Perayaan Idul Adha 1447 H, PSMTI Kabupaten Peswaran Bagikan Sembako Kepada Masyarakat

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Pesawaran salurkan 70 paket sembako untuk warga kurang mampu di Dusun Penengahan Desa Gedung Tataan Kecamatan Gedong Tataan. Kamis, (28/5/2026).

Ketua PSMTI Kabupaten Pesawaran, Dharmawan mengatakan jika dihari raya Idul Adha tahun ini PSMTI membagikan paket sembako yang berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg telur, 1 kg gula dan 10 bungkus mie instan.

“PSMTI Kabupaten Pesawaran membagikan 70 paket sembako untuk warga kurang mampu, dan bantuan ini dari keluarga Aming dan Acu (Owner Senaya Beach) Kalianda,” Ujar Dharmawan.

Bantuan paket sembako diserahkan langsung oleh Wakil Bidang Sosial PSMTI Kabupaten Pesawaran Iwan Tanaka.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi dan bermanfaat bagi penerimanya,” Ucapnya.

Salah satu warga penerima bantuan Ngadini sangat mengapresiasi kegiatan sosial yang selalu diadakan oleh PSMTI Kabupaten Pesawaran.

“Saya sangat berterimakasih kepada PSMTI Kabupaten Pesawaran yang sudah peduli kepada kami khususnya masyarakat kurang mampu,” Katanya.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga Aming dan Acu yang telah membantu kami,” Pungkasnya.(Dedi)

Momentum Iduladha 1447 H, DKM Al Iman Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Iman Perum Bumi Puspa Kencana, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung melaksanakan prosesi penyembelihan hewan qurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis 28 Mei 2026.

Pelaksanaan qurban yang berlangsung di lingkungan Masjid Al Iman tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Tahun ini, panitia qurban Masjid Al Iman berhasil menghimpun dan menyembelih sebanyak 11 ekor sapi, 5 ekor kambing, serta 2 ekor domba yang berasal dari para pequrban dan jamaah.

Sejak pagi hari, panitia qurban bersama masyarakat sekitar tampak bergotong royong mempersiapkan proses penyembelihan hingga pengemasan daging qurban untuk didistribusikan kepada warga yang berhak menerima.

Ketua DKM Al Iman Gedong Meneng Rajabasa Bandar Lampung, Dr. Triono, M.I.P., mengatakan bahwa momentum Iduladha menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah dan masyarakat.

“Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Alhamdulillah, tahun ini semangat berqurban jamaah Masjid Al Iman terus meningkat. Ini menunjukkan tingginya rasa kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan qurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, namun juga menjadi momentum memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa solidaritas antarwarga.

“Kami berharap kegiatan qurban ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan Masjid Al Iman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Qurban Masjid Al Iman, Dr. Sudrajat, S.E., M.Acc., Akt., CA., CPA., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, pequrban, serta masyarakat yang telah ikut berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan qurban tahun 1447 Hijriah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan penyembelihan hewan qurban tahun ini berjalan dengan baik dan lancar berkat kerja sama seluruh panitia dan dukungan jamaah. Sebanyak 11 sapi, 5 kambing, dan 2 domba telah disembelih dan insyaallah daging qurban akan didistribusikan secara merata kepada masyarakat yang berhak menerima,” katanya.

Ia menjelaskan, proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan tetap memperhatikan kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan sekitar.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari penyembelihan, pencacahan, hingga pendistribusian daging qurban dilakukan secara profesional, amanah, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat begitu kuat selama pelaksanaan kegiatan. Para panitia, pemuda masjid, hingga warga sekitar bahu-membahu membantu proses qurban dengan penuh semangat dan kekeluargaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan qurban tersebut, DKM Al Iman berharap nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi keberkahan bagi seluruh jamaah dan warga sekitar.

Usai Makan Korban Jiwa, Warga Panaragan Jaya Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang, Pejabat Disebut Tak Tampak Melayat

TUBABA -(deklarasinews.com)- Suasana duka masih menyelimuti kediaman almarhum Karim, korban kecelakaan tunggal yang diduga terjadi akibat jalan berlubang di depan PONED Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Kamis (28/5/2026).

Almarhum diketahui merupakan warga Bujung Tenuk RK 2 RT 2, Menggala Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, yang berdomisili di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tubaba.

Di rumah duka, keluarga dan warga tampak larut dalam kesedihan saat prosesi pemakaman berlangsung. Korban dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB dengan dihadiri masyarakat sekitar dan kerabat almarhum.

Kepalo Tiyuh Gunung Katun Malay, Saidan, membenarkan prosesi pemakaman tersebut. Namun, ia mengaku tidak melihat kehadiran pejabat pemerintah daerah maupun perwakilan kecamatan dalam prosesi duka tersebut.

“Almarhum sudah dimakamkan sekitar jam 10 pagi. Warga yang melayat ramai. Kalau pejabat yang hadir, saya sendiri sebagai kepalo tiyuh. Untuk camat maupun perwakilan dari kabupaten, setahu saya tidak terlihat hadir,” ujar Saidan.

Ia juga mengungkapkan kondisi istri dan anak korban yang disebut masih mengalami trauma pascakejadian.

“Anak laki-laki almarhum tadi ikut mengazankan ayahnya di kuburan. Kondisinya tentu masih memprihatinkan,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Tubaba disebut telah mendatangi keluarga korban untuk keperluan pendataan.

“Kalau dari pihak lantas, Pak Sukiman sudah meminta data diri almarhum seperti KTP dan KK,” tambah Saidan.

Peristiwa tragis tersebut memicu reaksi warga sekitar. Sehari setelah kecelakaan maut itu terjadi, masyarakat bersama aparat Kelurahan Panaragan Jaya berinisiatif melakukan penambalan jalan berlubang di lokasi yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

Warga secara swadaya membeli material berupa batu, pasir, dan semen untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak. Penambalan dilakukan di sejumlah titik dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.

Lurah Panaragan Jaya, Sar’aini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Ini murni inisiatif kami bersama warga. Kami patungan membeli material seperti batu, pasir, dan semen lalu dikerjakan gotong royong. Saya juga sudah menghubungi beberapa toko bangunan di sekitar jalan agar ikut membantu, dan mereka bersedia,” ujar Sar’aini.

Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk dirinya sendiri.

“Ini wilayah kita dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawatnya. Saya pribadi juga setiap hari melintas di jalan itu,” lanjutnya.

Meski demikian, aksi swadaya warga tersebut justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai perbaikan jalan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui instansi terkait, bukan semata dibebankan kepada warga setelah jatuhnya korban jiwa.

Warga menyoroti kondisi jalan yang disebut telah lama rusak namun belum mendapatkan penanganan serius. Ironisnya, penambalan baru dilakukan secara gotong royong setelah seorang warga meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi tersebut.

“Kalau warga bisa bergerak cepat menutup lubang jalan dengan dana swadaya, lalu di mana peran pihak yang memiliki kewenangan dan anggaran?” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kegiatan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai rencana perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut maupun evaluasi terhadap kondisi infrastruktur jalan di kawasan Panaragan Jaya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kerusakan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat yang setiap hari melintas di atasnya. (Mar)

Pesan Mendalam di Balik Kurban Kiyai Jamak: Taat, Ikhlas, dan Peduli Sesama

PALEMBANG –(deklarasinews.com) – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali dimanfaatkan Direktur Utama PT Pengamanan Anak Bangsa (PAB), H. Jamak Udin, SH untuk berbagi kepada masyarakat melalui ibadah kurban. Tradisi tahunan tersebut rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada sesama.

Pada Idul Adha tahun 2026 ini, pria yang akrab disapa Kiyai Jamak tersebut menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing. Selain itu, panitia juga menyiapkan sebanyak 120 kupon pembagian daging kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar, anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta anggota dan karyawan PT PAB.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di kawasan Jalan Nila Kandi, Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu (27/5/2026). Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai proses pelaksanaan kurban yang turut melibatkan warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kiyai Jamak menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan semata, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi umat Islam.

Menurutnya, makna pertama dari ibadah kurban adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada Allah SWT. Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih putranya menjadi simbol kepatuhan total seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Kurban mengajarkan bahwa cinta dan ketundukan kepada Allah harus berada di atas segalanya. Kita belajar untuk ikhlas mengorbankan sesuatu yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah,” ujar Kiyai Jamak.

Ia juga menuturkan bahwa kurban merupakan sarana untuk menumbuhkan nilai pengorbanan dan keikhlasan. Hewan yang dikurbankan merupakan sesuatu yang bernilai bagi pemiliknya, sehingga ibadah ini melatih seseorang untuk melepaskan sifat egois dan kikir.

“Yang dinilai Allah bukan hanya dagingnya, tetapi ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang berkurban,” tambahnya.

Selain itu, ibadah kurban juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin dan kaum dhuafa, dinilai mampu mempererat solidaritas sosial dan menghadirkan kebahagiaan bersama di hari raya.

“Kurban bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga momentum berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Kiyai Jamak menyebut bahwa ibadah kurban juga menjadi simbol pembersihan diri dari berbagai sifat buruk seperti keserakahan, kesombongan, iri hati, dan egoisme. Melalui kurban, umat Islam diingatkan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan, kata “kurban” sendiri berasal dari bahasa Arab qurban yang berarti mendekat. Dengan berkurban, umat Islam diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ketakwaan dan amal ibadah.

“Secara garis besar, Idul Adha mengajarkan tiga hal utama, yaitu taat, ikhlas, dan berbagi,” ungkapnya.

Kiyai Jamak berharap kegiatan kurban yang dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat membawa keberkahan, kesehatan lahir dan batin, serta semakin melapangkan rezeki sehingga ke depan dapat terus meningkatkan jumlah hewan kurban dan penerima manfaatnya.(Ning)

Tegas, Lurah Kupang Kota Bantah Ada Perintah Pungli

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com) – Lurah Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Muhammad Husin, membantah telah memerintahkan ketua RT memungut uang dari warga penerima bantuan beras dan minyak goreng program Pemerintah Kota Bandar Lampung.

“Saya tidak minta uang kepada para RT untuk biaya bongkar beras dan minyak dari truk ke kantor kelurahan,” kata Husin, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Husin, proses penurunan bantuan dilakukan oleh petugas yang dibawa pihak pengirim. Ia menyebut terdapat tiga pekerja yang bertugas menurunkan beras dan minyak goreng tersebut.

“Mereka membawa tiga orang kuli untuk menurunkan beras dan minyak itu. Supaya cepat, saya minta bantuan Linmas dan warga sekitar,” ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah warga RT 19 dan RT 20 Kelurahan Kupang Kota mengaku dimintai uang Rp20 ribu saat mengambil bantuan beras dan minyak goreng dari Pemerintah Kota Bandarlampung. Uang itu disebut untuk biaya bongkar muat.

Ketua RT 20 Kelurahan Kupang Kota, Titing Nuraini, mengatakan pemberian uang kepada panitia tidak bersifat wajib. Menurut dia, warga tetap menerima bantuan meski tidak memberikan uang.

“Ada warga yang bertanya, ‘ini gratis ya?’ Saya jawab gratis. Tapi kalau mau membantu beli air mineral dan gorengan boleh,” kata Titing.

Ia menjelaskan, dari sumbangan sukarela warga terkumpul Rp120 ribu. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada panitia yang membantu menurunkan bantuan.

“Duitnya saya serahkan ke panitia yang ngangkat-ngangkat itu untuk beli gorengan dan air mineral,” ujar dia (Red)

Sambut Hari Raya Idul Adha 2026, Hipakad Lampung Laksanakan Qurban

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)– Hari Raya Idul Adha atau ibadah qurban 1447 H jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Pemerintah menetapkan hari tersebut sebagai libur nasional, diikuti dengan cuti bersama pada hari Kamis, 28 Mei 2026.

Hipunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Provinsi Lampung melakukan pemotongan hewan qurban, diantaranya satu (1) ekor sapi dan satu (1) ekor kambing di sekretariat jalan Way Sekampung nomor 33 Kelurahan Pahoman Kecamatan Enggal Kota Bandar Lampung, Rabu (27/5/2026).

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Provinsi Lampung Wahyu Widiyatmiko, S.H, M.H, C.PM mengatakan, Perayaan Idul Adha 2026 menjadi momen penting untuk ibadah dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Daging qurban disalurkan kepada tiga golongan utama, yakni fakir miskin, kerabat dan tetangga sekitar, serta orang yang berkurban itu sendiri.

Menurutnya, Hari raya Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, bukan pula hanya momentum penyembelihan hewan kurban semata. Idul Adha adalah momentum untuk merefleksikan diri tentang pengorbanan, keikhlasan, ketundukan kepada Allah, dan yang tidak kalah penting adalah membangkitkan empati sosial terhadap kaum dhuafa dan masyarakat miskin.

“Di momen hari raya idul adha ini Kami berharap tahun depan mampu melaksanakan qurban lagi dan dapat bermanfaat untuk lebih banyak orang,” jelasnya.

“Hari raya idul adha juga mengenang sejarah kisah Nabi ibrahim dan Nabi ismail sebagai cermin keimanan. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menunjukkan ketaatan tanpa syarat. Dan Nabi Ismail ‘Alaihissalam menunjukkan kesabaran tanpa batas,” pungkasnya (Red)

 

Simfoni Kurban: Harmoni PT Sarana Global Quarry di Banjar Agung

LAMTIM –(deklarasinews.com)– Gema takbir Iduladha 1447 Hijriah baru saja mereda di langit Desa Banjar Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, Rabu (27/5/2026).

Namun, kehangatan di pelataran Masjid Miftahul Huda justru baru dimulai saat satu ekor sapi kurban diserahkan oleh Hairul Mukmin, pelaku usaha dari PT Sarana Global Quarry.

Momentum ini mengubah suasana hari raya kurban menjadi lebih dekat dan nyata, jauh dari kesan seremonial yang kaku.

Bagi Hairul Mukmin, atau yang akrab disapa Ilung, kurban ini bukan sekadar agenda tahunan.

Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus ungkapan syukur atas kelancaran usaha perusahaan.

Di tengah tren kepedulian yang sering kali hanya ramai di media sosial, kehadiran perusahaan di lapangan terasa lebih tulus tanpa drama pencitraan yang berlebihan.

“Semoga Iduladha ini menjadi jalan mempererat kekeluargaan, silaturahmi, dan hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat,” ujar Bang Hairul.

Baginya, harta yang paling berarti bukanlah yang ditumpuk, melainkan yang dilepaskan untuk dibagikan kepada sesama yang membutuhkan.

Suasana di lapangan merekam hilangnya sekat pembatas antara pihak perusahaan dan warga desa.

Warga dan perwakilan PT Sarana Global Quarry berdiri berdampingan, bekerja sama menyiapkan prosesi penyembelihan dengan penuh kehati-hatian.

Belasan pria bahu-membahu mengoordinasikan tali dan bambu di atas hamparan serbuk kayu agar proses berjalan khidmat.

Candaan khas warga sesekali pecah di tengah peluh yang menetes, mencairkan suasana riuh pagi itu.

Kehadiran perusahaan menjadi simbol bahwa mereka tidak hanya menjalankan aktivitas alat berat siang dan malam, tetapi juga ikut hidup dan menjaga harmoni sosial bersama masyarakat sekitar.

Apresiasi datang dari para tokoh masyarakat Banjar Agung yang melihat kegiatan ini sebagai penguat hubungan kekeluargaan.

Mereka berharap kolaborasi semacam ini tidak berhenti pada momentum hari raya saja, tetapi terus berlanjut demi kemajuan desa.

“Kami berharap PT Sarana Global Quarry semakin sukses dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar. Semoga hubungan baik seperti ini terus terjaga,” ungkap salah satu tokoh masyarakat dengan nada tulus.

Keharmonisan tersebut berlanjut hingga malam hari di dalam ruang masjid yang teduh.

