YAPEN -(deklarasinews.com)- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai, melakukan kunjungan kerja ke Distrik Windesi, Kampung Rosbori, dengan kesederhanaan yang menyentuh, ia sengaja pulang kampung dan turun bertemu masyarakat tanpa mengenakan sepatu atau sandal, berjalan dengan kaki telanjang. Minggu (14/6/2026)
Bagi Ebzon, tindakan itu bukan sekadar simbol—melainkan pengingat bahwa jabatan adalah kepercayaan sementara; setelah lima tahun, mereka akan kembali menjadi bagian dari masyarakat.” Ucapnya
Kunjungan kali ini bertujuan mempererat silaturahmi dengan warga, sekaligus berdialog dengan para pemuda setempat. Selain menyerahkan bantuan, Ketua DPRK meninjau kondisi pembangunan dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dalam suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh haru.
Kedatangannya disambut antusias oleh pemuda kampung, mereka mengawal Ketua DPRK dengan kebersamaan yang tulus, menyaksikan pemimpin mereka berjalan tanpa alas kaki di tanah kelahiran.
Ebzon menyatakan pada keterangan pers bahwa kunjungan ke Rosbori selain menjalankan tugas resmi juga memperkuat ikatan keluarga yang sejak lama dibina oleh orang tuanya. Ia menegaskan pentingnya merawat hubungan baik yang telah terjalin puluhan tahun agar tidak putus, serta saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPEK Yapen Ebzon Sembai lahir di Kampung Artanen, tetangga Rosbori. Ia tumbuh besar di daerah yang jauh dari pusat kota, menempuh pendidikan dasar dengan penerangan lampu pelita.
Dari tanah kelahiran di ujung pulau itu, kini ia duduk sebagai pimpinan DPRK Kepulauan Yapen — namun tak pernah lupa asal-usulnya.
Di depan rumah tokoh pemuda, pertemuan berlangsung sederhana, para pemuda duduk melingkar di tanah mendengar apa yang di sampaiakn oleh Ketua DPRK dan menyaksikan penyerahan bantuan proyektor langsung dari Ketua DPRK. Perangkat itu diberikan agar pemuda dapat menonton pertandingan Piala Dunia 2026 bersama-sama di kampung.
“Saya datang untuk bertemu saudara-saudaraku di Rosbori dan membantu mereka. Atas permintaan pemuda yang memiliki semangat olahraga tinggi, bantuan ini untuk menonton Piala Dunia 2026,” ujar Ebzon. Ia menegaskan tanggung jawabnya sebagai kakak untuk melayani dan mendukung permintaan warganya, sekaligus menyampaikan bahwa meskipun jauh dari kota, warga pun berhak menikmati fasilitas sederhana di kampung.
Ketua DPRK berharap silaturahmi ini semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara dirinya dan masyarakat, serta memperkuat hubungan institusi DPRK dengan warga desa. ” Harapnya ”
Ia mengimbau pemuda untuk segera melaporkan segala persoalan kepadanya selama masa jabatannya, agar dapat mengambil langkah kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
“Saya menitipkan pesan kepada saudara-saudara pemuda di Kampung Rosbori: jaga kebersamaan, keamanan, dan ketertiban. ” Pesanya Ebson Sembai.
Hindari perilaku negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya saling tolong-menolong, merawat orang tua, dan melanjutkan pendidikan, karena pendidikan adalah kunci masa depan. ” Tutup Ketua DPRK ”
Keharuan menyelimuti pertemuan itu, seorang pemimpin yang lahir dari kampung, kembali melangkah ke tanah kelahirannya dengan kaki telanjang—sebuah gesture yang memancarkan kesetiaan, kerendahan hati, dan janji untuk selalu berpihak pada rakyat.
Ebzon Sembai bukan hanya pejabat ” ia adalah anak pulau yang kembali menyentuh tanah kelahiran. Langkahnya tanpa alas kaki ibarat kembali ke akar” sederhana, jujur, dan akrab. Dalam detak langkah itu tersimpan pesan—kekuasaan adalah amanah, dan akar kampung adalah kompas yang menuntun kebijakan.(GM)