Pengurus DPW GPAN Lampung Sukses Gelar Seminar Peranan Generasi Muda

BANDAR LAMPUNG – (deklarasinews.com) – Pengurus DPW Generasi Pemuda Anti Narkoba (GPAN) Lampung sukses menggelar seminar peranan generasi muda mewujudkan nilai nilai kepahlawanan dalam program P4GN, Kamis (25/11/2021).

Seminar yang dilaksanakan di Universitas Saburai ini diikuti sejumlah narasumber baik dari pihak kampus maupun dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung dan BNNP Lampung.

Dalam sambutannya, Ketua GPAN Lampung Dra Ratri Mizni Melurinda M.Pd mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya seminar tersebut.

Ratri mengatakan, seminar tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang nilai nilai kepahlawanan dalam mendukung program P4GN.

“Sebagai generasi penerus, jangan malu menerapkan nilai nilai kepahlawanan ini,” kata Ratri.

Menurut Ratri saat ini banyak nilai nilai kepahlawanan yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Untuk itu, lanjut Ratri generasi muda ini tetap dituntut mengilhami semangat juang dalam menangkal penyalahgunaan narkoba.

“Lihat perjuangan pahlawan, mereka tidak butuh fasilitas. Tapi semangat juang yang luar biasa,” kata Ratri.

Sementara itu, Ketua DPP GPAN Brigjen Pol (Pur) Drs Siswandi mengungkapkan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dalam seminar tersebut.

Namun, purnawirawan perwira tinggi Polri ini tetap menyempatkan diri untuk mengisi materi melalui virtual zoom meeting.

Dalam kesempatan itu, pria yang lama bertugas di BNN dan Ditresnarkoba ini menyampaikan visi misi GPAN.

“Sesuai dengan visi dan misi GPAN yaitu mencari, menemukan dan mengajak para korban penyalahgunaan narkoba untuk direhabilitasi secara gratis,” kata Siswandi.

Siswandi mengungkapkan ada 3 prioritas negara dalam penanganan kejahatan, teroris, korupsi dan narkoba.

Menurutnya peredaran gelap narkoba yang hingga saat ini tidak habis sudah banyak menimbulkan korban penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu, perlu penanganan serius dari semua kalangan, termasuk generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.

“Dalam pasal 127 undang-undang narkoba, ada yang dinamakan sebagai korban penyalahgunaan,” kata Siswandi.

Namun dalam menetapkan seseorang sebagai korban penyalahgunaan narkoba ada aturan yang harus dipenuhi.

Misal barang bukti yang ditemukan yakni pil ekstasi kurang dari 10 butir dan sabu kurang dari beberapa gram.

Siswandi menegaskan, sesuai dengan ketentuan pasal tersebut maka penindakan terhadap korban berbeda dengan pelaku yang terlibat jaringan narkoba.

“Korban penyalahgunaan narkoba wajib dilindungi, tempat nya bukan di penjara tapi direhabilitasi,” kata Siswandi.

Adapun Kepala Divisi Humas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Lampung Jamal Mengatakan, keharusan ini merujuk amanat Undang-Undang 35/2009 tentang Narkotika (UU Narkotika). Serta, Peraturan Pemerintah 25/2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika. Bahwa, pecandu atau pengguna serta korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial.

Perinci, Rehabilitasi Medis, proses kegiatan pengobatan terpadu membebaskan pecandu dari ketergantungan Narkotika. Rehabilitasi Sosial, proses kegiatan pemulihan terpadu, baik fisik, mental, sosial, agar bekas pecandu Narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. (Pasal 1 butir 16 dan 17 UU Narkotika).

Hal itu, juga dipertegas dalam ketentuan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Nomor 11/2014 tentang Tata Cara Penanganan Tersangka dan/atau Terdakwa Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi.

Pasal mengatur, pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika yang tanpa hak dan melawan hukum sebagai tersangka dan atau terdakwa dalam penyalahgunaan Narkotika yang sedang menjalani proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan di pengadilan diberikan pengobatan, perawatan dan pemulihan dalam lembaga rehabilitasi.

Jamal mengingatkan kembali penegasan, mendampingi Ketua DPW GPAN Lampung 2018-2023, Ratri Mizni Melurinda MPd, melalui keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Kamis 25 November 2021.

Disebutkan, pihaknya merasa perlu utarakan kembali penegasan itu, sekali lagi sebagai bagian mesin pengingat, dalam rangka turut serta dalam pencegahan bahaya Narkoba di Provinsi Lampung yang kita cintai,” pungkasnya.

DIBACA - 11 KALI

Check Also

Bupati Lamsel Buka Diskusi KAHMI

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto membuka secara resmi diskusi Korps Alumni Himpunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *