Disdikbud Pagar Alam Gelar Lomba Bercerita PAUD untuk Asah Kreativitas dan Daya Ingat Anak

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)- Dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan daya ingat anak sejak usia dini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagar Alam menggelar Lomba Bercerita Menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (17/6/2026) tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagar Alam, Novi Apriyadi.

Lomba bercerita ini bertujuan untuk mengasah kreativitas, kemampuan berbahasa, serta daya imajinasi anak secara optimal. Melalui penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE), kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang menarik dengan menggabungkan unsur cerita, stimulasi motorik, dan sensorik sehingga pesan-pesan moral dapat lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Kepala Disdikbud Kota Pagar Alam, Novi Apriyadi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif.

“Melalui lomba bercerita ini, anak-anak dapat mengasah kemampuan mengingat, berkomunikasi, serta mengekspresikan ide dan imajinasinya dengan baik melalui media APE,” ujar Novi Apriyadi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat belajar, kepercayaan diri, dan kemampuan literasi anak sejak dini.

Dengan adanya lomba ini, Disdikbud Kota Pagar Alam berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi anak usia dini sebagai generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.

 

Unila dan BRIN Teken MoU serta Bentuk PKR Cassava

(pelitaekspres.com) –BANDARLAMPUNG– Universitas Lampung (Unila) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), disertai diskusi kolaborasi pada Jumat, 19 Juni 2026, di Ruang Sidang Utama lantai dua Gedung Rektorat Unila.

Kegiatan dihadiri Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Deputi Bidang SDM Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra, Ph.D., serta jajaran pimpinan Unila, Ketua Senat, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Lembaga, dan Guru Besar Unila.

Dalam pemaparannya, Prof. Lusmeilia menegaskan visi Unila 2045 sebagai universitas berkelas dunia yang unggul dan berkelanjutan. Salah satu fokus riset unggulan adalah Cassava Centre, mengingat Lampung merupakan daerah penghasil singkong terbesar.

Riset ini tidak hanya melibatkan bidang pertanian, tetapi juga lintas disiplin seperti Teknik Elektro, Teknik Mesin, Hukum, dan FEB untuk menghasilkan produk singkong berkualitas dengan daya saing global.

“Tiga pilar kekuatan utama Unila adalah sumber daya manusia yang masif, kekuatan akademik dan kepakaran, serta keseimbangan gender yang menjanjikan,” ujar Prof. Lusmeilia.

Usulan pembentukan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Cassava langsung mendapat dukungan dari Kepala BRIN. Prof. Arif meminta Unila menyiapkan proposal komprehensif yang berdampak nyata. “Satu topik saja, tapi komprehensif dan ada impact. PKR Cassava ini warna baru untuk BRIN,” tegasnya.

Prof. Arif juga menekankan arah BRIN dalam memajukan riset dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas UMKM, memperkuat industri swasta nasional, serta memfasilitasi co-development teknologi maju dunia agar dapat masuk ke Indonesia.

Harapannya, hasil MoU ini segera ditindaklanjuti dengan pembentukan pusat kolaborasi riset antara BRIN dan Unila.

 

 

Mahasiswa FILKOM Darmajaya Unggul Diajak Siap Hadapi Era AI, Ini Pesan Prof. Eko Indrajit

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) yang melaju pesat membawa peluang besar sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan dan industri.

Di tengah derasnya arus transformasi digital tersebut, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami etika dalam penggunaannya. Pesan itu disampaikan Prof. Richardus Eko Indrajit dalam kuliah umum bertajuk “Navigating the AI Revolution: Global Trends, Innovative Solutions and the Future of Computer Science” yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (18/6/26).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa FILKOM. Dalam kesempatan itu, Prof. Eko yang saat ini menjabat sebagai Rektor Pradita University membagikan wawasan mengenai tren global AI, berbagai inovasi yang lahir dari teknologi tersebut, hingga masa depan ilmu komputer di era digital.

Dalam paparannya, Prof. Eko menyoroti pentingnya membangun AI yang bertanggung jawab di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Teknologi AI harus dikembangkan dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Kita tidak hanya berbicara mengenai kemampuan teknologi, tetapi juga tentang etika, transparansi, keamanan data, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia. Jangan sampai AI yang seharusnya membantu justru menimbulkan masalah baru karena digunakan tanpa kontrol dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Prof. Eko, perkembangan AI telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan sejumlah risiko, mulai dari penyalahgunaan data pribadi, bias algoritma, hingga penyebaran informasi yang tidak akurat. Oleh karena itu, ia menilai pemahaman mengenai etika AI menjadi kompetensi yang wajib dimiliki generasi muda, khususnya mahasiswa ilmu komputer.

