Ketua Dpc Koalisi Wartawan Ranking Indonesia ( KW- RI) Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Mulia  Mega, Ketua DPC Koalisi Wartawan Rangking Indonesia ( KW-RI ) Kabupaten Pringsewu, mengucapkan selamat tahun baru kepada seluruh masyarakat Pringsewu.

Mulia Mega menyampaikan harapannya di tahun 2026 ini  menjadi tahun yang lebih baik dan sejahtera bagi masyarakat Pringsewu.

Saya atas nama Keluarga besar Koalisi Wartawan Rangking Indonesia, Mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan masyarakat Pringsewu kepada Lembaga KW – RI.

KW-RI akan terus bekerja keras dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang sebagai kontrol sosial kepada masyarakat Pringsewu, Kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam membangun Pringsewu yang lebih maju dan sejahtera.

” Selamat Tahun Baru Untuk Kita Semua” Pungkasnya. [KW – RI]

Kantah Kabupaten Pandeglang Komitmen Berikan Pelayanan Professional

KAB. PANDEGLANG -(deklarasinews.com)- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pertanahan yang professional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat sepanjang tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang hari ini, Selasa (30/12/2025).

“Komitmen ini merupakan bentuk implementasi nilai-nilai Kementerian ATR/BPN, yaitu melayani, profesional, dan terpercaya,” ujar Danu Susilo Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang.

Menurutnya, berbagai program dan kegiatan pelayanan pertanahan telah dilaksanakan guna mewujudkan tertib administrasi pertanahan serta memberikan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat.

“Hingga menjelang akhir tahun 2025, pihaknya masih terus berupaya menuntaskan seluruh pekerjaan yang telah direncanakan. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan pertanahan agar datang langsung ke Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang tanpa menggunakan jasa perantara. “Kami harap masyarakat dapat melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar proses pelayanan berjalan lancar, transparan, tertib, dan sesuai peraturan,” jelasnya.

Pihaknya juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan masukan sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pelayanan ke depan.

“Terkait pembayaran layanan, Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang kembali menegaskan agar masyarakat hanya membayar sesuai ketentuan resmi yang berlaku. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan biaya di luar ketentuan. Ini penting untuk mewujudkan pelayanan pertanahan yang bersih dan transparan,” tegasnya.

Dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang optimistis mutu pelayanan pertanahan akan terus meningkat demi kepentingan bersama.

Tiyuh Wono Kerto Kecamatan Tulang Bawang Tengah di Tubaba, Merealisasikan Program DD 2025

TUBABA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Tiyuh Wono Kerto Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, pada tahun anggaran 2025 telah merealisasikan Program pembangunan Dana Desa (DD) dengan total anggaran sebesar Rp. 831.423.000, –

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan tiyuh secara menyeluruh, mulai dari penyelanggara pemerintahan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Realisasi Dana Desa 2025 dilaksanakan dalam dua tahap, yakni Tahap I sebesar Rp. 387.949.200,- dan Tahap II sebesar Rp. 443.473.800,- dengan tetap berpedoman pada hasil Musyawarah Tiyuh serta ketentuan pemerintah pusat.

Kepala Tiyuh Wono Kerto, Beniyansah,ST, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di tingkat tiyuh.

“Penggunaan Dana Desa kami arahkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Perencanaanya melalui musyawarah tiyuh, dan pelaksanaanya menyesuaikan regulasi yang di tetapkan pemerintah pusat,” dijelaskan Ratih Mirantika Dewi,SH sekretaris tiyuh mendampingi  Beniyansah,ST, Rabu (30/12/2025).

Menurut Kepala Tiyuh Wonokerto, Beniyansah,ST, didampingi Banu Kalfiando selaku Kaur Keuangan, bahwa penyerapan anggaran selama tahun 2025 dilakukan dengan transparan, akuntabel dan menyesuaikan ketentuan program.

“Berbagai kegiatan fisik dan Nonfisik telah kami laksanakan . Mulai dari pembayaran penghasilan tetap dan tunjangan aparatur tiyuh , oprasional pemerintahan hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung pelayanan publik.

