahanan Pangan keluarga, klo tidak mencobanya pasti banyak pertimbangan, tapi klo sudah dicoba insyaallah akan ketagihan ingin terus mengembangkannya,” ujarnya.
Nurdin menjelaskan, keberadaan rumah bibit ini, diperuntukan bagi kalangan remaja milenial yang belum memiliki pekerjaan tetap, untuk menjadi daya tertarik di bidang pertanian, sehingga nantinya bisa mengangkat perekonomian masyarakat.
“Alhamdulilah walaupun hanya 35 anggota kolompok tani, telah mengembangkan berbagi tanaman sayuran dan bunga, hingga kini telah mencapai 20 varitas tanaman yang ada di rumah bibit ini,” jelasnya.
Sementara itu, Agus menambahkan, dengan program P2L dapat menanggulangi masalah stunting, dan meningkatkan ketersediaan pangan keluarga serta menjadi kebutuhan pangan yang murah, mudah dan aman bagi keluarga.
“P2L juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat terutama lingkungan hidup menjadi lebih nyaman, indah dan sehat, serta meningkatkan kesejahteraan pada tingkat keluarga,” pungkasnya. (Deni Ramdani)