Selain membahas tantangan, Prof. Eko juga menjelaskan bahwa AI akan menjadi fondasi berbagai inovasi masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kemampuan teknis, berpikir kritis, dan adaptif terhadap perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) IIB Darmajaya, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, mengatakan kuliah umum ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam menghadirkan wawasan global kepada mahasiswa mengenai perkembangan teknologi terkini.

Menurut Prof. Said Hasibuan, materi yang disampaikan Prof. Eko memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana AI akan membentuk masa depan berbagai sektor serta pentingnya aspek tanggung jawab dalam pengembangannya. “Kami berharap mahasiswa FILKOM tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga memahami aspek etika dalam pengembangan dan pemanfaatan AI. Dengan demikian, mereka dapat menjadi talenta digital yang siap menghadapi tantangan global sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait perkembangan AI, peluang karier di bidang teknologi, hingga kesiapan sumber daya manusia menghadapi era kecerdasan buatan.(**)

Dr. Indra Caniago Lulus Sangat Memuaskan, Cetak Prestasi Internasional dan Perkuat Kualitas Kampus Berdaya Saing Global

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kembali bertambah dosen bergelar doktor di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya setelah Dr. Indra Caniago, S.E., M.Si., Ak. menyelesaikan Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Lampung bertempat di ruang auditorium lantai II Gedung C Pascasarjana FEB pada Kamis, (18/6/26).

Indra Caniago mengangkat disertasi berjudul “Niat Berperilaku Etis Akuntan Manajemen Dimoderasi Etika Kerja Islami”. Adapun pengujinya yakni Ketua Penguji Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si. dan sekretaris penguji Prof. Yuliansyah, S.E., M.S.A., Ph.D., Ak., CA., CMA, yang juga promotor dengan anggota penguji Dr. Fajar Gustiawaty, S.E., M.Si.; Dr. Fitra Dharma, S.E., M.Si.; Prof. Dr. Heni Noviaritas, S.E., M.Si. selaku penguji eksternal dan Dr. Agrianti Komalasari, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA. selaku Co Promotor.

Sembari menyelesaikan studi, Dr. Indra Caniago juga berhasil tembus Q1 selama dua tahun dalam jurnal bereputasi dengan judul Exploring The Influence of Ethical Leadership on Employee Performance: The Mediating Role of Islamic Work Ethic publish di International Journal of Ethics and Systems (Emerald Publishing) tahun 2025.

Lalu tahun 2026, Dr. Indra kembali tembus Q1 dengan judul The Two Faces of Spiritual Leadership: Unethical Pro-Organizational Behavior Amidst Moral Boycott Pressure publish International Journal of Ethics and Systems (Emerald Publishing) dan The Role of Universities in Fostering Scalable Ventures and Innovation: A Bibliometric Analysis of Digital Transformation in Academic Entrepreneurship Publish Industry and Higher Education; (SAGE Publishing).

Ketua Penguji menyatakan bahwa Dr. Indra Caniago, S.E., M.Si., Ak. Lulus dengan predikat sangat memuaskan. Juga menjadi doktor ke 57 yang diluluskan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) IIB Darmajaya Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M., mengucapkan selamat atas kelulusan Dr. Indra Caniago, S.E., M.Si., Ak. dalam studinya. “Dengan pencapaian ini dosen bergelar doktor di FEB bertambah dan diharapkan dapat segera mentransfer ilmunya kepada mahasiswa di kampus,” ucapnya.

IIB Darmajaya, lanjut dia, khususnya Fakultas sangat konsen dalam peningkatan kualitas tenaga pengajar/dosen untuk menghasilkan lulusan IIB Darmajaya yang berdaya saing global. “Kelulusan Dr. Indra ini juga menjadi satu-satunya dosen bergelar doktor di Prodi Akuntansi dan akan menyusul dosen lainnya juga segera selesai doktornya,” tutupnya.

Bawa Nama Indonesia, Akademisi UBL Raih Medali Peneliti Muda di Rusia

NIZHNY NOVGOROD, RUSIA -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) di kancah internasional. Refly Setiawan, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBL yang saat ini tengah menempuh studi doktoral dan menjalankan riset di luar negeri, meraih penghargaan dari Institute of International Relations and World History (IMOMI), Lobachevsky University, Rusia.

Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Refly sebagai salah satu peneliti muda berprestasi di lingkungan akademik Rusia. Ia dinobatkan sebagai peneliti muda terbaik tingkat universitas dan fakultas, serta berhasil menempati peringkat ketiga peneliti muda terbaik tingkat Kota Nizhny Novgorod, Rusia.

Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena Refly tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia dan Universitas Bandar Lampung dalam ekosistem akademik internasional. Melalui aktivitas risetnya, ia turut memperkenalkan budaya, identitas, dan sejarah bangsa Indonesia di lingkungan akademik Rusia.

Selain aktif sebagai peneliti, Refly juga dipercaya mengelola Laboratorium Penelitian Edosei, sebuah laboratorium sosial di Kota Nizhny Novgorod yang berfokus pada kajian budaya, identitas, dan sejarah bangsa. Laboratorium tersebut menjadi ruang penting bagi pengembangan riset sosial-humaniora, terutama dalam memperkuat kajian lintas budaya, identitas kebangsaan, dan hubungan antarbangsa.

Prestasi lain yang turut diraih Refly adalah pengakuan sebagai peneliti muda asing dengan kategori publikasi terbanyak di Rusia berdasarkan standar Высшая аттестационная комиссия (VAK) atau Komisi Atestasi Tinggi Rusia. Atas produktivitas dan konsistensinya dalam riset, ia juga memperoleh dukungan bantuan penelitian dari pemerintah Rusia.

Saat ini, Refly tengah menjalankan penelitian di dua negara, yakni Turki dan Rusia, secara bersamaan. Penelitian tersebut menjadi bagian dari proses akademiknya menuju penyelesaian studi doktoral atau Ph.D. dalam waktu dekat. Luaran utama dari aktivitas akademik tersebut diarahkan pada penguatan riset sosial, budaya, identitas, dan sejarah bangsa, khususnya dalam konteks hubungan antarnegara.

Refly menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk membawa nama Indonesia dalam percaturan akademik global.

“Alhamdulillah, capaian ini saya persembahkan untuk Indonesia dan Universitas Bandar Lampung. Saya menulis afiliasi sebagai dosen UBL dan berupaya memperkenalkan budaya bangsa Indonesia melalui riset yang saya jalankan di Rusia,” ujar Refly Setiawan melalui keterangan tertulis, Jumat, (19/6/2026).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat dirinya juga dijadwalkan mengikuti agenda penelitian global di Sochi, Rusia, pada November mendatang. Forum tersebut menjadi salah satu agenda penting yang mempertemukan para peneliti dari berbagai wilayah di Rusia.

“Dalam waktu dekat ini saya juga mendapatkan undangan dan dijadwalkan mengikuti agenda penelitian global di Sochi, Rusia, pada November mendatang. Agenda tersebut menjadi salah satu forum penting yang mempertemukan para peneliti dari berbagai wilayah di Rusia,” tambahnya.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Refly Setiawan menunjukkan bahwa dosen UBL mampu berkiprah dalam ekosistem akademik internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan reputasi Indonesia di dunia.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Bandar Lampung. Kehadiran dosen UBL dalam forum akademik internasional membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia kita mampu bersaing secara global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa UBL untuk terus memperluas jejaring, menghasilkan riset bermutu, dan membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Yusuf.

Capaian Refly Setiawan menjadi bagian dari upaya UBL dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta kontribusi akademik lintas negara. Melalui prestasi ini, UBL menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dosen dan akademisi untuk terlibat aktif dalam riset global yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia akademik internasional.

Pengembangan Marketing Produk, ini Kampanye Politik di Era Society 5.0

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Political marketing mix atau bauran pemasaran politik kini menjadi salah satu strategi utama dalam kampanye politik di era Society 5.0. Konsep ini menekankan bahwa politik tidak lagi sekadar soal janji program, melainkan bagaimana kandidat membangun komunikasi interaktif dengan masyarakat.

Dosen Prodi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lukman Hakim, S.P., M.M. menjelaskan dalam dunia bisnis, marketing mix dikenal dengan empat elemen utama: produk, harga, promosi, dan tempat.

“Menariknya, keempat elemen ini juga hadir dalam politik, hanya saja konteksnya berbeda. Kandidat atau partai diposisikan layaknya produk, biaya politik menjadi harga, kampanye digital menjadi promosi, dan akses informasi melalui media sosial menjadi tempat,” kata Lukman Hakim.

Jurnalis kompetensi wartawan utama itu juga menjelaskan, beberapa penelitian terbaru menegaskan bahwa political marketing mix menjadi kerangka penting dalam memahami bagaimana politisi membangun citra dan memengaruhi keputusan pemilih. Hal ini menunjukkan adanya persamaan mendasar antara strategi pemasaran bisnis dan strategi kampanye politik.

“Sebagai contoh hasil penelitian saya pada Pilkada Kota Bandar Lampung pasca Pemilu 2024 memperlihatkan bahwa dimensi promosi, proses, people, dan bukti fisik memiliki kontribusi dominan terhadap kinerja pemasaran politik. Artinya, masyarakat lebih menilai kandidat dari cara berkomunikasi dan berinteraksi, bukan semata dari program kerja yang ditawarkan,” kata dia.

Lukman Hakim juga menjelaskan media sosial menjadi arena utama kampanye politik. Platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok digunakan tidak hanya untuk menyebarkan informasi, tetapi juga untuk membangun koneksi dan kolaborasi digital. Hal ini sejalan dengan praktik pemasaran jasa yang menekankan pengalaman pelanggan dan loyalitas jangka panjang.

Dosen Pemasaran pada Prodi Manajemen IIB Darmajaya itu juga mengatakan  persamaan antara marketing mix bisnis dan politik semakin nyata di era digital. Menurut dia, jika dalam bisnis produk dinilai dari kualitas dan pengalaman pelanggan, maka dalam politik kandidat dinilai dari cara berkomunikasi, interaksi, dan citra yang dibangun. “Political marketing mix adalah adaptasi langsung dari marketing mix produk dan jasa, hanya konteksnya berbeda: pasar politik adalah masyarakat,” ujarnya.

Pada jurnal terbarunya dengan judul “Kinerja Bauran Pemasaran dan Media Sosial terhadap Keputusan Memilih pada Pilkada Kota Bandar Lampung 2024, dia menyimpulkan kandidat yang aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi langsung dengan pemilih muda mampu membangun citra lebih kuat dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan janji program.

Identitas lokal juga memainkan peran penting dalam perilaku memilih. Pemilih cenderung mendukung calon yang dianggap sebagai “putra daerah” karena keterikatan emosional dan keyakinan bahwa kandidat lebih memahami kebutuhan lokal.

Generasi muda menjadi segmen pasar politik yang paling aktif di media sosial. Mereka lebih responsif terhadap komunikasi digital yang interaktif dibandingkan kampanye konvensional.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa keberhasilan kampanye politik di Lampung dan Indonesia secara umum ditentukan oleh kualitas komunikasi, interaksi, dan koneksi sosial yang dibangun kandidat melalui media digital. Political marketing mix menjadi jembatan antara dunia bisnis dan politik, sekaligus refleksi dari praktik pemasaran modern di era Society 5.0.

Banggakan Lampung, Dosen Sains Data Kampus Unggul Darmajaya Raih Juara 3 Anugerah Bug Bounty 2026 Kemendikdasmen RI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan civitas academica Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Dosen Tetap Program Studi Sains Data, Ruki Rizal Nul Fikri, S.Kom., M.T.I., berhasil meraih Juara 3 Kategori Dosen pada Anugerah Bug Bounty 2026 dalam rangkaian EduCSIRT Summit 2026 pada 17–18 Juni 2026 di Kristal Hotel, Jakarta Selatan.

Ruki Rizal – biasa dia disapa — bersaing dengan 1.626 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan institusi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi kepada para kontributor yang berperan aktif dalam membantu meningkatkan keamanan sistem informasi di lingkungan pendidikan nasional.

Dalam ajang tersebut, Anugerah Bug Bounty 2026 diberikan kepada 12 pemenang yang terbagi ke dalam empat kategori, yakni siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Para pemenang dipilih berdasarkan kontribusinya dalam menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada sistem digital yang menjadi bagian dari program Bug Bounty Kemendikdasmen.

