Pemkot Pagar Alam dan Kejari Letakkan Batu Pertama Ghumah Baghi Restorative Justice

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pemkot Pagar Alam bersama Kejaksaan Negeri Pagar Alam melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Ghumah Baghi Restorative Justice di kawasan Eks MTQ Gunung Gare, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Ludi Oliansyah, Kajati Sumsel Dr. Ketut Sumedana, Kajari Pagar Alam Dr. Ira Febrina, serta Forkopimda, termasuk Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K.

Kapolres Pagar Alam tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan penyelesaian hukum berbasis musyawarah dan kearifan lokal masyarakat Besemah.

Kajati Sumsel Dr. Ketut Sumedana menjelaskan bahwa rumah Restorative Justice merupakan rumah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai, tanpa harus selalu berujung ke pengadilan, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K. menyampaikan apresiasi atas pembangunan Ghumah Baghi. “Ini langkah positif untuk menghadirkan penyelesaian masalah yang lebih humanis, menjaga persatuan, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Pagar Alam,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pagar Alam Iptu Mansyur, S.H. menambahkan, kehadiran Polri dalam kegiatan ini adalah bentuk sinergi bersama pemerintah dan kejaksaan dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan dan berakar pada budaya lokal. (Rep)

Walikota dan Wawalkot Bekasi Hadiri Layanan BASNAS

BEKASI -(deklarasinews.com)- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada para mustahik melalui rencana pembangunan gedung layanan baru yang lebih efisien, representatif, dan ramah masyarakat, Rabu, (28/1/26)

‎Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pembangunan gedung tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat pengelolaan dan pelayanan zakat agar berjalan optimal dan berkelanjutan.

‎‎Menurutnya, keberadaan gedung milik sendiri akan menekan biaya operasional sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat penerima manfaat.

Dengan gedung sendiri, BAZNAS tidak perlu menyewa tempat dan masyarakat yang datang juga tidak terbebani biaya parkir. Ini bagian dari efisiensi sekaligus peningkatan layanan,” ujar Tri Adhianto.

‎Gedung BAZNAS Kota Bekasi direncanakan terdiri atas tiga lantai.

‎‎Lantai pertama akan difungsikan sebagai aula terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan sosial, seperti pertemuan warga, arisan, hingga hajatan sederhana.

‎Lantai kedua akan menjadi pusat pelayanan BAZNAS, sementara lantai ketiga disiapkan sebagai ruang kerja pengurus dan unsur pimpinan.

‎‎Tri Adhianto menambahkan, saat ini proses perencanaan desain gedung telah rampung dan pembangunan fisik ditargetkan mulai awal tahun depan. Ia berharap gedung tersebut dapat mulai digunakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 BAZNAS.

‎‎Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bekasi, KH Nurul Akmal, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya tetap menjalankan berbagai program sosial meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

‎Program tersebut meliputi bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu), bantuan sembako, bantuan kesehatan, serta santunan kedukaan.

‎‎Menurutnya, program-program prioritas tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026 karena menjadi kebutuhan utama masyarakat. Selain itu, BAZNAS juga aktif menyalurkan bantuan kebencanaan, khususnya saat banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, seperti Bekasi Timur dan daerah rawan lainnya.

‎‎“Bantuannya berupa sembako, makanan ringan, hingga bantuan uang tunai untuk dapur umum agar warga bisa mengelola kebutuhan di lapangan,” kata Nurul Akmal.

‎Ia menjelaskan, BAZNAS setiap tahun memiliki alokasi dana khusus untuk penanganan bencana. Namun, keterbatasan anggaran kerap menjadi tantangan, terutama ketika bencana terjadi secara beruntun hingga akhir tahun.

‎‎“Jika anggaran habis di pertengahan tahun, kami harus melakukan rapat ulang untuk pengalokasian dana lain. Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat,” pungkasnya.

