Permintaan Kurban Meningkat, Penjualan Sapi Lampung Naik 40 Persen dan Domba 121 Persen

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional dengan meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban pada Tahun 2026.

Peningkatan signifikan terjadi pada komoditas sapi dan domba yang menjadi penopang utama kebutuhan kurban di berbagai daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, mengatakan tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung semakin dipercaya masyarakat.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Sementara itu, penjualan kerbau meningkat dari 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau naik sebesar 39,25 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.

Di sisi lain, ternak kambing mengalami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun sebesar 2,38 persen.

Menurut Lili Mawarti, penurunan pada ternak kambing dimungkinkan terjadi karena adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.

Ia menambahkan, data tersebut diperoleh dari data lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.

Selain memenuhi kebutuhan ternak kurban di dalam Provinsi Lampung, pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan. Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat. (Red)

Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)— Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung ternak nasional dengan meningkatnya permintaan dan penjualan hewan kurban pada Tahun 2026.

Peningkatan signifikan terjadi pada komoditas sapi dan domba yang menjadi penopang utama kebutuhan kurban di berbagai daerah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si, mengatakan tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah menjadi indikator kuat bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung semakin dipercaya masyarakat.

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor atau meningkat 40,15 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.

Sementara itu, penjualan kerbau meningkat dari 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau naik sebesar 39,25 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76 persen.

Di sisi lain, ternak kambing mengalami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun sebesar 2,38 persen.

Menurut Lili Mawarti, penurunan pada ternak kambing dimungkinkan terjadi karena adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.

Ia menambahkan, data tersebut diperoleh dari data lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung.

Selain memenuhi kebutuhan ternak kurban di dalam Provinsi Lampung, pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia.

Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah.

Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan meningkatnya kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan. Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiapkan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat.(Red)

Gubernur Herman Deru Tekankan Kader NU Harus Solutif dan Menjaga Toleransi Saat Pembekalan PD-PKPNU Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Sumsel agar mampu melahirkan kader yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam materi pembekalannya, Herman Deru mengaku memiliki kedekatan panjang dengan NU. Ia menyebut telah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel dan banyak mendapatkan pelajaran dari organisasi tersebut.

“Saya sudah 31 tahun menjadi pengurus NU di Sumsel. Saya sendiri mendapat banyak ilmu dan kita yakini bahwa organisasi ini memiliki hirarki yang jelas,” katanya.

Menurut Herman Deru, suasana NU saat ini terasa semakin hidup dan universal. Ia menilai perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta perubahan kultur masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi para kader NU.

“Kita merasakan ada perubahan yang cepat. Kultur kita berubah, belum lagi teknologi yang membuat arus informasi begitu deras sehingga ada beberapa budaya yang bergeser,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini NU memiliki peran besar di Sumsel dan para kader harus mampu menjadi aktor perubahan, bukan sekadar mengikuti arus perubahan.

“Hari ini NU mendominasi di Sumsel. Kita sebagai kader murni juga harus menjadi aktor, bukan hanya hanyut oleh perubahan,” katanya.

Menurut Herman Deru, di era keterbukaan informasi saat ini masyarakat tidak bisa lagi membendung arus informasi, baik di sektor umum maupun keagamaan. Karena itu, moderasi dan sikap bijak menjadi sangat penting.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik yang rendah meskipun memiliki masyarakat multikultural.

“Saya menyadarkan kita untuk bersyukur karena Sumsel zero konflik. Padahal kita ini multikultur. Karakter Sumsel religius dan toleran, budaya Melayu santun, tradisi gotong royong kuat, Islam moderat tumbuh baik, stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat menjadi modal sosial yang kuat bagi Sumsel dalam menjaga persatuan dan toleransi.

“Pesan saya, jaga dan perluas toleransi. Kita harus menjadi kader pengurus NU yang solutif, memberikan jalan keluar, bukan menjadi kompor,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang dinilai semakin mendorong sikap individualistis di masyarakat, terutama pascapandemi Covid-19.

“Kadang kita menghadapi penyakit individualis. Sejak Covid-19 penyakit itu makin besar. Nahdliyin harus menjadi terapis bagaimana agar penyakit ini bisa dikurangi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan pembangunan tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan moral.

“Pembangunan harus seimbang, tidak cukup hanya fisik, tapi juga manusia dan moral,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah NU yang terus bergerak dalam pembangunan sosial kemasyarakatan melalui pembangunan klinik, perpustakaan, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kita Nahdliyin harus menjadi penggerak pembangunan. Ini langkah baik dan saya senang melihatnya,” katanya.

Di akhir pembekalan, Herman Deru menyampaikan tiga kunci utama yang harus dimiliki kader NU, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan.

“3K kuncinya, yakni konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tapi lebih penting lagi perilaku sejajar dengan ucapan,” tandasnya.

Ia berharap Lakpesdam NU Sumsel dapat terus berkembang dan memiliki tempat tersendiri di tingkat nasional.

“Terima kasih atas waktunya. Mudah-mudahan Lakpesdam mendapatkan tempat tersendiri secara nasional dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumsel, H. Hernoe Roesprijadji, S.IP., M.H., M.Si., dalam sambutannya mengatakan kader NU perlu terus bergerak dan mendapatkan pelatihan agar mampu menjalankan organisasi dengan baik.

“Ilmu adalah pemimpin amal. Karena itu kader perlu bergerak dan perlu adanya pelatihan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya acara ini, termasuk kepada Pemprov Sumsel atas dukungannya,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari para instruktur selama mengikuti pelatihan.

“Mudah-mudahan peserta dapat menyerap ilmu dari instruktur dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainudin mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Herman Deru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Herman Deru yang juga merupakan Mukhtasar PBNU Sumsel turut memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas kehadirannya. Bahkan beliau sebagai Mukhtasar PBNU Sumsel juga memberikan pembekalan dan menjadi narasumber dalam PD-PKPNU ini,” ujarnya. (Ning)

Membanggakan, Pemerintah Kota Bandar Lampung Kembali Raih WTP

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Lampung.

Raihan opini WTP ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bandar Lampung dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar pengelolaan keuangan pemerintah. Capaian tersebut juga menunjukkan kerja keras seluruh jajaran organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas administrasi dan pelayanan publik.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diraih Pemerintah Kota Bandar Lampung. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali meraih predikat WTP. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung serta seluruh jajaran pemerintah yang telah bekerja keras,” ujar Eva.

Ia menambahkan, penghargaan WTP bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan dipertahankan ke depannya. Pemkot Bandar Lampung akan terus melakukan evaluasi serta peningkatan pengelolaan keuangan agar semakin efektif, efisien, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dengan kembali diraihnya opini WTP dari BPK RI, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah serta mendorong terciptanya pemerintahan yang profesional dan berintegritas (red).

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali mengukuhkan komitmennya dalam transparansi anggaran dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini sekaligus menandai keberhasilan Kabupaten Lampung Selatan dalam mempertahankan predikat bergengsi tersebut selama sepuluh tahun berturut-turut.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, kepada Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.

Prosesi penyerahan ini berlangsung bersamaan dengan 14 pemerintah kabupaten/kota lainnya di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Jumat (29/5/2026).

Merespons pencapaian satu dekade ini, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran perangkat daerah.

Menurutnya, prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan komitmen bersama dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

“Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapatkan opini WTP dari BPK Perwakilan Provinsi Lampung yang ke-10,” ujar Bupati Radityo Egi.

Bupati Egi menambahkan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pihaknya berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai pemacu inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Tentunya ini menjadi sebuah motivasi buat kami. Penghargaan ini juga menjadi dorongan untuk terus berinovasi, bagaimana memanfaatkan dan mengoptimalkan penggunaan keuangan negara untuk kebermanfaatan masyarakat banyak melalui program-program yang berdampak positif serta berkelanjutan,” kata Egi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih, menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade berturut-turut merupakan hasil dari komitmen pimpinan daerah, sinergi seluruh perangkat daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan.

Menurutnya, penguatan sistem pengendalian internal dan konsistensi dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK juga menjadi faktor krusial.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan daerah turut mendukung terciptanya tata kelola yang lebih efektif dan akuntabel,” tambah Rini.

Dengan raihan WTP kesepuluh ini, Pemkab Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar membuktikan konsistensinya dalam menjaga akuntabilitas publik, sekaligus memastikan setiap rupiah APBD dialokasikan demi kesejahteraan masyarakat. (Red)

Bupati Antar Kepulauan Yapen Raih Kembali Opini WTP dari BPK Papua

JAYAPURA -(deklarasinews.com)- Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy SE, M.Si., didampingi Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai S.Pi., M.H., menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD) Tahun 2025 untuk kabupaten/kota se-Provinsi Papua. Kegiatan berlangsung di Kantor Perwakilan BPK RI  Provinsi Papua di Jayapura, Jumat (29/5/2026).