Untuk penyerapan DD selama tahun anggaran 2025 adalah sebesar Rp. 831.423.000,- direalisasikan untuk berbagai kegiatan meliputi Pembangunan yang termasuk didalamnya pembangunan fisik (gorong-gorong dan sumur bor) dan non fisik (Beberapa Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Lembaga-Lembaga yang terlibat pada pemerintahan Tiyuh) serta pembiayaan pada program ketahanan pangan dan juga untuk penyertaan modal Koperasi Desa Merah Putih.

Pada sektor pembangunan fisik Dana Desa juga dialokasikan untuk pembangunan sumur bor yang berlokasi di TPU Suku 001, dan pembangunan gorong-gorong yang ber lokasi di suku 002,  sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga”. kata Banu Kalfiando

Dana Desa juga di alokasikan untuk pembayaran honorarium insentif guru ngaji, insentif kader, insentif pelatih olahraga, insentif kader KPM, Insentif bidan desa, insentif Linmas,dll dan juga Penanganan Stunting dan pemberian makanan tambahan balita bumil lansia.

Selain itu , Pemerintah Tiyuh Wono Kerto turut menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 11 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.

Bantuan tersebut disalurkan secara rutin selama 12 bulan guna membantu menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Tidak hanya itu , sebagai Langkah strategis  memperkuat kemandirian ekonomi tiyuh, Sebagian Dana Desa juga di alokasikan sebegai penyertaan modal desa yang di transfer melalui BUMTi Tiyuh Wono Kerto sebesar Rp 167.000.000,-

“Penyertaan modal ini diharapkan diharapkan dapat menggerakan perekonomian tiyuh, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat jangka Panjang bagi kesejahteraan masyartakat,” pungkasnya.

Dengan realisasi Dana Desa 2025 yang terarah dan berimbang antara pembangunan fisik,social,serta ekonomi, Pemerinyah Tiyuh Wono Kerto optimis mampu mewujudkan tata Kelola pemerintahan tiyuh yang baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

pesan dan kesan dari kami, Terima kasih untuk Pemerintah atas peningkatan pembangunan di jalan utama Tiyuh Wonokerto, sehingga masyarakat Tiyuh lebih aman dan nyaman dalam berkendara.

Harapan Untuk Pemerintah Kabupaten, untuk  memperhatikan pembangunan di Tiyuh Wonokerto Khususnya jembatan penghubung yang ada di suku 4 menuju suku 2, mengingat vitalnya fungsi  jembatan tersebut adalah salah satu jembatan penghubung untuk masyarakat.

Warga Keluhkan Sampah Menumpuk di Bawah Flyover Summarecon Bekasi

BEKASI -(deklarasinews.com)- Sampah yang menumpuk di pinggir jalan ini berada dijalan Pangeran Jayakarta (pangjay) Kelurahan Harapan Mulya tepatnya persis di bawah Flyover Summarecon Bekasi, Senin (30/12/25)

Sampah yang Menumpuk ini menimbulkan Aroma Bau yang tidak Sedap dan menyengat para pengendara khususnya Sepeda Motor yang melintas terpaksa menutup hidung karena Aroma Bau Busuk yang semakin menyengat, terutama saat di Musim Hujan Bulan Desember ini.warga mengaku khawatir bila air sampah yang mengalir ke jalan akan mengakibat licin.

Salah seorang penjual kopi yang tepat berjualan didepan Tumpukan Sampah itu mengatakan sudah dua minggu sampah – sampah ini tidak di angkut, melainkan dibiarkan begitu saja

“Sampah – sampah itu sudah dua Minggu pak belum diangkut, bahkan bisa sebulan lebih baru diangkut ujarnya”

Saat Ditemui awak Media Dikantornya kepala UPTD Lingkungan hidup (LH) Medan Satria Kelurahan Harapan Mulya kecamatan Medan Satria Sedang Tidak ada Ditempat.

Saat Dikonfirmasi melalui Whats App Lurah Harapan Mulya mengatakan”sudah diprotes Ke UPTD Lingkungan Hidup (LH) Medan Satria dan sudah Menjadi atensi LH ujarnya,Tutup. (Ronald)

Warga Keluhkan PKL Berjualan di Trotoar Jalan Gorontalo I Jakarta Utara

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kehadiran Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Gorontalo I, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dikeluhkan warga.

Pasalnya trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki, malah dipakai untuk berjualan.

Pantauan di lokasi, tampak sejumlah pedagang berjualan di pinggir trotoar.Sementara bangku untuk calon pembeli ditempatkan di atas trotoar Alhasil pejalan kaki yang melintas, harus mengalah ke pinggir jalan.

Salah seorang pejalan kaki, Yunita (26) mengaku hampir setiap hari khususnya sore dimana pedagang menggelar lapak atau gerobak dagangannya di atas trotoar Bahkan pejalan kaki seperti dirinya terpaksa harus mengalah.

“Bagaimana mau lewat kalau lapak dagangannya ditaruh di trotoar kadang kalau kita lewat juga malah sewotan dia (pedagang). Jadi pejalan kaki kayak saya terpaksa harus melintas di bahu jalan dengan ancaman tertabrak kendaraan,” keluhnya, Senin (28/12).Yunita pun menginginkan agar pihak terkait seperti kelurahan atau Satpol PP segera melakukan penertiban agar fungsi trotoar kembali. Yunita beralasan fasilitas tersebut dibangun bukan untuk berjualan.Sementara itu, warga Sungai Bambu, Suryati mengatakan kondisi itu terjadi akibat banyak pedagang yang menyewa tempat tinggal kepada warga sekitar dan kemudian membuka lapak. Terkait masalah tersebut, pihaknya sering mengimbau kepada para pedagang agar lapak tempat usahanya tidak menutupi trotoar. Sehingga pejalan kaki yang melintas tetap bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. “Kita juga memang ada toleransi ke pedagang. Mereka diperbolehkan berjualan pada sore, karena pada saat itu dianggap tidak terlalu mengganggu lalu lintas di sekitar,” ungkapnya (SW)

 

Penyelesaian Masalah Kemanusiaan Eks Pejuang Timtim Melalui Program Redistribusi Tanah

KAB KUPANG -(deklarasinews.com)- Program Redistribusi Tanah bagi warga eks pejuang Timor Timur (Timtim) di Kabupaten Kupang yang dilaksanakan pada 2023, jadi wujud penyelesaian masalah kemanusiaan yang berlangsung selama hampir tiga dekade. Dengan adanya Redistribusi Tanah, pembangunan rumah bagi warga eks pejuang Timtim bisa dilakukan. Dengan rumah yang mulai menaungi warga tersebut, permasalahan sosial yang dialami pun mulai berangsur terselesaikan. Di titik ini, warga eks pejuang Timtim memiliki kesempatan untuk memulai kehidupan baru yang lebih layak dan berkeadilan.

“Program ini sebenarnya untuk bagaimana memberikan solusi di dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan yang sudah 27 tahun ini. Ini solusi, salah satu solusi. Keberadaan dari saudara-saudara kita warga eks pejuang ini diberikan hak, identitas, untuk bisa memiliki tempat hunian atau rumah layak huni,” ujar Bupati Kupang, Yosef Lede, saat diwawancarai terkait pelaksanaan program yang merupakan bagian dari Reforma Agraria inisiasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Kantor Bupati Kupang.

Menurut Bupati Kupang, Redistribusi Tanah ini diperuntukkan bagi warga eks pejuang Timtim yang selama ini masih tinggal di lokasi penampungan atau menempati lahan milik pemerintah, TNI, maupun warga lokal. “Sebagai Pemerintah Kabupaten Kupang kami rasa senang dan berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Kementerian ATR/BPN sehingga pembangunan rumah sebanyak 2.100 unit ini menjadi salah satu solusi terhadap warga eks Timtim untuk mendapatkan rumah yang layak dan sah,” lanjutnya.

Sertipikat hasil Redistribusi Tanah dan bangunan rumah ini telah diserahkan secara bertahap. Hingga detik ini, jumlah sertipikat berikut unit rumah yang telah diserahkan mencapai 1.904 dari 2.100 sertipikat. “Tidak diserahkan sekaligus karena sesuai dengan fakta di lapangan, ada beberapa rumah yang rusak akibat pergeseran tanah dan hujan sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu. Rumah ini harus menjadi solusi, bukan menimbulkan masalah baru,” jelas Yosef Lede.