Atas capaian tersebut, Ruki Rizal Nul Fikri mengaku bersyukur dapat menjadi salah satu penerima penghargaan pada ajang nasional yang berfokus pada penguatan keamanan siber di lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah, saya bersyukur dapat meraih Juara 3 Kategori Dosen pada Anugerah Bug Bounty 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang keamanan siber dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keamanan sistem informasi pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ruki, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam menjaga keamanan siber. Ia menilai program Bug Bounty menjadi salah satu langkah efektif untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pengelola sistem informasi dalam mengidentifikasi potensi kerentanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ruki juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan di bidang keamanan siber. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Bug Bounty, menurutnya, memberikan wawasan baru terkait pentingnya budaya pelaporan kerentanan secara bertanggung jawab guna memperkuat ketahanan digital nasional.

Prototipe Smart Home Karya Mahasiswa Prodi Sistem Komputer/IoT Kampus Unggul Darmajaya Ini dapat Dikendalikan Melalui Smartphone

BANDAR LAMPUNG -(delarasinews.com)- Pernah membayangkan bisa mematikan lampu rumah saat sudah berada jauh dari rumah? Atau membuka pintu hanya melalui smartphone? Inovasi ini yang berhasil diwujudkan Gilang Permana, mahasiswa semester VIII Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, yang mengembangkan sebuah prototipe Smart Home berbasis ESP32 sebagai penelitian skripsinya.

Melalui penelitian tersebut, Gilang merancang prototipe Smart Home yang memungkinkan pengguna mengontrol lampu, mengatur kunci pintu, hingga memantau suhu ruangan secara real-time melalui smartphone. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi Internet of Things (IoT), karya Gilang menjadi gambaran bagaimana teknologi rumah pintar dapat diterapkan untuk mendukung hunian yang lebih cerdas, aman, dan efisien.

Gilang menjelaskan bahwa perangkat smart home yang dibuatnya memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan aplikasi Android hasil pengembangannya sendiri. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai fitur kendali dan pemantauan dalam satu platform. “Alat yang saya buat berfokus pada tiga fungsi utama, yaitu mengontrol lampu, mengontrol kunci pintu, dan memonitor suhu ruangan secara real-time,” ujar Gilang saat diwawancarai pada Senin (15/6/2026).

Pada prototipe yang dikembangkannya, pengguna dapat menyalakan atau mematikan lampu dari jarak jauh kapan saja dan di mana saja melalui smartphone. Fitur ini menunjukkan bagaimana teknologi IoT dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan perangkat elektronik di rumah. Tak hanya itu, Gilang juga menyematkan fitur smart door lock yang memungkinkan pintu dibuka maupun dikunci melalui smartphone. Kehadiran fitur ini memberikan gambaran penerapan sistem keamanan rumah berbasis teknologi digital.

Menariknya lagi, sistem tersebut mampu menampilkan kondisi suhu ruangan secara real-time. Pengguna dapat memantau suhu ruangan langsung melalui aplikasi yang telah dikembangkan sehingga informasi kondisi lingkungan dapat diperoleh dengan cepat. Seluruh sistem kendali tersebut terintegrasi dalam aplikasi Android yang dirancang sendiri oleh Gilang menggunakan Android Studio. Melalui aplikasi itu, pengguna dapat mengakses seluruh fitur smart home dalam satu platform yang mudah digunakan.

Menurutnya, pengembangan sistem rumah pintar menjadi salah satu implementasi teknologi Internet of Things (IoT) yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui teknologi ini, berbagai perangkat elektronik di rumah dapat diakses dan dikendalikan secara lebih efisien melalui perangkat mobile.

Bagi Gilang, proyek ini bukan sekadar tugas akhir untuk meraih gelar sarjana. Lebih dari itu, ia ingin menghadirkan inovasi yang dapat menjadi referensi pengembangan teknologi rumah pintar di masa mendatang. “Harapannya sistem ini dapat menjadi solusi rumah pintar yang mudah digunakan dan membantu masyarakat dalam mengontrol perangkat rumah tangga secara lebih praktis dan efisien,” katanya.

Dosen Pembimbing sekaligus Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Gilang Permana. Menurutnya, penelitian berbasis Internet of Things (IoT) seperti ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, dan teknologi komunikasi data untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.