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen kembali menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kabupaten Biak Numfor juga meraih WTP, sedangkan Kabupaten Waropen memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Bupati Benyamin Arisoy menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Papua beserta jajaran atas pelaksanaan pemeriksaan yang profesional, independen, dan objektif. Menurutnya, penyerahan LHP bukan sekadar seremoni, melainkan kewajiban konstitusional dan momentum evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Bupati mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Waropen menerima secara terbuka seluruh catatan, temuan, dan rekomendasi yang disampaikan BPK RI.

Sikap kooperatif ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap prinsip good governance, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa sesuai UU No. 15 Tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, pemerintah daerah wajib menindaklanjuti rekomendasi BPK paling lambat 60 hari setelah laporan diterima.

UU tersebut juga mengatur jenis pemeriksaan yang dilakukan BPK, yaitu pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

Oleh karena itu, LHP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen evaluasi untuk memperbaiki kelemahan dan memperkuat tata kelola pemerintahan.

Bupati menambahkan bahwa pemeriksaan BPK bukan hanya memberikan penilaian, tetapi juga mendorong terciptanya pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel serta sesuai ketentuan perundang-undangan.

Laporan hasil pemeriksaan yang diserahkan hari ini menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, memperkuat sistem pengendalian internal, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sehingga penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Meski meraih opini WTP, Bupati Benyamin Arisoy mengingatkan bahwa capaian ini bukan jaminan tidak adanya potensi penyimpangan.

“WTP menunjukkan penataan tata kelola keuangan dan aset sesuai ketentuan. Namun bukan berarti tidak ada indikasi penyimpangan. Kami tetap waspada dan berkomitmen memperbaiki kelemahan yang masih ada,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh rekomendasi BPK akan ditindaklanjuti secara tepat dan bertanggung jawab.

Kepada pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ia menegaskan agar hasil pemeriksaan menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin, tertib administrasi, dan kualitas pelayanan publik.

Pengelolaan keuangan daerah harus dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, pimpinan DPRK, dan pihak-pihak yang telah bekerja sama dalam proses pemeriksaan sehingga berjalan baik.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BPK RI Perwakilan Provinsi Papua terus diperkuat demi terwujudnya pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan terpercaya.

Bupati Kabupten Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy dikenal sebagai sosok karismatik dan sederhana. Berbekal pengalaman panjang di birokrasi, khususnya di bidang keuangan, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan  Keuangan di Provinsi Papua di era Gubernur Lukas Enembe. Latar belakang dan pengetahuan yang dimiliki membantunya mengatasi berbagai persoalan keuangan daerah sejak awal masa kepemimpinan, meskipun menghadapi tantangan signifikan. Kepemimpinannya yang berorientasi pada penataan administrasi dan penguatan sistem pengendalian internal disebut sebagai faktor penting dalam keberhasilan meraih kembali opini WTP bagi Kabupaten Kepulauan Yapen.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyatakan komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan dan aset daerah berdasarkan rekomendasi BPK, dengan tujuan meningkatkan pelayanan publik serta mewujudkan anggaran yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kabupeten Kepulauan Yapen.(GM)

Kabupaten Asahan Raih Opini WTP untuk Kesepuluh Kalinya

MEDAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pengelolaan keuangan daerah. Kali ini, daerah tersebut berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang kesepuluh kalinya secara berturut-turut. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026) pukul 16.00 WIB di Aula BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., sejumlah Bupati/Wali Kota se-Sumatera Utara, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Ketua DPRD se-Sumatera Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Paula Henry Simatupang, S.E., M.Si., Ak., CA., CFrA., CPA (Aust)., CSFA., ACPA., GRCP., GRCA., ERMAP, menegaskan bahwa predikat WTP yang diterima Kabupaten Asahan ini merupakan hasil akhir dari seluruh proses pemeriksaan yang telah dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan merupakan kegiatan rutin yang diamanatkan undang-undang.

“Mekanismenya, setelah tiga bulan tahun anggaran berakhir, pemerintah daerah wajib menyerahkan laporannya kepada kami, dan BPK akan menyelesaikan pemeriksaan serta menyerahkannya kembali dalam waktu dua bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tujuan utama pemeriksaan adalah memastikan penyusunan anggaran telah sesuai standar yang berlaku serta menjamin kepatuhan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan negara. Paula juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas kedisiplinan dalam menyampaikan laporan tepat waktu.

Usai menerima laporan tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja keras menyusun laporan keuangan dengan baik dan akuntabel.

“Alhamdulillah, peraihan WTP untuk kesepuluh kalinya ini adalah buah dari kerja keras dan komitmen seluruh jajaran Pemkab Asahan dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat pihaknya berpuas diri. Menurutnya, opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk terus meningkatkan kinerja.

“Opini WTP bukanlah akhir dari segalanya. Atas keberhasilan ini, kita justru harus terus meningkatkan kualitas laporan keuangan serta kualitas sumber daya manusia dalam penyusunannya. Kita harus terus berbenah agar menjadi lebih baik lagi ke depannya,” tegasnya.

Secara rangkaian, kegiatan berlangsung khidmat dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa, sambutan Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, hingga prosesi penyerahan laporan secara simbolis kepada Bupati Asahan. Acara yang berlangsung aman dan lancar ini akhirnya ditutup pada pukul 17.30 WIB.(Jun)

Pemkab Pesisir Barat Kembali Sabet Opini WTP, Prestasi Ke Tujuh Kalinya

PESIBAR –(deklarasinews.com)–  Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di Provinsi Lampung telah dilaksanakan secara serentak oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung pada Jumat, (29/5/2026) kemarin.

Ketua DPRD Pesisir Barat, Mohammad Emil Lil Ardi, S.H., menyampaikan sambutannya dalam acara penyerahan LHP atas LKPD tersebut sekaligus mewakil DPRD Kabupaten Pesisir Barat, sekaligus mewakili DPRD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung bahwa dirinya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPK Perwakilan Provinsi Lampung yang telah melaksanakan pemeriksaan secara profesional, objektif, dan independen.

” Bagi kami, Laporan Hasil Pemeriksaan BPK bukan hanya dokumen pemeriksaan tahunan. LHP BPK merupakan bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk melihat sejauh mana pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas ketua yang akrab disapa Edo tersebut.

Lebih jauh disampainya, bahwa opini yang baik tentu merupakan capaian yang patut kita syukuri dan pertahankan. Namun, capaian tersebut harus terus diikuti dengan konsistensi perbaikan, agar pengelolaan keuangan daerah semakin berkualitas dan benar[1] benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

” DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Lampung berkomitmen untuk menjadikan LHP BPK sebagai salah satu rujukan penting dalam mengawal perbaikan tata kelola keuangan daerah. Kami akan mendorong agar setiap rekomendasi BPK dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah secara sungguh-sungguh, terukur, dan tepat waktu,” Papar Edo.

Dalam kegiatan tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Bapak Nugroho Heru Wibowo, S.E., M.Comm., CSFA, ACPA, CA, Ak., CFrA., beserta seluruh jajarannya. Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Lampung,  Sekretaris Daerah, Inspektur, dan Kepala BPKAD se[1]Provinsi Lampung.

Diketahui juga, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut sekaligus menjadi opini WTP ke-7 yang berhasil diraih Kabupaten Pesisir Barat secara berturut-turut. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Dedi Irawan.(Arnandes)

Pemprov Lampung Matangkan Strategi Antisipasi El Nino untuk Jaga Produktivitas Pertanian

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya menjaga posisi sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur air, penguatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan sinergi penyuluh pertanian di seluruh daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menegaskan bahwa berbagai langkah strategis yang dijalankan pemerintah daerah tersebut merupakan arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Menurut Elvira, arahan Gubernur Lampung tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi bersama Kementerian Pertanian RI guna menjaga tren peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Berbagai program yang dijalankan meliputi penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga pengawalan harga pembelian pemerintah terhadap komoditas gabah dan jagung.

Hal itu sejalan dengan penyampaian Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, yang menyebut Provinsi Lampung berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Elvira menegaskan tantangan terbesar sektor pertanian Lampung saat ini masih berada pada tata kelola dan ketersediaan infrastruktur air.

“Ekosistem air di Provinsi Lampung saat ini belum terbangun secara optimal. Di musim hujan, kita masih kekurangan embung penampung sehingga drainase yang kurang maksimal memicu banjir dan genangan di areal persawahan yang berisiko menyebabkan gagal panen. Sebaliknya, saat musim kemarau, terlebih dengan adanya fenomena El Nino, lahan pertanian kita justru rentan mengalami kekeringan,” ujar Elvira.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian mempercepat program penguatan infrastruktur air pada tahun anggaran 2026 sesuai arahan Gubernur Lampung agar sektor pertanian memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap perubahan iklim ekstrem.

