BANDAR LAMPUNG – (deklarasinews.com)– Perayaan Hari Ibu di Indonesia memang sangat berbeda dengan perayaan hari Ibu yang dilakukan oleh negara negara barat. Perbedaan terlihat saat negara negara barat merayakan hari Ibu mendedikasikan sebagai penghormatan akan peran para ibu dalam merawat keluarga. Hal ini justru jauh berbeda dengan di Indonesia, Hari Ibu di Indonesia mengenang perjuangan para perempuan untuk berkontribusi lebih terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peringatan ini bermula dari Kongres Perempuan Indonesia yang diadakan pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

BACA:   Ibarat Cari Intan, Lanud Sam Ratulangi Mendulang Generasi Muda Sulut

Kongres ini membahas perjuangan untuk kesetaraan perempuan yang laki laki serta kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Di hari ibu ini Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA IPM. mengatakan, “Selamat Hari Ibu. Berdirilah tegak kawan perempuan, sebagai tiang negara kesatuan Republik Indonesia. Mari bersatu padu menyuarakan perempuan juga mampu berprestasi, mampu berkiprah bagi nusa dan Bangsa. Memberi pesan penting, bahwa setiap  perempuan dapat memberikan kontribusi kepada negara ini melalui kemampuan yang dimilikinya.”

BACA:   Dukung Kegiatan Kemahasiswaan, IIB Darmajaya Serahkan Dua Kamera

Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA IPM. juga memberikan apresiasinya kepada para perempuan sekaligus mengingatkan kembali akar peringatan Hari Ibu.

“Saya mengucapkan  selamat hari ibu kepada perempuan-perempuan Indonesia. Pemaknaan Hari Ibu ini bukanlah Mother’s Day, tapi adalah hari mengenang kongres perempuan pertama untuk mengingat perjuangan perempuan,” ujar Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA IPM.

Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA IPM. Menambahkan, sejak berdirinya Komite Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) melalui Undang-undang No 7 Tahun 1984. Selain itu, pemerintah indonesia telah menandatangani dokumen kesepakatan global tentang Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu tujuannya adalah mencapai kesetaraan gender serta memberdayakan semua perempuan clan anak perempuan.

BACA:   Agus Sutiyono : Hindari Kerumunan, US Gunakan System' “Shift “

“Masalah-masalah seputar keke­rasan terhadap perempuan tentu menjadi keprihatinan bersama”. jelas Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA IPM.(*)

Tinggalkan Balasan