Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

JAKARTA -(deklarasinews.com)— Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026 perlu dibaca secara lebih hati-hati karena ditopang oleh stimulus fiskal jangka pendek dan menghadapi tekanan struktural yang semakin besar 17 Mei 2026.

Menanggapi tulisan Anggito Abimanyu yang sebelumnya mempertanyakan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026, Ariyo menyebut sejumlah kritik dari INDEF, LPEM FEB UI, dan CELIOS terhadap pertumbuhan ekonomi tidak cukup dijawab hanya melalui pembelaan metodologi data statistik, melainkan perlu dilihat dari sisi kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan itu sendiri.

Ia menyoroti bahwa perbandingan perubahan inventori yang digunakan dalam argumentasi sebelumnya tidak tepat. Menurutnya, lonjakan inventori dari Rp4,2 triliun menjadi Rp104 triliun terjadi secara kuartalan, bukan tahunan sebagaimana disebutkan. Secara tahunan, perubahan inventori hanya meningkat dari Rp85,2 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi Rp104 triliun pada Triwulan I-2026 atau sekitar 22 persen.

Ariyo menjelaskan bahwa kenaikan inventori belum tentu mencerminkan pelemahan permintaan domestik. Kenaikan tersebut bisa dipengaruhi persiapan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri, ekspektasi peningkatan konsumsi, maupun impor antisipatif.

Selain itu, ia menilai kontraksi sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 0,99 persen tidak bertentangan dengan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,04 persen. Menurutnya, data penjualan listrik industri justru menunjukkan ekspansi.

“Kontradiksi yang dianggap janggal hanyalah sisa kebijakan harga 2025, bukan inkonsistensi data BPS,” tulis Ariyo.

Ia menjelaskan bahwa basis perbandingan Triwulan I-2025 dipengaruhi kebijakan diskon tarif listrik 50 persen yang meningkatkan konsumsi rumah tangga secara temporer. Ketika diskon dicabut pada 2026, konsumsi kembali normal sehingga menciptakan efek statistik terhadap pertumbuhan sektor listrik.

Lebih jauh, Ariyo menilai pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 secara mendasar lebih lemah dibanding angka headline 5,61 persen. Konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen secara tahunan disebut menyumbang sekitar 1,26 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia memperkirakan bahwa tanpa dorongan belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran 4,4 hingga 4,6 persen.

“Membaca 5,61% sebagai sinyal momentum menguat keliru; momentumnya sebetulnya melambat, hanya basis tahun sebelumnya luar biasa lemah,” tulisnya.

Ariyo juga menyoroti perbedaan antara pertumbuhan PDB manufaktur dan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di level 49,1 pada April 2026 atau memasuki zona kontraksi.

“Jika Pak Anggito serius dengan pertanyaan keberlanjutan, argumen ini paling kuat untuk mendukung tesisnya, dan beliau melewatkannya,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Ariyo menyebut biaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi semakin besar. Ia mencatat keseimbangan primer APBN berubah dari surplus Rp21,9 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi defisit Rp95,8 triliun pada Triwulan I-2026. Pada saat yang sama, pembayaran bunga utang meningkat 18,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp144,3 triliun.

Selain tekanan fiskal, ia juga menyoroti lonjakan subsidi dan kompensasi energi, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.605 per dolar AS, serta penurunan cadangan devisa selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Ariyo, depresiasi rupiah turut menggerus pendapatan masyarakat dalam ukuran dolar AS dan menjauhkan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Setiap pelemahan 1% mengurangi PDB per kapita USD sekitar USD52, setara setahun pertumbuhan riil per kapita,” tulisnya.

Ia juga menilai struktur ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas alam dan hilirisasi nikel. Di sisi lain, surplus perdagangan justru menyusut ketika rupiah melemah, yang menurutnya menunjukkan lemahnya daya saing ekspor manufaktur nonkomoditas.

“Indonesia bertumpu pada hilirisasi nikel, sambil kehilangan volume di batubara, pertanian, dan migas,” ujarnya.

