Eks Lahan PT BSP Kisaran Disiapkan Jadi Pusat UMKM dan Bisnis, Studi Kelayakan Sudah Ada, Bupati: Segera Direalisasikan

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Langkah strategis pengembangan ekonomi kreatif dan usaha mikro di Kabupaten Asahan semakin nyata. Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar penyampaian laporan akhir studi kelayakan (Feasibility Study/FS) pembangunan Gerai UMKM sekaligus pusat bisnis daerah, Senin (11/5/2026). Kajian yang dilakukan oleh tim peneliti Universitas Asahan (UNA) ini menunjuk lokasi sangat strategis di jantung Kota Kisaran sebagai lokasi pembangunan.

Kegiatan berlangsung di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh tim peneliti dari UNA.

Ketua Tim Peneliti sekaligus penyusun studi kelayakan, Dr. Anil Hakim S, M.Si., dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Asahan kepada pihak kampus untuk mengkaji rencana strategis ini. Hasil kajian timnya merekomendasikan lokasi pembangunan berada di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya pada lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) milik PT BSP.

Lokasi ini dinilai sangat potensial karena posisinya yang berdekatan dengan Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran dan berada di sisi jalur rel Kereta Api Kisaran. Posisi yang berada di jalur utama lintas Sumatera tersebut diprediksi akan memberikan dampak positif besar terhadap aksesibilitas, arus pengunjung, hingga nilai ekonomi kawasan nantinya.

“Lokasi yang direncanakan ini kami nilai sangat strategis dan memiliki nilai tambah tinggi untuk dikembangkan menjadi pusat gerai UMKM dan pusat bisnis yang representatif bagi Kabupaten Asahan,” ungkap Dr. Anil Hakim di hadapan pimpinan daerah.

Mendengar hasil kajian tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyambut baik dan berharap dokumen studi kelayakan ini segera ditindaklanjuti ke tahap realisasi pembangunan. Menurutnya, keberadaan gerai ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan wadah utama promosi dan pemasaran bagi seluruh produk unggulan daerah.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat segera direalisasikan. Gerai UMKM ini nantinya harus menjadi wajah baru ekonomi kreatif Asahan, tempat di mana produk-produk warga kita diperkenalkan seluas-luasnya ke masyarakat, hingga mampu meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Bupati.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan konsep pembangunan kawasan ini tidak akan bersifat kaku sebagai sentra perdagangan saja. Pemerintah berencana melengkapi kawasan tersebut dengan fasilitas olahraga dan ruang publik yang nyaman. Konsep ini dipilih agar kawasan tersebut tidak hanya dikunjungi untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat rekreasi warga, sehingga kunjungan dan aktivitas ekonomi berjalan berkelanjutan.

Terkait produk yang akan dipasarkan, Bupati menegaskan standar kualitas akan menjadi prioritas. Nantinya, produk yang masuk ke gerai pusat ini adalah produk-produk yang telah memiliki merek, kemasan, dan branding yang baik dan rapi, agar memiliki daya tarik kuat bagi pembeli maupun wisatawan.(Jun)

Di Balik Pukulan Drum Pertemanan: Asahan Bangkit Lewat Irama UNA NBC 2026

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Dentuman gendang yang bergema di Lapangan Sepak Bola Universitas Asahan (UNA) pagi ini bukan sekadar tanda dimulainya sebuah kompetisi, Minggu (10/5/2026). Bagi Kabupaten Asahan, pukulan drum pertemanan yang dilakukan Bupati Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. bersama unsur Forkopimda menandai kembalinya kejayaan salah satu ajang marching band paling bergengsi di Sumatera Utara setelah vakum selama enam tahun akibat pandemi.

Mengusung semangat Dies Natalis ke-40 Universitas Asahan, UNA NBC (UNA Marching Band Competition) 2026 hadir bukan hanya sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi olahraga dalam membina atlet berprestasi.

Lebih dari Sekadar Seni

Dalam sambutannya, perwakilan Pengprov PDBI Sumut, Fahrul Rozi, menyoroti dimensi fisik yang sering terlupakan dari olahraga ini. “Marching band membentuk fisik yang luar biasa. Bahkan, ada atlet kami yang diterima di Kopassus berkat kondisi fisik prima hasil latihan marching band,” ungkapnya. Pernyataan ini mengubah persepsi bahwa marching band hanya soal keindahan formasi, melainkan juga tentang ketangguhan fisik seorang atlet.