Warga dan pihak perusahaan duduk bersila membentuk lingkaran besar, menikmati hidangan sederhana berupa nasi kotak dalam suasana kekeluargaan.

Momen ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak harus mewah atau penuh slogan di spanduk pinggir jalan.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan di bawah temaram lampu masjid.

Mereka merapal doa untuk keselamatan, keberkahan usaha PT Sarana Global Quarry, serta kemajuan masyarakat Desa Banjar Agung agar terus hidup rukun dan sejahtera dalam kebersamaan.(Red)

Usai Salat Id, Warga GAN Pagaralam Bahu Membahu Potong Hewan Kurban

PAGARALAM –(deklarasinews.com)– Berkaca dan bercermin dengan perjuangan dan keikhlasan nabi Ibrahim A.S lebaran Idul Adha 1447 Hijriyah, bertepatan dengan Rabu (27/05) 2026 warga Perumnas Gerilya Abdi Negara’ (GAN) Kelurahan Selibar Kecamatan Pagaralam Utara kembali bisa berbagi daging hewan  kurban. Warga bahu membahu melakukan pemotongan hewan kurban usai pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Al-Muhajirin. Lebaran Idul Adha kali ini panitia kurban menyembelih 7 ekor sapi  (termasuk bantuan gubernur 1 ekor ) dan 1 ekor kambing.

Panitia kurban Yudi Hattami didampingi Suwarno kepada media ini di lokasi menuturkan,ada 8 ekor hewan kurban yang diterima  dengan rincian 1 ekor kambing dan 7 ekor sapi. ‘Alhamdulillah  sebanyak 8 ekor hewan kurban kita potong yang dagingnya dibagikan kepada warga.”jelasnya.

Pemotongan hewan kurban dilakukan panitia dibantu warga.

Dilanjutkan Suwarno, pemotongan dan pembagian daging kurban tuntas bertepatan setelah  sholat Dzuhur.” Sesuai rencana  setelah Sholat  Dzuhur pekerjaan kita selesai.”katanya.

Pada kesempatan ini dia juga tak lupa berterimakasih kepada pihak pengurban yang telah mempercayakan pengurusan dan pembagian daging kurban kepada panitia.._”mudah mudahan Idul Adha mendatang  masih dan tetap ada warga yang berkurban,seraya berharap apa yang dilakukan hari ini makin mempererat silaturahmi .” tuturnya.

Sementara Yudi Hattami menambahkan,daging hewan kurban dibagikan kepada warga. ‘pemandangan membaurnya  warga mulai dari anak anak,remaja dan orang tua  pertanda gotong royong di masyarakat tetap terjaga.”urainya.

Menariknya,bagi ibu ibu bertugas menyediakan makanan alakadarnya yang dibawa dari rumah selain juga menyediakan santap siang yang dinikmati bersama usai sholat Dzuhur

Sebelumnya,pukul 07.00 WIB warga GAN melaksanakan sholat sunat Idul Adha di Mesjid Al – Muhajirin .(Rep)

Konten Kreator Muda Asal Pesawaran “Omped Visual” Serahkan Satu Ekor Sapi Kurban ke Mushola Khidmatul Umaah

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Perayaan Hari raya Idul Adha 1447 H. Banyak masyarakat yang mampu secara ekonomi  untuk menyembelih hewan kurban, hal ini selain mencontoh ketaatan Nabi Ibrahim AS, saat dirinya rela menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail AS atas perintah Allah. Namun diganti dengan domba. Kisah ini menjadi pengingat agar kita selalu bersyukur dan berbagi sedikit rejeki yang telah di dapat.

Salah satu konten kreator muda Al Farid Ramadhani atau yang dikenal sebagai “Omped”, pada hari raya Idul Adha tahun ini dirinya kembali ikut berkurban satu Ekor sapi dengan bobot hampir setengah ton.

Hewan kurban tersebut diserahkan ke Mushola Khidmatul umaah Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan, dan diterima langsung oleh ustadz Yono selaku ketua pembina mushola.

Omped saat diwawancarai mengatakan bahwa ini adalah tahun kedua dirinya berkurban sapi, yang nantinya dagingnya akan diberikan kepada warga sekitar.

“Inti dari perayaan ini, Karena tujuan utama kurban memang buat menyebarkan kebaikan dan meringankan beban orang lain,” Ujarnya. Rabu, (27/5/2026).

Lebih lanjut dia mengatakan, qurban ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus syukur atas rezeki yang diterima selama ini.

“Insyaallah setiap tahun. Mudah-mudahan rejeki di lancarkan Allah, jadi tahun depan kita dapat berbagi dan dapat berkurban kembali. Amin….,” Katanya.

Sementara itu, Man salah satu panitia penyembelih, atau amil kurban mengatakan, ada 4 ekor sapi yang diserahkan ke Mushola Khidmatul umaah, dari ke empat sapi tersebut sapi milik konten kreator omped Visual yang bobotnya paling berat.

“Ya…, ini sapi milik omped. Beratnya lebih dari 350 kg, dan berat dagingnya kira-kira 120 kg. kalo sapi ada 4 yang akan kita sembelih,” Pungkasnya.(Dedi)

Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Siapkan Ribuan Paket Daging Kurban untuk Warga Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026, Panitia Kurban Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo Palembang memastikan persiapan pelaksanaan salat Iduladha hingga penyembelihan hewan kurban telah hampir rampung.

Hingga Selasa siang (26/05/2026), jumlah hewan kurban yang telah terkonfirmasi mencapai 12 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah menjelang pelaksanaan penyembelihan yang dijadwalkan berlangsung usai salat Iduladha pada Rabu (27/05/2026).

Sekretaris Panitia Salat Iduladha, Romi Syaiful, melalui Hari Sunanda selaku Kepala Pembagian Daging Kurban, mengatakan bahwa hewan kurban yang diterima berasal dari sejumlah pejabat, instansi, tokoh masyarakat, hingga warga umum.

Beberapa nama yang tercatat menyerahkan hewan kurban di antaranya Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, Bank Sumsel Babel, serta tokoh masyarakat seperti H Umar bin H. Halim dan masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dan para pejabat tahun ini cukup tinggi. Jumlah hewan kurban masih berpotensi bertambah hingga hari pelaksanaan,” ujar Hari Sunanda saat ditemui wartawan.

Untuk pendistribusian daging kurban, panitia telah menyiapkan sekitar 2.000 lembar kupon pembagian paket daging. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 hingga 800 kantong daging diprioritaskan terlebih dahulu bagi warga di dua kelurahan sekitar masjid, yakni Kelurahan 18 Ilir dan 19 Ilir.

Menurut panitia, langkah tersebut dilakukan agar distribusi daging kurban dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat di lingkungan sekitar Masjid Agung.

“Kami memprioritaskan warga di sekitar masjid agar proses pembagian daging berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran,” katanya.

Pada pelaksanaan kurban tahun ini, panitia juga melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional dan bersertifikat untuk memastikan proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam serta standar kebersihan dan kesehatan.

Selain fokus pada pelaksanaan kurban, panitia juga telah menyelesaikan berbagai persiapan untuk salat Iduladha. Salat Iduladha nantinya akan dipimpin oleh ulama kharismatik Palembang, Kgs Abdul Rasyid Siddiq sebagai imam, sementara khotib Iduladha akan disampaikan oleh Ki Kgs H. M. Husni Thamrin.

Demi menjaga kenyamanan jamaah, panitia juga telah mengatur posisi salat dengan konsep pemisahan jamaah laki-laki di bagian depan dan jamaah perempuan di bagian belakang area salat.

Panitia mengimbau masyarakat Palembang untuk datang lebih awal guna menghindari kepadatan jamaah. Warga juga disarankan mengambil wudhu dari rumah serta mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia.

“Silakan datang lebih awal, ambil wudhu dari rumah, dan ikuti aturan yang sudah ditetapkan panitia. Kami juga mengimbau jamaah agar berada di area dalam pagar Masjid Agung, karena panitia hanya mengatur area tersebut. Hal ini penting untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan selama pelaksanaan salat,” tutupnya.

Pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Palembang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. (Ning)