Diduga Langgar Prokes, Pembagian BST dan Sembako di Kantor Pos Kedondong

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Meski upaya pengendalian pandemi Covid-19 termasuk protokol kesehatan  (prokes) terus digencarkan oleh  Pemkab Pesawaran. Namun ternyata Pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran ternyata masih banyak masyarakat yang abaikan anjuran pemerintah tidak mematuhi ketentuan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19.

Hal itu dibuktikan pada hari pertama  pembagian BST yang berlangsung untuk Kecamatan Kedondong Sebanyak 12 desa dan Kurang Lebih Seratus Lima Puluh keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BST terlihat antrean dan terjadi kerumunan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes)  dengan tidak menjaga jarak, demi mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp.300 ribu dan sembako.

Tapi anehnya, Gugus Tugas penanganan Covid-19 yang ada dilokasi tersebut terkesan tak menghiraukan saat para warga berkerumun antre untuk mendapatkan  bantuan BST di lokasi Kantor Pos Kecamatan Kedondong.

Dari Pantauan Media di lokasi, ratusan warga yang mengantre sejak pagi. Mereka yang Masing masing  dari  12 desa  di Kecamatan Kedondong, berkerumun tidak Menjaga Jarak di Kantor Pos, Kecamatan Kedondong.

Meski Warga yang Mengantri telah mengenakan masker, tetapi tidak menjaga jarak dan Warga saling mengobrol dan berdekatan satu sama lain.Bahkan disitu pun beberapa warga membawa anak dan balita yang tak mengenakan masker.

Padahal anak-anak sangat rentan terpapar Wabah Penularan  Covid-19 lantaran daya tahan tubuh mereka tak sekuat orang dewasa.

Sementara Camat Kedondong, Minak Yakin saat dimintai tanggapanya mengatakan, hari ini pembagian BST bagi KPM  yang berdampak PPKM darurat ini telah dilaksanakan di Kantor Pos, Kecamatan Kedondong, Pesawaran

“Pembagian ini setiap desa didampingi oleh Satgas Aparatur dari desa masing-masing dan Pihak Petugas Kantor Pos, mendapatkan pengamanan dari anggota Pol-PP dan yang lain nya Koramil beserta anggota sudah stanbay dari pagi,”kata Camat saat dikonfirmasi awak mediai lokasi, Rabu (28/7/2021).

Saat ditanya Ada nya Kerumunan dan tidak jaga jarak  apa lagi dalam antrian tersebut terdapat  Membawa anak Kecil,  bukan kah itu tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) pada saat pengambilan bantuan BST tersebut,

Camat Kedondong, Minak Yakin menjelaskan, bahwa yang namanya pelanggaran dalam kegiatan seperti ini dimana pun sedikitnya pasti ada.

“Namun, sedikitnya  kita berusaha pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan. Kalau mereka rapat kita minta pengertiannya untuk jaga jarak. Kita juga khawatir apa lagi kecamatan Kedondong ini masuk sebagai zona merah, tapi kita tetap berusaha tidak pembiaran,” jelasnya.

Sementara itu salah satu warga penerima BST yang tak ingin namanya di tulis mengatakan, telah mengantre sejak pukul 08.30 WIB dan baru mendapatkan dana bantuan sekitar pukul 11.00 WIB.

“Dua jam ngantre. Alhamdulillah dapat bantuan Rp300 ribu dan sembako,”ujarnya.(DF)

DIBACA - 19 KALI

Check Also

Ketua DPD IWAPI Lampung Berikan Materi E-Market Bagi UMKM Pada Webinar Nasional KOMINFO.

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua DPD IWAPI Prov. Lampung Dr. Ir. Hj. Armalia Reny WA. M.M …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *