TANGGAMUS –(deklarasinews.com)– Walaupun Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional.
Namun upaya memutuskan rantai covid-19 terus dilakukan dengan semaksimal mungkin oleh Pemerintah baik Pemerintah Pusat, Daerah hingga tingkat Desa diseluruh penjuru Indonesia.
Hal tersebut juga dilakukan oleh pemerintahan Pekon/Desa, Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.
Seperti yang disampaikan Kepala Pekon Kiluan Negeri, Kadek Sukresene, upaya cepat tanggap pekon kiluan negeri dalam pencegahan dan memutus rantai covid-19 pemerintah pekon dengan satuan kerja tanggap covid-19 melakukan penyemprotan desinfektan.
“Selain penyemprotan desinfektan kesetiap rumah warga, juga dibangunnya posko untuk pencegahan meluasnya virus corona, ” kata Kadek.
Dengan adanya covid-19 berdampak krisis pada berbagai sektor, dari kesehatan hingga ekonomi. Maka dari itu berdasarkan Surat Edaran Bupati pemerintah pekon menganggarkan dampak pademi covid-19.
Selain rehab jembatan, Pembuatan Jamban Keluarga dan pembelian mobil ambulance pekon, Anggaran Dana Desa (ADD) pekon negeri TA. 2020 di prioritaskan untuk penanganan dampak covid-19, sebesar, 8 %, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) 45% yang di salurkan untuk masyakarat yang terkena dampak covid-19.
“Di pekon kiluan negeri menganggarkan 45% BLT DD untuk 160 KK selama 6 bulan. 3 bulan pertama di anggarkan Rp. 600/bln dan 3 bulan sebesar Rp. 300/ bln, ” (Yan)