‎‎Penyampaian capaian program dan tantangan tersebut menjadi refleksi dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 BAZNAS, sekaligus menegaskan peran strategis lembaga zakat sebagai garda terdepan pelayanan sosial dan kemanusiaan di Kota Bekasi, tutup, (Ronald)

Sinergi TNI AD dan Pemkot Bandar Lampung dalam Penyerahan Bantuan Perlengkapan Sekolah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kolonel Arm. Roni Hermawan, S.H., M.M, sebagai Dandim 0410/Kota Bandar Lampung, secara langsung mengikuti dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan Kodim 0410/KBL yang berfokus pada penyerahan bantuan perlengkapan siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) Kelas 1 dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas VII se-Kota Bandar Lampung. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 31 Campang Raya, berlokasi di Jalan Alimudinumar RT 07 LK 01, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, dimulai pada pukul 10.10 WIB. Senin, 26 Januari 2026

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda, terutama bagi siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Sebagai unsur TNI AD yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, Dandim 0410/KBL turut berkontribusi aktif dalam memastikan bahwa program penting seperti ini berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, sesuai dengan semangat Tri Dharma TNI yang meliputi pertahanan negara, pembangunan negara, dan pelayanan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dandim 0410/KBL tidak hanya berperan sebagai pemantau, tetapi juga turut menjadi bagian dari rangkaian acara yang memperkuat sinergi antara berbagai pihak. Hadir bersama beliau adalah sejumlah pejabat tinggi pemerintah kota dan institusi terkait, antara lain Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Bapak Asroni Paslah, S.Pd, Asisten 1 Pemerintah Kota Bandar Lampung Bapak Wilson Faisol, S.E., M.M, Asisten 3 Pemerintah Kota Bandar Lampung Hj. Eka Apriana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung Bapak Socrat Pringondanu, S.STP, serta Kepala Satuan Binmas Polresta Bandar Lampung Akp Resmawati. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan pendidikan di wilayah Kota Bandar Lampung.

Titik terang acara adalah sesi penyerahan bantuan secara simbolis, di mana beberapa perwakilan siswa dari SD dan SMP se-Kota Bandar Lampung menerima paket perlengkapan sekolah yang mencakup buku tulis, alat tulis, tas sekolah, serta perlengkapan pembelajaran lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas belajar mengajar. Pada kesempatan ini, Dandim 0410/KBL menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program RADIN INTEN, menyatakan bahwa upaya seperti ini sangat berarti dalam membantu mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, sekaligus meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dengan lebih baik.

Setelah sesi penyerahan, dilanjutkan dengan sambutan dari Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana yang menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0410/KBL dan TNI AD secara umum yang selalu siap memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan pembangunan daerah, termasuk dalam sektor pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Arm. Roni Hermawan, S.H., M.M1. sebagai Dandim 0410/KBL juga menyampaikan pandangannya bahwa pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing. Menurut beliau, TNI AD melalui Kodim 0410/KBL akan terus berkomitmen untuk mendukung segala upaya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah, khususnya dalam sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas utama. Beliau juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Wali Kota Pagar Alam Lepas Bantuan untuk Korban Bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh

PAGARALAM -(deklarasinews.com)-  Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah lepas keberangkatan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, dari Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat Kota Pagar Alam, di Depan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, pada Senin (26/01/2026).

Bantuan ini berupa bantuan pangan, yakni paket sembako, mie instan, popok bayi, pakaian layak pakai, serta uang tunai kurang lebih Rp342 juta, yang diangkut menggunakan mobil truk pribadi milik Wali Kota Ludi.

Adapun pengiriman bantuan ini akan difokuskan ke salah satu daerah yang terdampak bencana namun belum banyak menerima bantuan, yakni di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Ternyata masih ada daerah yang memang belum terjangkau, Alhamdulillah dari hasil penelusuran tim MUI Kota Pagar Alam, juga telah membuat posko khusus, di Kabupaten Agam, yang salah satu yang harus kita tuju, karena masih banyak yang belum terjangkau,” ungkap Wako Ludi.

Wako Ludi pun berharap, bantuan yang dikirimkan ini dapat membantu dan meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Sementara Kepala BPBD kota Pagaralam John Hasman menambahkan,bantuan yang dilepas merupakan sumbangan dari ASN beserta masyarakat serta ormas.”sumber bantuan dari ASN,masyarakat serta organisasi yang ikut terpanggil dengan musibah yang dialami oleh korban.’tutupmya (Rep)

Warga Talang Banan Bahagia Karena Aspal Mulus

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Warga Talang Banan Kelurahan Burung Dinang Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam, gelar tasyakuran bersama berkat jalan lintas Talang Banan diperbaiki dan diaspal mulus, setelah puluhan tahun mengalami rusak parah sehingga mengganggu aktifitas masyarakat setempat.

Pada tahun 2026 ini, jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer selesai di bangun ini menjadi berkah bagi masyarakat sekitar, pasalnya mempermudah akses masyarakat Talang Banan menuju ke Dusun Tanjung Keling Kelurahan Burung Dinang.