Dalam sektor domestik, Ariyo mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) kredit pemilikan properti meningkat dari 3,08 persen menjadi 3,24 persen pada Februari 2026, sementara pertumbuhan sektor real estat hanya mencapai 3,54 persen.

“Sektor properti adalah barometer kelas menengah, dan barometer ini sedang tertekan,” tulisnya.

Sebagai alternatif kebijakan, Ariyo mendorong pemerintah mempercepat belanja modal produktif dan mereformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran melalui bantuan langsung kepada kelompok berpendapatan rendah.

Ia menilai langkah tersebut lebih berkelanjutan dibanding mengandalkan instrumen stabilisasi pasar obligasi atau stimulus jangka pendek untuk menjaga angka pertumbuhan ekonomi.

“Pertanyaan yang sedang diabaikan: pertumbuhan yang berkualitas atau berkuantitas,” tulis Ariyo.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa perdebatan utama seharusnya bukan sekadar mengenai validitas angka pertumbuhan ekonomi, melainkan siapa yang menanggung biaya dari pertumbuhan tersebut.

“Substansinya adalah ongkos yang sedang dibayar berbagai kelompok masyarakat untuk mempertahankan pertumbuhan di tingkat ini,” tutupnya.(Red)

PKC PMII Lampung dan Cabang Se-Lampung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pematang Pasir: Implementasi Tri Hablum dalam Aksi Nyata Lingkungan

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Lampung bersama seluruh Pengurus Cabang PMII se-Lampung menggelar aksi lingkungan bertajuk “Shodaqoh Oksigen: Tanam Mangrove untuk Kehidupan” di pesisir Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu 17 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 200 kader PMII dari 8 cabang se-Lampung dan dipimpin langsung oleh Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan. Aksi ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ekologi dalam kerja-kerja kerakyatan.

  1. Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan

Desa Pematang Pasir dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu wilayah pesisir Lampung Selatan yang mengalami abrasi dan degradasi ekosistem mangrove dalam 5 tahun terakhir. Hilangnya tutupan mangrove berdampak langsung pada meningkatnya intrusi air laut, berkurangnya hasil tangkapan nelayan, dan kerentanan permukiman warga terhadap gelombang pasang.

Menjawab persoalan tersebut, PKC PMII Lampung menginisiasi penanaman 5.000 bibit mangrove sebagai bentuk shodaqoh oksigen bagi masyarakat dan lingkungan. Pemilihan mangrove didasarkan pada fungsi ekologisnya yang ganda: menyerap karbon, menahan abrasi, dan menjadi habitat biota laut yang menopang ekonomi pesisir.

  1. Kolaborasi Lintas Elemen

Keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kolaborasi yang dibangun sejak tahap perencanaan. Hadir dalam kegiatan:

– Alumni PMII Lampung yang memberikan dukungan  turun langsung menanam

– Pemerintah Desa Pematang Pasir, dipimpin oleh Kepala Desa dan perangkat desa, yang memfasilitasi lokasi dan mobilisasi warga

– Masyarakat Desa Pematang Pasir, terutama kelompok nelayan dan ibu-ibu pesisir

– Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung yang menyediakan bibit mangrove dan memberikan pendampingan teknis penanaman

Ketua Pelaksana Kegiatan, M. Munif Jazuli, menekankan pentingnya kerja kolektif ini.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada seremoni. Sejak awal kami libatkan desa dan dinas agar ada tanggung jawab bersama dalam perawatan pasca tanam. Ini kerja kader, alumni, pemerintah, dan warga. Tanpa itu, 5.000 bibit ini tidak akan bertahan,” ujarnya di sela kegiatan.

  1. Kerangka Nilai: Habluminannas, Habluminalalam, Habluminallah

Kegiatan ini diusung dengan tema “Habluminannas, Habluminalalam, Habluminallah” sebagai kerangka ideologis aksi kader PMII Lampung:

Habluminannas – Hubungan dengan Sesama Manusia

Gotong royong lintas elemen menunjukkan bahwa gerakan lingkungan tidak bisa dijalankan sendiri. PMII hadir sebagai jembatan yang menyatukan kader, alumni, pemerintah, dan masyarakat dalam satu tujuan: menjaga ruang hidup bersama.