Semangat ini diamini oleh perwakilan KONI Kabupaten Asahan yang menaruh harapan besar agar PDBI segera menjadi cabang olahraga resmi PON. Harapan ini bukan tanpa dasar; kontingen Asahan tercatat sebagai penyumbang medali terbanyak pada ajang lintas provinsi sebelumnya.

Bupati Asahan, dalam pidato pembukaannya, menekankan pentingnya prestasi ini untuk citra daerah. “Kami ingin nama Kabupaten Asahan semakin maju hingga ke tingkat nasional dan internasional, baik di bidang olahraga rekreasi maupun lainnya,” tegas Bupati Taufik.

Puncak acara yang menjadi ikon hari ini adalah momen sakral pembukaan: pukulan drum bersama. Dipukul serentak oleh Bupati, Danramil 12 Air Batu (mewakili Dandim), serta unsur Kapolres dan Kejaksaan, aksi ini melambangkan dukungan penuh seluruh elemen keamanan dan pemerintahan terhadap kemajuan pemuda Asahan.(Jun)

Lampung Timur Siap Maju, Gibran Serap Aspirasi Nelayan

LAMTIM -(deklarasinews.com)- Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran Wapres disambut antusiasme ribuan warga serta pelajar yang memadati lokasi sejak pagi hari untuk menyampaikan harapan mereka secara langsung.

Turut mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif, Kepala Desa Margasari Wahyu Jaya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Pangdan XXI Radin Intan Mayjen Kristomei Sianturi, Jajaran Forkopimda Lampung Timur, dan rombongan dari Sekretariat Wakil Presiden RI.

Peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis pemerintah dalam mentransformasi kawasan pesisir menjadi wilayah yang modern dan produktif.

Program inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini bertujuan memperkuat daya saing sektor perikanan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Gotong Royong Swasembada Pangan

Dalam sambutannya, Wapres Gibran menekankan bahwa keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama swasembada pangan, sangat bergantung pada kolaborasi di lapangan.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak segan melaporkan kendala yang menghambat produktivitas mereka.

“Pokoknya kita ingin menyukseskan program prioritas dari Bapak Presiden, terutama swasembada pangan. Tapi program ini tidak akan berhasil kalau yang kerja cuma pemerintah. Kita semua harus gotong royong,” ujar Wapres di hadapan para nelayan dan petambak.

Wapres berjanji akan melengkapi kekurangan infrastruktur secara bertahap. “Akan kita lengkapi satu per satu kekurangannya. Kami mohon waktu untuk melengkapi kekurangan-kekurangan ini,” imbuhnya.

Mendengar Keluhan Nelayan

Momen peresmian berlanjut dengan dialog hangat di mana nelayan menyampaikan persoalan kronis, salah satunya pendangkalan Muara Margasari yang telah terjadi selama hampir 30 tahun.

Kondisi ini memaksa kapal nelayan menunggu hingga enam jam untuk bisa masuk muara saat air surut. Masalah ini kian pelik karena armada nelayan kini telah berkembang dari kapal 3-5 GT menjadi hingga 30 GT.

“Kampung nelayan ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana nelayan bisa melaut dengan tenang, mudah mendapatkan BBM, dan hasil tangkapannya memiliki harga jual yang baik,” tegas Gibran menanggapi keluhan terkait kuota solar dan perizinan.

Untuk solusi jangka panjang, Wapres akan berkoordinasi dengan BNPB dan kementerian teknis guna melakukan pengerukan muara.

Komitmen Pemerintah Daerah

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan masyarakat lokal.

Ia menegaskan bahwa Lampung Timur adalah pilar penting dalam rantai pasok pangan nasional, khususnya dari sektor perikanan.

“Kami siap memastikan bahwa program-program pusat dapat terimplementasi secara presisi di tingkat tapak. Sesuai arahan Bapak Wakil Presiden, keberhasilan program pemerintah tidak bisa dicapai secara parsial,” kata Ela.

Terkait kendala operasional nelayan, Bupati Ela berkomitmen melakukan langkah nyata. “Kami akan segera berkoordinasi dengan BPH Migas untuk memastikan distribusi solar tepat sasaran. Kami juga akan membuka ruang komunikasi lebih luas dan menyederhanakan birokrasi agar produktivitas nelayan tidak terhambat prosedur berbelit,” tuturnya.