“Pengembangan prototipe smart home ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sistem Komputer mampu menghasilkan karya yang aplikatif dan relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan hingga memiliki peluang untuk diimplementasikan secara lebih luas di masyarakat,” ujarnya. (**)

 

Dosen Hukum Bisnis IIB Darmajaya Gelar Edukasi Ruang Aman Pesantren di Ponpes Riyadhus Sholihin

BANDAR LAMPUNG(deklarasinews.com)— Dosen Program Studi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “Edukasi Ruang Aman Pesantren: Penguatan Budaya Saling Menjaga dan Sistem Pelaporan Rahasia” di Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin Bandar Lampung, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Hukum Bisnis IIB Darmajaya, yaitu Intan Meitasari, S.H., M.H. selaku Ketua PKM, bersama anggota tim Zulfikar Ali, S.H., M.H. dan Dewi Noviyanti, S.H., M.H. Kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa Hukum Bisnis IIB Darmajaya, yaitu Ahmad Alhamdi, yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM memberikan edukasi kepada santri dan pihak pesantren mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan saling menjaga. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman tentang perilaku yang perlu dicegah di lingkungan pesantren, pentingnya keberanian untuk melapor, serta perlunya sistem pelaporan rahasia agar santri merasa aman ketika menyampaikan permasalahan yang dialami atau diketahui.

Intan Meitasari, S.H., M.H. selaku Ketua PKM menyampaikan bahwa ruang aman di lingkungan pesantren perlu dibangun melalui budaya kepedulian bersama. Menurutnya, santri, pengurus, dan seluruh pihak di pesantren memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang dapat merugikan peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri memahami bahwa menjaga teman, menghormati sesama, dan berani melapor apabila terjadi tindakan yang tidak pantas merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pesantren yang aman,” ujar Intan Meitasari.

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya sistem pelaporan yang bersifat rahasia. Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi santri untuk menyampaikan laporan tanpa rasa takut, malu, atau khawatir mendapatkan tekanan dari pihak lain.

Tim dosen Hukum Bisnis IIB Darmajaya juga mendorong agar pesantren memiliki alur pelaporan yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh santri. Dengan adanya mekanisme tersebut, setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara lebih tertib, bijak, dan berpihak pada perlindungan santri.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan pesantren dapat semakin memperkuat budaya saling menjaga serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang santri secara positif.(Red)

Dosen Kampus Unggul Darmajaya Latih Siswa SMKN 8 Buat Kamus Digital Bahasa Lampung Berbasis Android

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan era digital. Semangat tersebut diwujudkan oleh tim dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah Institusi Tahun 2026 berupa Pelatihan Pembuatan Aplikasi Kamus Digital Bahasa Lampung Berbasis Android sebagai Media Pembelajaran Interaktif di SMKN 8 Bandar Lampung, Selasa (2/6/26).

Kegiatan tersebut diketuai oleh Muhammad Fauzan Azima, S.Kom., M.T.I. (Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi) bersama anggota tim Siti Nur Laila, S.Kom., M.T.I. (Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi) dan Suci Mutiara, S.Kom., M.T.I. (Program Studi Teknik Informatika).

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar pengembangan aplikasi mobile, pengelolaan data kosakata Bahasa Lampung, hingga implementasi fitur-fitur interaktif yang dapat mendukung proses pembelajaran. Para siswa juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan aplikasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar berbasis digital.

Ketua tim pengabdian, Muhammad Fauzan Azima, S.Kom., M.T.I., mengatakan bahwa perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian budaya daerah agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

“Bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang harus dijaga. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Lampung dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses oleh generasi muda,” ujarnya.

Menurut Fauzan, penggunaan aplikasi berbasis Android sebagai media pembelajaran memiliki potensi besar karena dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan digital perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi yang memberikan nilai edukatif dan budaya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa aplikasi, tetapi juga pada proses pembelajaran yang mendorong kreativitas, kemampuan berpikir logis, dan keterampilan pemecahan masalah peserta. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara mengembangkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi maupun praktik pembuatan aplikasi, mulai dari pengenalan antarmuka hingga pengelolaan data kosakata dalam kamus digital. Interaksi yang terbangun selama pelatihan mencerminkan tingginya minat siswa terhadap pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.

Fauzan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk mengembangkan berbagai inovasi digital lainnya yang mengangkat potensi lokal Lampung. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan teknologi menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah di tengah pesatnya transformasi digital. (**)