Bupati Tubaba Hadiri Pelepasan Ekspor Perdana Tepung Tapioka Lampung ke Pasar China

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com) -Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Novriwan Jaya menghadiri Seremonial Pelepasan Ekspor Perdana Tepung Tapioka CV Central Intan ke pasar internasional yang berlangsung di Pelabuhan Panjang, Selasa (05/05/2026). Pelepasan ekspor tersebut menjadi momentum penting bagi Lampung dalam memperluas pasar komoditas unggulan daerah serta memperkuat sektor industri berbasis singkong.

Lampung resmi mengekspor tepung tapioka sebanyak 3.330 ton ke China dengan nilai mencapai Rp26 miliar. Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama CEO Intan Group Jeremi Gozal.

Bahan baku singkong untuk industri tepung tapioka tersebut berasal dari sejumlah daerah sentra produksi di Lampung, antara lain Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Barat, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Lampung Helfi Assegaf, Plt Deputi Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra, Ketua DPRD Tubaba Busroni, serta Ketua Harian HKTI Umar Ahmad.

Ekspor tepung tapioka ini dilakukan oleh CV Central Intan dengan dukungan Pelindo, Badan Karantina Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan ekspor tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri tapioka Lampung di pasar global.

“Ke depan kita harus memperbaiki produktivitas dan kualitas tapioka. Ekspor ini membuktikan produk Lampung mampu bersaing di pasar dunia, baik dari sisi kualitas maupun harga,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, pada tahun sebelumnya harga tapioka Lampung sempat kalah bersaing. Namun, dengan terbukanya akses ekspor, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pelaku usaha mulai membaik.

Pemerintah Provinsi Lampung kini mendorong pengembangan bibit unggul singkong guna meningkatkan produktivitas dan kadar pati, yang diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Selain itu, gubernur memastikan tidak ada lagi impor singkong yang masuk ke Lampung.

“Impor itu cerita lama. Sekarang kita fokus memperkuat produksi dalam negeri,” tegasnya. (Mar)

Kejar Target 5.000 Sertifikat Halal, Pemkab Tubaba Siap Rekrut Pendamping hingga Tingkat Kecamatan

TUBABA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bergerak cepat mempercepat sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM di wilayahnya. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, dengan Kepala UPT Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Lampung, Saluddin, S.H., M.Si., di Ruang Kerja Sekda, Selasa (05/05/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Nadirsyah menegaskan komitmen Pemkab Tubaba untuk mendukung penuh program sertifikasi halal. Mengingat ada sekitar 10.800 UMKM yang terdata, Nadirsyah menargetkan minimal 5.000 produk di Tubaba dapat segera mengantongi sertifikat halal.

“Harapan kami bisa di atas 5.000 kuota untuk Tubaba. Kami siap bekerja sepenuhnya, baik secara sosialisasi maupun teknis di lapangan. Ini penting untuk meyakinkan konsumen dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga masyarakat,” ujar Nadirsyah.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala BPJPH Lampung, Saluddin, menjelaskan bahwa kuota sertifikasi halal saat ini tidak dibagi per kabupaten secara kaku, melainkan menggunakan sistem serapan aktif.

“Tidak ada pembagian kuota tetap per kabupaten. Prinsipnya, kita berlomba menyerap kuota nasional. Jika provinsi lain tidak mampu menghabiskan kuotanya hingga 30 Juni, kita bisa merebut kuota sisa tersebut untuk pelaku usaha di Lampung,” jelas Saluddin.

Ia pun menyarankan agar Pemkab Tubaba memperbanyak jumlah Pendamping Proses Produk Halal (P3H) guna melakukan jemput bola kepada para pedagang dan pengolah makanan.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Tubaba berencana menggelar pelatihan pendamping secara luring (offline) untuk memastikan kualitas edukasi kepada masyarakat. Pelatihan ini menyasar lulusan SMA, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat yang bersedia menjadi garda terdepan dalam proses pendampingan sertifikasi.

Selain itu, akses pendaftaran akan diperluas melalui:

1. ​Mal Pelayanan Publik (MPP): Penempatan loket khusus pendaftaran sertifikat halal.

2. ​Pelayanan Tingkat Kecamatan: Membuka loket di kantor-kantor kecamatan untuk menjangkau UMKM di pelosok desa.

3. ​Kolaborasi CSR: Menggandeng perusahaan swasta untuk memfasilitasi biaya audit bagi UMKM kategori reguler.

Selain aspek religius, sertifikasi halal ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menekan angka pengangguran. Para pendamping yang direkrut nantinya akan mendapatkan insentif dari setiap sertifikat yang berhasil diterbitkan.Di sisi lain, program ini juga memaksa pelaku usaha untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Banyak pelaku usaha yang belum terdata karena belum punya NIB. Dengan mengurus sertifikat halal, secara otomatis legalitas usaha mereka melalui NIB juga ikut terbit,” tambah Saluddin.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Sekda Tubaba Ir. Iwan Mursalin, Asisten I dan II, serta Ketua DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Tubaba, dr. Wiwit Didik Anggara, yang berkomitmen memastikan proses penyembelihan hewan di Tubaba memenuhi standar syariat. (Mar)

DPRD Tubaba Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Penyampaian Rekomendasi LKPJ Tahun Anggaran 2025

TUBABA –(deklarasinews.com)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Menggelar Rapat Paripuna  dalam Rangka Penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Kegiatan yang Berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tubaba, Senin (27/04/2026).

‎‎Rapat Paripurna yang di Pimpin oleh Busroni, S.H Selaku Ketua, diampingi Ponco Nugroho,S.T Selaku ketua I dan S.Joko Kuncoro,S.Ikom, Selaku Waka II DPRD Tubaba, di hadiri Bupati Tulang Bawang Barat,Forkopimda Tubaba, Kepala OPD dan Camat Se-Tubaba.

‎‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat atas rekomendasi yang telah diberikan terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan kinerja pemerintah daerah.

‎‎“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada DPRD atas berbagai rekomendasi yang telah disampaikan. Hal ini menjadi masukan yang sangat berharga dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujar Bupati.

‎‎Bupati juga mengakui bahwa penyusunan LKPJ masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, pihaknya terbuka terhadap kritik, saran, serta penajaman substansi yang disampaikan DPRD sebagai bagian dari upaya penyempurnaan.

‎‎Ia menegaskan bahwa seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan daerah, serta penyusunan LKPJ pada tahun-tahun berikutnya.

‎‎Selain itu, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan. Ia berharap komunikasi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat.

‎‎“Sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat perlu terus ditingkatkan untuk mewujudkan visi Tubaba 2029, yaitu Sejahtera, Merata, Kreatif, Inovatif, dan Maju,” tambahnya.

‎‎Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan dan pembahasan LKPJ, baik melalui pemikiran, waktu, maupun tenaga.

‎‎Rapat paripurna ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah, sekaligus sebagai upaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.‎ (Red)

Tubaba Semarak Fun Run 2026, Bupati Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini

TUBABA -(deklarasinews.com)- Semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat mewarnai pelaksanaan kegiatan Tuba Fun Run 2026 yang digelar di Area Wall Climbing Politeknik Tunas Garuda, Uluan Nughik, Minggu (26/04/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tulang Bawang Barat ke-17 serta HUT Media Teras Informasi ke-1 Tahun 2026.

Sejak pagi, ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, masyarakat umum hingga jajaran pemerintah daerah, tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Suasana penuh semangat dan sportivitas terlihat sepanjang pelaksanaan acara.

Dalam sambutannya, Bupati Tulang Bawang Barat, Ir. Novriwan Jaya, S.P., menegaskan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam mendukung dua dari lima program prioritas daerah, yakni kesehatan dan pendidikan.

“Kegiatan olahraga seperti ini bukan hanya soal kebugaran, tetapi juga bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat saat ini fokus pada lima program prioritas, yaitu kesehatan, pendidikan, perekonomian masyarakat, lingkungan hidup, dan infrastruktur. Melalui kegiatan olahraga, khususnya Fun Run, pemerintah ingin mendorong peningkatan kualitas generasi muda.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Tubaba, menurutnya, telah menetapkan 12 cabang olahraga unggulan yang terus dikembangkan dengan melibatkan pelajar, khususnya tingkat SMP.

“Kita ingin Tubaba menjadi gudang atlet Provinsi Lampung bahkan nasional. Karena itu, pembinaan harus dimulai dari anak-anak, sejak usia dini,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah juga telah mengembangkan program Kelas Khusus Olahraga (KKO) di tingkat SMP untuk menampung dan membina siswa berprestasi di bidang olahraga. Selain itu, kegiatan seperti *class meeting* di sekolah kembali diaktifkan sebagai sarana penjaringan bakat.

Bupati juga meminta para guru olahraga, KONI, serta seluruh pengurus cabang olahraga untuk aktif mendata dan membina peserta yang berprestasi, khususnya mereka yang masuk 10 besar dalam ajang Fun Run.

“Kita harapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi agenda tahunan yang terus dievaluasi untuk meningkatkan prestasi atlet Tubaba,” lanjutnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah, serta menyampaikan rencana pengembangan cabang olahraga tinju sebagai salah satu prioritas, termasuk pembangunan sasana tinju di Tubaba.

Kegiatan Tuba Fun Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta membangun komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing.

Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Tubaba semakin maju dan mampu melahirkan atlet-atlet unggul yang mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (Mar)

Mahasiswa UMM Siap KKN di Tubaba, Wabup Tekankan Peran sebagai Motivator dan Mitra Pembangunan

TUBABA –(deklarasinews.com)– Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus permohonan izin pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro (UMMetro), Senin (20/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulang Bawang Barat.

Rombongan Universitas Muhammadiyah Metro dipimpin oleh Dekan, Dr. Iskandar, S.H., M.H., bersama jajaran akademik. Dalam kesempatan tersebut, pihak universitas menyampaikan rencana pelaksanaan program KKN yang akan melibatkan sebanyak 700 mahasiswa dengan durasi kegiatan selama 40 hari, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2026.

Diketahui, Universitas Muhammadiyah Metro saat ini memiliki 8 fakultas dan 25 program studi yang aktif, dengan berbagai disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Wakil Bupati Nadirsyah menyambut baik rencana pelaksanaan KKN tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Ia menekankan agar pelaksanaan KKN dapat tersebar di seluruh 9 kecamatan yang ada di wilayah Tubaba.

“Mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga mampu menjadi motivator bagi generasi muda di Tubaba serta bersinergi sebagai penyampai informasi terkait program-program pembangunan daerah,” ujar Nadirsyah.

Lebih lanjut, Wakil Bupati juga mengharapkan adanya kontribusi pemikiran dari para mahasiswa terhadap program-program prioritas yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Kami juga membutuhkan sumbang saran dari para mahasiswa untuk mendukung dan menyempurnakan program prioritas pembangunan daerah. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan gambaran serta menggali potensi yang dimiliki setiap tiyuh di Tubaba,” tambahnya.

Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang baik antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam upaya mendorong pembangunan yang partisipatif serta berbasis potensi lokal di Kabupaten Tulang Bawang Barat. (Mar)

Resmi Ditutup, Kejurprov Road Race HUT Tubaba ke-17 Sukses Jaring Ratusan Pembalap Antarprovinsi

TUBABA -(deklarasinews.com)- Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ke-17 mencapai puncaknya pada sektor olahraga otomotif. Bupati Tubaba yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Untung Budiono, S.Sos., M.H., secara resmi menutup Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Lampung Road Race Championship (LRC) 2026, Minggu (19/04/2026).