Fasilitas Modern untuk Kesejahteraan

Kawasan KNMP Margasari kini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang beku (cold storage) portabel, hingga pabrik es portabel.

Wapres bahkan berencana mengkaji model pengelolaan cold storage yang sukses di Batam untuk diterapkan di Lampung Timur agar harga komoditas seperti lobster tetap stabil.

Menutup kunjungannya, Wapres juga menyoroti akses jalan menuju pesisir yang perlu perbaikan setelah merasakannya langsung selama perjalanan.

Bupati Ela menyambut arahan tersebut sebagai panduan untuk bekerja lebih responsif. “Arahan Bapak Wakil Presiden menjadi panduan jelas bagi kami untuk bekerja lebih keras dan lebih cepat dalam mewujudkan Lampung Timur yang mandiri pangan,” pungkasnya.

Pemasangan Patok Tanda Batas dan Pengukuran Tanah Wakaf Di Kabupaten Tangerang

KAB TANGERANG -(deklarasinews.com)— Bertempat di Masjid Al-Kamil YABIKA, telah dilaksanakan kegiatan pemasangan patok tanda batas dan pengukuran tanah wakaf sebagai bagian dari percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kabupaten Tangerang melalui program GEMAPATAS TAWAF (6/5/2026).

Kegiatan ini disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Febri Effendi, jajaran Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia (BWI), para Kepala KUA, Camat se-Kabupaten Tangerang, nazhir wakaf, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta GEMAPATAS TAWAF.

Pemasangan patok tanda batas dilaksanakan secara serentak di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang dan dilanjutkan dengan proses pengukuran tanah wakaf oleh petugas ukur pertanahan guna memastikan kejelasan letak, batas, dan luas bidang tanah sebelum dilaksanakan proses pendaftaran hingga penerbitan sertipikat tanah wakaf.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang menjadi daerah pertama di Provinsi Banten yang menjadi percontohan percepatan sertifikasi tanah wakaf. Sebanyak 1.634 bidang tanah wakaf ditargetkan tuntas tersertipikasi pada Tahun 2026. Target tersebut lebih cepat dari rencana awal yang sebelumnya diproyeksikan selama tiga tahun.(Nan)

Petani Lampung Selatan Kini Lebih Tenang, Zulkifli Hasan Jamin Pupuk Lancar dan Harga Gabah Aman

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, memastikan distribusi pupuk bagi petani di Kabupaten Lampung Selatan berjalan lancar dan harga gabah tetap stabil demi menjaga kesejahteraan petani.

Penegasan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menggelar rembuk tani bersama para petani di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026).

Dalam dialog tersebut, Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia.

“Saya mendapat tugas dari Bapak Presiden untuk memastikan kebijakan pangan berjalan baik. Petani harus makmur, tidak boleh tawar-menawar,” ujar Zulkifli Hasan di hadapan para petani.

Ia menyampaikan, pemerintah pusat terus memastikan ketersediaan pupuk tetap aman dan mudah diperoleh petani. Selain itu, pemerintah juga menjaga harga gabah agar tetap berada di atas Rp6.500 per kilogram sehingga petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya.

Menurut Zulkifli Hasan, kestabilan harga gabah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Dalam rembuk tani tersebut, para petani mengaku kondisi distribusi pupuk saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Mereka juga menyampaikan bahwa harga gabah yang stabil memberi dampak positif terhadap pendapatan dan produktivitas pertanian.

Meski demikian, para petani masih menyampaikan sejumlah kebutuhan penunjang pertanian, mulai dari bibit unggul, perbaikan irigasi, pembangunan embung, sumur bor, bantuan hand traktor, hingga alat pertanian roda empat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Zulkifli Hasan meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera mengajukan usulan resmi agar dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

“Nanti urus suratnya, kirim ke saya, kita urus bersama. Yang penting kebutuhan petani harus kita bantu,” tegasnya.

Selain sektor tanaman pangan, pemerintah pusat juga berencana mengembangkan pusat pembibitan perkebunan rakyat di wilayah Karangsari, Kecamatan Ketapang.

Program itu akan difokuskan pada pengembangan bibit unggul komoditas perkebunan seperti kelapa, kopi, kakao, cengkeh, lada, hingga aren guna meningkatkan hasil produksi sekaligus pendapatan masyarakat.

“Kita ingin petani tersenyum karena penghasilannya bagus. Bibitnya harus bagus, hasilnya juga harus bagus. Pemerintah ingin rakyat makin sejahtera,” kata Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian dan perkebunan di daerahnya.

Menurut Egi, dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

Rembuk tani berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para petani tampak aktif berdialog langsung dengan pemerintah pusat serta menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan terkait pengembangan sektor pertanian di Lampung Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil Harahap, para petani, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Red)

Kunjungi SMA Kebangsaan, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tekankan Mental Berani dan Disiplin bagi Generasi Muda

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, ke SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026), menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat dan rasa percaya diri para pelajar dalam menghadapi masa depan.

Dalam agenda Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan pangan, serta lingkungan tersebut, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya keberanian dan kedisiplinan sebagai modal utama meraih kesuksesan.

Kunjungan kerja itu turut didampingi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah Kabupaten, Supriyanto, beserta jajaran pejabat daerah terkait.

Di hadapan ratusan siswa SMA Kebangsaan, Zulkifli Hasan mengajak para pelajar untuk berani menghadapi tantangan zaman dan terus mengembangkan kemampuan diri demi meraih cita-cita.

Menurutnya, generasi muda harus memiliki mental tangguh dan tidak takut mengambil langkah besar dalam kehidupan.

“Syarat maju harus berani. Kalau tidak berani, pulang kampung lagi. Selain itu juga harus memiliki kedisiplinan yang tinggi, karena untuk menjadi orang sukses tantangannya sangat banyak,” ujar Zulkifli Hasan disambut antusias para siswa.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Tak hanya memberikan motivasi, Menko Pangan RI juga membagikan hadiah berupa tablet dan tumbler kepada siswa yang berani maju dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan.

Salah satu siswa SMA Kebangsaan asal Sidomulyo, Gabriell, berhasil mendapatkan hadiah tablet setelah mampu menjawab pertanyaan dari Zulkifli Hasan dengan baik.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan dan generasi muda di Lampung Selatan.

Menurut Egi, kehadiran Menko Pangan RI memberikan dorongan moral yang besar bagi para pelajar untuk terus semangat belajar dan percaya diri dalam mengejar mimpi.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membangun semangat dan rasa percaya diri anak-anak untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, serta berani menghadapi tantangan demi meraih cita-cita mereka,” kata Egi.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para siswa. Mereka mengaku senang dan bangga dapat berinteraksi langsung dengan Menko Pangan RI bersama Bupati Lampung Selatan dan jajaran pemerintah daerah. (lmhr-Kmf)

Gertak HELAU Dimulai, ASN Lampung Selatan Bergerak Serentak Wujudkan Kalianda Bersih dan Asri

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai melaksanakan Gerakan Serentak Hijau, Elok, Lestari, Aman dan Unggul (Gertak HELAU), Jumat (8/5/2026).

Gerakan yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Program HELAU itu dilakukan serentak oleh seluruh perangkat daerah di enam titik strategis kawasan kompleks Pemkab Lampung Selatan.

Tak hanya membersihkan sampah biasa, para ASN juga berjibaku mengangkut tumpukan sampah plastik, membersihkan karung-karung bekas, memangkas rumput liar, hingga mengevakuasi material yang menyumbat saluran drainase dan gorong-gorong yang berpotensi memicu banjir saat musim penghujan.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut petugas sempat bergotong royong mengangkat batang pohon kelapa yang tersangkut di dalam selokan.

Proses evakuasi dilakukan bersama-sama dan dibantu sebuah mobil truk yang melintas di lokasi. Aksi spontan itu pun menarik perhatian warga sekaligus menambah semangat peserta dalam membersihkan lingkungan.

Kegiatan Gertak HELAU menyasar sejumlah kawasan penting di Kalianda. Pada lokasi 1, pembersihan dilakukan mulai dari area depan Kodim hingga Samsat Kalianda, sekitar Tugu Pancasila, serta kawasan Gedung Kalianda Convention Center (KCC).

Sementara di lokasi 2, petugas membersihkan kawasan eks Kantor Satpol PP hingga Simpang Kesbangpol dan area Kantor GOW.

Selanjutnya, lokasi 3 meliputi area depan gerbang BPKAD hingga gerbang belakang Sekretariat Daerah, termasuk kawasan eks Kantor Dinas Kominfo dan sekitarnya. Sedangkan lokasi 4 difokuskan pada kawasan Hutan Kota Kalianda.

Untuk lokasi 5, kegiatan dilakukan di sepanjang Jalan Cinta mulai dari simpang tiga arah Ketang hingga depan Masjid Baitul Muttaqin kawasan Ragom. Adapun lokasi 6 dimulai dari turunan Kompleks Ragom hingga eks Kantor Dinas PMD dan depan Gedung PKK.

Koordinator Lokasi 5 yang juga Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata kebijakan Pemkab Lampung Selatan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau.

“Hari ini kita melaksanakan Gertak HELAU dalam rangka implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk mewujudkan Lampung Selatan yang bersih dan asri. Membuat Lampung Selatan menjadi HELAU. Semua perangkat daerah melaksanakan hari ini, bahkan sampai tingkat kecamatan,” ujar Edy.

Menurut Edy, kegiatan Gertak HELAU akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan dievaluasi rutin agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Kegiatan hari ini akan kita evaluasi, rencananya memang akan setiap Jumat. Sebelumnya kita lebih sering dan bukan hal yang baru, kali ini kita masifkan lagi kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Lokasi 6 yang juga Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anasrullah, menyampaikan bahwa gerakan tersebut menjadi bentuk dukungan seluruh perangkat daerah terhadap program yang digagas Bupati Lampung Selatan.

“Hari ini semua perangkat daerah lagi Gertak HELAU. Alhamdulillah ini sudah mulai bersih, semua bergerak untuk mewujudkan program yang digagas oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, guna mewujudkan Lampung Selatan HELAU,” kata Anasrullah. (Red)

Pengembangan Hari Thalasemia Sedunia 2026, Bupati Pringsewu Serahkan Bingkisan Kepada Para Penyintas

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menghadiri acara peringatan Hari Thalasemia Sedunia 2026 di Aula RSUD Kabupaten Pringsewu, Dusun Pagargunung, Pekon Fajaragung Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, pada Jumat (8/5/2026). Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu didampingi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pringsewu Rahayu Sri Astutik Pamungkas, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ihsan Hendrawan, Direktur RSUD Kabupaten Pringsewu dr.Herman Syahrial dan Ketua BAZNAS Kabupaten Pringsewu Untung Suhendro juga menyerahkan bingkisan dan santunan kepada para penyintas thalasemia.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengajak menjadikan momentum peringatan Hari Thalasemia Sedunia 2026 sebagai penyemangat bagi semua untuk terus memupuk keimanan dan semangat sehat serta secara teratur menjalani pengobatan. Sekaligus lebih memperkokoh sinergitas bagi menciptakan sistem layanan kesehatan, mulai dari ruang pengambilan kebijakan, maupun kehidupan bermasyarakat guna mewujudkan deteksi dini yang lebih luas, akses layanan kesehatan yang adil dan merata, serta pengakuan penuh atas keberadaan setiap penyintas thalasemia.

“Sehingga semakin banyak penyintas yang terlayani dengan baik dan maksimal. Pemkab Pringsewu tentunya tidak dapat secara maksimal melaksanakan layanan kesehatan tanpa bantuan seluruh elemen masyarakat. Saya mengapresiasi kegiatan ini, serta terima kasih kepada PMI Kabupaten Pringsewu dan RSUD Pringsewu, RS Mitra Husada, RS Surya Asih, RS Wisma Rini, BASNAZ, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Radio Rapemda Pringsewu FM, atas dukungannya menyukseskan rangkaian peringatan Hari Thalasemia Sedunia 2026 di Kabupaten Pringsewu,” ucapnya.

Masih dalam rangkaian peringatan Hari Thalasemia Sedunia 2026, PMI Kabupaten Pringsewu juga menggelar Donor Darah dan Edukasi Pencegahan Thalasemia Melalui Screning Pra Nikah dengan narasumber dr.Agung Mudapati, Sp.A. dan orangtua beserta penyintas thalasemia di Aula Universitas Aisyah Pringsewu pada 7 Mei 2026.  Serta acara Talk Show Dialog Interaktif di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Siaran Pemerintah Daerah (Rapemda) Kabupaten Pringsewu FM 107,2 Mhz dengan narasumber dr.Boby Veland Ardiansyah, Sp.PD. ( Mm, KW-RI )

Bupati Asahan Lantik Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Integritas dan Inovasi

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar upacara pengambilan sumpah dan pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Acara yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan ini dipimpin langsung oleh Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si, pada Jumat (08/05/2026) pagi sekitar pukul 09.05 WIB.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2-45-5.2 Tahun 2026. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, para Asisten, Kepala OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja pemerintahan guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Jabatan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan Kabupaten Asahan. Saya berharap saudara-saudara dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan maksimal sesuai tugas fungsi masing-masing,” tegas Bupati.