Habluminalalam – Hubungan dengan Alam

Penanaman mangrove adalah bentuk konkret tanggung jawab khalifah fil ardh. Kader PMII menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Habluminallah – Hubungan dengan Allah SWT

Merawat ciptaan-Nya adalah ibadah sosial. Shodaqoh oksigen yang dilakukan diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama mangrove tumbuh dan memberi manfaat.

  1. Dampak dan Rencana Keberlanjutan

Sebanyak 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan Avicennia ditanam di area seluas ±2 hektar di pesisir Desa Pematang Pasir. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, satu pohon mangrove dewasa mampu menyerap 10-12 kg CO₂ per tahun. Dengan demikian, potensi penyerapan karbon dari kegiatan ini mencapai ±55-60 ton CO₂ per tahun setelah 5-7 tahun pertumbuhan.

Untuk memastikan keberlanjutan, PKC PMII Lampung telah menyepakati 3 langkah tindak lanjut bersama Pemerintah Desa Pematang Pasir dan DLH Provinsi Lampung:

  1. Monitoring bulanan terhadap pertumbuhan bibit selama 12 bulan pertama
  2. Pembentukan Kelompok Kader Peduli Lingkungan di tingkat desa yang diisi kader PMII cabang Lampung Selatan dan warga setempat
  3. Edukasi lingkungan bagi siswa-siswi SD dan SMP di Desa Pematang Pasir agar kesadaran ekologi tumbuh sejak dini

Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kritik konstruktif terhadap krisis iklim yang tidak cukup dijawab dengan wacana.

“Kader PMII harus hadir di ruang-ruang persoalan rakyat. Krisis iklim adalah persoalan nyata di pesisir Lampung Selatan. Maka kami jawab dengan aksi nyata di lapangan. Ini amanah organisasi dan amanah agama,” tegasnya.

  1. Penutup

Kegiatan Shodaqoh Oksigen ini diharapkan menjadi model kolaborasi pentahelix antara mahasiswa, alumni, pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam menjawab tantangan lingkungan di wilayah pesisir. PKC PMII Lampung berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di wilayah pesisir Lampung lainnya pada tahun 2026. (**)

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

NGANJUK -(deklarasinews.com)— Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pekerja Indonesia sekaligus pengingat pentingnya perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja. Peresmian dilakukan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan museum tersebut didedikasikan untuk mengenang perjuangan kaum buruh di Indonesia. Menurutnya, keberadaan museum buruh merupakan peristiwa yang langka dan memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

“Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden lebih lanjut mengatakan, perjuangan Marsinah merupakan simbol perjuangan masyarakat kecil dan mereka yang berada dalam posisi lemah, baik secara ekonomi maupun kekuasaan.

Presiden mengatakan, peristiwa yang menimpa Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi karena Indonesia dibangun di atas falsafah Pancasila yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung nilai kekeluargaan dalam Pancasila yang mengajarkan bahwa pihak yang kuat harus membantu yang lemah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai anak bangsa.

“Buruh adalah anak-anak bangsa, petani adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa. Semuanya,” katanya.

Presiden pun berharap peristiwa yang dialami Marsinah tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Museum Marsinah berawal dari aspirasi kalangan buruh yang mengusulkan agar Marsinah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menurut Presiden, para pimpinan serikat pekerja sepakat mengusulkan nama Marsinah sebagai tokoh perjuangan buruh yang layak mendapatkan penghormatan dari negara.

Usai peresmian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa Museum Marsinah berfungsi sebagai ruang edukasi yang mendokumentasikan arsip sejarah ketenagakerjaan, termasuk perjuangan penetapan upah minimum, hak cuti hamil, serta hak berserikat. Museum ini juga diharapkan menjadi pusat studi hukum ketenagakerjaan bagi generasi pekerja baru.

Ia menambahkan, keberadaan museum tersebut juga menjadi pengingat penting mengenai perlindungan hak asasi pekerja, baik bagi penegak hukum maupun dunia usaha agar tragedi kekerasan terhadap pekerja yang sedang memperjuangkan hak-haknya tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta pimpinan Konfederasi/Federasi Serikat Pekerja (SP), International Labour Organization (ILO), ATUC, dan ITUC.(Red)

DPW Tani Merdeka Indonesia Lampung Ikuti Diklat Nasional Angkatan I di Ciawi Bogor

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi lampung mengikuti Diklat Nasional Tani Merdeka Indonesia Angkatan I yang digelar Dewan Pimpinan Nasional (DPN) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Mei 2026 itu diikuti seluruh pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi dan konsolidasi nasional.

Dalam diklat tersebut,dan pelatihan peserta mendapatkan materi terkait berbagai program strategis nasional, mulai dari swasembada pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, hingga penguatan sektor pertanian berbasis kemandirian pangan.

Wakil Ketua Organisasi dan Kaderisasi DPW Tani Merdeka Indonesia propinsi lampung ,aliunsyah mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat peran organisasi dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, dan kegiatan ini akan terus berlanjut ketingakatan DPD (kabupaten) dan semua itu sudah terjadwal di dpn tani merdeka Indonesia, dan allhamdulilah DPW tani mederka. Propinsi lampung bisa ikut walau pun tidak semua pengurus DPW ujarnya.(Arnandes)

Muslimat NU Pardasuka Gelar Silaturahmi dan Pengajian Akbar

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ribuan anggota Muslimat NU Ranting Pekon Kedaung dan 12 Pekon sekecamatan Pardasuka  antusias mengikuti pengajian triwulan  yang dirangkai dengan acara silaturahmi, di gelar di pekarangan sekolah SDN 1 Kedaung, Minggu (17 /05/26), hadir dalam acara ini Ustad  Abdul Mun’Im ,Jamaah Nu dari 12 pekon se-Kecamatn Pardasuka, Kepala Pekon Kedaung  Bahtarim beserta jajaran dan  para Undangan.

Acara dimulai pukul 08.30  WIB dengan pembacaan  Ayat suci Alquran oleh Ustadzah Rusmanah. Dalam  Cermah yang di smpaikan Ustad Abdul Mun’im menekankan pentingnya menjaga silaturahmi

Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tapi wujud nyata perintah Allah untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Muslimat NU harus jadi pelopor kerukunan di masyarakat,”ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menyampaikan Pentingnya Ukhuwah , Untuk Mengoptimalkan Peran Dalam Organisasi, menjadikan persaudaraan sesama muslim sebagai fondasi utama berorganisasi  karena ini merupakan jalan efektif menuju , solid, dan produktif,

Organisasi sering tak berjalan  bukan karena programnya jelek, tapi karena konflik personal, suudzon, dan ego.

Kalau ukhuwah jadi prioritas, anggota lebih cepat saling memaafkan, terbuka kritik, dan fokus ke tujuan bersama. ujarnya.

Kepala Pekon Kedaung Batharim menyampaikan Harapan, Saya selaku Kepala  Pekon berharap, dengan adanya kegiatan pengajian dan silaturahmi seperti ini, ukhuwah islamiyah antar warga dan antar pengurus organisasi kemasyarakatan di pekon  kita semakin kuat.

Harapan saya, ukhuwah ini jangan berhenti di majelis saja. Jadikan modal utama untuk mengoptimalkan peran organisasi NU, Muslimat,  Karang Taruna, dan RTRW dalam membangun Pekon. Kalau kita kompak, program kerja Pekon di bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi akan lebih mudah jalan.

Hindari perpecahan karena beda pendapat. Tabayyun dulu, musyawarah dulu. Ingat, kemajuan Pekon bukan kerja kepala Pekon saja, tapi kerja kita semua sebagai saudara.

Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita untuk kemaslahatan umat di Pekon kita ini. Aamiin Tutupnya.

Jahri yahya Kadus 01, di kesempatan yang sama menyampaikan  kepada rekan media,  Alhamdulilahh  acara ini berjalan lancar sesuai harapan.Jemaah yang yang hadir  dari 12 Pekon ini  berkisar 2500, Alhamdulillah sukses. Pungkasnya [ Mm, KW-RI ]

PKC PMII Lampung Gelar Movement Gathering dan Bakti Sosial di Desa Tejang Pulau Sebesi, serta Shodaqoh Oksigen, Angkat Nilai Tri Hablum

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia [PKC PMII] Lampung sukses menggelar Movement Gathering sekaligus Bakti Sosial pembagian sembako di Desa Tejang Pulai Sebesi, Lampung Selatan, pada Jumat-Sabtu, 15-16 Mei 2026.

Kedatangan rombongan pengurus PKC PMII Lampung disambut hangat oleh Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi, perangkat desa, dan warga setempat.

Kegiatan dua hari ini dirancang sebagai wujud nyata nilai Tri Hablum: Habluminallah, Habluminannas, dan Habluminalalam. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk memperkuat hubungan vertikal dengan Allah, horizontal dengan sesama manusia, dan horizontal dengan alam.

Rangkaian Kegiatan:

  1. Istigosah dan Doa Keselamatan Bangsa

Acara dibuka dengan istigosah bersama warga dan kader PMII. Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian daerah, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Tejang Pulai Sebesi.

  1. Bakti Sosial Pembagian Sembako

Sebagai bentuk Habluminannas, PKC PMII Lampung menyalurkan paket sembako kepada warga pesisir yang membutuhkan. Aksi ini menjadi wujud kepedulian kader terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

  1. Fun Game dan Konsolidasi Gerakan

Sesi fun game digelar untuk membangun keakraban antar kader dan warga. Di sela kegiatan, dilakukan diskusi ringan terkait isu lingkungan pesisir dan penguatan konsolidasi gerakan mahasiswa di Lampung.

  1. Penutup: Bakar Ikan dan Makan Bersama

Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan bakar ikan bersama warga di tepi pantai, dilanjutkan makan bersama. Momen ini menjadi simbol Habluminalalam dan Habluminannas yang menyatu: menjaga alam sekaligus merawat kebersamaan.

Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa gerakan mahasiswa harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa PMII hadir tidak hanya di forum diskusi, tapi juga di tengah masyarakat. Dari istigosah, bakti sosial, sampai makan bersama dengan warga, semua ini adalah ikhtiar kami menjalankan Tri Hablum secara utuh,” ujar M. Yusuf Kurniawan.

Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran PKC PMII Lampung membawa energi positif dan manfaat nyata bagi warga pesisir.

“Kami berterima kasih atas kepedulian adik-adik PMII Lampung. Doa bersama, bantuan sembako, dan kebersamaan saat bakar ikan membuat warga merasa diperhatikan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ujar Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi.

Di hari minggu juga pengurus PMII Se-Provinsi Lampung akan melanjutkan kegiatan Shodaqoh Oksigen yaitu tanam Mangrove di Desa pematang pasir kecamatan Ketapang Lampung Selatan

PKC PMII Lampung berharap kegiatan ini dapat menjadi model gerakan mahasiswa yang seimbang: spiritual, sosial, dan ekologis, serta memperkuat sinergi antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat pesisir Lampung Selatan.

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

JAKARTA -(deklarasinews.com)— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya wirausaha baru di berbagai daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan Program TKM Pemula dirancang untuk membantu masyarakat membangun usaha mandiri yang produktif dan berkelanjutan.

“Program TKM Pemula menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Estiarty dalam keterangannya melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dibuka hingga 17 Mei 2026 melalui platform SIAPkerja dan Bizhub. Masyarakat yang memenuhi persyaratan diimbau segera melengkapi dokumen dan melakukan pendaftaran secara daring.

Adapun persyaratan penerima bantuan meliputi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia, berusia minimal 18 tahun dan maksimal 64 tahun, serta memiliki KTP atau e-KTP. Dalam satu Kartu Keluarga (KK), bantuan hanya dapat diterima oleh satu anggota keluarga. Selain itu, pendaftar tidak sedang menempuh pendidikan setara SMA/SMK atau sederajat, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI, Polri, maupun pensiunan ASN, serta tidak sedang terikat hubungan kerja baik dengan pemerintah maupun swasta.

Peserta juga dipastikan belum pernah menerima bantuan TKM Pemula maupun TKM Lanjutan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan tidak sedang menerima bantuan program Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker pada tahun berjalan.

Syarat lainnya, peserta wajib memiliki sertifikat pelatihan vokasi yang diterbitkan UPTP/UPTD bidang pelatihan vokasi atau sertifikat layanan kewirausahaan yang diterbitkan UPTP bidang Perluasan Kesempatan Kerja, yakni BPKK Bekasi, BPKK Kendari, dan BBPKK Bandung Barat, pada periode 2025 hingga 2026.

Peserta juga wajib memiliki ide usaha atau usaha yang dibuktikan melalui Surat Keterangan Usaha (SKU) yang diterbitkan kelurahan/desa atau Nomor Induk Berusaha (NIB), disertai foto lokasi atau kegiatan usaha. Selain itu, pendaftar wajib memiliki akun SIAPkerja.

Dalam program tersebut, Kemnaker menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta per orang yang dapat digunakan untuk pembelian peralatan usaha dan/atau bahan baku sesuai bidang usaha yang diajukan. Adapun sektor usaha yang dapat dikembangkan meliputi pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, jasa boga, ekonomi kreatif, perdagangan barang, hingga jasa perorangan.

Seluruh proses pendaftaran dan pengajuan bantuan dilakukan secara digital melalui platform SIAPkerja dan Bizhub tanpa dipungut biaya. Karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Program TKM Pemula maupun Kemnaker.

Kemnaker mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak mana pun. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan tertentu dalam proses seleksi.

Apabila terdapat pihak yang meminta biaya dengan mengatasnamakan Program TKM Pemula, masyarakat diimbau segera melaporkannya melalui kanal resmi Kemnaker agar dapat segera diproses sesuai ketentuan.

Setelah proses pendaftaran ditutup, Kemnaker akan melakukan seleksi administrasi, penilaian substansi usaha, dan wawancara guna memastikan kelayakan calon penerima bantuan. Hasil seleksi nantinya diumumkan melalui platform Bizhub.

Dalam pelaksanaan Program TKM Pemula, Kemnaker mengatur mekanisme penyaluran bantuan, penggunaan dana, hingga pelaporan pertanggungjawaban secara rinci. Penerima bantuan diwajibkan menggunakan dana sesuai proposal usaha serta menyampaikan laporan penggunaan bantuan paling lambat 31 Desember 2026.(Red)

Susno Duadji Sesalkan Pencabutan Plang Lahan Miliknya

PAGARALAM -( deklarasinews.com)- Terkait kasus sengketa tanah yang ngaku-ngaku Hibah Warga yang rencana akan dibangun Bataliyon TNI AD, di Desa Lubuk buntak kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam Ahli waris Susno Duaji dan keluarga sangat sesalkan perbuatan ada oknum yang Cabut Papan merek atas Kepemilikan Tanah Ahli Waris Mantan Pesirah Marge SBS Lubuk Buntak Alm H. Duaji.

Sebidang tanah yang kepemilikan asli dengan atas hak milik ahli waris H Susno Duaji dan keluarga yang berlokasi di padang pangkul desa Meringang kecamatan Dempo Selatan  itu jelas bukan Lahan Marge tapi jelas milik pribadi keluarga Pesirah Duaji, kok ada yang mengatasnamakan Hibah Warga sementara Ahli waris nya jelas-jelas Ada dan tampa ada pemberitahuan terlebih dulu akan di bangun jadi Markas Batalyon TNI AD, saat menghubungi Media ini rabu (13/5/2026).

“Sangat disesalkan adanya peristiwa Pengerusakan (pencabutan) papan plang berbicara dan pencabutan patok yang dilakukan oleh orang tak di kenal dilokasi area tanah milik ahli waris.”Kata Susno.

