KEP. YAPEN -(deklarasinews.com)- Menjelang hari peresmian Jemaat GKI Eben‑Haezar Wararis Klasis Yapen, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., menyempatkan diri bertemu panitia peresmian sekaligus memberikan bantuan untuk kelancaran acara. Kunjungan berlangsung Jumat (12/6/2026), H‑1 sebelum peresmian.
Di tengah tekanan ekonomi akibat kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya kemampuan pembiayaan pembangunan dan bantuan sosial, Ebzon Sembai menunjukkan sikap kepemimpinan yang merakyat. Meski sumber daya terbatas, ia percaya berbagi merupakan wujud iman dan panggilan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya adalah anak kampung yang pernah merasakan apa yang dirasakan masyarakat hari ini. Bagi saya, memberi sedikit dari apa yang kita miliki adalah bagian dari iman, pekerjaan Tuhan tidak pernah membuat kita miskin,” ujar Ebzon saat bertemu panitia.
Menurut Ebzon, pembangunan rumah ibadah merupakan tanggung jawab iman setiap umat Kristen. Kehadirannya ke panitia selain untuk menyapa juga bermaksud berbagi berkat agar proses peresmian berjalan lancar. Ia menerima undangan resmi untuk menghadiri upacara peresmian keesokan harinya.

Bendahara panitia peresmian, Magdalena Siloi, menyampaikan rasa sukacita atas kunjungan dan bantuan Ketua DPRK. “Kehadiran beliau di H‑1 ini sangat berarti. Bantuan sekecil apa pun menjadi air kehidupan bagi kami dan menjadi berkat bagi beliau sebagai ketua DPRK,” kata Magdalena.
Panitia dan jemaat juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai. Mereka berharap bantuan dan kehadiran Ketua DPRK memberi semangat bagi pelaksanaan tugas pelayanan gereja serta pertumbuhan iman di antara majelis, jemaat, dan panitia.

Kepemimpinan Ketua DPRK Yapen
Ebzon Sembai dikenal kerap turun langsung ke masyarakat, mengunjungi rumah ibadah, dan memberikan bantuan secara personal.
Sikapnya yang rendah hati dan penuh kasih mencerminkan kepemimpinan yang merakyat ” tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga hadir secara langsung untuk melihat dan merasakan kondisi warga.”
Kepemimpinan seperti ini memperkuat ikatan antara wakil rakyat dan konstituen, serta memberikan contoh pelayanan yang berbasis empati dan iman.