​Gelaran bergengsi yang memperebutkan Piala Bupati tersebut berlangsung selama dua hari (18-19 April) di Sirkuit Non Permanen (NP) Komplek Perkantoran Pemda Tubaba. Tercatat, sebanyak 256 starter bersaing ketat dalam 25 kelas yang diperlombakan.

​Antusiasme peserta tidak hanya datang dari lokal Lampung, namun juga merambah hingga ke tingkat regional Sumatra dan Jawa. Pembalap dari Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah turut memacu adrenalin di sirkuit kebanggaan masyarakat Tubaba ini.

Salah satu daya tarik utama dalam ajang kali ini adalah penampilan kelas Mini GP yang diboyong oleh tim asal Muara Enim. Kelas ini mencatatkan sejarah baru bagi dunia balap Lampung karena untuk pertama kalinya diperlombakan di sirkuit non permanen.

​Dalam sambutannya, Untung Budiono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kelancaran acara yang berlangsung kondusif. Ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan investasi jangka panjang untuk kedisiplinan anak muda.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, IMI Lampung, IMI Tubaba, sponsor, dan masyarakat. Kami berharap ajang ini dapat menumbuhsuburkan prestasi anak muda, meningkatkan kedisiplinan otomotif, serta melahirkan bibit pembalap yang siap berlaga di level nasional maupun internasional,” ujar Untung Budiono.

​Selain fokus pada prestasi atlet, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku UMKM Tubaba yang ikut meramaikan sirkuit, sehingga roda ekonomi lokal turut berputar selama acara berlangsung.

​Penutupan acara ditandai dengan penyerahan piala kepada Juara Umum yang didominasi oleh nama-nama besar di lintasan balap:

• ​Juara Umum 4 Tak Open: Reza Hanum (Jawa Tengah)

• ​Juara Umum 2 Tak Open: Damar Abi Yoga (Banten)

• ​Juara Umum Matic Open: Ihsan Haidar (Banten)

• ​Juara Umum Lokal Lampung: Dika Tiwul (Metro)

Kepada para pemenang, Untung berpesan agar tidak cepat berpuas diri dan terus berlatih. Sementara bagi peserta yang belum beruntung, ia memotivasi agar tetap semangat menggali potensi diri untuk ajang-ajang berikutnya.

​Acara diakhiri dengan ucapan syukur

“Alhamdulilahirobbilalamin” sebagai tanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian Kejurprov Lampung Road Race Tubaba Series 2026. Dengan suksesnya perhelatan ini, Tubaba semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi utama sport tourism di Provinsi Lampung. (Mar)

Wabup Tubaba Buka Kejurprov Lampung Road Race Championship, Dorong Sportivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

TUBABA –(deklarasinews.com)– Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Nadirsyah, secara resmi membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Lampung Road Race Championship (LRC) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Tubaba Tahun 2026. Ajang yang memperebutkan Piala Bupati tersebut berlangsung di Sirkuit Non Permanen (NP) Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Tubaba, Sabtu (18/04/2026).

Dalam sambutannya, Nadirsyah menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Lampung, IMI Kabupaten Tubaba, panitia, serta para sponsor atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyambut kehadiran para rider dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Provinsi Lampung, seperti Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Walaupun pembukaan kegiatan dilaksanakan di tengah guyuran hujan, kami berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat para rider untuk tetap berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Ia menegaskan, ajang road race tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga sebagai wadah penyaluran bakat generasi muda secara positif, sehingga dapat mengurangi aksi balap liar di jalan raya. Selain itu, kegiatan ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Tercatat sebanyak 41 pelaku UMKM dilibatkan, yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tubaba, lanjutnya, juga mendorong IMI untuk menghadirkan investor guna pembangunan sirkuit permanen yang lebih representatif. “Pemerintah daerah siap memberikan dukungan, termasuk dalam penyediaan lokasi, demi kemajuan olahraga otomotif di Kabupaten Tubaba,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IMI Kabupaten Tulang Bawang Barat, Edi Kurniawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Kejurprov LRC ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah, seluruh kepala OPD, serta Forkopimda.

Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya sponsor seperti Bank Lampung, PT Djarum Super, Kratingdaeng, Honda Pulung, Yamaha Pulung, dan Cleo.

Menurutnya, kejuaraan ini memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi daerah. “Alhamdulillah, perputaran ekonomi di Tubaba meningkat. Seluruh penginapan penuh dan pelaku UMKM juga merasakan manfaatnya,” ungkap Edi.

Ia menambahkan, ajang ini diikuti oleh 256 starter dari 25 kelas, dengan peserta berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Lahat, Muara Enim, Jambi, Palembang, serta kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Menariknya, pada kejuaraan kali ini juga ditampilkan kelas Mini GP yang dibawa oleh tim dari Muara Enim, yang untuk pertama kalinya digelar di Lampung, khususnya di sirkuit non permanen Tubaba.

Ke depan, IMI Tubaba berharap sirkuit tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dijadikan agenda tahunan. Terlebih, Kabupaten Tubaba akan menjadi tuan rumah dua seri LRC, dengan seri berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

“Untuk kategori juara umum pada setiap seri, panitia telah menyiapkan hadiah berupa empat unit sepeda motor dari masing-masing kelas,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Wakil Bupati secara resmi membuka Kejurprov Lampung Road Race dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, seraya berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, keselamatan, serta mempererat persaudaraan dan silaturahmi. (Mar)

Tinjau Lahan Hibah, Bupati Tubaba Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Unila

TUBABA –(deklarasinews.com)– Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menerima kunjungan dari Universitas Lampung (Unila) dalam rangka peninjauan lahan aset milik Unila yang berada di wilayah Tubaba, Rabu (15/04/2026).

Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., mendampingi langsung Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., beserta jajaran, meninjau lahan seluas kurang lebih 5 hektare yang berlokasi di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tubaba menyampaikan bahwa lahan tersebut merupakan hibah dari Pemkab Tubaba kepada Unila.

“Lahan ini merupakan hibah dari Pemkab Tubaba kepada Unila. Kami berharap pemanfaatannya dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Novriwan.

Ia juga menegaskan dukungan penuh Pemkab Tubaba terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut apabila mendapatkan persetujuan dari kementerian.

“Kami sangat mendukung apabila lahan ini nantinya dimanfaatkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, namun masih menunggu persetujuan dari kementerian,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pihaknya pada prinsipnya mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat karena dinilai sejalan dengan program prioritas Presiden.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat di lokasi ini, karena sejalan dengan program prioritas Presiden,” tegasnya.

“Namun, untuk mekanisme keberlanjutan dan penggunaan lahan, kami masih menunggu keputusan resmi serta arahan dari pihak kementerian,” tambahnya.

Selain itu, apabila nantinya penggunaan lahan tersebut disetujui, fasilitas yang dibangun juga berpotensi dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa FKIP.

“Jika nantinya diizinkan, fasilitas ini juga dapat dioptimalkan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa FKIP,” pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati Tubaba dalam peninjauan tersebut antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Tubaba, jajaran Kepala OPD terkait, serta Kepala Tiyuh Gedung Ratu. (Mar)

Wakil Bupati Tubaba Hadiri Peresmian Kantor ASSA Tour, Dorong Penguatan Layanan Ibadah Umrah dan Haji

