Bongkar Gereja GBGP Perea, Forum Peduli Pembangunan Saweru Datangi DPRD Yapen, Tagih Janji Iman Bupati Yapen.

KEP. YAPEN  – (deklarasinews.com)- Forum Peduli Pembangunan Pulau Saweru (FPPPS) datangi kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen senin 12/04/2021, guna menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para anggota DPRD Yapen, ungkap Ketua Forum Melkisedek Waromi, Serui, 12/04/2021.

Kedatangan warga Saweru Kepulauan Yapen ke kantor DPRD Yapen pada Senin 12 april 2021 sekitar jam 10.20an WIT, diterima langsung anggota DPRD Yapen. Sekelompok warga Saweru yang menamakan diri Forum Peduli Pembangunan Pulau Saweru (FPPPS) ini diterima pertemuan yang berlangsung di lantai 2 Kantor DPRD Yapen.

Hadir menerima kedatangan warga Saweru yang mengklaim diri Forum Peduli Pembangunan Pulau Saweru (FPPPS) ini, diterima oleh Ketua Komisi 1 Yunus Lodwik Waimuri, Ketua Komisi 2 Adei Banua, Sekretaris Komisi 3 Eko Susilo mewakili pimpinan DPRD Yapen serta anggota dewan lainnya.

Kepada pimpinan DPRD Yapen dan anggota dewan, perwakilan forum menyerahkan aspirasi setebal 6 lembar yang berisi uraian pernyataan sikap aspirasi atas nama  Forum Peduli Pembangunan Pulau Saweru (FPPPS).

Ketua Komisi 2 Adei Banua selaku pimpinan rapat, langsung membacakan aspirasi warga Saweru yang diserahkan kepada anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Yapen hingga tuntas.

Menurut aspirasi forum yang disampaikan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Toni Tessar dan Frans Sanadi pada periode pertama hingga periode kedua ini banyak memberikan janji-janji politik yang hingga periode pertama selesai dan saat ini mengakiri periode kedua juga belum ditepati bahkan terealisasi.

Kepada media, Ketua Forum Peduli Pembangunan Pulau Saweru (FPPPS), Melkisedek Waromi menyampaikan bahwa ada 4 poin janji-janji politik yang disampaikan yaitu pembangunan jalan lingkar pulau Saweru, pembangunan listrik masuk kampung, pembangunan jembatan penyebarangan babo 2, serta Pemekaran Distrik Saweru terpisah dari Kepulauan Ambai ungkapnya.

Menurut Waromi, bahwa selain janji-janji politik diatas, janji iman yang hingga memasuki bahkan akan berakhir periode kedua ini juga, Bupati belum tepati yaitu pembongkaran gedung gereja GBGP di Kampung Pereap dengan eksevator yang tak kunjung dibangun kembali tegasnya.

Akibat pergusuran jalan, perintah pembongkaran gereja GBGP Rechi Pereap oleh Bupati yang janji iman akan dibangun kembali namun hasilnya sekarang swadaya jemaat tengah membangun kembali tanpa ada bantuan pemerintah.

Pintanya, pemerintah segera menggantikan seluruh biaya yang diakibatkan pekerjaan jalan tersebut urainya, bahkan dalam pernyataan sikap yang disampaikan atas nama masyarakat 5 kampung Saweru, Umani, Nuniande, Perea, Dorau.

Bahkan pada poin 3 bahwa  pemerintah ganti rugi pembongkaran Gereja dengan nilai sebesar Rp.3.000.000.000,- kepada gereja dan akan dibangun sendiri oleh jemaat tegas dalam pernyataan sikap itu, (ed.zri).

DIBACA - 5 KALI

Check Also

Adik Kandung AGK Jabat Karo Kesra

SOFIFI -(deklarasinews.com)- Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK) menunjuk Rahma Hasan sebagai Pelaksana Tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *