Pj. Sekda Yapen Cyfrianus Mambay, Harmoni Budaya dan Ekonomi Kreatif Harus Berlanjut, Bukan Sekadar Musiman

KEP. YAPEN -(deklarasinews.com)- Baru sehari dilantik, Pelaksana Tugas (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Mambay, S.Pd., M.Si., dipercayakan oleh Bupati Benyamin Arisoy, S.E., M.Si., untuk mewakili memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan “Harmoni Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif” yang berkolaborasi dengan pelaku UMKM setempat. Kegiatan dibuka di Taman Ondo, Jumat (3/7/2026).

Acara dihadiri Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., perwakilan Kodim 1709/Yawa, anggota DPRK Mika Runaweri, Fredelin Warkawani, dan Satik Warmetan, serta pimpinan OPD, tokoh adat, dan tamu undangan lainnya.

Event dua hari ini menampilkan atraksi tarian adat, pertunjukan musik tradisional akustik, lagu pop lokal, promosi destinasi wisata, dan pameran produk ekonomi kreatif. Kegiatan bertujuan memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada masyarakat dan wisatawan serta memperkuat citra Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai destinasi wisata di Bumi Cenderawasih.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Cyfrianus Mambay menekankan pentingnya menjadikan kegiatan seperti ini berkelanjutan, bukan hanya bersifat musiman. Ia mengingatkan pengalaman kegiatan serupa pada 2022–2023 di Sel Teluk Cenderawasih yang dinilai kurang memberikan dampak jangka panjang dan belum berhasil mendorong kemajuan ekonomi kreatif secara signifikan.

“Kita tidak boleh hanya menggelar acara hari ini lalu berhenti. Harus ada tindak lanjut yang berkelanjutan sehingga pelaku kreatif dan UMKM benar-benar mendapat manfaat,” tegas Cyfrianus.

Bupati Benyamin Arisoy berharap acara ini menghasilkan dampak nyata dan proses keberlanjutan. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif bersama seluruh panitia dan OPD terkait selalu berkolaborasi dan menjaga sinergi.

Pj. Sekda juga menyoroti kurangnya fasilitas permanen untuk menampung produk lokal. Ia mencontohkan, ketika wisatawan berkunjung ke Serui, belum ada kedai atau gerai yang menampilkan barang-barang khas Yapen. Menurutnya, setidaknya perlu satu kios atau ruang khusus di Bandara Runbewas Kamanaap sebagai titik promosi dan penjualan produk lokal.

“Mari jadikan momen ini sebagai strategi promosi yang benar dan berdampak. Pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran,  jika tidak direncanakan berkesinambungan, potensi besar yang ada akan redup kembali,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku seni dan ekonomi kreatif, komunitas budaya, serta masyarakat umum untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Selain fungsi promosi, acara juga menjadi sarana pelestarian budaya dan membuka peluang pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif.

 

Tinggalkan Balasan