JAKARTA -(deklarasinews.scom)- Kehadiran Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya kelapa dua Cilincing, Jakarta Utara, dikeluhkan warga.

Pasalnya trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki, malah dipakai untuk berjualan.

Pantauan di lokasi, tampak sejumlah pedagang berjualan di pinggir trotoar. Sementara bangku untuk calon pembeli ditempatkan di atas trotoar. Alhasil pejalan kaki yang melintas, harus mengalah ke pinggir jalan.

Salah seorang pejalan kaki, Rudi  (26) mengaku hampir setiap hari khususnya pagi sore dimana pedagang menggelar lapak atau gerobak dagangannya di atas trotoar. Bahkan pejalan kaki seperti dirinya terpaksa harus mengalah.

“Bagaimana mau lewat kalau lapak dagangannya ditaruh di trotoar, kadang kalau kita lewat juga malah sewotan dia (pedagang). Jadi pejalan kaki kayak saya terpaksa harus melintas di bahu jalan dengan ancaman tertabrak kendaraan,” keluhnya, Selasa  (20 /12).

Rudi pun menginginkan agar pihak terkait seperti kelurahan atau Satpol PP segera melakukan penertiban agar fungsi trotoar kembali. Rudi beralasan fasilitas tersebut dibangun bukan untuk berjualan Keberadaan para PKL telah membuat kawasan jadi kumuh. Saya berharap segera ditertibkan,” tegasnya.

Maraknya Para PKL itu selain melanggar Perda No 8 Tahun 2007, tentang Ketertiban Umum juga membuat kemacetan dan kumuh dan banyak sampah

Petugas Satpol PP kecamatan dan Kelurahan. Kalau sudah mengganggu ketertiban umum dan merusak fasum ya harus ditertibkan,” tandasnya (wbo)

Tinggalkan Balasan