Kolaborasi Bersama Dinas Perdagangan Sumsel, Forkesi dan PTBA Latih ABK dan Orang Tua Olah Sampah Organik

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Forum Komunikasi Keluarga Anak Spesial Indonesia (Forkesi) Chapter Sumatera Selatan (Sumsel) berkolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan didukung oleh Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel menggelar program pelatihan keterampilan khusus. Kegiatan ini menyasar para remaja berkebutuhan khusus beserta orang tua mereka.

Pelatihan ini berfokus pada dua program utama, yakni pengelolaan sampah organik dan teknik pemanfaatan lahan sempit. Langkah ini diinisiasi sebagai salah satu upaya strategis untuk memperkuat kemandirian sekaligus menciptakan ketahanan pangan bagi keluarga anak berkebutuhan khusus.

Acara yang berlangsung di Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel pada Selasa (30/6/26) ini bertujuan untuk membekali anak-anak berkebutuhan khusus dengan keterampilan praktis yang mandiri sekaligus produktif. Melalui kolaborasi ini, PT Bukit Asam memberikan dukungan penuh sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), sementara Dinas Perdagangan menyediakan fasilitas dan ruang edukasi. Selain menekan volume sampah rumah tangga melalui pemisahan limbah organik, peserta juga diajarkan teknik pertanian perkotaan (urban farming) memanfaatkan pekarangan terbatas demi memenuhi kebutuhan pangan mandiri.

Pelatihan pengolahan limbah menjadi kompos yang diadakan oleh Forkesi Chapter Sumsel (Forum Komunikasi Keluarga Anak Spesial Indonesia) bertujuan untuk mengasah keterampilan praktis anak. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan memberikan nilai tambah bagi remaja berkebutuhan khusus beserta keluarga mereka, ujar Ketua Forkesi Chapter Sumsel, Devie Wahyuni, S.TP.

Devie Wahyuni menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Apresiasi tersebut diberikan atas komitmen nyata PTBA melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini fokus mendukung pemberdayaan remaja berkebutuhan khusus beserta keluarga mereka.

Menurut Devie, dukungan penuh dari PTBA sebagai mitra CSR yang bersinergi dengan Dinas Perdagangan Sumsel dan Dinas UMKM Sumsel sangat krusial. Sinergi ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para orang tua. Salah satunya melalui pemanfaatan produk pangan mandiri yang dihasilkan langsung dari pekarangan rumah, jelasnya.

Hadir langsung dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Henny Yulianti, S.IP, M.M., bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Hj. Mega Nugraha, S.H., M.Si. Sementara itu, dari pihak korporasi diwakili oleh Cahyo Ady Nugraha selaku Senior Public Relation Spesialis PT Bukit Asam Tbk.

Senior Public Relation Spesialis PT PT Bukit Asam Tbk, Cahyo Ady Nugraha, mengapresiasi pelaksanaan program pelatihan keterampilan bagi warga ring satu. Menurutnya, acara ini merupakan bukti nyata sinergi positif antara organisasi, pemerintah, dan pihak swasta.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena berdampak positif bagi masyarakat luas, khususnya Forkesi. PTBA akan terus memberikan dukungan penuh agar program seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Cahyo. Ia juga berharap kegiatan pelatihan ini dapat berjalan lancar dan membawa kesuksesan jangka panjang bagi seluruh peserta.

Kesadaran mengolah sampah rumah tangga dari lingkungan terkecil dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. hal itu disampaikan Narasumber Ir. H. Cholil Buchori, M.Si, bahwa masyarakat perlu membangun budaya peduli terhadap limbah sampah, baik plastik maupun organik, yang dimulai dari rumah tangga. Menurutnya, setiap keluarga harus memiliki kesadaran untuk mengolah limbah tersebut menjadi bahan-bahan bermanfaat.

“Hasil olahan limbah ini nantinya dapat digunakan untuk mendukung ketahanan keluarga,” ujar Cholil.

Salah satu implementasi nyatanya adalah dengan memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah. Masyarakat dapat menggunakan area tersebut untuk menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan buah-buahan. Melalui langkah optimalisasi lahan dan pengelolaan sampah mandiri ini, efek jangka panjang yang diharapkan adalah mampu menurunkan pengeluaran belanja harian keluarga secara signifikan, pungkasnya. (Ags).

Tinggalkan Balasan