Program strategis tersebut mencakup pembangunan lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung, fasilitasi irigasi perpipaan, pembangunan bangunan konservasi air, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Program irigasi perpompaan ini menjadi bagian dari strategi besar menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau panjang dan potensi El Nino 2026. Penguatan sistem pengairan diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan risiko gagal panen, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Selain itu, melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan Jaringan Irigasi, pemerintah pusat juga membuka ruang percepatan rehabilitasi jaringan irigasi melalui intervensi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga pintu-pintu air yang selama ini menjadi kendala distribusi air pertanian di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, Elvira juga menyoroti kendala teknis administratif yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam pengajuan program infrastruktur melalui aplikasi SIPURI. Dalam sistem tersebut, daerah diwajibkan melampirkan dokumen Detailed Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menurutnya, sebagian besar penyuluh pertanian lapangan dan aparatur daerah belum memiliki latar belakang teknis untuk menyusun dokumen tersebut secara mandiri sehingga proses pengajuan sering membutuhkan bantuan pihak ketiga dan memerlukan waktu lebih panjang.

“Kami berharap Kementerian PU melalui BBWS dapat memberikan pelatihan khusus kepada penyuluh pertanian dan aparatur daerah agar kapasitas teknis di lini lapangan semakin kuat dan proses percepatan pembangunan infrastruktur pertanian dapat berjalan lebih efektif,” katanya.

Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya menjaga soliditas koordinasi antara pemerintah daerah dan para penyuluh pertanian pasca-alih tugas penyuluh menjadi pegawai Kementerian Pertanian.

Elvira menegaskan bahwa arahan Gubernur Lampung tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan sinergi kelembagaan dan pendampingan petani hingga tingkat lapangan.

“Hubungan kerja dan koordinasi antara dinas di daerah dengan para penyuluh harus tetap solid. Sinergi yang kuat di lapangan adalah kunci utama agar seluruh program pendampingan petani dan pengelolaan air berjalan sukses demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai,” tutup Elvira.

Malam Takbiran Meriah di Aceh Timur, Bupati Sebut Pawai Dongkrak Ekonomi UMKM

ACEH TIMUR -(deklarasinews.com)– Suasana malam takbiran Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Timur berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati Lapangan Baitul Karim, Kecamatan Simpang Ulim untuk menyaksikan pawai takbir keliling yang secara resmi dilepas oleh Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si, Selasa malam, 26 Mei 2026.

Pawai takbir keliling tahun ini diikuti berbagai perwakilan gampong dengan menggunakan kendaraan hias dan mobil yang dihiasi ornamen Islami serta lantunan takbir yang menggema sepanjang rute pawai. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi usai sholat Magrib di lokasi kegiatan.

Dalam wawancara dengan awak media usai pelepasan peserta, Bupati Al-Farlaky mengatakan, pelaksanaan takbir keliling yang dipusatkan di Simpang Ulim merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam pemerataan agenda dan kegiatan pemerintahan di seluruh wilayah.

“Kabupaten Aceh Timur dibagi dalam tiga zona, yakni Zona Peureulak, Zona Tengah Idi, dan Zona Simpang Ulim. Maka agenda-agenda pemerintahan ini kita bagi secara merata,” ujar Al-Farlaky.

Menurutnya, kegiatan berskala besar yang dilaksanakan di kecamatan-kecamatan juga memberi dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Tidak hanya semata pergelaran acara, tetapi kegiatan seperti ini juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat. UMKM bergerak, pedagang ramai, dan aktivitas masyarakat ikut tumbuh,” katanya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang turut memeriahkan malam takbiran Idul Adha tahun ini.

Ia menilai tingginya partisipasi warga menunjukkan semangat kebersamaan dan syiar Islam yang terus terjaga di tengah masyarakat Aceh Timur.

Selain itu, Al-Farlaky turut menyampaikan agenda Hari Raya Idul Adha yang akan dilaksanakannya pada Rabu pagi.

Ia dijadwalkan melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Zadul Muad, Peureulak, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban kepada panitia pelaksana.

“Kegiatan open house juga akan kita lanjutkan di kediaman Blang Bitra,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan malam takbiran hingga pelaksanaan Idul Adha di Aceh Timur dapat berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Semoga momentum Idul Adha ini semakin mempererat ukhuwah dan kebersamaan masyarakat Aceh Timur,” pungkas Bupati Al-Farlaky. (Ami)