“Kami sangat bangga, kami menghaturkan ribuan terimakasih yang sebanyak-banyaknya, baru kali ini kami dikunjungi oleh Wali Kota dan jalan kami baru (diperbaiki, red), ini kami sudah turun temurun dari nenek buyut kami sampai ke kami menginginkan Jalan Talang Banan ini diaspal, dan Alhamdulillah sekarang terwujud,” ungkap Mustofah, Ketua RT Tanjung Keling, Jum’at (23/01/2026).

Sementara Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengajak masyarakat Talang Banan dan Tanjung Keling, Kelurahan Burung Dinang, untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang sudah diperbaiki agar tidak mudah rusak.

Wali Kota mengungkapkan, jalan ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, dimana jalan ini menjadi satu-satunya akses perekonomian masyarakat hingga akses pendidikan. Wali Kota menegaskan peningkatan akses jalan merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kelurahan Burung Dinang terkhusus Talang Banan, karena akses ini merupakan akses Sumber Daya Alam atau hasil bumi di Burung Dinang, sehingga dengan adanya akses ini terbangun masyarakat akan lebih mudah menjual hasil bumi dan mengakses pendidikan,” pungkas Wako Ludi.(Rep)

Pesan Menohok OPD Disampaikan Wako Pagaralam Ludi Oliansyah

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pesan Menohok disampaikan Wako Pagaralam kepada sejumlah OPD yang dinilai belum maksimal mengentaskan sejumlah permasalahan yang ada,mulai dari ketertiban pedagang,banjir manakala hujan serta kebersihan . Hal ditandaskan Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah saat pimpin Upacara gabungan yang diikuti oleh Forkopimda, TNI, Polri dan ASN Pemkot Pagar Alam, di Halaman Kantor Wali Kota Pagar Alam, Senin, 19 Januari 2026.

Dalam arahannya Wali Kota menginstruksikan sejumlah Organisa

si Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan kinerja dalam menjalankan tugas dan fungsi, guna memberikan pelayanan dan kenyamanan untuk masyarakat Kota Pagar Alam.

Beberapa OPD tersebut diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), lantaran belum optimal dalam mengatasi banjir di Kota Pagar Alam, dengan memperbaiki dan membersihkan drainase-drainase yang berada di titik-titik rawan banjir.

Kemudian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena belum menegakkan Peraturan Walikota (Perwako) maupun Peraturan Daerah (Perda), sebab masih banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya sehingga mengganggu pengendara di jalanan.

“Kota Pagar Alam ini merupakan kota tujuan Wisata di Sumatera Selatan, untuk itu, Dinas PU, itu dicek titik-titik rawan banjir, drainase dibersihkan, kalau ada yang rusak diperbaiki. Pol PP, jangan hanya siap pak, itu masih banyak tenda pedagang di pinggir jalan, tertibkan,” tegas Wali Kota.

Tak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup juga tak luput dari perhatian Wali Kota, untuk memperhatikan kebersihan di lingkungan Kota Pagar Alam, sebab Kota Pagar Alam merupakan Kota Tujuan Wisata di Sumatera Selatan, sehingga kebersihan dan keindahan Kota Pagar Alam harus selalu dijaga.

Wako Ludi juga mengajak seluruh OPD dan pegawai di lingkungan Pemkot Pagar Alam untuk berkolaborasi bersama untuk membangun dan memajukan Kota Pagar Alam, serta mengajak untuk bekerja dengan hati dan berinovasi, agar dapat membantu mewujudkan 14 program pada kepemimpinan Wako Ludi dan Wawako Hj. Bertha.(Rep)

BOT ke-8 Resmi Dibuka, Atlet SMP Hingga Juara Dunia Unjuk Gigi di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)-
Kota Palembang kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu tuan rumah ajang olahraga berskala nasional. Kali ini, Palembang dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Brotherhood of Toxophilites (BOT) ke-8, sebuah kompetisi panahan berkuda bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Kejuaraan yang mengusung tema Legasi Parameswara – Ado Olah Ado Oleh tersebut resmi dibuka pada Minggu (18/01/25) di D’Sultan Stable, Palembang. Pembukaan dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM, Edison, S.Sos., M.Si, yang hadir mewakili Wali Kota Palembang. Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Ketua Umum Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI), Dr. Akhmad Mustain, S.STP., M.Si.

‎Dalam sambutannya, Edison menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Palembang sebagai tuan rumah Kejurnas BOT ke-8. Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan dan prestasi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antaratlet dari berbagai daerah.

‎“Alhamdulillah, Kota Palembang dipercaya untuk melaksanakan kejuaraan nasional Brotherhood of Toxophilites yang ke-8. Diharapkan para peserta dapat menguji bakat dan prestasi yang dimiliki. Namun yang tak kalah penting, seluruh atlet tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kalah dan menang adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah silaturahmi, apalagi diikuti peserta dari 22 provinsi. Ini luar biasa,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua Umum KPBI, Dr. Akhmad Mustain, mengungkapkan bahwa kejuaraan ini diikuti sebanyak 480 atlet panahan berkuda putra dan putri. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga klub-klub panahan dari luar Kota Palembang dan luar Provinsi Sumatera Selatan, yang mewakili 22 provinsi di Indonesia.

‎Menurut Mustain, kejuaraan BOT ke-8 ini menjadi ajang kompetisi yang sangat kompetitif. Pasalnya, sejumlah atlet yang berlaga merupakan peraih prestasi hingga tingkat dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa para peserta lainnya tidak perlu merasa minder atau takut bersaing.

‎“Memang ada beberapa peserta yang sering menjuarai kejuaraan tingkat dunia. Namun peserta lain tidak perlu khawatir. Selama intensitas latihannya baik dan dilakukan secara serius, semua punya peluang yang sama untuk bersaing. Kondisi lapangan, cara pandang, dan seberapa besar intensitas latihan sangat menentukan. Bagi peserta baru, ini justru menjadi tantangan tersendiri untuk bertanding langsung dengan para juara dunia,” jelasnya.

‎Mustain menambahkan, kejuaraan ini hanya mempertandingkan dua kategori, yakni putra dan putri, dengan batas usia minimal 14 tahun. Dalam panahan berkuda, jarak tembak menjadi salah satu indikator kemampuan atlet. Peserta yang mampu menembus jarak lebih dari 50 meter diperbolehkan mengikuti kompetisi, asalkan memenuhi syarat usia.

‎“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Bahkan ada peserta yang masih duduk di bangku SMP, namun sudah mampu menembus jarak lebih dari 50 meter. Itu menunjukkan potensi besar yang perlu terus dibina,” katanya.

‎Lebih lanjut, Mustain mengungkapkan bahwa atlet-atlet yang berhasil meraih prestasi terbaik pada Kejuaraan Brotherhood of Toxophilites ke-8 ini akan diproyeksikan untuk mengikuti kejuaraan tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Saat ini, kata dia, sudah ada calon kandidat atlet putra dari Sumatera Barat dan atlet putri dari Lampung yang dinilai memiliki peluang besar.

‎Untuk memastikan kesiapan atlet yang akan diberangkatkan ke level internasional, pihak KPBI akan melakukan evaluasi lanjutan. Para atlet terpilih nantinya diminta mengirimkan video latihan rutin serta laporan progres peningkatan nilai latihan mereka. Jika telah memenuhi ambang batas yang ditetapkan, maka atlet tersebut akan diberangkatkan.

‎“Untuk Kota Palembang sendiri, atlet putrinya ada yang meraih juara tiga. Itu sangat memungkinkan untuk diberangkatkan ke kejuaraan internasional, tentu setelah melalui evaluasi,” tambahnya.

‎Ia pun berharap melalui kejuaraan ini, geliat olahraga panahan berkuda di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan, semakin berkembang dan diminati masyarakat. Menurutnya, semakin banyak event yang digelar, maka akan semakin terlihat bahwa minat terhadap olahraga panahan dan berkuda terus meningkat dari waktu ke waktu. (Ning)

Ratu Dewa: Sudah Saatnya PMII Berkolaborasi dan Berkontribusi Nyata untuk Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Selatan Periode 2025–2027 resmi dilantik di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ketua Umum PB PMII Mohammad Shofiyulloh Cokro, Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, Ketua Pembina PKC PMII Sumsel Ramlan Holdan, Ketua PW IKA PMII Sumsel Dr. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I, Ketua IKA PMII Palembang Sutami, unsur Dir Intelkam Polda Sumsel, serta para tokoh dan senior PMII.

Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan PKC PMII Sumsel di bawah kepemimpinan Syaidina Ali.

Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Sudah saatnya PMII mewarnai semua sektor yang ada. Saya mengajak kader PMII untuk berkolaborasi dengan organisasi dan elemen lainnya,” ujar Ratu Dewa.