Pembagian rumah dilakukan secara proporsional, yakni 60% untuk warga eks pejuang Timtim dan 40% untuk warga lokal, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi masyarakat yang menghibahkan tanahnya. “Rumah bagi warga eks pejuang Timtim ini memang prioritas, tapi karena tanah yang digunakan merupakan milik warga lokal, maka ada kesepakatan agar sebagian rumah juga diberikan kepada warga setempat yang belum memiliki tempat tinggal,” terang Bupati Kupang.

Program redistribusi tanah dan penyediaan rumah bagi warga eks Timtim ini merupakan langkah bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah NTT. Sebagai salah satu saksi perjuangan penyelesaian masalah ini, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi NTT, Fransiska Vivi Ganggas, menceritakan bahwa ketika warga eks Timtim memilih bergabung dengan Indonesia, mereka tidak mendapatkan lahan untuk tinggal sehingga harus mengokupasi berbagai lokasi yang bisa dihuni, baik yang layak maupun tidak layak.

“Mereka memilih Indonesia, bergabung ke Indonesia. Sayangnya mereka tidak ada tempat. Mereka masuk, okupasi di semua tempat yang bisa, baik tempat yang tidak layak maupun tempat yang layak,” tutur Fransiska Vivi Ganggas mengisahkan masa lalu.

Menurutnya, lokasi program Redistribusi Tanah di Kabupaten Kupang merupakan tanah bekas HGU yang telah ditetapkan sebagai Tanah Cadangan Umum Negara (TCUN) dan kemudian menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Melalui kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Kabupaten Kupang, tanah tersebut dibagikan kepada 2.100 keluarga penerima manfaat.

“Jadi itu satu paket, tanah dan rumah. Satu-satunya yang pernah terjadi cuma di situ, tanah dan rumah untuk 2.100 warga, berikut sertipikatnya. Tanah, rumah, sertipikat, tiga hal itu satu paket. Ini baru terjadi selama NTT berdiri sejak mereka masuk menjadi warga Indonesia,” ungkap Fransiska Vivi Ganggas.

Kepala Kanwil BPN Provinsi NTT menyampaikan harapannya agar paket lengkap tanah, rumah, dan sertipikat ini benar-benar menjadi fondasi yang memungkinkan warga eks pejuang Timtim membangun kehidupan yang lebih baik, stabil, dan berkelanjutan di tempat tinggal barunya.(Nan)

Pantai Mariadei Saksi Refleksi: Imran Umasangaji Pesan Persatuan Abadi bagi Keluarga Rantau Muslim Maluku-Maluku Utara

SERUI -(deklarasinews.com)- Di bawah hembusan angin sepoi-sepoi yang menari bersama daun kelapa, Pantai Mariadei di Kampung Katuapi menjadi panggung suci bagi Kerukunan Muslim Maluku-Maluku Utara (KKM-Malmalut) Kabupaten Kepulauan Yapen. Pada Minggu (28/12/2025), ratusan warga kerukunan ini menggelar pertemuan kunci tahun sekaligus refleksi akhir 2025, menyatukan semangat kekompakan di tengah keindahan pantai yang memukau—hanya 5-10 menit dari pusat Kota Serui, dapat ditempuh motor atau mobil, di ujung jembatan penyeberangan sepanjang 100 meter lebih.Pilihan lokasi ini bukan semata strategi bijak pengurus, melainkan undangan alam untuk merangkul jiwa.

Laut biru jernih berbisik rahasia ketenangan, sementara ombak riak menyanyikan lagu persaudaraan. Di sini, KKM-Malmalut tak hanya mengkonsolidasikan program kerja tertunda 2025, tapi juga mempromosikan mutiara wisata Kepulauan Yapen kepada masyarakat luas—mengajak rapat keluarga atau liburan santai di tempat yang begitu dekat dan memesona.

Dalam sambutanya  , Ketua Umum KKM-Mal Malut Imran Umasangaji melukis visi persatuan dengan kata-kata yang menggetarkan: kegiatan akhir tahun seperti ini rutin dilakukan untuk evaluasi, silaturahmi akbar, dan refleksi.

“Kami pilih pantai agar jiwa lelah setahun sibuk bisa bernapas lega, membawa udara baru agar tak jenuh,” ujarnya kepada media.

Ia menekankan, Pantai Mariadei bukan hanya venue rapat, tapi panggilan untuk menikmati wisata lokal bersama keluarga, memperkenalkan keindahannya agar jadi agenda libur masyarakat.

Gambaran umum KKM-Malmalut sungguh menginspirasi: persatuan solid seperti akar beringin yang saling menguatkan, semangat kekeluargaan anak rantau yang erat bagai saudara kandung sendiri. Di tengah kesibukan masing-masing, pengajian Jumat malam dan Majelis Ta’lim Khumaira tetap lancar, gotong royong menyala dalam hajatan suka-duka. “Saya bangga pada warga Muslim Maluku-Maluku Utara yang kompak bahu-membahu,” tegas Imran.

Motto mereka, “Mati-matian asal yang penting hidup,”

Melambangkan ikatan tak tergoyahkan: apapun badai, mereka bersatu saling bantu.Imran berpesan agar seluruh warga di Serui dan sekitarnya jaga kebersamaan, bahu-membahu dalam suka duka, serta bangun hubungan harmonis antar suku, ras, dan agama.

Harapannya, 2026 membawa berkah melimpah, menjaga keamanan serta ketertiban di mana pun berada—bukti nyata bagaimana kerukunan ini menjadi mercusuar persatuan di tanah Yapen.

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Jalan akses Marunda BKT, Bau Menyengat dan Pencemaran Lingkungan

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Warga di Jalan Akses Marunda  BKT Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara kembali mengeluhkan tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk dan menjadi masalah serius pada pantauan Minggu (28/12/2025).

Meskipun tempat tersebut telah disegel oleh pemerintah daerah, sampah-sampah itu tetap tidak dibuang, menimbulkan bau menyengat dan pencemaran lingkungan.

“Saya heran kenapa sampah di sana dibiarkan saja tidak dibuang. Lalat banyak dan baunya semakin menyengat, bahkan sekarang genangan air sehabis hujan jadi bau di sekitar sana,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain bau yang mengganggu, tumpukan sampah yang terkena hujan menyebabkan lumpur dan air kotor mencemari lingkungan sekitar, menambah keresahan warga. Selain itu unggas warga juga banyak mati dikarenakan efek dari tercemarnya lingkungan warga.

Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, diatur bahwa tempat pemrosesan akhir sampah harus aman bagi manusia dan lingkungan.

Undang-undang ini juga menyebutkan bahwa orang yang terkena dampak negatif dari kegiatan penanganan sampah berhak mendapatkan kompensasi.

Selain itu, Pasal 374 dalam Undang-Undang tentang Pencemaran Lingkungan mengatur bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan hidup dapat dikenai pidana penjara atau denda.

Warga berharap pemerintah Jakarta Utara dan daerah segera mengambil tindakan untuk membersihkan sampah yang menumpuk, di jalan akses marunda BKT dan memberikan saksi mengingat dampaknya yang merugikan kesehatan dan kenyamanan lingkungan. (SW)

 

Layanan Pertanahan Buka di Libur Nataru, Masyarakat: Sangat Membantu Sekali

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Pemanfaatan layanan pertanahan yang tetap dibuka selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Hendrawan (60), warga Jakarta Barat yang datang bersama istrinya Rosana (60) ke loket layanan informasi Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat. Mereka sengaja datang untuk mencari informasi terkait pengurusan hak atas tanah.

“Pelayanan seperti ini betul-betul sangat membantu sekali, terutama bagi kami yang bekerja. Sulit mencari waktu di hari kerja, jadi adanya layanan di hari libur dan akhir pekan ini luar biasa sekali. Pelayanan seperti ini betul-betul saya secara pribadi sangat mengapresiasi,” ujar Hendrawan saat ditemui di Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, Jumat (26/12/2025).

Hendrawan mengetahui informasi bahwa layanan pertanahan tetap buka saat libur Nataru melalui pencarian di internet. Awalnya ia ragu soal Kantor Pertanahan tetap beroperasi kala libur, namun setelah menemukan adanya layanan PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan) serta layanan di hari libur, ia merasa sangat terbantu.

