BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer/IoT Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi lingkungan dan sektor pariwisata. Melalui proyek skripsi, dua mahasiswa Prodi Sistem Komputer merancang sistem monitoring energi dan kontrol penerangan untuk kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Kabupaten Pesawaran.
Dua mahasiswa tersebut ialah Sohibul Akbar yang berfokus pada pengembangan sistem kontrol penerangan dan Muhammad Rifki Hidayat yang menangani sistem monitoring penggunaan energi listrik.
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan sumber energi listrik di kawasan wisata mangrove yang selama ini mengandalkan pasokan listrik dari PLTA dan panel surya. Dengan kapasitas energi yang terbatas, dibutuhkan sistem cerdas yang mampu memantau sekaligus mengoptimalkan penggunaan listrik agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua bagian utama. Pertama, sistem monitoring penggunaan energi listrik pada PLTA Mangrove Cuku Nyinyi yang mampu memantau berbagai parameter kelistrikan secara real-time, seperti tegangan output, arus listrik, daya aktual, kWh, frekuensi jaringan, faktor daya, hingga arus yang dihasilkan panel surya.
Bagian kedua adalah sistem kontrol penerangan berbasis website yang diterapkan di kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi. Dalam implementasinya, area penerangan dibagi menjadi tiga jalur utama, yaitu area loket, area edukasi, dan area dermaga. Melalui website tersebut, pengelola dapat mengontrol lampu dengan lebih mudah, praktis, dan efisien.
Menariknya, sistem kontrol penerangan ini dilengkapi dua fitur unggulan, yakni mode otomatis berbasis penjadwalan dan mode kontrol manual. Pada mode otomatis, lampu akan menyala secara terjadwal mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Sementara pada mode manual, pengelola dapat menyalakan jalur lampu tertentu di luar jadwal sesuai kebutuhan melalui website.
Sohibul Akbar menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk membantu efisiensi penggunaan energi di kawasan wisata mangrove. “Karena sumber listrik di sana terbatas dan hanya mengandalkan PLTA serta panel surya, kami membuat sistem monitoring energi dan kontrol penerangan agar penggunaan listrik bisa lebih optimal dan efisien,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (8/6/2026).
Melalui inovasi ini, mahasiswa Sistem Komputer IIB Darmajaya tidak hanya menghadirkan proyek berbasis teknologi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekowisata berbasis energi terbarukan di Kabupaten Pesawaran. Proyek tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan kawasan wisata yang lebih modern, hemat energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (**)