Ia menegaskan bahwa PMII memiliki karakter khas sebagai organisasi pergerakan yang dinamis, mahasiswa yang beridealisme, serta memiliki komitmen kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Ratu Dewa juga mendorong kader PMII Sumsel untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan menyiapkan nilai jual di tengah tantangan zaman.

“Jangan terlena hanya di organisasi. Kesuksesan tidak datang tanpa perjuangan, kerja keras, dan doa orang tua,” pesannya.

Selain itu, ia meminta agar konsolidasi internal segera dilakukan, kaderisasi diperkuat, serta pengembangan cabang PMII di perguruan tinggi, baik negeri, swasta, maupun kampus umum di Sumsel, menjadi prioritas. Program organisasi diharapkan realistis dan memberikan manfaat nyata bagi kader maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PB PMII Mohammad Shofiyulloh Cokro mengucapkan selamat kepada pengurus PKC PMII Sumsel yang baru dilantik. Ia menilai kehadiran banyak senior dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi PMII Sumsel untuk lebih produktif dan kolaboratif.

“Pelantikan ini bukan akhir, tetapi awal untuk membawa PMII menjadi lebih produktif, bermartabat, dan berdaulat,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa PMII saat ini memiliki sekitar 300 cabang, 30 koordinator wilayah, dan lebih dari 5.000 komisariat di tingkat kampus. Hampir seluruhnya memiliki sekretariat, baik permanen maupun sewa.

Cokro juga menekankan pentingnya sistem kaderisasi PMII yang berjenjang, mulai dari penerimaan anggota baru hingga pelatihan kader nasional. Menurutnya, kader harus memantaskan diri agar layak dipercaya menempati peran strategis.

“Dukungan senior itu bonus. Yang utama kader harus menyiapkan diri menjadi pribadi yang mampu dan layak,” ujarnya.

Ketua PKC PMII Sumsel Syaidina Ali menyatakan kesiapan jajarannya untuk selaras dengan PB PMII dan menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saat ini terdapat 12 cabang PMII di Sumsel. Kami akan memaksifkan kaderisasi, tidak hanya di kampus Islam tetapi juga di kampus umum,” katanya.

Ketua PW IKA PMII Sumsel Dr. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I berpesan agar pengurus dan kader PMII menjadi tokoh terbaik di zamannya. Ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia, sinergi dengan pemerintah, serta pemberdayaan umat.

“IKA PMII siap mengakomodir penguatan kaderisasi dan mendorong alumni menempati posisi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

“Untuk sekretariat permanen, kami menyiapkan lahan dan mengoptimalkan potensi alumni,” ungkapnya.

Ketua Majelis Pembina (Mabinda) PKC PMII Sumsel, Drs. Ramlan Holdan, berharap kepengurusan baru dapat bekerja maksimal dan menjaga persatuan serta kerukunan sebagai organisasi kepemudaan.

Ramlan juga menyebut rencana pembangunan sekretariat permanen telah dibahas bersama para senior.

Ketua Pelaksana kegiatan, Evan, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi bukti PMII masih solid dan eksis sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak dalam diskusi, tetapi juga aksi nyata.

Pada kesempatan tersebut, PKC PMII Sumsel juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh inspiratif Sumatera Selatan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima penghargaan Top Performance Leader atas kinerja pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Hernoe Roespianji (tokoh kepemimpinan visioner), Hermanto Sayuti (tokoh disruptive entrepreneur), M. Oktaviansyah (tokoh legislator penggerak pemuda), Zainal Abidin, S.H., M.H. (tokoh pionir transparansi legislatif), Kiki Subagio (tokoh legislator penggerak pembangunan daerah), Dra. Masuryati (tokoh pemberdayaan perempuan), Firdaus Basuni (tokoh inspirasi lintas generasi), Sungi Riswanto (tokoh stabilitas organisasi), Sutami Ismail, S.Ag. (tokoh terafirmasi leader), Dr. Syafitri Irwan (tokoh moderasi modern), serta Drs. Ramlan Holdan (tokoh inspiratif). (Ning)

Wako Pagaralam Apresiasi Petani Saat Panen Raya Bawang Merah

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kota Pagar Alam terus berupaya menekan laju inflasi dan memperkuat ketahanan pangan, salah satunya melalui pengembangan budi daya bawang merah. Upaya tersebut ditandai dengan panen raya bawang merah varietas Bima di Kelurahan Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah, Rabu 14 Januari 2026.

Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah didampingi Sekretaris Daerah Zaily Oktosab Fitri Abidin mengatakan, budi daya bawang merah merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga di pasaran. Ia mengapresiasi para petani Pelang Kenidai atas keberhasilan panen yang dinilai membuktikan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.

Menurut Wali Kota, varietas Bima memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Pagar Alam. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui peningkatan sarana prasarana, pendampingan teknis, serta penguatan kelompok tani guna mewujudkan swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menerima rompi Satgas Swasembada Pangan dari Kementerian Pertanian RI sebagai simbol tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua Komunitas Petani Bawang Merah Kota Pagar Alam, Supri, menyampaikan harapan agar petani mendapatkan bimbingan teknis dari dinas terkait untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang budi daya Bawang Merah.

Menurutnya, produksi bawang merah di Pagar Alam saat ini masih relatif terbatas dan masih didominasi pasokan dari luar daerah. Meski demikian, dari sisi kualitas, bawang merah Pagar Alam dinilai tidak kalah bersaing.

“Kami sangat berharap adanya pendampingan dan bimbingan teknis, khususnya dalam budidaya bawang merah, agar produksi lokal dapat terus meningkat,” ujar Supri.(Rep)

Jalan Sehat jadi Puncak Peringatan HAB ke-80 di Kemenag Tangsel

KOTA TANGSEL -(deklarasinews.com)- Puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) yang mengusung tema “Umat Rukun, Sinergi Indonesia Damai dan Maju” berlangsung meriah di Kota Tangerang Selatan pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini diawali dengan Jalan Sehat Kerukunan yang diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Amrullah, M.Si; Kepala Kemenag Kota Tangsel H. Ahmad Rifaudin, M.Pd; Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel Drs. H. Heli Selamet, M.Si; unsur Forkopimda; tokoh agama; tokoh masyarakat; serta perwakilan lintas agama.

Dalam keterangannya Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. Amrullah, menyampaikan rasa syukur atas kesehatan yang memungkinkan seluruh elemen berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan. Ia menegaskan bahwa Hari Amal Bakti merupakan momentum refleksi dan evaluasi kinerja Kementerian Agama.

“Hari Amal Bakti adalah hari lahirnya Kementerian Agama, sekaligus momentum untuk muhasabah atas apa yang telah kita lakukan. Apa yang baik harus kita pertahankan, dan yang kurang baik kita perbaiki. Itulah inti dari Hari Amal Bakti,” ujarnya.

Beliau juga mengapresiasi sinergi kuat antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, unsur Forkopimda, dan lintas agama.

“Kehadiran berbagai unsur hari ini menunjukkan sinergi yang luar biasa. Tidak boleh ada perbedaan dalam mendidik, membimbing, dan membina kehidupan beragama antara Kementerian Agama dan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Senada dengan itu Kepala Kemenag Kota Tangsel, H. Ahmad Rifaudin, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan HAB ke-80 sebagai momentum memperkuat kebahagiaan dan kerukunan.

“Hidup harus bahagia. Percuma kita bekerja keras jika tidak bahagia. Hari ini merupakan puncak rangkaian kegiatan HAB ke-80 yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai acara, termasuk ziarah kepada para mantan pimpinan Kementerian Agama,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa Jalan Sehat Kerukunan menjadi simbol persatuan lintas agama dan elemen masyarakat di Tangerang Selatan.

“Kerukunan adalah modal dasar pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Melalui kegiatan ini, kita ingin meneguhkan komitmen untuk hidup rukun, damai, dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinsos Drs. H. Heli Selamet, M.Si yang mewakili Pemkot Tangsel memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyatakan, Jalan Sehat Kerukunan bukan sekadar olahraga, melainkan simbol kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kota Tangsel terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama. Oleh karena itu, semangat kerukunan harus terus dirawat dan dijaga. Pemkot akan selalu mendukung program yang menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis,” ucapnya.

Peserta jalan sehat berasal dari pegawai Kementerian Agama seluruh seksi, jajaran KUA se-Kota Tangerang Selatan, madrasah negeri dan swasta, Raudhatul Athfal (RA), guru TK, guru TPQ, Ikatan Guru Madrasah Indonesia (IGMI), FKUB, LPTQ, Baznas, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.

Selain jalan sehat, puncak HAB ke-80 Kemenag Tangerang Selatan juga dimeriahkan dengan santunan anak yatim dan dhuafa, bazar UMKM, serta pembagian door prize yang menambah antusiasme peserta.(Nan)