Bupati juga memberikan arahan khusus kepada para pejabat yang dilantik:

  1. Kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Edi Sukmana, S.H., M.Si: Diminta meningkatkan koordinasi di bidang ekonomi, Sumber Daya Alam (SDA), administrasi pembangunan, serta pengadaan barang dan jasa.
  2. Kepada Asisten Administrasi Umum, Asrul Wahid, S.E., M.Si: Ditugaskan memantau dan mengevaluasi kebijakan daerah di bidang umum, organisasi, protokol, dan komunikasi pimpinan.
  3. Kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah, M. Yusuf Lubis, S.H., M.Si: Diingatkan untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah melalui inovasi dan integritas, serta menjaga transparansi agar setiap rupiah kembali untuk rakyat.
  4. Kepada Staf Ahli Bupati, Drs. H. Witoyo, M.M: Diharapkan menjadi konsultan andalan bagi Bupati dalam pengambilan kebijakan strategis, khususnya di bidang pemerintahan, hukum, dan politik.
  5. Kepada Kepala Dinas Sosial, Jutawan Sinaga, S.STP., MAP: Diminta memastikan bantuan sosial tepat sasaran, responsif terhadap masyarakat rentan, dan mampu menjawab tantangan kemiskinan ekstrem.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya penanganan stunting dan pembinaan pola asuh anak serta remaja untuk meminimalisir kenakalan remaja.(Jun)

 

Asahan Raih Predikat Pelayanan Publik Baik, Komisi II DPR RI Dorong Transformasi Digital

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Komisi II DPR RI dan Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara menggelar Sosialisasi dan Diskusi Publik bertema Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Camat Kota Kisaran Timur, Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Anggota Komisi II DPR RI Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, S.Si., M.T., Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut Herdensi, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Lingkungan, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun desa yang telah berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam pelayanan sehari-hari. Ia berharap kehadiran DPR RI dan Ombudsman RI dapat memberikan masukan berharga agar standar pelayanan di Asahan terus meningkat.

“Kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Harapan kami, sosialisasi ini membawa manfaat nyata dan menjadikan pelayanan di Kabupaten Asahan semakin prima di mata masyarakat,” ujar Bupati Taufik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut, Herdensi, mengungkapkan hasil pemantauan dan penilaian yang dilakukan pada tahun 2025 lalu. Berdasarkan hasil Ombudsman On The Spot dan survei langsung ke masyarakat, pelayanan publik di Kabupaten Asahan masuk dalam kategori BAIK dan menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Sumatera Utara.

Ia menilai komitmen Pemkab Asahan sudah sangat positif, apalagi sejalan dengan kegiatan Bimbingan Teknis Pencegahan Korupsi yang sebelumnya digelar bersama KPK. Herdensi berharap predikat baik ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan agar seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak positifnya.

“Kolaborasi ini harus terus dijaga. Pengawasan dan perbaikan harus berjalan beriringan agar pelayanan publik benar-benar efektif, bersih, dan berkualitas,” tegas Herdensi.

Anggota Komisi II DPR RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, dalam pemaparannya menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik di era digital saat ini. Menurutnya, pengawasan yang objektif dari lembaga seperti Ombudsman sangat diperlukan agar tata kelola pemerintahan berjalan benar.

Ia juga mendorong penerapan sistem Satu Data dan pelayanan berbasis digital di seluruh instansi di Asahan. Hal ini bertujuan agar pelayanan menjadi lebih transparan, akuntabel, cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

“Pemerintahan, baik secara vertikal maupun horizontal, harus beradaptasi. Masyarakat sudah mulai melek teknologi, maka layanan pun harus berubah mengikuti kemajuan zaman agar tidak tertinggal,” ungkap Ahmad Doli.(Jun)