SERUI -(deklarasinews.com)- Ribuan warga Kabupaten Kepulauan Yapen memadati Pantai Cinta Tua dan perairan sekitar untuk menyaksikan rangkaian kegiatan budaya dan lomba Bahari dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke-42 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kepulauan Yapen, Ebzon Sembai S.Pi., M.H., yang akrab disapa Wadefai. Kamis, 11 Juni 2026
Acara puncak diawali dengan pemotongan kue ulang tahun dan dilanjutkan penyelenggaraan Wadefai Cup II, kegiatan yang mengangkat dan melestarikan seni budaya bahari khas masyarakat pesisir Papua.
Wadefai Cup II digelar sebagai kelanjutan event pertama yang dilaksanakan setahun lalu di Distrik Yapen Timur, kini kembali menghadirkan serangkaian lomba tradisional dan modern, antara lain dayung perahu Cege (8–10 orang per perahu), balapan perahu dengan mesin tempel 15 PK, dan lomba mancing.

Kegiatan ini dilaksanakan di Distrik Yapen Selatan Pantai Cinta Tua dan Pelabuhan Serui pada Kamis (11/6/2026) dan merupakan kolaborasi panitia Wadefai Cup II, KNPI Kabupaten Kepulauan Yapen, serta Kelurahan Serui Jaya.
Hadir pada kegiatan tersebut anggota DPRK Yapen Fredirik Samber, Fredi Barangkea, dan Rony Worobay. Turut hadir pula Jan Kristian Arebo, Plt. Kepala Distrik Yapen Selatan (Kepala Lura Serui Jaya) Meilan Benediktus Tompo, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua DPRK Ebzon Sembai menyampaikan bahwa penyelenggaraan Wadefai Cup II merupakan ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia yang ke-42. Lebih dari sekadar perayaan pribadi, event ini dimaksudkan untuk menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal, khususnya budaya perahu berukir dan tradisi dayung Cege, kepada masyarakat luas dan dunia luar.
“Budaya ini adalah bagian dari jati diri masyarakat kita Papua, khususnya Kabupaten Kepulauan Yapen. Setiap ukiran pada perahu memiliki makna historis tersendiri, sehingga harus dilestarikan,” ujar Ebzon Sembai.
Ebzon juga menekankan dampak ekonomis dari event budaya seperti ini. Menurutnya, Wadefai Cup tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi pelaku UMKM di kawasan Pantai Cinta Tua dan sekitarnya. “Ungkapnga ”
Ia mendorong pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menggali dan melestarikan kearifan lokal agar nilai-nilai budaya tidak terkikis oleh perkembangan zaman.
Plt. Kepala Distrik Yapen Selatan, Meilan Benediktus Tompo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Wadefai Cup II di Pantai Cinta Tua.
Ia mengatakan kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata, baik bagi penjual makanan dan pelaku UMKM di pesisir, maupun bagi pelaku usaha lain yang mendapatkan peningkatan pengunjung dan pendapatan selama acara berlangsung.
“Atas nama warga pesisir Pantai Cinta Tua, kami berterima kasih kepada Ketua DPRK Ebzon Sembai dan panitia yang telah memilih Pantai Cinta Tua sebagai pusat kegiatan,” ujarnya.

Potensi Wisata dan Ekonomi Lokal
Ketua DPRK menilai Pantai Cinta Tua sangat cocok dikembangkan sebagai destinasi wisata yang mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan masyarakat setempat supaya kawasan ini dapat ditata menjadi tempat wisata yang ramah UMKM, menyediakan fasilitas transportasi, musik, kafe, serta sajian kuliner khas Papua di sepanjang bibir pantai.
Hasil Lomba
Lomba dayung perahu Cege
Juara 1: Perahu Atuti (Yapen Selatan) — hadiah utama 1 unit perahu fiber
Juara 2: Perahu Winawai (Teluk Ampimoi) — hadiah uang pembinaan
Juara 3: Perahu Buru Nawi (Kepulauan Ambai) — hadiah uang pembinaan
Balapan mesin tempel 15 PK
Juara 1: Fredi Karubaba — hadiah utama 1 unit perahu fiber dan piagam
Juara 2: Alfaro — hadiah uang pembinaan dan piagam
Juara 3: Loberto Karubaba — hadiah uang pembinaan dan piagam
Balapan speedboat (dengan hadiah paket sembako)
Juara 1: Boman Yan — hadiah sembako
Juara 2: Edi Sineri — hadiah sembako
Juara 3: Andi Buari — hadiah sembako
Lomba mancing
Juara 1: Marten Arobaya — hadiah utama 1 unit ponsel Android
Juara 2: Welem Maniani — hadiah uang pembinaan
Juara 3: Natan Wanggai — hadiah uang pembinaan
Juara harapan: Merry Raweyai
Wadefai Cup II berhasil menjadi wadah penguatan identitas budaya sekaligus mendorong pergerakan ekonomi lokal.
Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah serta organisasi pemuda, event seperti ini berpotensi dikembangkan menjadi agenda tahunan yang menarik wisatawan dan memperkuat ekonomi kreatif di Kepulauan Yapen.