TUBABA –(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, menghadiri peresmian Kantor ASSA Tour Cabang Tulang Bawang Barat (PT. Assa Duta Tour Wisata) sebagai penyedia layanan perjalanan Umrah dan Haji. Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan Cabang Tubaba H. Ikhwan Azhari, CEO ASSA Tour Indonesia H. Taufik Hidayat, serta penceramah Ustadz Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’Mun, Lc., MA. (Gus Faiz), Rabu (15/4/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas diresmikannya kantor cabang tersebut yang dinilai mampu memberikan kemudahan akses layanan ibadah bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat mengapresiasi hadirnya ASSA Tour yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan ibadah Umrah serta turut mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja,” ujar Wakil Bupati.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Salah satunya melalui optimalisasi sektor pertanian dengan memanfaatkan bantuan bibit gratis serta pengelolaan lahan produktif secara maksimal.

Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengelola sampah plastik menjadi bernilai ekonomis. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari ekonomi kreatif, bahkan dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan kegiatan sosial seperti kas pengajian.

“Kita harus mampu mengubah pola pikir, bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan baik,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa fokus pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat saat ini diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Peresmian kantor ASSA Tour ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara sektor usaha, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera. (Mar)

Kisah Minak Indah Diangkat ke Animasi AI, Raih 20 Ribu Penonton dan Soroti Pentingnya Pelestarian Sejarah Lokal

TUBABA –(deklarasinews.com)– Upaya pelestarian sejarah lokal kembali mendapat warna baru melalui sentuhan teknologi digital. Kisah Minak Indah, yang memiliki nilai historis kuat di wilayah Lampung, kini hadir dalam bentuk video animasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah menarik perhatian publik.

Karya tersebut dikemas dalam lima episode dan dipublikasikan melalui akun TikTok milik Irawansyah, tokoh pemuda (Menganai) Tiyuh Panaragan. Hingga saat ini, rangkaian video tersebut telah ditonton lebih dari 20 ribu kali, serta menuai beragam respons dari masyarakat.

Kehadiran animasi ini dinilai mampu menghadirkan cerita sejarah dalam format yang lebih menarik, khususnya bagi generasi muda. Tak sedikit warganet memberikan apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang dilakukan dalam mengangkat kisah lokal ke ranah digital.

Namun demikian, di tengah apresiasi tersebut, muncul pula sejumlah saran dan kritik. Beberapa pihak mempertanyakan kejelasan rujukan alur cerita dalam animasi tersebut, karena belum mengetahui bahwa narasi yang disampaikan sebenarnya memiliki dasar dari sumber tertulis.

Menanggapi hal itu, Irawansyah menegaskan bahwa kisah Minak Indah yang diangkat bukanlah sekadar cerita fiktif, melainkan merujuk pada buku yang telah diterbitkan dan menjadi acuan dalam penyusunan naskah animasi.

“Kisah ini memiliki rujukan yang jelas dari sumber tertulis. Tentu sudah saya sampaikan lebih terbuka agar masyarakat juga memahami dasar cerita yang disajikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kisah Minak Indah memiliki keterkaitan erat dengan Situs Keramat Gemol, salah satu situs bersejarah yang tercatat dalam peta Hindia Belanda. Dari penelusuran yang dilakukan, hanya terdapat dua situs keramat yang tertulis dalam peta Hindia Belanda tahun 1915, 1930 dan 1945 lembar 1 hingga 52 pada wilayah Residen Lampung, dan Keramat Gemol menjadi salah satunya.

Hal tersebut semakin memperkuat nilai historis dari kisah yang ia riwayatkan, sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian sejarah berbasis data dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai kreator sekaligus tokoh pemuda Panaragan, Irawansyah berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat terhadap upaya yang ia lakukan. Menurutnya, karya berbasis budaya lokal seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai media edukasi sekaligus promosi budaya daerah.

Ia juga menilai bahwa dukungan dari pemerintah akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas produksi serta memperluas jangkauan penyebaran informasi sejarah kepada masyarakat luas.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan generasi muda, diharapkan pelestarian sejarah lokal tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kemajuan teknologi di era digital. (Mar)