Sejarah Singkat terkait Tanah lahan tersebut adalah jelas Tanah Warisan dari Bapak Kami, Indonesia belum Merdeka saat dulu kala dan Masih Zaman Kerajaan Sriwijaya, namun Aneh dan Ajaib, ada yang menghibahkan oleh Orang yang Tak berhak, yang katanya untuk pembangunan Bataliyon TNI AD, Merek dan Patok tanda Nama Waris di cabut dan di buang ntah kemana oleh oknum tak bertanggung jawab.”jelas H Susno.

“lni bisa dikatakan perbuatan melawan hukum dan pihak ahli waris dapat melaporkan ke pihak berwajib. Dengan demikian dapat ditarik sebuah “persepektif yuridis”dan sangat riskan melakukan penyerobotan tanah dan pengerusakan papan plang diatas lahan milik ahli waris,”Ujarnya.

Lanjut H Susno kami, Pihak Ahli Waris Mantan Pesirah SBS Lubuk Buntak Alm H Duaji sangat perihatin dan menyesalkan Atas perbuatan Oknum dan Siapa pun yang dengan sengaja melepas Merek tanda kepemilikan Tanah Warisan Alm H Duaji tersebut.

1.Jelas kelakuan oknum yang tidak mengerti hukum dan ini ada sangsinya yang berat.

2. Susno mempridiksi pelakunya adalah oknum yang ingin mengadu domba antar keluarga Besar Mantan Pesirah H Duaji dengan Aparat TNI, karna perbuatan pencabutan merek tersebut agar dikira dilakukan oleh oknum TNI.

3.Kami berprasangka baik bahwa itu yang melakukan tidak mungkin pihak TNI melakukan perbuatan tercela yang bertentangan dengan hukum, pasti itu di perbuatan oknum yang ingin merusak nama baik Aparat.

4.Kami pihak pemilik Tanah Ahli Waris Mantan Pesirah H Duaji akan melaporkan Kepada Aparat Hukum dan mintak agar Pelakunya di cari sampai ketemu dan di proses Hukum.

5.dan meminta agar pihak yang merasa menghibahkan dan juga aparat yang bertanda tangan agar mencabut,  karena bertentangan dengan Hukum.”pungkasnya. (Rep)

Integrasi Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku Berikan Manfaat dalam Transaksi Pertanahan

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Transformasi digital dalam bidang pertanahan tidak hanya menghadirkan kemudahan layanan, tetapi juga memperkuat sistem keamanan setiap transaksi pertanahan. Melalui implementasi Sertipikat Elektronik yang terintegrasi dengan aplikasi Sentuh Tanahku, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan proses verifikasi data pertanahan kini dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan minim risiko manipulasi.

“Ketika akan membuat akta jual beli, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) wajib memindai _barcode_ yang ada di Sertipikat Elektronik. Sistem kami lalu akan mengeluarkan _secret code_. Kode ini hanya bisa diakses melalui pemindaian dokumen digital (melalui Sentuh Tanahku) dan tidak tersedia pada dokumen cetak,” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, dalam keterangannya pada Rabu (13/05/2026).

_Secret code_ atau _e-code_ akan tertera pada Sertipikat Elektronik yang muncul di dalam aplikasi Sentuh Tanahku setelah pemindaianan _barcode_ dilakukan. Posisi _e-code_ berada di bagian kanan atas tampilan Sertipikat Elektronik.

Sejak Sertipikat Elektronik diterapkan, proses verifikasi digital menjadi tahap yang wajib dilakukan PPAT dalam setiap proses pembuatan akta jual beli. PPAT tidak lagi hanya mengandalkan pemeriksaan dokumen fisik, namun juga wajib mencocokkannya dengan data digital yang tersimpan dalam Sentuh Tanahku.

Data yang perlu dicocokkan antara lain data bidang tanah beserta informasi kepemilikan tanah. Mekanisme validasi berlapis ini menjadi pengaman tambahan untuk memastikan keaslian data sekaligus menutup ruang terjadinya pemalsuan maupun manipulasi dokumen saat masyarakat hendak melakukan jual beli tanah.

“PPAT harus benar-benar memeriksa data digital kita. Jadi tidak hanya sekadar membaca buku tanah hasil cetakannya. Setelah itu akan dicocokkan, apakah benar elemen-elemen yang ada di sertipikat cetak sama dengan yang ada di elektronik, di data digital,” ujar I Gede Ketut Ary Sucaya.

Sertipikat Elektronik yang terintegrasi dengan aplikasi Sentuh Tanahku pada akhirnya memperkuat aspek keamanan, transparansi, serta akuntabilitas dalam layanan pertanahan. Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem digital yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN. “Benar-benar untuk mempermudah masyarakat,” pungkas I Gede Ketut Ary Sucaya.(red)

PPI Gelar Webinar Nasional Hari Kartini 2026

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Memperingati Hari Kartini 2026, Pita Putih Indonesia (PPI) menggelar webinar nasional bertema ‘Refleksi Semangat Kartini dalam Memutus Rantai Pernikahan Remaja dan Komplikasi Maternal’ pada Rabu, (13/5/2026), dengan narasumber sejumlah pakar kesehatan, akademisi, praktisi kebidanan, hingga pemangku kebijakan yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan reproduksi, pernikahan usia dini, dan keselamatan maternal.

Menurut Ketua Panitia Webinar, Sri Wahyuni, A.Md.Keb., SKM., M.KM., tema tersebut berangkat dari refleksi perjuangan RA Kartini yang tidak hanya berbicara tentang pendidikan perempuan, tetapi juga hak perempuan atas kesehatan dan keselamatan hidupnya.

“Semangat Kartini di era modern perlu dimaknai sebagai perjuangan memastikan setiap perempuan mendapatkan akses kesehatan yang berkualitas dan keselamatan saat menjalani proses kehamilan maupun persalinan,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Sri,  juga menjadi bagian dari advokasi Pita Putih Indonesia dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan perempuan dan anak.

“PPI berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya pernikahan dini dan komplikasi maternal semakin meningkat. Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi kesehatan perempuan dan anak,” ucapnya.

Pita Putih Indonesia sendiri, lanjutnya, merupakan organisasi yang dibentuk sejak 1999 dan bergerak dalam advokasi kesehatan ibu dan anak, dan aktif mendorong edukasi kesehatan reproduksi, penguatan kapasitas masyarakat, serta kampanye keselamatan ibu hamil dan bayi baru lahir di berbagai daerah di Indonesia.

Pada diskusi webinar yang dipandu Dr. Sri Rahayu, S.Si.T., Bd., MARS. sebagai moderator, dr. Lovely Daisy, M.KM. dari Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI menjelaskan kebijakan nasional dalam menekan angka pernikahan dini serta strategi percepatan penurunan angka kematian ibu di Indonesia. Menurutnya, edukasi keluarga dan penguatan layanan kesehatan primer menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko kehamilan remaja.

Narasumber lainnya, Kadis Kesehatan Provinsi Banten, Dr.dr.Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS., memaparkan kondisi pernikahan dini dan kehamilan remaja di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa pernikahan usia anak masih berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok masyarakat dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Eros Rosita, S.ST., seorang tenaga bidan yang bertugas di wilayah suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, turut membagikan pengalamannya di lapangan mengenai pentingnya peran bidan sebagai garda terdepan dalam edukasi keluarga dan deteksi dini komplikasi kehamilan di tingkat pelayanan.

Sedangkan Konsultan Kesehatan Reproduksi Maternal dan Neonatal Pita Putih Indonesia, dr. Pancho Kaslam, DRM., M.Sc. memaparkan pentingnya upaya peningkatan keselamatan ibu dan bayi melalui pencegahan komplikasi yang sebetulnya dapat dideteksi sejak dini.

Beberapa nama lainnya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, adalah Ketua Umum Pita Putih Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., serta Ketua Harian Pita Putih Indonesia, dr. Heru Kasidi, M.Sc., yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan edukasi kesehatan maternal di masyarakat. (Mulia Mega)