Menurutnya, layanan pertanahan di luar hari kerja sangat bermanfaat bagi para pekerja yang memiliki keterbatasan waktu. Selama ini, ia kerap mengalami kesulitan jika perlu mengurus administrasi di hari kerja karena harus meninggalkan pekerjaan dan berpotensi mengganggu produktivitas.

“Kalau antre di hari biasa, bisa setengah hari baru selesai. Itu kadang membuat kami seperti tidak produktif di mata pemberi kerja. Makanya pelayanan di akhir pekan atau hari libur seperti ini sangat membantu sekali,” jelas Hendrawan.

Ia juga menilai, dengan layanan di hari libur, masyarakat menjadi lebih berani dan nyaman untuk mengurus sendiri keperluan pertanahan tanpa harus melalui pihak lain. Hendrawan dan sang istri datang langsung ke Kantor Pertanahan untuk menambah pengetahuan terkait proses pengurusan hak atas tanah. “Kami ingin punya pengalaman sendiri, tidak selalu mengandalkan pihak lain. Jadi wawasan kami juga bertambah,” ucap Hendrawan.

Tak jarang, masyarakat yang mengurus administrasi pertanahannya masih menggunakan jasa pihak ketiga karena adanya citra BPN yang masih kurang baik di mata masyarakat. Terkait hal ini, Hendrawan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kesan negatif.

“Menurut saya ini sudah luar biasa. Dipertahankan saja sudah sangat bagus. Kalau pelayanannya bisa di hari Sabtu atau hari libur, kami sebagai karyawan jadi lebih berani mengurus sendiri,” ungkap Hendrawan.

Selama libur bersama Natal pada 25-26 Desember kemarin, Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia tetap membuka layanan. Layanan tersebut meliputi pemberian informasi terkait pengurusan administrasi pertanahan, penerimaan pendaftaran layanan dalam rangka pemeliharaan data pertanahan, serta penyerahan produk layanan berupa sertipikat yang telah selesai diproses. Masyarakat juga dapat mengakses layanan yang sama saat libur tahun baru 1 Januari 2026, dengan jam operasional pukul 09.00 hingga 12.00 waktu setempat.

Kawal Pembangunan Daerah, Forwat Gelar Refleksi Akhir Tahun 2025

PANDEGLANG  -(deklarasinews.com)- Forum Wartawan Tangerang (Forwat) gelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk Bersama Insan Media Mengawal Pembangunan Daerah di Vila Hijau, Pandeglang, Banten, Jumat hingga Minggu, (26–28/12/ 2025)

Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi, penguatan solidaritas, sekaligus penegasan komitmen insan media untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Refleksi akhir tahun diikuti oleh para jurnalis yang tergabung dalam Forwat. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, para wartawan saling berbagi pengalaman lapangan, bertukar gagasan, serta membahas tantangan jurnalistik yang dihadapi sepanjang tahun 2025.

Ketua Forwat, Andi Lala, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda akhir tahun, melainkan momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan antarinsan media.

“Refleksi akhir tahun ini kami bangun dalam suasana kekeluargaan. Dari sinilah kekuatan Forwat tumbuh, saling menguatkan, saling mengingatkan, dan tetap satu barisan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Forwat akan terus eksis dan konsisten menjalankan perannya sebagai wadah wartawan yang aktif mengawal pembangunan daerah, bukan hanya di ruang diskusi, tetapi langsung di lapangan.

“Keberadaan Forwat bukan sekadar nama organisasi. Kami akan tetap terus turun ke lapangan, menyerap aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, dan memastikan pembangunan daerah berjalan,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi, wartawan dituntut untuk tetap menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme. Kehadiran media di lapangan menjadi kunci agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan dapat dipercaya.

Rangkaian kegiatan refleksi akhir tahun ini diisi dengan diskusi, tukar gagasan, serta penguatan kapasitas wartawan. Forum ini juga menjadi ruang konsolidasi agar solidaritas dan kekompakan antaranggota Forwat semakin solid ke depan.

Melalui Refleksi Akhir Tahun 2025, Forwat menegaskan komitmennya untuk terus hadir, eksis, dan berperan aktif sebagai mitra kritis pembangunan daerah, sekaligus menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi yang berpihak pada kepentingan publik.